Seri 2: BERKAT DARI SUMBER HIKMAT – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 3 – Minggu, 26 Mei 2019)

AMSAL 3:1-10

PENDAHULUAN
Sumber hikmat yang dimaksud tidak lain adalah Tuhan sendiri. Hikmat yang dibicarakan disini sebenarnya berhubungan dengan hubungan pribadi kita dengan Tuhan.  Berkat-berkat apa saja yang akan kita peroleh jika kita merespon sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai sumber hikmat itu?  Ada lima berkat yang akan kita dapatkan dari Tuhan jika kita mengerjakan kehendak Tuhan.

  1. Panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera. Ay. 1-2.
  2. Kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah dan manusia. Ay. 3-4
  3. Tuntunan Tuhan. Ay. 5-6.
  4. Kesembuhan dan kebugaran. Ay. 7-8.
  5. Perlipat gandaan berkat. Ay. 9-10.

1. PANJANG UMUR DAN LANJUT USIA SERTA SEJAHTERA
Amsal 3:1-2 “Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.”

Berkat pertama dari sumber hikmat adalah panjang umur, lanjut usia serta sejahtera. Perintah apa untuk kita bisa mendapatkan berkat panjang umur dan lanjut umur serta sejahtera? “JANGANLAH ENGKAU MELUPAKAN AJARANKU.” Iblis tidak menyukai hal ini, karena firman yang didengar dan dilakukan akan membuat orang percaya menjadi kuat dan tidak dapat dijatuhkan, sebaliknya orang percaya dapat berbalik mengalahkan dia, inilah yang paling ditakuti Iblis. Itulah sebabnya Iblis akan berusaha sekuat mungkin untuk mempengaruhi orang percaya untuk jangan melakukan firman Tuhan, tetapi melupakan firman Tuhan apapun caranya.

Inilah penyakit yang sedang mewabah di akhir zaman yang Iblis taburkan kepada pengikut Tuhan. Iblis tidak keberatan jemaat rajin kebaktian, rajin melayani asalkan jangan menjadi pelaku firman Tuhan. Iblis tidak keberatan orang percaya dengar firman Tuhan asal segera dilupakan. Orang yang melupakan ajaran Tuhan, sudah pasti tidak akan hidup sesuai dengan ajaran Tuhan, sebaliknya justru bertentangan dengan firman Tuhan.  Konsekuensinya adalah tidak akan menerima berkat pertama dari sumber hikmat, yaitu umur panjang dan lanjut usia serta sejahtera. Umur panjang  berbicara tentang Kekekalan. Lanjut usia  menunjuk kepada sampai batas usia yang maksimal dan menjadi lansia yang sejahtera. Orang yang tidak mendapatkan semua ini jelas berakhirnya kepada kebinasaan.

2. KASIH DAN PENGHARGAAN DALAM PANDANGAN ALLAH DAN MANUSIA
Amsal 3:3-4 “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,maka engkau akan mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.”

Berkat dari sumber hikmat yang kedua adalah mendapat KASIH dan PENGHARGAAN. Dua hal ini yang paling dicari dan diinginkan manusia: DIKASIHI dan DIHARGAI. Untuk mendapatkan kedua hal ini, tidak sedikit orang menghalalkan segala cara, mulai dengan menjadi penjilat yang pura-pura baik asal mendapatkan perhatian dari penguasa, sampai kepada mengorbankan orang lain dengan saling menjatuhkan, menjelekkan orang lain. Itulah cara orang dunia untuk mendapatkannya. Bagaimana mendapatkan kasih dan penghargaan yang benar dihadapan Allah ?

Amsal 3:3 – “Janganlah kiranya KASIH dan SETIA meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu tuliskanlah itu pada loh hatimu.”  Kasih dan setia kita kepada Tuhan jangan sampai meninggalkan kita, untuk itu harus :

Pertama – dikalungkan pada leher kita, seperti mata Dirham.
Dalam Lukas 15:8-10 – Dikisahkan seorang wanita mencari mata dirhamnya yang hilang di rumahnya, ia mencari dengan sungguh-sungguh karena mata dirham itu merupakan identitas dirinya yang telah dipertunangkan dengan seorang laki-laki yang akan menjadi pasangan hidupnya. Dirham itu adalah tanda kasih dan setianya kepada tunangannya.

Kedua – tuliskanlah itu pada loh hati, artinya harus terpatri menjadi komitmen yang kuat, tidak tergantikan dengan apapun juga, sekali Yesus tetap Yesus apapun yang terjadi.

TENTANG KASIH
Tentang kasih, apa bukti seseorang yang benar-benar mengasihi Tuhan?  Sangat sederhana. Perhatikan Yohanes 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  Sebaliknya Yohanes 14:24a  – “Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku….” Bukti kuat dari orang yang mengasihi Tuhan adalah melakukan firmanNya.

Apa kata Alkitab bagi orang yang mengaku mengasihi tetapi tidak melakukan firman-Nya?
Yakobus 1:22 – “Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak demikian kamu MENIPU dirimu sendiri.”

Betapa sering kita menghakimi begitu rupa orang yang melakukan penipuan, tetapi tanpa sadar kita ternyata juga pelaku-pelaku penipuan minimal kepada diri sendiri, yaitu saat kita mengerti firman tetapi kita tidak melakukannya, kita memungkiri apa yang kita dengar dari firman itu. Tuhan tidak memperhatikan sehebat apa kita dalam melayani, gelar apa yang kita miliki, sepandai dan sekaya apa kita ini. Bukan itu yang Tuhan perhatikan, tetapi apakah kita sudah menjadi pelaku-pelaku firman-Nya?  Tuhan hanya dapat mengenali seseorang yang melakukan firman-Nya, bukan cuma pengakuannya.  Melakukan firman disini artinya semua dari apa yang difirmankan tidak pilih-pilih, baik firman yang menyenangkan hatinya maupun firman yang keras, yang menegur dan menghajar dirinya.

Yohanes 14:15 – “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”  Termasuk  didalamnya juga tidak pilih-pilih siapa yang menyampaikan firman. Siapapun yang menyampaikan firman Tuhan, dengarkan dia dan lakukan firman yang diberitakannya. Dalam Yohanes 13:20, dikatakan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.” Ayat ini menjelaskan bahwa “siapa yang menerima orang yang Kuutus”, itu sama dengan menerima Yesus yang mengutusnya, dan yang menerima Yesus itu juga sama dengan menerima Bapa yang mengutus Yesus.  Setiap hamba Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan adalah utusan Tuhan, jadi hormati dan dengarlah firman yang disampaikannya. Sebab jika kita menolak atau menyepelekannya dengan alasan apapun, itu bukan menolak dia yang menyampaikan tetapi juga menolak Yesus yang mengutusnya.

TENTANG SETIA
Amsal 19:22 – “Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya, lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.” Tidak ada seorangpun yang mau dikecewakan karena ketidaksetiaan, semua orang menginginkan kesetiaan.

Amsal 20:6 – “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?” Semua orang pasti tidak mau kalau dibilang jahat atau tidak baik, maunya disebut baik hati, tetapi baik hati saja tidak cukup. Tuhan mencari orang yang setia, sebab orang yang berbuat baik belum tentu setia, tetapi orang yang setia pasti akan berbuat baik. Orang yang setia siapakah menemukannya ?  Artinya orang yang setia semakin langka, tetapi ada. Lalu apa bukti dari orang yang setia ?

  • Menjadi pelaku firman karena dari firman Tuhanlah lahir kesetiaan yang sejati.
  • Menghargai dan bertanggung jawab sekecil apapun kepada hal yang dipercayakan, Lukas 16:10.  Orang yang setia dan benar dalam perkara yang kecil/sepele dia juga akan setia dan benar dalam perkara besar yang dipercayakan kepadanya.
  • Memiliki roh penundukkan diri, pada ketaatan total. Contoh Filipi 2:8 – “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Yesus dalam hidup-Nya sebagai manusia begitu mentaati semua yang dibebankan pada diri-Nya, Ia tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah untuk dipertahankanNya, melainkan Yesus menundukkan Diri-Nya total serendah- rendahnya pada perintah dan kehendak Bapa-Nya. Total taat bahkan taat sampai mati di kayu salib.

Orang yang memiliki kasih dan setia, yang dikalungkan sebagai mata dirham, yang merupakan jati diri milik Kristus dan yang ditulis pada loh hati menjadi komitmen yang kuat, dialah orang yang mendapatkan kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Jika Allah sudah memberi penghargaan dan meninggikan seseorang tidak ada satupun yang dapat merendahkannya. Kuncinya milikilah Kasih dan Setia kepada Tuhan dan menghidupi firman-Nya, menjadi pelaku bukan hanya pendengar saja.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s