Seri 12 PEMBUNUH RAKSASA – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 2 – Minggu, 25 Agustus 2019)

1Samuel 17

1Samuel 17:50
Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu;
ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.

Kehadiran raksasa-raksasa dalam hidup kita adalah hal yang tidak mungkin dapat dielakkan. Sebagaimana Daud menghadapi raksasa dari Filistin yaitu Goliat, demikian juga dengan kita ada banyak raksasa-raksasa yang menghadang perjalanan hidup kita. Mungkin ada yang sedang menghadapi raksasa yang dinamakan penyakit, kegagalan, masalah, kesulitan, hubungan yang rusak, terikat dengan dosa,  kehilangan anggota keluarga, atau mungkin ada yang sedang menghadapi raksasa yang dinamakan keuangan. Apapun yang sedang kita hadapi, tetaplah maju, janganlah menyerah lakukanlah seperti yang Daud lakukan untuk meraih kemenangan.

Mari kembali kita memperhatikan tindakan-tindakan Daud untuk membunuh raksasa yang menantang barisan Israel yaitu Goliat.

  1. Pembunuh raksasa memilih mendengar suara Tuhan dari pada suara lawan.
  2. Pembunuh raksasa memilih memandang Tuhan daripada memandang lawan.
  3. Pembunuh raksasa memilih siapa yang menyertai bukan siapa yang dihadapi.
  4. Pembunuh raksasa memperkatakan kemenangan bukan kekalahan.
  5. Pembunuh raksasa memilih membela kehormatan Tuhan dari pada mencari kehormatan diri sendiri.
  6. Pembunuh raksasa memilih berharap kepada Tuhan, bukan senjata perang
  7. Pembunuh raksasa memilih keluar dari zona nyaman ke zona iman
  8. Pembunuh raksasa memilih untuk menyembah TUHAN sekalipun lawan ada di depannya
  9. Pembunuh Raksasa memilih menggunakan apa yang ia punya dan ia bisa
  10. Pembunuh Raksasa memilih melihat peluang, bukan hambatan dan kesulitan
  11. Pembunuh Raksasa memilih bertemu Allahnya sebelum bertemu musuhnya

Selanjutnya mari kita mempelajari kunci kemenangan Daud yang ke dua belas yaitu:

 12
Pembunuh raksasa memilih membunuh dirinya sendiri, sebelum membunuh lawannya.

Sesungguhnya musuh terbesar dalam peperangan bukanlah lawan yang dihadapi tetapi diri sendiri. Musuh terkuat bukan yang terlihat, tetapi mereka yang tak terlihat yang ada dalam diri kita. Kemenangan-kemenangan dalam peperangan bukan ditentukan oleh besar dan kuatnya lawan, tetapi oleh kemampuan mengalahkan diri sendiri. Karena apa yang terjadi didalam diri kita lebih penting dari pada yang terjadi di luar diri kita. Kemampuan kita menaklukan diri sendiri adalah pertanda untuk membunuh musuh yang ada dihadapan kita.

Mari kita perhatikan apa yang terjadi dalam diri tentara dan yang terjadi dalam diri Daud.

Kita lihat kembali 1Sam. 17:10,11 : Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.” Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

 Mendengar tantangan Goliat, raja Saul bersama dengan orang Israel cemas dan ketakutan lalu lari menjauhi Goliat, tetapi  Daud  maju dengan penuh keberanian (bd, ayat 24, 32) Melihat sosok Goliat, orang Israel ketakutan, tapi Daud tidak ada kegentaran. Mengapa terjadi respon yang berbeda terhadap situasi yang sama? Perbedaannya adalah terletak pada kemampuan untuk membunuh dirinya sendiri. Saul dan bangsa Israel tidak mampu membunuh ketakutan yang ada di dalam diri mereka, sedangkan Daud berhasil membunuh ketakutan yang ada dalam dirinya. Sebagai seorang anak gembala yang masih muda melihat sosok Goliat yang tinggi besar dan mendengar tantangannya tentu saja membuatnya menjadi takut, tetapi Daud memilih membunuh ketakutan dan kecemasan  yang menyerang dirinya.

Kadang-kadang dalam peperangan kehidupan yang kita alami bukan besarnya lawan yang membuat kita kalah, tetapi kecilnya keyakinan dalam diri kita untuk menang. Jadi jika kita sudah merasa kalah sebelum berperang maka kalahlah kita. Sadarilah bahwa ukuran diri Anda, lebih penting dari pada ukuran lawan Anda. Lihatlah apa yang ditulis oleh penulis Amsal dalam: Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Kekuatan kita tidak ditentukan oleh besarnya fisik yang kita miliki, tetapi besarnya keyakinan dan iman yang ada dalam diri kita. Jika hati kita tawar, takut, cemas, maka kehebatan fisik dan persenjataan perang tidak ada artinya apa-apa. Sebaliknya orang-orang yang berani, dengan apapun yang dipegang akan memenangkan pertandingan.

Kembali kepada kisah Daud dan Goliat. Daud berhasil membunuh Goliat, karena Daud memilih membunuh raksasa “KETAKUTAN” yang ada dalam dirinya sendiri, sebelum membunuh raksasa Goliat. Jangan biarkan ketakutan menguasai hidup kita sehingga melumpuhkan keberanian kita untuk melawan musuh yang kita hadapi.

BAHAYA KETAKUTAN
Jika kita tidak membunuh ketakutan yang ada dalam diri kita, maka ketakutan itulah yang akan membunuh kita. Ketakutan itu sangat bahaya. Dia tak terlihat tetapi memiliki kuasa dahsyat. Beberapa bahaya dari ketakutan adalah:
1. Ketakutan membunuh POTENSI
1Sam 17:23,24
Sedang ia berbicara dengan mereka, tampillah maju pendekar itu. Namanya Goliat, orang Filistin dari Gat, dari barisan orang Filistin. Ia mengucapkan kata-kata yang tadi juga, dan Daud mendengarnya. Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

Saul dan tentara Israel adalah orang-orang memiliki potensi besar karena mereka adalah para prajurit yang terlatih. Selain itu mereka adalah orang-orang yang diperlengkapi dengan senjata. Jadi peluang untuk memenangkan pertempuran melawan Goliat sangatlah besar. Namun sayang, ketakutan membunuh semua potensi tersebut sehingga tak satupun berani menghadapi Goliat. Daud potensinya mungkin kecil karena hanya tahu memainkan umban dan batu, tetapi keberaniannya telah melipatgandakan potensi yang ada dalam dirinya, sekalipun hanya bermodalkan umban dan batu, ia berhasil menumbangkan Goliat sang raksasa Filistin.

Kadang bukan karena kurangnya pengetahuan, sedikitnya modal, atau sempit pergaulan yang membuat kita gagal, tetapi ketakutan itulah yang membunuh semuanya itu. Orang-orang yang berani dengan kualitas apapun yang dia pegang selalu membawa kepada keberhasilan.

 2. Ketakutan membuat kita menentang titah TUHAN
Ulangan 1:26
Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.
Contoh : Saul – 1 Sam 13:11-13

Hati-hatilah dengan ketakutan sebab ketakutan dapat membuat seseorang menentang firman Tuhan. Karena ketakutan menghadapi bangsa-bangsa yang ada di Kanaan, bangsa Israel akhirnya menentang titah. Mereka melawan dan memberontak kepada kehendak Allah. Jangan biarkan ketakutan pada akhirnya berbuah dosa dalam hidup kita. Beranilah menghadapi, percaya saja bahwa Tuhan selalu menyertai.

3. Ketakutan membuat kita gagal memahami kehendak dan rencana TUHAN
Ulangan 1:27
Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata: Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.

Selanjutanya ketakutan membuat bangsa Israel gagal memahami rencana Tuhan. Mereka pikir Allah membawa mereka keluar dari Mesir agar mereka mati dibunuh bangsa Amori. Bukankah rencanaNya adalah memberikan tanah yang berlimpah susu dan madu? Namun karena ketakutan mereka gagal melihatnya, pandangan mereka tertuju kepada kesulitan hidup yang dihadapinya.

MEMBUNUH KETAKUTAN
Jangan biarkan ketakutan berkembang dalam hidup kita sehingga mengagalkan seluruh rencana dan kehendak Allah dalam diri kita. Bunuhlah ketakutan sebelum ia membunuh masa depanmu dengan cara:
1. BERANILAH melangkah karena kuasa/mujizat terjadi saat kita bertindak.
Yosua 3:13
Segera sesudah kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, Tuhan semesta bumi, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.

Jangan tunggu keadaan baik baru bertindak, bertindaklah maka keadaan akan berubah. Bangsa Israel tidak menunggu arus sungai Yordan tenang atau mengering, saat arus sungai sedang deras para imam maju menyebrangi, maka terjadilah mujizat dan pertolongan Tuhan. Saat kaki para imam pengangkat tabut TUHAN, berhenti di dalam air sungai Yordan, maka air sungai Yordan itu akan terputus; air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir menjadi bendungan.

Barangkali penyakit kita belum disembuhkan, masalah kita belum diselesaikan, hutang masih banyak, persoalan menumpuk. Jangan tunggu selesai, melangkahlah dengan berani, percayalah saat kita bertindak kuasa Allah bergerak.

2. Ketahuilah bahwa kesuksesan terjadi secara bertahap.
Ulangan 7:22
TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau.

Kesuksesan adalah proses, bukan peristiwa dadakan. Tidak ada suskes yang terjadi seketika semua butuh waktu dan usaha. Sukses terjadi secara bertahap, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Ingatlah, bahwa seorang pembunuh raksasa tidak dimulai dari membunuh raksasa. Sebelum membunuh Goliat, Daud terlebih dulu telah membunuh singa dan beruang. Kemenangan-kemenangan di padang penggembalaan telah menghantarnya kepada kesuksesan besar yaitu membunuh raksasa Goliat. Sadarilah bahwa kemenangan-kemenangan besar di masa depan ditentukan oleh kemenangan-kemanangan kecil yang terjadi dari hari lepas hari.

3. Masa depan menuntut RESIKO
Ester 4:16
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”

Tidak ada keberhasilan tanpa harga. Untuk mendapatkan barangnya Anda harus membayar harganya. Itulah resiko. Harga bayaran untuk sebuah keberhasilan. Ingatlah beberapa kebenaran berikut ini:

  • Untuk menuju puncak anda harus mendaki
  • Tidak ada kemenangan tanpa peperangan
  • Tidala ada keberhasilan tanpa usaha

 4. Percayalah kepada Tuhan
Ulangan 31:6
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

Musuh dari iman adalah ketakutan. Saat ketakutan berkembang, maka iman kita hilang. Sebaliknya saat kita percaya, maka ketakutan akan sirna. Oleh sebab itu jangan takut percaya saja kepada Tuhan. Yakinlah bersama Tuhan kita dapat melewati badai, bersama Tuhan kita mampu berjalan mengatasi gelombang. Jangan pandang tantangan yang ada di depan, jangan lihat kesulitan yang menghadang, lihatlah Tuhan yang memberi kemenangan. Percayalah kepada Tuhan, maka keberhasilan akan datang. Tuhan memberkati. KJP!!

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s