SUARA KENABIAN : Menjadi Suara Kebenaran ditengah dunia – oleh Pdp. Corneles Wim Kandou (Ibadah Raya 1 – Minggu, 25 Agustus 2019)

1 RAJA-RAJA 20:35-43

Kisah Para Rasul 20:42-43
Kata nabi itu kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.” Lalu raja Israel pergi ke istananya dengan kesal hati dan gusar, maka sampailah ia di Samaria.

A. PENDAHULUAN
Dunia kita hari-hari ini sedang mengalami ‘degradasi nilai –nilai kebenaran” bahkan kehilangan krisis kebenaran yang dipegang selama ini. Contohnya:

  1. Seorang penceramah agama, yang dalam ceramahnya menghina simbol keagamaan yang lain. Katanya Jin Kafirlah dan sebagainya. Bukankah agama harusnya menebarkan perdamaian dan bukan penghinaan serta memprovokasi?
  2. Kebohongan / Hoaks yang ditebarkan di media untuk menarik perhatian
  3. Trend Kawin cerai dianggap sesuatu yang wajar
  4. Transeksual yang dipromosikan di media elektronik. Seorang selebritis / selebgram Lucinta Luna yang dianggap wajar-wajar saja.
  5. Kalangan Hamba Tuhan:
    – Andrew Stocklein, Pendeta Inland Church, AS bunuh diri karena stress
    – Joshua Harris, Pendeta dan Penulis Buku menceraikan istrinya dan tidak lagi menjadi seorang Kristen
    – Marty Sampson, Mantan Pemimpin Pujian Hillsong yang kehilangan imannya karena kecewa dengan pemimpin gereja

Bagaimana sikap orang percaya terhadap dunia yang seperti ini? Apakah kita diam saja, ikut terhanyut atau tetap berdiri pada kebenaran Tuhan? Sesungguhnya hari ini dunia membutuhkan suara kenabian yang dengan lantang menyuarakan kebenaran !

Mari kita kembali pada ayat pokok kita. Pada zaman itu, Israel berada dalam era kemerosotan rohani yang luar biasa. Raja demi raja berganti namun tak satupun yang berbalik kepada Tuhan.

Ahab adalah salah satu raja Israel yang terkenal, namun terkenal karena kefasikan, kejahatan dan kelalimannya sehingga menimbulkan kepedihan di hati Tuhan.

Bahkan oleh salah satu komentator Alkitab mencatat bahwa pemerintahan Ahab adalah salah satu pemerintahan Israel yang mengalami kemerosotan rohani terburuk yang pernah ada. Perikop ini (1 Raja-Raja 20:35-43) kemudian menunjukkan celaan Tuhan kepada Ahab yaitu dengan memakai Nabi-Nya untuk menyampaikan nubuatan kepada Raja Ahab. Bayangkan, ketegasan Tuhan terhadap ketidaktaatan hingga salah satu nabi yang menolak perintah Tuhan untuk memukul rekan nabi yang lain justru mengalami akhir hidup yang begitu mengerikan.

NABI ANONIM
Saya tertarik dengan Nabi anonim yang diutus Tuhan untuk menyatakan nubuat kepada Raja Ahab. Nabi Anonim ini dapat juga menjadi gambaran hidup orang percaya yang seharusnya tak segan menyuarakan kebenaran dan berita pertobatan.

Zaman Israel dibawah pemerintahan Raja Ahab pada waktu itu kurang lebih sama dengan masa sekarang. Dunia dimana kita hidup sedang mengalami kemerosotan moral bahkan kemerosotan rohani. Tidak hanya pemimpin pemerintahan bahkan para pemimpin rohani, yang mulai mendegradasi nilai-nilai Firman Tuhan untuk memudahkan kehidupan Kekristenan.

Kehidupan orang percaya di dunia ini harusnya seperti suara kenabian, yaitu suara yang menemplak dan menegur dunia sekitarnya untuk berbalik kepada Tuhan. Berani menyuarakan kebenaran, dan tidak enggan menegur ketidakbenaran.

Mari terlebih kita perhatikan bagian-bagian ini . 

B. APA YANG DAPAT KITA PELAJARI SEKARANG ?
1. Kebenaran Harus Tetap Disampaikan Sekalipun Menyakitkan.
1 Raja-raja 20:35 Seorang dari rombongan nabi berkata kepada temannya atas perintah TUHAN: “Pukullah aku!” Tetapi orang itu menolak memukulnya.

Perintah atau Firman Tuhan atau Kebenaran Tuhan adalah nilai absolute yang tak bisa ditawar. Sekalipun itu berlawanan dengan nilai, kebiasaan, budaya yang terbangun disekitar kita namun Kebenaran harus dinyatakan dengan cara apapun, bahkan walau sesakit apapun.

Kisah Bangsa Israel.
Ulangan 8:2
Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu

Kebenarannya adalah masa-masa sukar yang dialami bangsa Israel dimaksudkan agar timbul kerendahan hati dari mereka untuk sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan.

 2. Kebenaran Harus Dinyatakan Sekalipun Ada Resiko Yang Diterima.
1 Raja-raja 20:42
Kata nabi itu kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya.”

Apabila kita mundur di pasal-pasal sebelumnya maka akan terlihat dengan jelas bahwa Raja Ahab dan Istrinya Izebel terkenal begitu membenci para Nabi Tuhan bahkan tak segan mengancam dan membunuh.

Namun Nabi Anonim ini tak bisa menahan kebenaran Tuhan yang harus dinyatakan kepada Raja Ahab. Ia tetap pergi dan menyampaikan kebenaran Tuhan tanpa peduli bahaya apapun yang mengancamnya.

Kisah Paulus
1 Korintus 16:9
Sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.

 Pekerjaan yang besar disini adalah usaha pemberitaan injil kebenaran Yesus Kristus walau resiko banyaknya penentang.

 Filipi 1:12-13
Aku menghendaki, saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil, sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.

Sekalipun dipenjarakan menjadi harga yang harus dibayar karena memberitakan kebenaran Tuhan, namun Paulus tetap mensyukuri hal itu. Harusnya semangat dan dedikasi yang sama dimiliki oleh orang percaya. Apapun resikonya, entah ditolak, dibenci, dikucilkan atau apapun itu asalkan itu karena kebenaran Tuhan yang kita suarakan.

BAGAIMANA CARA KITA MENYAMPAIKAN KEBENARAN
1. Berkatalah Dengan Jujur
Matius 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Jangan berbohong hanya karena takut cekcok dengan orang lain yang jelas hidupnya sedang dalam dosa. Jangan sampai suara kebenaran kita terhambat oleh karena kita sungkan kepada orang yang jelas-jelas bersalah.

2. Kebenaran Harus Disampaikan Dengan Kebaikan.
Sekeras apapun kebenaran itu dinyatakan, namun sampaikan dengan cara yang santun. Jadi bahan pemikiran untuk kita. Mengapa suara kebenaran kita sering kali tidak diterima ? Bisa saja karena cara dan waktu kita menyampaikannya tidak tepat.

Amsal 15:1
Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. (Lihat juga: Amsal 15:23)

 3. Kebenaran Harus Disampaikan Dengan Motivasi Kasih
Wahyu 3:19
Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu  dan bertobatlah!

Segala kebenaran yang kita suarakan harus dilandaskan pada sebuah kasih yang tulus. Sebagaimana teguran dan hajaran Tuhan digerakkan oleh kasih yang besar. Biarlah kebenaran yang kita kumandangkan bukan dilandaskan pada motivasi atau intrik-intrik tertentu tetapi semua karna kasih yang tulus.

4. Hiduplah Dalam Kebenaran
Suara kebenaran yang kita kumandangkan akan jauh lebih kuat dan berdampak apabila kita memang menghidupi nilai-nilai kebenaran. Kegagalan kita adalah kita seringkali bersandiwara mengumandangkan kebenaran yang kita tidak hidupi.

Hidup dalam kebenaran menjadi hal yang penting, mengapa ?
a. Kebenaran Adalah Standar Tuhan.
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

b. Kebenaran Itu Menghidupkan
Mazmur 119:93
Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.

CARA HIDUP KITA ADALAH SUARA KENABIAN KITA
Suara Kenabian Orang Percaya harus tampak dan terasa dampaknya dalam seluruh aspek kehidupan

  1. Profesionalisme pekerjaan kita harusnya menemplak orang yang asal-asalan dalam pekerjaanNya.
  2. Ketulusan, kekudusan dan dedikasi pelayanan kita harusnya menemplak mereka yang melayani asal-asalan
  3. Kesetiaan dan Kasih kita kepada suami dan istri kita harusnya menemplak mereka yang curang kepada pasangannya.
  4. Cara kita memperlakukan pasangan kita harusnya menjadi suara kenabian bagi mereka yang tak menghormati pasangannya.
  5. Kesungguhan kita membesarkan dan mendidik anak-anak kita harusnya suara kenabian bagi orang tua yang lain.
  6. Cara pacaran kita yang kudus harusnya menemplak mereka yang cara pacarannya tidak kudus
  7. Cara kita mengucap syukur harusnya menjadi suara kebenaran, kesaksian yang kuat.

Apapun profesi, keadaan dan situasi dihidup kita, kita selalu bertindak, berdiri, melandaskan seluruh aktivitas kita sesuai pada kebenaran Tuhan.

Kiranya Roh Kudus memampukan kita semua, supaya apapun yang kita sentuh oleh tangan kita sesuai dengan kebenaran Tuhan, maka dibuatNya berhasil. Biarlah sinar wajah Tuhan menerangi setiap langkah kita ! www.corneleskandou.wordpress.com

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s