WARISAN MILIK PUSAKA ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 19 Mei 2019)

KOLOSE 1:12-14

Minggu lalu kita sudah membahas, bahwa orang Kristen atau orang percaya memiliki 16 mata dirham, salah satu mata dirham adalah ucapan syukur. Ucapan syukur adalah mata dirham yang tidak boleh hilang  dalam kekristenan sebab itu adalah identitas hidup orang percaya. Matius 7:22,23 menuliskan bila kita sampai kehilangan mata dirham salah satunya adalah ucapan syukur maka kita tidak dikenal oleh Allah. Dalam Kolose 1:12, bahwa banyak hal yang dapat digunakan sebagai dasar untuk mengucap syukur. Kolose 1:12b, salah satu dasar mengapa harus mengucap syukur adalah karena kita dilayakkan untuk mendapat bagian dalam kerajaan kekal. Lewat kematian Yesus, maka kita yang percaya dilayakkan masuk dalam bagian. Kata “Bagian” mengandung arti milik pusaka yang sudah ditentukan oleh Allah bagi orang-orang yang telah ditebus dan dikuduskan oleh darah Yesus. Sebab pada mulanya manusia sudah kehilangan bagian/warisan kerajaan Allah, namun karya Yesus mengembalikan semuanya.

BANGSA ISRAEL
Wujud warisan (milik pusaka) yang diterima bangsa Israel adalah Kanaan, yaitu Tanah Perjanjian yang dibagikan kepada tiap-tiap suku dan dibagikan per keluarga (Yosua 18:10).  Tetapi sebelum menerima tanah pusaka, mereka mengadakan paskah yang mereka rayakan di Mesir. Oleh sabab itu, tanah pusaka tidak boleh dijual, harus mereka jaga dan tidak boleh disia-siakan kemudian akan diwariskan kepada anak cucu mereka. Seperti kisah dalam 1 Raja-Raja 21, tentang Nabot. Sauatu hari, raja yang bernama Ahab melintasi tanah milik Nabot. Ketika melihat tanah milik Nabot, raja Ahab menginginkan tanah itu. Tanah itu terlihat menarik karena terawat dengan baik dan dipenuhi dengan anggur yang baik pula. Ia begitu menyukai tanah Nabot dan ingin bertukar tanah dengan Nabot, namun keinginannya ditolak oleh Nabot. Dengan wajah muram ia kembali dan bertemu dengan istrinya yaitu Izebel. Izebel adalah seorang ratu yang jahat dan penyembah berhala. Ia-lah yang akan mengurus masalah tanah Nabot dengan cara yang licik sehingga mencelakakan Nabot. Akhirnya Nabot dirajam batu sebab ia difitnah begitu rupa karena mempertahankan tanah pusaka.

Sebagai orang percaya, kita tidak menerima tanah fisik seperti bangsa Isarel, melainkan tanah yang istimewa, yang letaknya di surga.  Filipi 2:20 – Tetapi tanah air kita ada di surga, dari sana juga kita menantikan Juruselamat yaitu Tuhan Yesus Kristus. Janji milik pusaka itu bukan karena penebusan seekor hewan domba seperti umat Israel melainkan dengan harga yang sangat mahal yaitu darah Yesus. 1 Petrus 1:18,19 darah yang mahal ditumpahkan bagi kita. Betapa pentingnya memelihara milik pusaka yang sudah dijanjikan bagi kita. Dan orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengertian kepada anak-anak bahwa milik pusaka Allah tidak boleh jual, ditukar dan disia-siakan seperti yang dilakukan oleh Esau. Alhasil Esau tidak mendapatkan hak kesulungannya lagi meskipun sudah menangis namun tidak ada artinya lagi (Kejadian 25:34). Selain menerima milik pusaka, kita juga memiliki peluang besar untuk menerima pahala yaitu mahkota kemuliaan.

MAHKOTA KEMULIAAN
Oleh korban Yesus, kita memenuhi syarat untuk menerima milik pusaka yaitu sorga yang kekal. Kita juga memiliki peluang besar untuk menerima “pahala” di surga, apabila selama hidup di dunia, waktu dan potensi yang Tuhan karuniakan kepada kita digunakan untuk melayani Tuhan. Pelayan Tuhan bukan hanya mereka yang bergelar pendeta dan sudah sekolah alkitab melainkan semua orang percaya adalah hamba Tuhan.

Dalam Alkitab ada 2 sebutan pelayanan, yaitu pelayanan meja yang bekerja di bagian keperluan gereja serta jemaat dan pelayanan mimbar yang berfokus kepada pelayanan penyampaian firman Tuhan.  Jadi, semua orang percaya dapat terlibat aktif melayani Tuhan sebab itu gunakan semua potensi untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 3:6-8, kita semua dijadikan sama-sama untuk menerima upah. Jangan berpikir bahwa diri kita adalah orang awam sehingga tidak melayani. Kita semua mempunyai potensi menerima upah asal menggunakan potensi kita untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 15:58 – berdiri teguh dan jangan jual milik pusaka itu. Jangan goyah oleh pengajaran apapun serta giat selalu dalam pekerjaan Tuhan.  Setiap kita diberikan karunia-karunia untuk melayani,  gunakan sebaik mungkin.

Dahulu ketika kita masih berdosa, jerih payah kita tidak ada hasilnya. Karena hanya oleh karya Yesuslah jerhi payah kita menjadi upah atau mahkota. Dan upah itu diterima oleh mereka yang mempergunakan waktu mereka dengan baik karena  waktu adalah kesempatan emas yang Tuhan berikan untuk melayani. Sedangkan talenta, karunia,  berkat jasmani juga rohani adalah modal dari Tuhan untuk melayani. Pelayanan yang mendapatkan mahkota kemuliaan adalah pelayanan berkualitas.

Pelayanan berkualitas bukan dilihat banyaknya pelayanan yang dapat dilakukan oleh seseorang. Melainkan pelayanan yang didasari atau dimotivasi oleh kasih. Oleh karena kita mengasihi Yesus maka kita melayani Tuhan dan sesama.

DASAR PELAYANAN
1. Pelayanan yang berkualitas, akan berbuah UPAH yaitu PAHALA atau MAHKOTA KEMULIAAN (1 Korintus 3:14 )
Saat kita menerima Yesus, maka jangan sia-siakan waktu atau apapun yang Tuhan berikan kepada kita. Tapi gunakan semua potensi yang Tuhan percayakan kepada kita untuk melayani Tuhan. 1 Korintus 3:10, orang melayani Tuhan sama seperti membangun bangunan. Pelayanan berkualitas adalah dibangun dengan dasar Emas (Hati Yesus yang penuh kasih). Melayani dengan perak – gambaran tentang penebusan. Penebusan oleh darah Yesus. Batu mulia – pelayanan dengan keindahan dan nilai terbaik.

2. Pelayanan yang tidak berkualitas/tanpa KASIH tidak akan mendapat “UPAH” (1 Korintus 3:12B dan 15.)
Sedangkan pelayanan yang tidak berkualitas tidak akan mendapat upah, 1 Korintus 3:12 dan 15. Jemaat yang melayani namun bukan dengan dasar atau motivasi kasih seperti orang yang membangun dengan dasar tidak berkualitas. Melainkan membangun dengan dasar kayu – tujuan memberi karena kesombongan. Dasar rumput kering dan jerami maka semua terbakar.

PENUTUP
Dalam Kejadian 4:3,4 – korban Habel berkenan dihadapan Tuhan, sebab ada korban darah. Jangan sampai tidak ada korban darahnya yaitu korban karena ada karya Yesus disalib selama pelayanan kita di muka bumi ini, yaitu pelayanan yang didasarkan oleh karena kasih, sebab dasar pelayanan akan menentukan upah yang akan diterima. Matius 6:1-4, jangan lakukan kewajiban ibadah karena untuk ajang pamer. Dan bila memberikan persembahan jangan lakukan untuk dipuji oleh Tuhan, sebab itu jangan pamer dalam memberikan korban karena Tuhan yang akan mebalaskannya.

Tuhan Yesus memberkati

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s