KINGDOM WORSHIP (PENYEMBAHAN/IBADAH) – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 2 – Minggu, 30 Juni 2019)

Penyembahan yang manusia lakukan adalah seperti sebuah bentuk ibadah yang dilakukan  kebanyakan orang yaitu sebuah praktek kepercayaan, bagaimana cara seseorang dalam mendekati Allah sang Pencipta.

Penyembahan sudah ada sejak zaman dahulu. Kita dapat mengetahui melalui Alkitab bagaimana penyembahan di taman Eden terjadi. Penyembahan yang terjalin dalam persekutuan yang indah antara Allah dan manusia pertama yaitu Adam. Di taman Eden, penyembahan bahkan sudah terjadi sebelum terciptanya alat-alat musik yang kita dapat lihat seperti saat ini.

Sangat disayangkan setelah manusia jatuh dalam dosa, praktek penyembahan telah terjadi banyak penyimpangan. Keturunan pertama dari Adam dan Hawa, yaitu Kain, tega membunuh adiknya Habel hanya karena masalah penyembahan yang ia lakukan tidak diterima oleh Allah.

Allah menciptakan manusia dengan menaruh hasrat untuk menyembah di dalam roh mereka. Meskipun manusia sudah jatuh dalam dosa, hasrat untuk menyembah tidak pernah hilang dalam diri mereka, hanya saja tujuan mereka menyembah dan kepada siapa mereka menyembah telah mengalami banyak pergeseran.

Kita dapat melihat banyak praktek penyembahan terjadi dimana-mana. Setiap negara, suku bangsa dan bahasa, dari benua, pulau-pulau yang besar dan yang kecil sampai ke pelosok pedalaman, kita dapat menemukan praktek penyembahan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang menyembah arwah, dewa-dewa, benda-benda dan lain sebagainya.

Sampai di zaman modern inipun, bentuk penyembahan juga telah mengalami banyak perubahan. Penyembahan modern lebih banyak ditujukan kepada apa saja yang dapat mendatangkan kesenangan, kenyamanan dan pemuasan hawa nafsu daging. Hal-hal tersebut dipuja sebagai jalan keluar dari berbagai masalah kehidupan, dan bukan Tuhan.

PENYEMBAHAN YANG SALAH
Tujuan penyembahanpun telah disalahgunakan, bahwa penyembahan dipakai hanya untuk mencari pertolongan, pengharapan dan hal-hal materi lainnya, antara lain kekayaan, kedudukan dan kesuksesan. Banyak juga orang percaya memiliki pemahaman yang salah tentang penyembahan atau ibadah yang mereka lakukan dimana tujuan penyembahan merekapun sama seperti apa yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan. Jika penyembahan hanya ditujukan untuk pengejaran akan hal-hal materi, tidak mengherankan jika suatu saat kita akan mengalami seperti apa yang orang Israel pernah alami yaitu ‘merasa sia-sia beribadah kepada Tuhan’.

Mal 3:13  – Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?” Mal 3:14  Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?” 

Tuhan mengetahui setiap motivasi orang yang datang beribadah dengan maksud menyembah-Nya. Tujuan penyembahan yang salah menyebabkan ibadah kita begitu dapat membahayakan diri kita. Bayangkan bahwa orang Israel yang melakukan ibadah kepada Tuhan, tetapi karena tujuan materinya tidak tercapai, justru melahirkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan dihadapan Tuhan seperti ayat di atas.

Pada kenyataannya tidaklah demikian. Jika kita membaca ayat 16-18, kita akan melihat bahwa setiap perkataan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang takut akan Tuhan sebagai sebuah ekspresi penyembahan, semuanya dicatat dalam sebuah Kitab Peringatan. Mereka akan menjadi milik kesayangan Tuhan. Tuhan akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. Selanjutnya kita akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya. Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya mengapa hal tersebut dapat terjadi kepada orang yang berkata bahwa dirinya beribadah.

Mat 15:8  Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.  Ay.9,  Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

KLAIM TEMPAT IBADAH
Hal lain yang salah adalah masalah Klaim tempat ibadah yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan orang-orang Samaria.

Yoh 4:20 – Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”

Namun Yesus datang dengan membawa sebuah berita yang merevolusi sistem penyembahan yang ada pada saat itu, baik cara Yerusalem maupun Samaria.

Yoh 4:21  Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

PENYEMBAHAN BENAR = MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN
Dan Yesus menunjukkan sebuah cara yang baru dalam menyembah Allah Bapa yang adalah Roh itu yaitu di dalam roh dan kebenaran.

Yoh 4:23 – Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Yoh 4:24 – Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.

Penyembahan yang benar adalah terjadi dalam roh manusia kita dan dalam kebenaran. Kita secara khusus akan melihat bagian pertama yaitu dalam roh manusia kita. Roh manusia kita adalah pusat kesadaran kita akan Tuhan, keberadaan-Nya dan kehadiran-Nya. Kesadaran ini akan melahirkan pengakuan yang keluar dari mulut kita, mengakui keMahaKuasaan, keMahaHadiran dan keMahaTahuan-Nya. Dari pengakuan ini, lahirlah sebuah tindakan Penyembahan yang mempengaruhi jiwa dan mengekspresikannya melalui tubuh kita baik dalam sebuah bentuk pujian ataupun ekspresi penyembahan kita yang dapat dilihat oleh orang lain. Penyembahan seperti ini akan mendatangkan kekuatan kehadiran Tuhan yang dapat dirasakan oleh semua yang sedang beribadah.

1Kor 14:25b,  …. sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: “Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu.”

KINGDOM WORSHIP
Kita akan melihat hubungan antara penyembahan dan Kerajaan Allah dalam bagian ini. Tahukah Anda bahwa istilah ‘Penyembahan’ hanya ada dalam pemerintahan dengan sebuah sistem Kerajaan. Dalam negara Republik kita tidak pernah disuruh untuk menyembah presiden. Dalam sebuah kerajaan ada seorang raja. Dan seluruh warga kerajaan akan menyembah jika bertemu dengan sang raja atau menghadap kehadiratnya. Hanya sebuah penyembahan yang membuat layak seseorang menghampiri sang raja.

Penyembahan seperti sebuah budaya yang melekat dalam setiap warga dari kerajaan tersebut. Sebuah budaya tidak dapat disembunyikan. Orang dapat melihatnya dengan mudah karena menjadi ciri khas daerah tersebut. Jika kita pergi ke Kraton di Yogyakarta, kita akan melihat budaya keraton yang sangat kental ketika kita memasuki wilayah dimana kraton tersebut  berada. Kita dapat melihat dari pakaiannya, bahasanya, tradisinya, dan banyak lagi atribut yang melekat pada sebuah budaya yang ada di Kraton. Tahukah Saudara bahwa Sorga merupakan sebuah kerajaan? Yesus menyebutnya Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah. Kerajaan Sorga juga memiliki budaya yang khas yang dimilikinya. Kalau kita membaca Firman Tuhan sangat jelas khususnya kitab Wahyu menceritakan bagaimana budaya Kerajaan Sorga diwarnai dengan budaya penyembahan terus menerus, siang dan malam.

Demikian juga hendaknya kita sebagai warga dari kerajaan Sorga, sudah sepatutnyalah bahwa penyembahan dalam roh dan kebenaran itu adalah budaya kita. Apa yang Saudara katakan, jika ada orang yang memberi saudara uang sebanyak 1 Juta? Pasti Anda mengucapkan terima kasih. Bagaimana kalau Anda diberi lagi untuk kedua kalinya? Pasti Anda juga akan mengucapkan terima kasih. Apakah Anda berdoa terlebih dahulu untuk mengucapkan terima kasih? Tentunya tidak. Mengapa? Karena mengucapkan terimakasih merupakan sebuah budaya yang sudah biasa kita hidupi.

Kapan kita berhenti mengucapkan terima kasih? Ketika kita tidak diberi lagi. Bagaimana jika orang tersebut memberi Anda uang 1 Juta sampai berulang-ulang kali? Pasti Anda juga mengucapkan terima kasih berulang-ulang. Tahukah Saudara bahwa sebagai warga kerajaan Allah semua yang kita miliki adalah milik Allah. Kita hanyalah dipercayakan sebagai pengelola saja. Tahukah Saudara bahwa oksigen yang kita hirup adalah milik Tuhan? Berapa kali kita harus mengatakan terima kasih atas oksigen yang kita hirup setiap saat? Bukankah sudah selayaknya setiap kali tarikan nafas kita mengucapkan terima kasih kepada Tuhan? Seperti itulah sebuah Penyembahan, bahwa setiap tarikan nafas kita haruslah menjadi sebuah penyembahan yang menyenangkan hati Sang Raja. Itu sebabnya ketika Daud menyadari akan hal ini, dia menuliskannya dalam beberapa mazmur ini.

  • Mazmur 150:6  Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!
  • Mazmur 34:2  Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.

KUASA PENYEMBAHAN MEMBAWA PERUBAHAN KEHIDUPAN
Kuasa dari sebuah penyembahan yang berkenan dan mengubahkan hidup orang yang menyembah ada pada sebuah Pengertian, Pemahaman (Understanding). Hal inilah yang akan membangkitkan kesadaran roh kita untuk memiliki sikap takut akan Tuhan. Dan melahirkan sebuah pengakuan dari mulut kita mengenai keMahaBesaran, keMahaKuasaan dan keMahaMuliaan-Nya. Dari pengakuan ini lahirlah sebuah ekspresi yang keluar dari jiwa dan tubuh kita dalam memuji dan menyembah-Nya dalam sebuah ibadah atau dimanapun kita berada.

Sebagai warga kerajaan Sorga, penyembahan bukan lagi sebagai alat untuk meminta-minta agar kebutuhan hidup kita dipenuhi dan terjamin melainkan sebagai bentuk sebuah pengakuan bahwa Dialah Raja atas segala raja (Penguasa) dan Tuan atas segala tuan (Pemilik). Dialah Sang Pemelihara, Pelindung dan Penyelamat kita.
Tuhan Yesus Memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s