Alasan Sebenarnya Mengapa Yesus Mati – oleh Ps. Kindah Greening (Ibadah Kematian Yesus – Jumat, 19 April 2019)

Saya percaya Allah sedang membangun gereja-Nya dan alasan kita yakin adalah Yesus sudah tidak lagi berada dalam kubur, Dia telah bangkit dan gereja berada di dalam kuasa kebangkitan-Nya. Dalam khotbah hari ini saya ingin menjawab  pertanyaan yang sering kita dengar, yaitu mengapa Yesus harus mati?

Ketika pertanyaan ini diberikan maka kebanyakkan orang Kristen akan menjawab Dia mati untuk menebus dosa manusia. Jawaban seperti  itu hanya menunjukkan sebagian kisah. Kematian Yesus memenuhi apa yang menjadi rencana Allah.

Lewat salib, Allah ingin menghindarkan manusia dari “memuliakan kehebatan dirinya sendiri”, tetapi menyadari bahwa ini semua HANYA karena karya salib Tuhan Yesus…”

Seperti yang tertulis dalam Galatia 6:14 “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

Apa sebenarnya arti salib? Salib Kritus bukan sekedar simbol apalagi aksesoris bagi orang percaya, sebab Yesus adalah Allah itu sendiri sehingga ketika orang-orang pada waktu itu menyalibkan Yesus maka sesungguhnya mereka sedang menyalibkan Allah dalam tubuh jasmani. Salib Yesus adalah bentuk kuasa Allah bagi orang percaya. Dan hari ini ketika mengambil perjamuan kudus kita sedang mengingat karya salib-Nya itu sampai Dia datang kembali.

Bagaimana iblis mendapatkan kekuatannya?
Kematian Yesus bukan untuk membuktikan bahwa Dia memiliki kuasa yang lebih besar dari iblis, sebab Yesus adalah Allah yang tidak perlu dipertanyakan kemahakuasaan-Nya.

Iblis mendapatkan kekuatan dengan merampas posisi kepala pemerintahan dari Adam, lalu iblis menjadi penguasa palsu. Ia mencuri kekuasaan Adam melalui tipu muslihat.

Ketika Allah menciptakan manusia dan menempatkan mereka di taman Eden, maka Allah berfirman semua boleh mereka makan kecuali pohon pengetahuan. Akan tetapi Iblis kemudian menggoda Hawa dan kita tahu ceritanya manusia pun jatuh ke dalam dosa. Ketika Allah menghukum ular maka Allah berkata “debu dan tanah akan menjadi makananmu”. Benarkah demikian? Ini adalah bahasa simbolis, ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakannya dari debu dan tanah sehingga kita dapat memperoleh pengertian rohani bahwa karena kejatuhan Adam maka ular (iblis) memiliki hak untuk “memakan”  kemanusiaan kita yang diciptakan dari debu tanah.

Kematian Yesus mengembalikan apa yang telah direbut Iblis.
Jadi mengapa Yesus mati? Jawabannya bukan hanya untuk membayar dosa kita tetapi juga untuk merebut kembali apa yang telah direbut iblis dari Adam. Yesus datang untuk menggenapi seluruh hukum/Firman Allah.

Dalam Lukas 4:5 menceritakan bagaimana Iblis membawa Yesus ke tempat tinggi dan menunjukkan seluruh kerajaan dunia, dan menawarkannya kepada Yesus jika Yesus mau menyembahnya. Ini terjadi sebab seluruh dunia sudah diberikan kepadanya. Dapat dikatakan ini satu-satu perkataan iblis yang benar sebab memang benar sejak kejatuhan Adam maka seluruh otoritas atas dunia yang tadinya menjadi milik Adam telah diserahkan kepada Iblis.

Alkitab berbicara tentang dua Adam, yaitu Adam pertama adalah manusia pertama yang jatuh dalam dosa dan Yesus yaitu Adam terakhir. Adam pertama kehilangan otoritas pemerintahan karena jatuh dalam dosa. Adam terakhir, yaitu Yesus berhasil memenangkannya kembali – melalui kayu salib! Sebagai Adam yang terakhir Yesus mati disalib untuk memenuhi hukum Allah. Allah harus jadi manusia untuk menanggung dosa. Dalam Wahyu 1:18 Yesus berkata Aku mati namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Kematian Yesus Membinasakan Perbuatan Iblis.
Alasan berikut mengapa Yesus datang ke dunia dan mati disalib adalah untuk membinasakan perbuatan Iblis.

 1 Yohanes 3:8 “untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.”

Anak Allah datang ke bumi dengan tujuan yang jelas yaitu untuk mengakhiri kegiatan iblis.  – JB Philips

Inilah alasannya Yesus datang, Dia bukan mengalahkan iblis untuk diri-Nya sendiri tapi untuk menghancurkan kuasa iblis atas hidup kita. Yesus telah merebut kembali apa yang dihilangkan oleh Adam dan dalam salib kita menerimanya kembali.

Hal ini dipertegas dalam Ibrani 2:14
“Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging,  maka Ia juga menjadi sama dengan mereka  dan mendapat bagian dalam keadaan mereka , supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan  dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;”

Oleh kematian-Nya kita yang berada dalam kegelapan dipindahkan ke dalam kerajaan-Nya.

Kolose 1:13 “Ia melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita kepada kerajaan anak-Nya yang kekasih;”

Kristen adalah satu-satunya kepercayaan dimana kita menyakini bahwa TUHAN telah mati tetapi kemudian bangkit. Dunia akan melihat iman kita yang besar ini. Roh Allah yang hidup itu akan berdiam di dalam kita dan kita akan hidup dalam kemenangan oleh karena Yesus telah mati di salib untuk mengalahkan kuasa iblis.

1 Petrus 5:8 “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis , berjalan keliling  sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”

Ayat ini mengatakan Iblis berkeliling seperti singa, ini bicara tentang intimidasi iblis yang secara psikologis menyerang pikiran dengan kekhawatiran, kebingungan dan keraguan. Iblis mengikat pikiran seseorang yang tidak percaya dan menyembunyikan kebenaran, ia berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum. Tetapi kebangkitan Yesus melucuti semua kuasa dari iblis dan kita ambil bagian dalam kemenangan-Nya.

Karya salib Yesus penuh dengan kuasa karena itu kita sebagai orang percaya diperintahkan untuk melawan iblis. Sekalipun Iblis masih punya kekuatan tapi orang percaya memiliki kekuatan yang lebih besar ketika ada di dalam Yesus.

Yesus berkata kepada Petrus bahwa Ia akan mendirikan kerajaan-Nya dan kerajaan maut tidak bisa berkuasa atasnya. Yesus telah melucuti penguasa-penguasa dan menjadi mereka tontonan umum oleh kemenangan-Nya di kayu Salib (Kolose 2:15).

Yakobus 4:7 Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Kalvari bukan sekedar mengenang sesuatu yang terjadi ribuan tahun lalu, tetapi tentang Yesus yang hidup dan kuasa-Nya yang tersedia bagi kita saat ini.

KUASA DARI KARYA SALIB
Kuasa Salib Yesus inilah yang dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam Efesus 2:15-16.
“Sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s