Seri 9 PEMBUNUH RAKSASA: PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MENGGUNAKAN APA YANG IA PUNYA DAN IA BISA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 1 – Minggu, 28 April 2019)

1Samuel 17

(1Samuel 17:48-50)

Pendahuluan
Mempelajari pertarungan antara Daud dan Goliat, semakin lama semakin menarik untuk digali dan ditimba rahasia-rahasia kemenangan Daud. Awalnya tidak ada orang yang menyangka bahwa Daud  dapat mengalahkan raksasa Filistin yang bernama Goliat. Anak gembala yang masih muda dapat membunuh pahlawan besar yang gagah perkasa, beringas dan menyeramkan. Beberapa rahasia  kemenangan Daud  menghadapi Goliat yang telah kita pelajari yaitu:

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman.
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya

Sekarang kita akan mempelajari rahasia kemenangan Daud selanjutnya yaitu:

  1. Pembunuh Raksasa memilih
    menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa.

Raja Saul menyadari bahwa pertarungan antara Daud dan Goliat adalah pertarungan yang tidak seimbang. Daud anak gembala yang masih muda, sedangkan Goliat adalah raksasa. Daud maju tanpa peralatan perang, Goliat dilengkapi dengan senjata perang, baik senjata untuk bertahan, melindungi diri, lengkap dengan senjata menyerang. Bagi raja Saul tidak ada kemungkinan sekecilpun Daud bisa mengalahkan Goliat. Itulah sebabnya sebelum maju ke medan pertempuran, Saul menawarkan pakaian perangnya kepada Daud.

1Samuel 17:38,39
Lalu Saul mengenakan baju perangnya kepada Daud, ditaruhnya ketopong tembaga di kepalanya dan dikenakannya baju zirah kepadanya.

Lalu Daud mengikatkan pedangnya di luar baju perangnya, kemudian ia berikhtiar berjalan, sebab belum pernah dicobanya. Maka berkatalah Daud kepada Saul: “Aku tidak dapat berjalan dengan memakai ini, sebab belum pernah aku mencobanya.” Kemudian ia menanggalkannya.

Rupanya dengan baju perang raja Saul membuat Daud tidak bisa berjalan. Daud menanggalkan baju perang raja Saul dan memilih maju dengan senjata yang biasa ia gunakan saat menggembala domba ayahnya yaitu umban dan batu. Umban dan batu adalah senjata yang selalu memperlengkapi Daud saat berada di padang belantara. Senjata itu telah digunakan setiap hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Daud telah menjadi pemain umban terhebat di dunia.

Fakta tentang umban
Umban atau yang biasa kita sebut Ketapel pada zaman dulu dibuat dari kulit atau juga dari anyaman wol, dengan sebuah kantung di tengahnya untuk meletakkan sebuah batu. Semakin panjang tali umbannya, semakin jauh pula jarak lemparnya. Jarak tembak umban bisa mencapai sekitar 175 meter. Bahkan ada catatan yang mengatakan kalau umban ini diputar-putarkan di atas kepala kemudian dilemparkan, bisa mencapai jarak sampai 375 meter.

Biasanya panjang umban ini sendiri bisa mencapai 1 meter dan beratnya bisa berkisar 200-300 gram. Sementara biji batu yang dipakai biasanya sedikit lebih besar dari bola golf atau billiard. Batu-batu yang dipakai pun biasanya adalah batu bundar licin. Berdasarkan catatan sejarah Palestina, bentuk dan ukuran batu umban berbeda-beda dari setiap periodenya. Batu umban berukuran besar biasanya digunakan di masa Yunani (akhir abad ke 4 SM). Batu umban berukuran sebesar bola golf semasa perang Romawi dan Yunani.

Daud bukanlah orang yang pertama menggunakan umban. Di dalam alkitab ada orang-orang yang lebih dahulu menggunakan umban sebagai senjata perang (2 Tawarikh 26: 14; 2 Raja-raja 3: 25). Bahkan Suku Benyamin memiliki 700 orang kidal yang mahir mengumban tanpa pernah meleset dari sasaran (Hakim 20: 16; 1 Tawarikh 12: 2).

Kembali kepada kisah Daud dan Goliat. Ketika Goliat  bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu. Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Wow… dengan umban dan batu Daud mengalahkan Goliat pahlawan raksasa orang Filistin.

Dari kisah ini kita dapat memetik beberapa pelajaran agar dapat menjadi seorang pemenang dalam kehidupan, yaitu:
1. Gunakan apa yang Anda punya dan Anda bisa.
Belajarlah dari Daud! Dia memilih menggunakan umban dan batu dari pada memakai senjata dan pakaian perang Saul. Daud sadar, bahwa pakaian itu bukan miliknya dan ia juga tidak dapat menggunakan pedangnya Saul. Baginya pakaian dan pedang Saul terlalu besar, serta sulit untuk digunakan berperang. Daud memilih memakai senjatanya sendiri yaitu umban dan batu. Orang-orang mungkin meragukan bagaimana mungkin bisa menang melawan Goliat kalau senjatanya hanya umban dan batu. Tetapi kenyataannya dengan senjata yang dimilikinya dan yang biasa ia gunakan Daud mengalahkan Goliat.

Kadang-kadang dalam hidup ini, kegagalan-kegagalan terjadi bukan karena besarnya lawan yang kita hadapi tetapi banyaknya alasan yang kita cari. Gunakan saja apapun yang kita punya dan yang kita bisa. Mengapa?
a. Sebab yang utama dalam hidup ini bukan apa yang kita pegang, tetapi bagaimana kita menggunakan apa yang kita pegang.
Tuhan Yesus pernah menyampaikan perumpamaan tentang talenta. (Mat 25:14 -30) Ada seorang tuan yang memberikan talenta kepada hamba-hambanya. Hamba yang pertama diberi lima talenta, yang kedua diberi dua tanlenta yang ketiga diberikan satu talenta.  Setelah hamba-hamba itu menjalankan talentanya, mereka kembali dengan membawa laba masing-masing. Hamba yang diberi lima talenta, memperoleh laba lima talenta sehingga menjadi sepuluh talenta. Hamba yang diberi dua talenta juga memperoleh keuntungan dua talenta sehingga talentanya bertambah menjadi empat talenta. Tetapi hamba yang diberi satu talenta menyembunyikannya di tanah, sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Kita semua percaya jika hamba yang menerima satu telenta ini mau menjalankannya maka satu talentapun akan bertambah sehingga berlipat kali ganda. Kualitas sekecil apapun yang Anda pegang jika digunakan pasti akan berlipat ganda, sebaliknya kualitas yang prima jika tidak digunakan tidak ada gunanya.

Gunakanlah setiap talenta dan karunia yang Tuhan berikan kepada kita untuk kemuliaan Tuhan. Jangan simpan karunia tetapi gunakanlah untuk kepentingan tubuh Kristus dan keagungan Tuhan Yesus.

Roma 12:6-9 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;  jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.

b. Karena keberhasilan, kesuksesan dan kebesaran dimulai dari hal-hal kecil.
Jangan tunggu hebat baru melakukan, lakukan saja maka anda akan hebat. Kalau Daud dapat dengan tepat melesatkan umbannya di dahi Goliat, itu tidak terjadi tiba-tiba. Jauh sebelum bertemu Goliat, Daud sudah menggunakan umbannya untuk menghalau dan membunuh binatang buas di padang. Ingatlah kata pepatah: “Kita bisa karena biasa.” Orang-orang menjadi ahli karena mereka membiasakan diri.

Matius 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

c. Keberhasilan bertumbuh sedikit demi sedikit.
Keberhasilan adalah proses yang berjalan dari hari ke minggu, dari minggu ke bulan dan dari tahun ke tahun. Tidak ada kesuksesan instan! Kesuksesan selalu dimulai dari kecil menuju besar, sedikit demi sedikit yang berlengsung terus menerus. Bacalah kisah sukses pendiri kopi kapal api. Tahukah kita, bahwa kehebatan kopi Kapal Api saat ini, itu dimulai dari jualan keliling dengan sepeda onthel di pelabuhan tanjung perak (https://www.cermati.com). Sekali lagi bahwa keberhasilan bertumbuh sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

2. Serahkanlah apapun yang Anda pegang untuk menjadi alat Tuhan.
Bagi Daud umban adalah senjata biasa, umum, tidak istimewa tetapi ketika yang biasa diserahkan kepada Tuhan untuk menjadi alat Tuhan, berubah menjadi luar biasa.

Dalam Alkitab ada banyak contoh barang-barang yang biasa di tangan manusia menjadi luar biasa di tangan Tuhan.

  • Tongkat Musa
    Keluaran 4:2  TUHAN berfirman kepadanya: “Apakah yang di tanganmu itu?” Jawab Musa: “Tongkat.”
  • Lima roti dan dua ekor ikan
    Mat 14:17  Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

Beranikanlah menyerahkan kepada Tuhan apa yang ada di tangan kita, maka Tuhan akan menyerahkan apa yang ada di tanganNya. Percayalah bahwa kemenangan dalam peperangan bukan hebatnya senjata atau banyaknya pasukan tetapi oleh kuasa tangan Tuhan.

Amsal 21:31
Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Apa yang sedang ada di tangan Anda? Mulailah dari apa yang kita punya dan kerjakanlah sesuai kemampuan kita. Percayalah bersama Tuhan kita akan meraih kemenangan. Tuhan memberkati. KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s