Hari Raya Pentakosta – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 9 Juni 2019)

Kisah Para Rasul 2: 1-13

Ada tiga hari raya yang wajib dirayakan oleh seluruh bangsa Israel yang hidup di perjanjian lama dan harus digenapi serta dialami setiap orang percaya juga tetapi secara rohani. Karena perjanjian lama merayakan sebagai perayaan simbolik sedangkan kita yang hidup di zaman perjanjian baru, bukan sekedar merayakan secara simbolik melainkan harus mengalami penggenapan hari raya tersebut salah satunya hari raya Pentakosta.

Tiga Hari Raya Israel
1. Hari Raya Paskah
2. Pentakosta
3. Pondok Daun

Dari ke 3 hari raya tersebut,  ada 2 hari raya yang sudah digenapi secara rohani yaitu Paskah dan Pentakosta, sedangkan hari raya Pondok Daun belum digenapi.

Wujud penggenapan 3 hari raya secara rohani adalah:
1. Paskah
Umat Israel merayakan Paskah dengan menyembelih domba usia satu tahun dan tidak bercacat.  Domba itu disimpan dari tanggal 10 sampai tanggal 14, lalu disembeli serta darahnya dipakaikan sebagai tanda dipintu rumah mereka masing-masing. Dagingnya dibakar kemudian dimakan dengan gulai pahit.

Peristiwa ini sebagai perayaan pembebasan penjajahan Mesir selama 400 tahun sejak Yusuf datang di Mesir. Sampai Keluaran 12:11-20, saat Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir dengan cara Tuhan, yaitu dengan tulah, salah satu tulahnya adalah kematian anak sulung. Setiap rumah tanpa tanda darah akan dibunuh anak sulungnya dari manusia sampai hewan. Jadi Israel bebas karena korban dari domba yang disembelih, bukan karena mereka hebat tetapi oleh perbuatan Allah lewat tanda darah. Biarlah kita mengerti bahwa ini gambaran dari Yesus yang sudah mati bagi kita sehingga setiap orang yang percaya akan dibebaskan dari belenggu dosa dan jajahan iblis.

Maka dari itu kita bukan lagi merayakan Paskah jasmaniah seperti orang Israel, sebab sudah digenapi dalam Yesus yang sudah mati bagi kita. Dan setelah Paskah digenapi maka Yesua naik ke surga dan mencurahkan Roh Kudus untuk menggenapi hari raya Pentakosta.

2. Pentakosta
Pentakosta dirayakan 7 minggu setelah Paskah atau 50 hari setelah Paskah. Pada perayaan ini orang Israel membawa persembahan unjukan atau hasil panen sebagai korban persembahan yang baru kepada Tuhan dan imam menimang-nimang untuk mengunjukan kepada Tuhan sebagai tanda syukur dan bersukacita dengan berkat Tuhan- Imamat 23:16-20.

Tetapi bagi kita, perayaan pentakosta tidak dirayakan dengan cara demikian yaitu dengan membawa hasil panen, sebab hari Pentakosta sudah digenapi setelah Yesus naik ke Surga dan mencurahkan Roh Kudus, dengan tanda bahasa baru (Glosolali), Kisah 2:1-13. Dengan demikian maka kita harus alami penggenapan hari raya Pentakosta yaitu penuh dengan Roh Kudus.

3. Pondok Daud
Dirayakan setelah panen raya yaitu pada bulan ke tujuh menurut bulan Isarel. Pada perayaan ini, seluruh keluarga tidak boleh tinggal di rumah selama 1 minggu dan haruslah bersukacita sebab mereka tinggal di pondok-pondok daun dengan menggunakan daun pada jenis-jenis tertentu. Mereka menikmati berkat Tuhan serta bersukaria dalam pondok tersebut – Imamat 23:34-44.

Secara rohani perayaan Pondok Daun belum digenapi. Penggenapan rohani digenapi saat gereja Tuhan disingkirkan ke padang gurun oleh kuat kuasa Roh Kudus serta diluputkan dari antikristus, Wahyu 12:6,14.

Ketiga hari raya ini saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Sebagaimana orang Israel wajib merayakan ketiga hari raya, begitu juga dengan penggenapannya. Jadi mengalami penggenapan Paskah (penebusan Yesus) kemudian ke Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus), sebab jika tidak ada Paskah (penebusan Yesus), maka tidak dapat merayakan Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus). Demikian halnya, tidak ada Pondok Daun (disingkirkan ke padang gurun) jika belum merayakan hari raya Pentakosta (dipenuhi kuasa Roh Kudus). Jadi dipenuhi Roh Kudus bukan soal mau atau tidak melainkan harus dialami oleh setiap orang percaya. Ijinkan Roh Kudus penuhi hati kita.

  • Paskah adalah pertobatan dan mengalami kelahiran baru
  • Pentakosta – kepenuhan Roh Kudus
  • Pondok Daud – penyingkiran ke padang

Sebagai pengikut Yesus yang sejati, haruslah hidup dengan benar-benar membangun dasar kekristenan kita dengan fondasi yang benar. Contoh Matius 9:17, anggur baru tidak dapat disimpan di kantong lama karena kantongnya akan hancur. Itu mengapa Roh Kudus tidak sembarangan dicurahkan jika hidup ini tidak mengalami kelahiran baru. Hidup baru tempat terbaik untuk Roh Kudus tinggal. Pondasi hidup harus dibereskan serta mengalami kelahiran baru. Jika main-main dengan Roh Kudus akan seperti kasus Ananias dan Safira, yang mati karena mendustai Roh Kudus.

Manfaat Kuasa Pentakosta
Banyak orang yang ingin penuh Roh Kudus hanya ingin bisa berbahasa Roh saja. Itu mengapa banyak gereja yang belajar bahasa Roh. Padahal bahasa Roh adalah tanda tapi bukan tujuan utamanya.  Melainkan yang kita kejar adalah kuasan-Nya, maka kita akan berdampak bagi kota ini. Roh kudus juga meningkatkan kualitas rohani jemaat.

Manfaat secara personal:
Penggenapan secara personal atau pribadi,  Yohanes 14:16,17:

  • Roh Kudus akan menjadi penolong
  • Menyertai selama-lamanya dalam segala perkara karena berdaya tahan dan hidup dalam kebenaran
  • Membawa kepada kebenaran dan mengingatkan apa yang Yesus katakan

*Yesus bekerja lebih efektif didalam diri orang percaya sebab Ia tinggal dalam hidup orang percaya*

Manfaat secara komunal:
Pada saat Roh Kudus memenuhi jemaat, maka dampaknya:

  • Kisah 2:41 – jemaat bertambah
  • Kisah 2: 42 – jemaat bertekun terhadap pengajaran rasul-rasul sehingga menurut Efesus 4:15, bukan jemaat yang mudah diseret melainkan tekun ibadah, senang berdoa, Efesus 6:18. Doa sampai tepat waktu dan lebih cepat dari kecepatan cahaya.
  • Kisah 2:43 – ada wibawa ilahi dimata masyarakat. Mereka tidak diremehkan. Bukan karena kekayaan dan jabatan tetapi karena Roh Kudus.
  • Kisah 2:44 – Terjalin kasih persaudaraan antara jemaat.
  • Kisah 2:45 – jemaat suka berkorban karena menyadari bahwa Kristus berkorban bagi mereka meskipun dalam keterbatasan.
  • Kisah 2:46 – persatuan Roh maka berkat Tuhan dicurahkan (Mazmur 133)
  • Kisah 2:47 – Jemaat disukai oleh masyarakat.

Penutup
Untuk menjadi gereja sempurna menggenapi Wahyu 12:6,14 maka kita harus berjalan sesuai firman Tuhan secara sempurna. Hidup dipimpin Roh Kudus,  2 Petrus 1:5-8. Tidak mungkin sampai pada Yesus jika kita tidak mau hidup seperti Tuhan. Jangan gunakan kekuatan diri sendiri, sebab untuk menjadi seperti Yesus harus mengalami Pentakosta. Kuasa Roh Kudus membuat kita bergerak naik sampai seperti Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s