MENIKMATI KERAJAAN ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Kenaikan Yesus – Kamis, 30 Mei 2019)

Kisah Para Rasul 1:6-11

PENDAHULUAN
Setiap kali kita merayakan kenaikan Yesus, kita mengangkat kisah yang sama dengan topik yang berbeda, salah satunya soal kedatangan Yesus kedua kali. Namun ada 8 hal yang harus kita imani tentang Yesus Tuhan dan Juruselamat:

  1. Yesus adalah Allah yang kekal karena segala sesuatu diciptakan oleh Yesus (Yohanes 1:2)
  2. Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, yang lahir lewat anak dara bernama Maria.
  3. Pelayanan Yesus selama di muka bumi adalah pelayanan yang Agung dan Mulia di dunia.
  4. Kematian Yesus di salib Golgota untuk menebus manusia, sebab hanya dengan kematian dosa dapat dihapuskan.
  5. Kebangkitan Yesus dari kematian membuktikan bahwa IA adalah Allah.
  6. Kenaikan Yesus ke surga bukti kebangkitan-Nya.
  7. Kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja.
  8. Pemerintahan Yesus yang kekal di surga dan langit bumi baru.
    Inilah delapan hal yang harus diimani atau dipercaya oleh orang percaya.

MEMBANGUN KERAJAAN ALLAH
Pada umumnya kita sudah mengerti apa tujuan kelahiran, kematian, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga. Dalam rangka peringatan Kenaikan Yesus naik ke surga, kita akan membahas bahwa tujuan kelahiran, kenaikan, kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, sampai kedatangan Yesus yang kedua kali, adalah untuk membangun Kerajaan Allah. Yesus  menjadi  Raja dan kita akan memerintah bersama Yesus selamanya. Sebab itu Yesus memberitakan Kerajaan Allah. Dari awal sampai akhir pelayanan-Nya, Yesus terus memberitakan “Kerajaan Allah.” Perhatikan Matius 4:23 dan Lukas 22:16. Yesus menjelaskan, bahwa ini kali terakhir Yesus dan murid makan dan minum perjamuan suci sebelum kematianNya.

Namun bangsa Israel yaitu, orang Yahudi, mengira kalau Mesias datang ke dalam dunia, Mesias akan kalahkan semua raja-raja yang menjajah Israel, dan Mesias akan mendirikan Kerajaan yang kekal secara fisik dan tak terkalahkan selama-lamanya. Jadi konsep mereka salah tentang Yesus yang akan berkerajaan. Sebab itu, ketika orang-orang Yahudi melihat kenyataan Yesus disalib dan mati, mereka menolak Yesus. Karena konsep yang salah ini tertanam kuat di pikiran dan hati orang Yahudi, termasuk murid-murid Yesus sehingga yang percaya tidak sampai 3 persen.

Detik akhir saat Yesus akan naik ke Surga, Kisah Rasul 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Jawaban Yesus, Kisah Rasul 1:7 Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.” Yang menentukan waktu dan saatnya Kerajaan Allah didirikan secara fisik adalah Bapa di surga.

KERAJAAN ALLAH SECARA ROHANI
Di atas kayu salib, Yesus mendirikan Kerajaan Allah secara rohani (Yohanes 12:20-36). Yang Yesus maksud “Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini…” Kematian Yesus di salib membuka jalan bagi manusia untuk menerima keselamatan (surga). Maka pilihan masuk surga telah diberikan Allah kepada manusia melalui kematian Yesus di atas kayu salib. Jadi orang yang percaya kepada Yesus akan menikmati Kerajaan Allah selama hidup di dunia sampai dalam kekekalan nanti. Sedang orang yang tidak percaya kepada Yesus mengalami sebaliknya. Mereka masuk ke dalam kerajaan maut.

KERAJAAN ALLAH DI BUMI
Apa arti menikmati Kerajaan Allah selama hidup di dunia?
Artinya, saat Yesus mati di atas kayu salib, Yesus telah menghakimi (menghukum) Iblis dan mengusir Iblis keluar dari hati orang yang percaya kepada Yesus.

Sejak Yesus mati dikayu salib maka secara efektif kerajaan Rohani sudah dialami. Salah satunya adalah prajurit yang siksa Yesus, saat melihat Yesus ia percaya bahwa Yesus sungguh anak Allah. Jadi ada pengalaman rohani yang kita nikmati dan secara fisik akan dialami saat kedatangan Yesus ke dua kali.

Sebelum terima Yesus maka hidup kita penuh kejahatan digambarkan merak adalah kesombongan, kambing yang suka menanduk, kura-kura gambaran kemalasan, ular yaitu blis yang belat belit, harimau yang ganas, serigala membawa kekacauan dan babi kenajisan. Semua ini ada dalam hati kita yang jahat dan berdosa

Tetapi saat percaya Yesus, maka segala kejahatan itu dibuang karena Kristus. Yang diisi adalah firman, Roh Kudus, salib dan keselamatan sehingga yang ada hanya damai sejahtera karena sudah di ampuni.

Untuk sekarang, kita tidak melihat “Kerajaan Allah” secara fisik. Sebab itu Lukas 17:21 atas pertanyaan orang Farisi “Di mana Kerajaan Allah…? Karena kerajaan Allah ada diantara orang percaya yaitu saat berkumpul dalam ibadah serta bersekutu dengan Tuhan. Suasana Kerajaan Allah di hati, tidak ditentukan oleh status sosial, ekonomi, keuangan, kedudukan, pangkat, harta dan jabatan. Orang yang paling sederhana pun, setiap hari bisa menikmati suasana Kerajaan Allah, apabila: selain telah percaya kepada Yesus dan telah dilahirkan baru, Yohanes 3:5. Ia harus hidup dalam kebenaran.

Roma 3:24, Kita pelihara kebenaran yang kita terima dari Yesus, dengan cara “hidup sesuai Firman Allah”. Maka suasana Kerajaan Allah (Surga) akan kita alami tiap hari. Karena Iblis tidak berkuasa lagi untuk menuduh kita. Maka Roma 8:1 menuliskan bahwa  tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

ROH KUDUS
Selain kita hidup dalam kebenaran, hidup ini juga harus dipenuhi dan dipimpin Roh Kudus. Roh Kudus mengubah Roh ketakutan, kekuatiran dan kegelisahan akan diubah menjadi damai sejahtera. Yesus berkata dalam Kisah 1:8a “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu…” Roh Kudus dikaruniakan, bukan hanya supaya kita menjadi saksi Kristus. Roma 14:17, artinya Roh Kudus memberi damai sejahtera dan Sukacita. Bila Roh Kudus memenuhi dan menguasai hati dan pikiran kita, Roh Kudus akan ubah takut, kuatir dan putus asa menjadi damai sejahtera dan sukacita.

Sebuah peristiwa dalam Kisah Rasul 12:6, pada malam sebelum Herodes mengeksekusi Petrus, maka Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Mengapa Petrus dijaga? Kisah 12:4, agar Petrus tidak kabur sebab eksekusi Petrus dilaksanakan setelah Paskah. Dalam penantian itu Petrus tidak takut melainkan ia dapat tidur dengan sangat nyenyak, sehingga malaikat harus tepuk rusuk Petrus untuk membangunkannya. Petrus mengalami hal ini sebab Filipi 4:7 damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikirannya di dalam Kristus Yesus.

Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga tidak meninggalkan kita begitu saja melainkan Tuhan Yesus memberikan damai sejahtra kepada setiap kita.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s