Seri10 : PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MELIHAT PELUANG BUKAN HAMBATAN DAN KESULITAN – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 26 Mei 2019)

1Samuel 17:48-50

Pendahuluan
Hidup memang tidak selalu mudah. Ada banyak tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Bahkan kadang-kadang kesulitan-kesulitan yang dihadapi sangat berat seperti raksasa yang menghadang. Sesulit apapun tantangan hidup yang kita hadapi dan seberat apapun kesukaran yang kita alami, jika berani menghadapinya kita akan mengalami kemenangan. Daud hanyalah seorang gembala, tetapi kaberaniannya menghadapi Goliat yang besar, pada akhirnya ia meraih kemenangan.

Kemenangan Daud ditentukan oleh beberapa pilihan yang ia ambil dalam hidupnya yaitu:

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman.
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya
  9. Pembunuh Raksasa memilih menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa

Sekarang kita akan mempelajari rahasia kemenangan Daud selanjutnya yaitu:

10 . Pembunuh Raksasa memilih melihat peluang, bukan hambatan dan kesulitan

Mengalahkan dan membunuh Goliat sepertinya hal yang mustahil. Bukan saja karena ukuran badannya yang tinggi besar, tetapi juga karena seluruh tubuhnya terbungkus rapat dengan baju perang. Dalam 1Samuel 17:4-6 dikatakan:
Lalu tampillah keluar seorang pendekar dari tentara orang Filistin. Namanya Goliat, dari Gat. Tingginya enam hasta sejengkal. Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga. Dia memakai penutup kaki dari tembaga,dan di bahunya ia memanggul lembing tembaga.

Seluruh tubuh Goliat terbungkus rapat dengan pakaian perang. Kepalanya tertutup dengan ketopong tembaga, badannya memakai baju zirah yang bersisik dan kakinya memakai penutup kaki dari tembaga. Dalam perlindungan baju perang, rasanya memang mustahil dapat mengalahakn Goliat. Tidak ada panah yang dapat menembus tubuhnya dan tidak ada pedang atau senjata lainnya yang dapat melukainya. Baju perang Goliat telah memberikan kemustahilan bagi lawan dapat membunuhnya.

Orang Israel melihat hambatan dan kesulitan untuk membunuh Goliat, tetapi Daud melihat peluang sekalipun kecil. Satu-satunya bagian yang terbuka di tubuh Goliat adalah bagian mata dan dahinya. Namun demikian inipun tidak mudah. Memang mata dan dahi Goliat tidak terlindungi oleh pakaian perang, tetapi bagaimana bisa menjangkaunya. Bagian itu sangat kecil dan sukar untuk membidik  atau menusukan senjata ke daerah tersebut.

Memang benar, ini sukar!, tetapi masalahnya adalah apakah kita memilih melihat hambatan, kesulitan sehingga tidak bertindak, atau kita memilih melihat peluang sekalipun kemungkinannya kecil. Daud memilih melihat peluang sekalipun kecil kemungkinannya.

Melihat hambatan dan kesulitan menghasilkan Kemustahilan
Melihat peluang menghasilkan Kemungkinan

Arti Peluang
Peluang merupakan suatu keadaan di mana seseorang bisa melakukan sesuatu atau sesuatu bisa terjadi.

Dalam dunia ini selalu kita dapati peluang yang terbuka bagi kita. Ada peluang berhasil, ada juga peluang gagal, ada peluang untuk untung, ada juga peluang rugi, ada peluang sehat, adapeluang sakit, ada peluang bertemu ada peluang berpisah. Dalam seluruh aspek hidup manusia selalu tersimpan peluang. Masalahnya mana yang kita lihat peluang yang baik atau peluang yang buruk, yang positif atau yang negatif.

Peluang hanya tinggal sesaat
Peluang atau kesempatan yang merupakan suatu waktu yang sangat berharga. Kadang-kadang peluang tidak tinggal lama dengan kita. Peluangan hanya tinggal sesaat jika tidak dimanfaatkan dengan baik ia akan segera berlalu.

Dalam mitologi Yunani kuno ada salah satu dewa yang disebut dewa kesempatan yang bernama Dewa Kairos/Kairus. Dewa peluang digambarkan seperti seorang tua yang pendek, gemuk, kepala gundul dengan sedikit rambut di ubun-ubun kepalanya dan badannya licin dan kakinya memiliki sayap. Untuk menangkap dewa peluang tidak mudah karena dia berlari sangat cepat dan badannya yang licin menyulitkan orang untuk menangkapnya. Itu sebabnya orang yang ingin menangkap dewa itu harus selalu bersiaga di tempat-tempat di mana dewa itu akan melintas dan kemudian menangkapnya dengan cepat dengan cara memegang rambut di ubun-ubunnya.

Hal ini adalah gambaran bahwa kesempatan itu bisa cepat datang namun juga cepat menghilang jika kita tidak segera menangkapnya. Karena itu kita harus selalu bersiap untuk mengambil setiap kesempatan yang tersedia.

Peluang Daud
Kembali pada kisah Daud dengan Goliat. Saat menghadapi Goliat, Daud melihat ada peluang kecil dimana ia dapat membunuh Goliat yaitu bagian wajah Goliat yang tidak tertutup dengan pakaian perang. Sekalipun kecil kemungkinanya, tapi ini adalah peluang jika dimanfaatkan dengan baik akan menghasilkan kemenangan. Itulah sebabnya dengan penuh keberanian dan percaya Daud maju menghadapi Goliat. Daud melontarkan batu umbannya kepada Goliat, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bagaimana mengubah tantangan, hambatan dan kesulitan menjadi peluang untuk menang.
1. Pusatkan perhatian kepada peluang yang terbuka sekalipun kecil kemungkinannya.
Daud memilih memusatkan perhatian kepada peluang yang terbuka. Seluruh kemampuan dan pontensi yang dimilikinya dikerahkan kepada satu titik yaitu bagian wajah Goliat yang terbuka.

Jangan buang tenaga untuk meratapi pintu-pintu yang tertutup tetapi bersyukurlah untuk sebuah jendela kecil yang terbuka. Siapa tahu justru melalui jendela tersebut adalah jalan masuk kedalam rumah. Jangan remehkan hal-hal kecil, sebab kadang-kadang Allah bekerja melalui perkara kecil untuk menghasilkan hal-hal besar.

Contoh:
a. Lima roti dan dua ekor ikan
Mat 14:17
Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

b. Awan setelapak tangan
1Raja-raja 18:44
Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia: “Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.”

2. Jangan biarkan hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan menghalangi hal-hal yang bisa Anda lakukan.
Orang-orang Isreal memiliki peluang yang sama untuk mengalahkan Goliat kalau saja mereka mau melakukan yang apa yang bisa mereka lakukan. Sayangnya mereka terbelenggu dengan perasaan takut, perasaan ragu dan tidak mampu sehingga tidak berani menghadapi Goliat. Daud sadar ia tidak bisa berperang dengan mahir, tetapi ia mahir memainkan umban. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Daud maju mengayunkan umbannya mendesak maju melawan Goliat. Jadi utamakan yang bisa kita lakukan, dahulukan dia.Jangan biarkan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan membatasi kemaksimalan hidup kita.

Sebagai anggota tubuh Kristus setiap orang memiliki potensi khusus yang Tuhan taruh dalam dirinya.

1Kor. 12:18
Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

3. Patahkan ketakutan dan keraguan yang merasuki pikiran
Sesuatu yang tidak mungkin, sesungguhnya bukan fakta. Tapi hanya ada dalam pikiran. Pikiran kita sendiri yang memenjara diri kita, yang membatasi kemampuan diri. Ketika berpikir kita tidak bisa, maka dengan sendirinya kita akan mencari pembenaran dari pola pikir yang kita tanam tadi. Tindakan yang kemudian diambil akan merupakan hasil dari ketidakmungkinan yang kita ciptakan sendiri. Tidak ada ketidakmungkinan, kecuali kita ijinkan pikiran kita sendiri yang membatasi.

Amsal 23:7a
Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.

Kadang-kadang dalam hidup ini ketidakmungkinan adalah masalah waktu. Apa yang tidak mungkin di masa lalu, menjadi harapan dan cita-cita dimasa kini dan harusnya menjadi kenyataan di masa depan. Bila saja kita mampu mengikis rasa ketidakmungkinan dalam pikiran, maka potensi kita dengan sendirinya akan mengalir bagai air bah.

Mengapa prajurit Israel tidak berani menghadapi Goliat? Karena pikiran mereka mengatakan tidak mungkin, sulit, kita pasti kalah. Akibatnya mereka mundur dengan teratur. Berbeda dengan Daud, ia percaya selalu ada kemungkinan sekalipun kecil. Daud percaya ia bisa mengalahkan Goliat, dan ternyata benar, Daud berhasil membunuh Goliat.

1Samuel 17:33
Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”

Ketakutan melihat kesulitan, Iman melihat kemungkinan. Jangan biarkan pikiran kita membunuh iman kita. Sebab itu jangan berjalan dengan pikiran berjalan dengan iman.

Markus 9:23 – Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

4. Jika kecil kemungkinan untuk menang, bergantunglah sepenuhnya kepada kuasa Allah.
1Sam. 17:45
Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu.

Daud sadar bahwa peluangnya sangat kecil ia dapat membunuh Goliat. Itulah sebabnya ia tidak mengandalkan kekuatan dan kemampuannya tetapi bergantung sepenuh kepada kuasa Allah. Ia maju bukan karena hebat, tetapi ia percaya Tuhan dahsyat. Ia maju bukan karena ia bisa, tetapi percaya Tuhan berkuasa, ia maju bukan karena kuat, tetapi parcaya Tuhan hebat. Percayalah bahwa kuasa Tuhan dinyatakan saat kita mengalami kelemahan.

2Kor. 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Sekali lagi percayalah kepada Allah dengan segenap hati, Tuhan dapat bekerja dengan berbagai cara. Dia tidak bergantung kepada manusia bahkan apapun juga. Dalam 1Samuel 14:6  firman Tuhan berkata: Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.”

Percayalah bahwa bagi Tuhan tidak yang sukar untuk menolong apakah dengan sedikit orang atau banyak orang. Jadi jangan menyerah, tetaplah berserah, jangan berputus asa, tetaplah berharap senantiasa. Bagi Tuhan tidak ada yang sukar, sebab Dia Allah yang besar. Bagi Tuhan segala sesuatu bisa, sebab Dia Allah yang perkasa. Tuhan memberkati. – KJP!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s