PEMBUNUH RAKSASA, Seri 11: PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH BERTEMU DENGAN ALLAH TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTEMU DENGAN MUSUH – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 30 Juni 2019)

1Samuel 17:48-50

Pendahuluan
Hidup tidak mungkin bebas dari tantangan. Sepanjang jalan kehidupan kita akan menemui raksasa-raksasa yang menantang dan menghadang perjalanan hidup kita. Kadang-kadang tantangan hidup mudah kita selesaikan, tetapi tidak jarang pula tantangan itu sulit untuk ditaklukan. Oleh sebab itu, marilah kita belajar dari Daud, seorang gembala yang dapat membunuh Goliat.

Kemenangan Daud ditentukan oleh beberapa pilihan yang ia ambil dalam hidupnya yaitu:

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman.
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya
  9. Pembunuh Raksasa memilih menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa
  10. Pembunuh Raksasa memilih melihat peluang, bukan hambatan dan kesulitan

Sekarang kita akan mempelajari rahasia kemenangan Daud selanjutnya yaitu:

  1. PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH BERTEMU DENGAN ALLAH TERLEBIH DAHULU SEBELUM BERTEMU DENGAN MUSUH

Kemenangan Daud atas Goliat ditentukan oleh perjumpaannya dengan Tuhan. Daud sadar bahwa penentu kemenangan bukanlah hebatnya ia memainkan umban, tetapi pertemuannya dengan Allah. Ketika dia mengalami perjumpaan dengan Tuhan, disanalah ia dapatkan kuasa dan kekuatan Allah menyertainya.

Dimanakah Daud bertemu dengan Allah?
Perjumpaan Daud dengan Allah diawali sejak ia menjadi gembala di padang penggembalaan. Pengalamannya bertemu dengan Tuhan diekspresikan dalam Mazmur 23. Kita dapat menyimpulkan bahwa penyembahan sejati bukan sensasi tetapi relasi. Relasi yang terbangun antara Daud dan Allah terjadi dalam segala musim kehidupan. Baik masa yang penuh suka cita yang digambarkan seperti padang rumput dan air yang tenang maupun masa yang penuh bahaya, seperti berjalan dalam lembah kekelaman, Daud tetap menunjukkan relasi dengan Tuhannya. Inilah seorang penyembah sejati, ia senantiasa terhubung dengan Tuhan. Seorang penyembah adalah orang yang bukan berbicara tentang Tuhan, tetapi orang yang berbicara dengan Tuhan.

Selama menggembalakan domba ayahnya, Daud membangung hubungan dengan Tuhan. Waktu-waktu di padang dihabiskan bukan saja menjaga domba ayahnya tetapi juga menjaga hatinya agar tetap terhubung dengan Allah. Itulah sebabnya kehadiran singa dan beruang tidak pernah menggentarkan Daud karena ia tahu dengan pasti bahwa Tuhan bersamanya.

Kehidupan seorang Penyembah
1. Seorang penyembah bukanlah orang yang mengerti tentang Tuhan, tetapi orang yang mengalami TUHAN.
Kehidupan Daud dipenuhi dengan pengalaman bersama Tuhan, baik suka maupun duka Daud tetap menikmati kebaikan Tuhan. Itulah sebabnya tidak sukar bagi Daud untuk menyembah Tuhan, karena ia telah mengalami kebaikan Tuhan

Mazmur 34:9 berkata: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”

Mengecap itu adalah merasakan. Orang yang telah merasakan kebaikan Tuhan ia akan memuji Tuhan. Tanpa mengalami dan merasakan Tuhan kita gagal untuk menyembah Tuhan. Itulah sebabnya penyembahan hanya sebagai tata cara, metode dan ritual, bukan kehidupan  yang mengalir dan lahir dari hati.

Mari kita lihat penyembahan seorang wanita yang berdosa.
Lukas 7:37-38
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.

Ketika Yesus ada di rumah salah seorang Farisi, datanglah perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa, ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Inilah tindakan penyembahan. Mengapa wanita itu melakukannya? Sebab ia telah mengalami kasih Tuhan yang besar. Dosanya yang banyak telah diampuni.

Dalam bahasa Ibrani salah satu bentuk penyembahan ditulis dengan kata: Yadah. Yadah memiliki arti bersyukur atau memuji, pujian, mengakui, berterima kasih. Mengungkapkan suatu tindakan rasa syukur dan terima kasih yang keluar dari hati. Sebagai orang yang telah dilepaskan dari dosa, marilah kita buat Yadah kepada Allah, ucapkanlah syukur kepada Tuhan sebagai penyembahan.

2. Seorang penyembah bukanlah orang yang mengetahui tentang Tuhan, tetapi orang yang mempercayai TUHAN.
Penyembahan adalah tindakan iman. Problem terbesar dalam penyembahan adalah ketidakpercayaan. Penyembahan selalu berhubungan dengan kepercayaan. Ketahuilah bahwa semua oknum yang disembah adalah pribadi yang dipercayai. Jika kita menyembah Tuhan, maka kita harus percaya kepadaNya. Sekalipun mata kita tidak melihat, tetapi hati kita harus percaya. Tanpa iman semua penyembahan adalah kesia-sian.

Ibrani 11:6
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Hubungan penyembahan dan iman
Untuk melihat hubungan antara penyembahan dan iman, marilah kita melihat kisah robohnya tembok Yerikho yang dicatat dalam Yosua 6:1-27. Saat menghadapi bangsa Yerikho Allah memerintahkan kepada bangsa Israel untuk mengeliling kota tersebut.

Yosua 6:3-4
Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

Bangsa Israel diperintahkan mengeliling kota Yerikho sekali selama enam hari, dan pada hari yang ketujuh mereka wajib mengelilingnya selama tujuh kali. Dalam sebuah literatur dikisahkan bahwa saat bangsa Israel mengelilingi kota Yerikho, mereka mengalami hinaan, lemparan batu hingga kotoran. Coba bayangkan, pada hari pertama mereka mengalami keadaan yang demikian dan tidak terjadi apa-apa, masih mau mengelilingi lagi? Demikian hari ke dua, tiga dan empat, tidak terjadi apa-apa, masih mau keliling lagi? Dibutuhkan iman! Bangsa Israel tetap percaya bahwa Tuhan pasti akan menolong mereka. Pada hari ketujuh dalam putaran yang terakhir, tembok Yerikho runtuh karena tindakan penyembahan yang dilandasi oleh kepercayaan kepada Allah.

Barangkali saat ini masalah yang kita hadapi belum tuntas, kesulitan masih menghadang, penyakit belum sembuh, tetaplah menyembah Tuhan, percayalah ada kuasa dalam pujian penyembahan. Selamat menyembah, Tuhan memberkati!!

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s