Mengetahui Kehendak Tuhan Dengan Sempurna – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 07 April 2019)

Kolose 1:11

Beberapa minggu lalu sudah dijelaskan bahwa Yesus adalah hikmat dan kekuatan Allah yang sanggup memindahkan kita dari maut kepada kehidupan kekal. Tidak ada kekuatan manapun yang demikian sanggup memindahkan manusia dari kebinasaan kepada hidup kekal hanya Yesus saja. Dan dalam ayat ini kita ketahui bahwa saat jemaat Kolose menerima Yesus, rasul Paulus juga berharap agar jemaat tidak hanya menjadi percaya, tetapi rasul Paulus juga berdoa agar jemaat diberi kemampuan untuk mengetahui kehendak Tuhan yang sempurna.

Sebab bila tidak mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, akan mudah bagi kita tersesat karena kita termasuk golongan kristen kanak-kanak (Efesus 4:14). Melainkan menjadi orang kristen yang kokoh serta bertumbuh ke arah Krisrus serta menjadi serupa dengan Yesus seperti yang tercatat dalam Efesus 4:15.

Bagaimana caranya agar mengetahui kehendak Allah yang sempurna? Cara untuk mengetahui kehendak Allah yang sempurna adalah dengan mencintai kebenaran firman serta merenungkan firman Allah. Dalam Mazmur 119:97, pemazmur dalam segala aktivitas ia selalu mengkaitkan dengan firman Allah. Orang yang mencintai firman tapi ngobrol, tidur sampai main Handphone  dalam beribadah, maka ia berdusta. Orang yang cinta akan firman pasti menikmati firman Allah serta peka kepada firman Allah yaitu, kehendak Tuhan bukan abaikan firman Tuhan. Mazmur 119:97, ayat ini muncul karena ada pengalaman pribadi. Perhatikan Mazmur 119:67, pemazmur menuliskan ketika ia menyimpang dari firman Tuhan maka ia tertindas. Tindasan yang ia alami menyadarkan kita dan juga Daud bahwa Daud sudah keluar dari firman Allah. Inilah orang yang peka terhadap firman Allah.

Banyak orang percaya yang alami ujian, pencobaan, masalah dan kesulitan membuat pemazmur sadar bahwa ia telah menyimpang dari jalan Allah. Tetapi orang yang berpegang pada firman Allah akan kembali kepada jalan Tuhan.

Pemazmur mengisahkan pengalaman dari pada Daud. Dan dalam 1 Samuel 19-26, pasal-pasal ini menceritakan bagaimana Saul berusaha menangkap dan membunuh Daud sehingga membuat Daud ketakutan bahkan membuat Daud menyimpang dan keluar dari jalan Tuhan. 1 Samuel 27:1, titik dimana Daud berpikir bagaimana kondisinya yang akan binasa karena Saul.

DAUD MENYIMPANG
1.
Bekerja untuk Akhis (raja Filistin)
Ia adalah raja kota dan musuh orang Isarel. 1 Samuel 27:3, mereka sekeluarga juga anggotanya membelot. 1 Samuel 30:6, jadi ada Daud dan 600 tentara serta diam di Ziglak.

2. Daud bekerja dengan berbohong
1 Samuel 27:8-12, Daud bekerja untuk Akhis dan melawan musuh filistin. Tetapi semuanya bohong sebab ia sudah menyimpang.

Namun karena kasih Allah, IA tidak mau Daud tersesat, maka dari itu Tuhan membawa Daud dalam tindasan agar berbalik pada Tuhan.

DAUD DI PHK – DIBERHENTIKAN
1 Samuel 29, Daud dikirim pulang. Dan atasan Akhis berkata dalam 1 Samuel 29:3,  Daud dianggap tidak berguna dihadapan panglima Filistin dan saat sampai di Ziglak, Daud kehilangan istri serta anak-anak karena Ziglak tempat mereka tinggal dibakar oleh orang Amalek.

Perbedaan orang yang cinta dan renungkan firman (1 Samuel 30:11-16)
1 Samuel 30:6a, Daud akan dilempar oleh 600 tentara sebab perkara besar dalam hidupnya. 1 Samuel 22:1,2 mereka adalah orang yang dididik oleh Daud namun saat mengalami tindasan mereka mau membunuh Daud. Lalu respon Daud adalah ia menguatkan hatinya kepada Tuhan. Daud melekat kepada Tuhan dengan mencari hadirat Tuhan. Dan Tuhan berkemurahan, 1 Samuel 30:8 Tuhan berfirman untuk menyerang. Tuhan tidak biarkan Daud, ia diberikan kemampuan untuk mengetahui kehendak Tuhan. Maka Tuhan membuka jalan yaitu bertemu dengan hamba orang Amalek dari Mesir, ia budak orang Amalek yang dibuang karena ia sakit. Dan sudah 3 hari tidak makan. Ketika Daud dan kelompoknya berjumpa dengan budak ini, 1 Samuel 30:11-16, ia memberitahu jalan kepada orang Amalek serta berjumpa orang Amalek untuk merebut kembali apa yang hilang, 1 Samuel 30:17-20. Dengan penyertaan Tuhan, orang Amalek dikalahkan oleh Daud sehingga dalam tindasan Daud semakin diberkati.

PENUTUP
Mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna dan melakukan kehendak Allah dengan taat seperti Daud, maka Tuhan tidak hanya memulihkan kondisi rohani Daud tetapi Tuhan juga memulihkan kondisi jasmani (ekonomi dan materi) Daud, 1 Samuel 30:26-31.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s