DIPINDAHKAN DARI KEGELAPAN KE DALAM KERAJAAN ANAKNYA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Juni 2019) (

Kolose 1:13,14

Dalam Kolose 1:13-14, ada 2 kata yang menarik dalam ayat tersebut yaitu kata melepaskan dan memindahkan. Perhatikan pengertian kedua kata tersebut.

MELEPASKAN
Sebelum percaya pada Yesus dan menerimaNya secara pribadi, hidup kita ada di jurang maut. Jika terus ada di posisi ini maka upahnya adalah maut. Agama yang ada di dunia diciptakan oleh manusia dan itu bukanlah solusi. Dan saat kita ada dalam dosa bukan lagi berada dibawah bapa Adam melainkan bapa yang jahat yaitu Iblis sampai pada akhirnya dibawa kepada kerajaan maut. Hidup kita termasuk hati kita menjadi jahat, yang terkandung didalamnya hanya dosa-dosa dan tunduk kepada bapa yang jahat. Inilah kondisi manusia berdosa. Namun oleh pengorbanan Yesus di salib kita dilepaskan dari bapa yang jahat. Inilah arti kata dilepaskan.

DIPINDAHKAN
Ketika Yesus menyelamatkan kita dan kita percaya kepadaNya maka kita dipindahkan dari kerajaan iblis kepada kerajaan Allah. Maka hidup ini hanya diliputi damai sejahtera,  sukacita dan kebenaran oleh Roh Kudus. Meskipun kita masih ada di bumi, orang percaya dapat menikmati suasana kerajaan Allah. Kemudian lahir baru yaitu kehidupan baru dalam Yesus sehingga menjadi anak-anak Allah maka yang ada dalam hati adalah Yesus,  firman dan Roh Kudus.  Kita harus menjaganya dengan rajin beribadah dan bersekutu dengan Yesus.

Roma 8:15, saat percaya Yesus roh perbudakan tidak ada lagi, melainkan menerima roh yang menjadikan kita anak Allah. Roh yang dikaruniakan akan menjadi materai. Dengan yakin berseru ya Abba ya Bapa saat kita datang pada Allah. Oleh sebab itu, rasul Paulus katakan di Kolose 1:12 bersyukur serta bersukacita. Kolose 1:12, gambaran yang Paulus pakai merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang Romawi, yaitu mengadopsi anak yang terlantar, yang dikuasai oleh orang lain. Ketika mengadopsi anak, tentunya orang Romawi itu harus bertemu dengan orang yang berkuasa atas anak adopsinya. Penguasa anak yang akan diadopsi itu, tentunya tidak rela melepaskan anak itu karena anak itu adalah sumber penghasilannya. Tentu ia akan meminta kekayaan yang sangat banyak sebagai gantinya kepada orang Romawi itu. Maka ada materai sebagai tanda pertukaran. Demikianlah Yesus menebus dan membayar kita dengan harga yang mahal. Kita telah dibeli dari bapa lama kita (yaitu iblis) dengan darahNya.

Tanggung Jawab Anak
Sebagai anak tentu kita juga memiliki tanggung jawab kepada Bapa, yaitu:

  1. Memanggil dan mengakui bahwa kita telah menjadi anakNya. Jangan malu mengakui Yesus adalah Tuhan sebaliknya bangga menjadi milik Yesus. Kalau tidak bangga, Lukas 9:26.
  2. Setia kepada Bapa yang sudah mengadopsi kita (1 Petrus 1:9). Roma 8:35 setelah dipindahkan dalam kerajaan Allah bukan berarti tidak ada tantangan melainkan tetap ada tantangan. Ada penindasan, kesesakan,  penganiayaan,  ketelanjangan,  bahaya dan pedang.
  3. Mati kepada bapa yang lama. Artinya hidup mengabdi kepada bapa yang baru. Sebab iblis terus mengintai. Lukas 22:31, iblis tidak tinggal diam melainkan mencari cela dan apakah kita dapat menolak. Maka dapat disimpulkan bahwa pengikut Yesus yang sejati adalah mereka yang benar-benar mati dari dosa, 1 Petrus 2:4.

Tujuan Yesus Naik ke Sorga
Setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus naik ke surga. Maksud kenaikanNya ke surga adalah untuk mengirim penolong bagi kita. Yohanes 14:16 – penolong yang menyertai selama-lamanya. Yohanes 14:17, Ia adalah Roh kebenaran. Roh itu adalah Roh kudus, IA adalah pribadi Allah yang akan menuntun dalam kebenaran, sebab Ia Roh kebenaran. Yohanes 16:8, Roh Kudus juga menginsafkan orang atas dosa untuk  hidup dalam kebenaran serta penghakiman.

Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk dapat hidup sesuai kehendak Allah dan menerima kuasaNya yaitu Roh Kudus yang sudah dicurahkan kepada setiap orang yang percaya.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s