DIBENTUK,  DIAJAR  DAN DIUJI – oleh Pdt. Semmy Jonathan – GPdI Shekinah Lampung (Ibadah Raya 1 – Minggu, 23 Juni 2019)

Kolose 2:7,8

Kota Kolose ada di timur kota Efesus dan Kolose mendapat perhatian khusus dari Rasul Paulus karena jemaat menginjil dan terbentuk pelayanan di kota Kolose. Namun berjalannya waktu ada ajaran lain yang masuk untuk mendidik jemaat. Itu sebabnya Rasul Paulus memberitahu agar jemaat berakar dan bertambah teguh didalam iman dalam Kristus.

Iman dinyatakan dalam doa-doa dan kehidupan sehari-hari. Kolose 2:8, banyak ajaran yang menjebak kita untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan akan orang yang mencari hal-hal untuk mengenakkan telinga. Rasul Paulus ingin mengembalikan bahwa kita untuk dibentuk,  diajar dan diuji agar kita tampil sebagai pemenang.

Hasil dari pembentukan, ajaran dan ujian
Yesaya 42:6-9
Allah memanggil untuk suatu maksud, bahwa Tuhan merancang hal yang ajaib namun ada proses dan pembentukan untuk menerima hasil yang luar biasa.  Ia memanggil dan membentuk.

Proses bukan untuk dihindari tetapi dijalani sebab proses menjadikan kita pribadi yang tangguh dan dewasa serta sempurna sama seperti Yesus. Dalam proses Tuhan menjadikan kita sesuai keinginan Tuhan. Keinginan Tuhan tercatat dalam firman Tuhan dan memampukan hidup dalam Tuhan serta tangguh dalam melakukan firman Tuhan.

Kedewasaan tidak diukur dari jumlah umur melainkan kelakuan, sifat dan perbuatan. Demikian juga sebagai orang percaya, kitapun harus menjadi dewasa rohani bukan kanak-kanak karena masuk dalam sebuah proses.

Dalam proses ada ujian yang mengeluarkan kualitas yang paten, tidak berubah dalam segala kondisi dan situasi. Ujian adalah akhir dari segala sesuatu untuk menentukan nilai. Kita berhasil bila sudah menang atas ujian, bukan melewatkan ujian. Sebab upah ditentukan dari menyelesaikan ujian hidup. Contoh: Ayub teruji dan nyata dari ucapannya kepada Tuhan bahwa ia tetap memuliakan Tuhan.

Seseorang yang melewati proses nyata memberikan hasil yang berkualitas.
1. Tampil sebagai pribadi yang makin menyadari dan menghargai bahwa keselamatan lebih penting dari pada kebahagiaan.
Banyak anak Tuhan tinggalkan Tuhan hanya untuk sebuah kedudukan,  jabatan dan keuntungan diri. Itu mengapa ujian terhadap iman menghasilkan hati yang menghargai keselamatan dari pada kebahagiaan. Hidup ini hanya sementara, jabatan, harta dan kedudukan tidak menyelamatkan.

  1. Menjadi orang yang peka dan mengerti maksud serta kehendak Tuhan.
  1. Semakin menghargai firman Tuhan
  1. Hati dan pikiran seperti Yesus
    Filipi 2:7 hendaklah menaruh pikiran dan perasaan dalam Kristus Yesus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *