Mujizat Masih Ada – oleh Pdt. Anton Toganti Kumayas, GPdI Siaga Jakarta (IBADAH RAYA 3 – Minggu, 25 Agustus 2019)

Yohanes 6:5-7

Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Ada antusiasme diantara orang Yahudi untuk berjumpa dengan satu figur yaitu Yesus. Mereka sendirilah yang berinisiatif untuk mencari Yesus. Mereka mengadakan perjalanan yang cukup jauh dan kebanyakan dari mereka berjalan kaki. Kondisi itu bukan menjadi hambatan bagi mereka. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya timbulah belas kasihan terhadap orang banyak itu.

Yesus tidak hanya memperhatikan perkara rohani tetapi juga kebutuhan jasmani orang yang mengikuti-Nya. Yesus menyuruh para muridNya untuk memberi makan orang banyak itu. Namun posisi mereka jauh dari kota. Bagaimana caranya mendapatkan makanan? Yang ada hanya 5 roti dan 2 ikan. Sedangkan Filipus meresponi dengan sikap pesimis, sebab roti seharga 200 dinar tidak akan cukup untuk memberi makan orang banyak itu. Ini pandangan manusia. Tuhan memilih menggunakan apa yang ada pada kita. Tanpa tindakan iman kita tidak akan melihat mujizat Tuhan.

Dalam injil Yohanes, rupanya Filipus tidak mengenal Yesus dengan benar.
Yohanes 14:9.
Kata mengenal dalam ayat ini menggunakan kata Ginosko yaitu mengenal secara timbal balik. Bukan hanya kita mengenal Tuhan tapi Tuhan juga mengenal kita. Kita bisa saja mengenal Tuhan, tapi apakah Tuhan juga mengenal kita?

Kata Ginosko artinya:

  • Datang untuk jadi taat
  • Datang untuk Memahami
  • Datang untuk Mengenal
  • Datang untuk Mengalami

Yohanes 14:12
Percaya adalah modal untuk melihat mujizat.
Sesuatu yang kecil di tangan kita dapat dilipatgandakan oleh Tuhan hanya bila kita percaya kepadaNya.

Dunia ini gudangnya masalah. Kita tidak bisa berdoa untuk tidak diberikan masalah. Masalah itu akan datang tanpa kita minta. Kita hendaknya berdoa agar kita dimampukan untuk melewati masalah. Terkadang Tuhan bawa kita kepada persoalan agar kita mengalami mujizat dan menjadi kuat.  Tuhan memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s