The Law Of Blessing (Hukum Berkat) – oleh Ps. Kindah Greening (Ibadah Kebangkitan Tuhan Yesus – Minggu, 21 April 2019)

Salah satu hal terakhir yang Yesus lakukan di Bumi sebelum terangkat ke Sorga adalah mengangkat tangan dan memberkati murid-murid-Nya, itu sebabnya hari ini saya ingin berbicara tentang hukum berkat.

Janji Allah
Dalam Yeremia 29:11 Allah menyatakan janji-Nya,
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan  yang penuh harapan. (TB)

Ini merupakan janji Allah tapi disisi lain Alkitab juga menuntut  suatu kondisi atau persyaratan yaitu Respon Manusia seperti yang tertulis dalam Yeremia 29:13: “apabila kamu mencari  Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.” (TB)

Allah sudah memberikan janji masa depan tapi umat Allah juga harus merespon dengan mentaati perintah yang Allah berikan.

Yeremia 29:7
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (TB)

Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita diatur oleh hukum-hukum. Segala hal diatur oleh hukum yang jelas, contohnya :

  1. Atom
  2. Bintang
  3. Matahari/Bulan
  4. Gravitasi
  5. Listrik
  6. Musim/Air pasang
  7. Hukum biologis
  8. Aerodinamika
  9. Hukum Finansial
  10. Termodinamika
  11. Hukum Momentum
  12. Hukum Alkitabiah
  13. Tabur-tuai
  14. Hukum Fisika
  15. Hukum Roh
  16. Hukum Keluarga

Terkadang ketika berbicara tentang hukum maka kita akan berpikir tentang perjanjian lama padahal ada hukum  berkat yang terdapat juga dalam Perjanjian Baru.

PRINSIP HUKUM TIMBAL BALIK
Saya hendak bicara tentang prinsip Hukum Timbal Balik. Beberapa contoh Prinsip timbal balik adalah kita memberi maka kita akan menerima, kita menabur dan akan menuai, kita memberkati dan kita akan diberkati, kutuk akan dikutuk, menabur kemarahan maka orang lain juga akan marah kepada kita.

Dalam kaitan dengan perjamuan kudus dikatakan “cawan yang atasnya kita mengucap syukur”.

1 Korintus 10:16
Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?

 Kita dapat perhatikan Alkitab memberikan prinsip timbal balik dalam hukum berkat.

1 Petrus 3:8-9
Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.

Ada Syarat untuk kita dapat menerima atau berjalan dalam Hukum Berkat :

  1. Kesatuan
  2. Belas kasih/ penyayang
  3. Rendah hati
  4. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan (merespons secara positif dengan kasih walau dalam situasi yang menyakitkan)

Kita dipanggil untuk mewarisi berkat sehingga dalam situasi yang tidak baik pun kita harus tetap memberkati, sebuah contoh kecil ketika kita membiarkan rasa marah menguasai kita itu sama artinya kita menghentikan berkat mengalir dalam hidup kita.

Apa sebenarnya arti dari kata memberkati?
Arti dari Memberkati :

  1. Menjadikan suci atau utuh melalui perkataan
  2. Meminta perkenanan Ilahi untuk situasi atau kondisi tertentu
  3. Mengharapkan yang terbaik bagi seseorang atau sesuatu
  4. Menjadikan bahagia atau sejahtera
  5. Menyukakan hati, memuliakan, dan memuji
  6. Meninggikan/Membangun melalui perkataan (eulogise).

Orang yang diberkati bukanlah orang yang berpikir negatif melainkan orang yang membangun pikiran positif tentang orang lain.

Bagaimana caranya mengaktifkan hukum berkat ini? Kita dapat melihat Firman Tuhan dalam:

Roma 12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

 Saat kita terluka secara pribadi maka kita justru diminta untuk melepaskan berkat. Tuhan berfirman untuk kebaikan kita sendiri. Mengapa? Karena apa yang kita berkati akan kembali memberkati kita dan apa yang kita kutuk itu akan mengutuk kita.

Jika kita menaruh penghukuman/mengutuk/mengeluhkan situasi-situasi dalam hidup kita termasuk situasi negatif maka itu akan balik memukul dan melukai kita. Sebaliknya Jika kita memberkati sebuah situasi yang negatif, maka ia tidak punya kuasa untuk melukai kita, walaupun menyulitkan untuk beberapa saat namun semuanya akan perlahan memudar. Jika kita memberkatinya dengan tulus,maka akan ada berkat bagi orang atau  situasi tersebut. Saat kita mulai memberkati, maka kita memenuhi syarat untuk mewarisi berkat.

 Ada 7 Hal yang Harus Kita Berkati dalam kehidupan kita :
1.
Memberkati Tuhan kita
Mazmur 103:1 Bless the LORD, O my soul; And all that is within me, bless His holy name! Bless the LORD, O my soul, And forget not all His benefits: Who forgives all your iniquities, Who heals all your diseases,(NKJV)

Kita adalah ciptaan Allah, Dia adalah Bapa dan pemimpin kita tetapi kita punya hak istimewa untuk memberkati Allah lewat pujian kita.

2. Memberkati negara kita
Kita harus mengucapkan berkat atas Negara kita, Presiden kita dan semua orang yang terlibat dalam pemerintahan.

3. Memberkati kota kita
Kita harus memberkati kota dimana kita tinggal, panggilan kita adalah sebagai garam dan terang bagi kota kita, dan mengucapkan berkat adalah salah satu hal yang dapat kita lakukan.

4. Memberkati orang-orang
Ada orang yang bersikap tidak menyukai orang-orang tertentu karena latar belakang suku atau budaya  tapi harus terus memberkati.

5. Memberkati hal atau situasi
Banyak orang frustasi dan menjadi marah terhadap situasi yang terjadi dalam hidupnya. Tapi orang yang tetap berdoa dan mengucap berkat di tengah keadaan sukar dalam hidupnya adalah orang yang akan menerima berkat dari TUHAN.

6. Memberkati gereja kita
Allah ingin kita memberkati Gereja kita lewat doa dan juga persembahan yang kita bawa. Berkat yang kita berikan bagi gereja adalah bukti kita mengasihi gereja kita.

7. Memberkati gembala kita hormatilah gembalamu
Berdoalah bagi gembala sidang kita, karena mereka adalah orang yang Tuhan percayakan untuk membangun iman kita. Ada banyak hal yang terjadi dalam gereja bahkan kehidupan jemaat karena doa dan pelayanan para gembala sidang, karena itu berdoa dan ucapkanlah berkat atas mereka.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s