KUAT MENANGGUNG SEGALA SESUATU – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 5 Mei 2019)

Kolose 1:9-1

PENDAHULUAN
Beberapa minggu yang lalu, dalam firman Allah telah dibahas betapa pentingnya seseorang menerima Yesus dalam hidup kita sebab Yesus adalah hikmat Allah yang menyelamatkan semua orang yang percaya. Sebab hikmat dunia ini berpikir bahwa keselamatan dapat diperoleh dengan beramal atau perbuatan baik. Hanya Yesuslah hikmat Allah, satu-satunya yang sanggup memindahkan kita dari maut kepada hidup yang kekal, bukan lewat perbuatan baik melainkan lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib. Oleh Yesuslah (Hikmat Allah) kita mengetahui kehendak Allah dengan sempurna dan jika kita melakukan kehendak Allah itu maka kita menjadi umat yang layak dan berkenan kepada Tuhan sehingga kita dapat bertumbuh menjadi jemaat yang kuat dan sanggup menanggung segala sesuatu oleh karena penebusan dan perkenananNya atas hidup orang yang diselamatkan.

JEMAAT YANG KUAT
Dalam menjalani hidup di akhir zaman yang semakin sulit dan jahat, orang percaya dituntut menjadi pengikut Yesus yang sejati. Namun karena beratnya tekanan sehingga dapat mengancam kerohanian kita dan bila tidak ada pertahanan yang kuat maka kita akan mudah terpengaruh oleh daya tarik dunia ini.

Paulus menggambarkan keadaan Manusia di akhir zaman yang dicatat dalam Surat 2 Timotius 3:1-5. Bahwa di hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Rasul Paulus menuliskan ini pada tahun 70 M, itu sebabnya ia katakan “akan datang” namun pada masa sekarang masa sukar itu sudah terjadi dan kitalah orang yang hidup di hari-hari terakhir itu.

Kesukaran yang dimaksud bukanlah kesukaraan dalam mencari nafkah, pekerjaan dan kebutuhan pokok lainnya. Melainkan kesukaran yang dimaksud adalah:
1. Mencintai Diri Sendiri
Identitas Orang Kristen adalah mengasihi sesama, tetapi keadaan sukar di akhir zaman dapat membuat kita kehilangan identitas ini dan lebih memikirkan keuntungan diri sendiri.

2. Menjadi Hamba Uang
Sesungguhnya setiap orang percaya adalah hamba Allah. Namun karena tuntutan kebutuhan hidup, manusia akhir zaman akan menjadi hamba uang bukan lagi hamba Allah dan meninggalkan Tuhan.

  1. Membual
  2. Menyombongkan Diri
  3. Mereka Akan Disebut Pemfitnah
  4. Mereka akan berontak terhadap orang tua
    Orang tua disini bukan hanya orang tua jasmani, tetapi juga bicara otoritas (pemimpin di kantor dan pemimpin rohani)
  1. Tidak Tahu Terimakasih
  2. Tidak Memperdulikan Agama
  3. Tidak Tahu Mengasihi
  4. Tidak Suka Berdamai
  5. Suka Menjelekan Orang
  6. Tidak Uka Yang Baik
  7. Suka Berkhianat
  8. Tidak Berpikir Panjang
  9. Berlagak Tahu / Sok Tahu
  10. Lebih Menuruti Hawa Nafsu Daripada Allah

 TIGA TINGKAT KEKRISTENAN
Karena ke 16 item tersebut, maka dampak yang dihasilkan adalah orang percaya kehilangan sifat-sifat ilahi (identitas rohani). Perhatikan dalam Lukas 15:18-20 tertulis perumpaman Dirham yang hilang. Pada ayat tersebut dikisahkan tentang seorang perempuan yang kehilangan 1 dirham. Namun secara menyeluruh Lukas pasal 15 ini menuliskan 3 perumpaman yang menggambarkan Tiga tingkat kekristenan, yaitu:
1. Lukas 15:1-7 Domba yang hilang (Kristen Domba)
2. Lukas 15:11-32 Anak yang hilang (Kristen Orang Muda)
3. Lukas 15:8-10 Dirham yang hilang (Kristen Dewasa/Calon Mempelai)

Jika dihubungkan dengan yang dituliskan oleh Rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 2:12-14, kita dapat menemukan tiga tingkat kekristenan sama yaitu :
1. Kristen kanak-kanak
2. Kristen Orang muda
3. Kristen Bapa

KRISTEN KANAK-KANAK

Kristen Domba atau kristen kanak-kanak (1 Yohanes 2:12a) adalah kristen pemula  yaitu orang yang baru percaya kepada Yesus. Perhatikan gambar – ketika manusia jatuh dalam dosa maka tidak ada agama atau hikmat manusia yang menolong. Tetapi oleh pengorbanan Yesus (Hikmat Allah) mengeluarkan kita dari jurang dosa saat kita percaya. Ketika kita percaya saat itu kekristenan kita diibaratkan seperti kristen Domba.

Berbicara tentang kristen domba, ketika menerangkan kisah ini, Tuhan Yesus sedang melayani pemungut cukai dan orang berdosa yang ingin mendengarkan ajaran Yesus dan mereka percaya akan ajaran Yesus. Namun ahli Fasiri dan Taurat merasa kesal dengan hal itu dan Tuhan Yesus menegur mereka sebab mereka baru percaya kepada Yesus. Pada umumnya orang Kristen pemula berorientansi pada berkat-berkat Tuhan secara jasmani. Akibatnya mereka mudah diombang-ambingkan pengajaran-pengajaran sesat (Efesus 4:14). Karena itu kita harus bertumbuh menuju tingkatan berikut yaitu kristen orang muda.

KRISTEN ORANG ANAK MUDA

Kristen orang muda telah melewati fase diselamatkan/percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang kristen anak muda digambarkan seperti perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Dikisahkan seorang Bapa memiliki anak-anak yang telah beranjak menjadi orang muda. Dan salah satu dari mereka meminta hak dan warisan untuk bersenang-senang namun pada akhirnya ia jatuh miskin dan rindu kembali kepada Bapa. Jadi ciri kristen orang muda adalah memiliki kerinduan untuk mewarisi kekayaan Bapa, sebab itu dikisahkan anak muda itu datang kepada bapanya dan meminta bagian atau haknya. Dalam budaya Israel ketika seorang anak beranjak menjadi orang muda, dia berhak datang kepada bapanya untuk meminta bagian warisan. Ini adalah sebuah gambaran seorang Kristen yang telah lahir baru yang berhak meminta kekayaan rohani yaitu kekayaan Firman Allah, Roh Kudus dan Karunia-karunia Roh Kudus serta  karunia pelayanan adalah janji Tuhan bagi kita. Namun, jangan hanya meminta warisan dari Bapa kekayaan materi (hal jasmani). Permintaan kita kepada Tuhan menunjukkan level kekristenan kita.

Kelemahan Kristen Orang Muda
Kristen orang muda adalah gambaran anak Tuhan yang aktif melayani Tuhan tetapi belum memiliki kesadaran bagaimana cara untuk menyenangkan Bapa dengan potensi yang dimilikinya. Yang ada di hati kekristenan orang muda adalah berusaha lepas dari otoritas Bapa dan membuat dia jauh dari hadapan bapa untuk memuaskan kesenangan dirinya (Galatia 5:19-21). Model kekristenan orang muda ini dapat kita lihat juga dalam diri anak-anak Tuhan yang tidak loyal terhadap gereja lokal. Akhirnya membawanya kepada pergaulan yang salah, yaitu dengan gereja-gereja yang tidak berdiri dalam pengajaran Firman Allah. Sebab itu tidak ada alasan bagi kita untuk tetap ada dalam tingkatan kristen orang muda, kita harus bertumbuh menjadi orang Kristen yang dewasa. Seperti yang disebutkan dalam 1 Yohanes 2:14.

KRISTEN DEWASA

Gambaran yang diberikan dalam Lukas 15:8-10, seperti seorang wanita dewasa (calon mempelai wanita). Identitas kekristenan yang sesungguhnya adalah kekristenan Calon Mempelai. Kristen calon mempelai, tidak bisa bertindak sesuka hati seperti Kristen anak muda dan Kristen kanak-kanak, sebab sadar bahwa ada sepasang mata mempelai laki-laki (Yesus) yang terus memperhatikan apa yang dilakukan.

Bukti Telah Menjadi Kristen Dewasa :
1. Orientansi Kegiatannya Di Rumah
Ada 2 rumah yang ia jaga dan pelihara, antara lain :
A). 1 Korintus 6:19 – Rumah Pribadi (Roh, Jiwa, Tubuh) .
Artinya menjaga diri tetap kudus dan tidak tercemar dengan dosa stadium roh, jiwa dan tubuh
B). 1 Korintus 3:16 – Rumah Besar.
Yang dimaksud adalah perhimpunan jemaat (Gereja Lokal), dimana kita beribadah (berjemaat). Jangan kita rusak gereja lokal dengan menimbulkan perpecahan dalam jemaat.

Ketika berada dalam posisi kristen calon mempelai bukan berarti kita sudah sempurna. Sebab kita bisa lalai dan kehilangan identitas kekristenan salah satunya kesetiaan. Inilah yang dikatakan Paulus “aku takut kalau-kalau kamu disesatkan dari kesetiaanMu yang semula”. Inilah tantangan yang kita hadapi di akhir zaman.

2. Mengenakan Kalung Bermata Dirham Di Lehernya
Wanita yang memiliki kalung dirham, memiliki bukti (tanda) bahwa ia telah bertunangan dengan seorang pria. Calon mempelai wanita harus terus memakai kalung dirham kemanapun dia pergi. Menjadi sebuah komitmen untuk menunjukkan kesetiaan dengan menjaga kalung dirhamnya. Seharusnya demikian pula dengan kita sebagai kristen calon mempelai Kristus yang telah terikat dengan Yesus. Yesus meninggalkan kita sementara dan mengutus Roh Kudus yang akan mengamati apakah kita menjadi calon mempelai yang setia. Kehilangan mata dirham akan berpengaruh terhadap reputasi kesetiaan mempelai wanita bahkan masa depan hubungan pertunangannya. Namun dalam kisah Lukas 15, wanita tersebut kehilangan 1 dari 10 mata dirham yang ia miliki, sehingga ia berusaha mencari dirham yang hilang sampai dapat.

Dirham berbicara identitas kita sebagai orang percaya. Jika kita kehilangan identitas kita maka Yesus akan akan menolak bahkan tidak mengakui kita (Matius 7:21). Kepanikan dari wanita ini bukan soal nilai dirhamnya melainkan kehilangan dirham berkaitan tanda kesetiaan, kehilangan dirham dapat membatalkan pernikahannya. Begitu juga dengan orang percaya, jika kita kehilangan identitas kita sebagai orang percaya maka kita gagal menjadi mempelai. Setidaknya ada 16 dirham/tanda identitas kita sebagai orang percaya, agar kita tidak terseret arus dunia dan mengikuti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:1-5:

  1. Mencintai dirinya
  2. Hamba uang
  3. Membual
  4. Menyombomgkan diri
  5. Pemfitnah
  6. Berontak terhadap orang tua
  7. Tidak tahu berterimakasih
  8. Tidak memperdulikan agama
  9. Tidak tahu mengasihi
  10. Tidak mau berdamai
  11. Suka menjelekan orang
  12. Tidak suka yang baik\
  13. Suka menghianat
  14. Tidak berpikir panjang
  15. Berlagak tahu
  16. Lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah

Bila saja kita sudah gagal dan kehilangan beberapa dirham, mari cari kembali di rumah Tuhan minta Dia pulihkan apa yang hilang didalam diri kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s