MENJADI JEMAAT YANG KUDUS, TIDAK BERCELA DAN TAK BERCACAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 September 2019)

Kolose 1:20-22

Pendahuluan
Rasul Paulus menjelaskan dengan sedehana, bahwa korban kematian Yesus adalah untuk memperdamaikan antara manusia dengan Allah.  Sebab Allah kudus dan tidak dapat berdosa, serta tidak tersentuh oleh dosa. Sedangkan manusia sudah berdosa dan dosa itulah yang memisahkan Allah dengan manusia sehingga hubungan Allah dengan manusia rusak karena dosa.

Pada mulanya manusia bersekutu erat dengan Allah, tetapi karena manusia tidak setia kepada perintah Allah melainkan tunduk pada perkataan iblis, maka Kejadian 3:24, Tuhan menempatkan Kerub dengan memegang pedang bernyala pada jalan ke pohon kehidupan. Apabila Adam dan Hawa ingin masuk ke Taman Eden, mereka akan binasa, sebab pedang murka Allah dipegang oleh Kerub akan terus diayunkan.

Masalahnya tidak ada manusia yang memenuhi kualifikasi Allah untuk menghentikan pedang murka Allah. Termasuk segala perbuatan baik dan kesalehan manusia tidak sanggup menghentikan pedang murka Allah.  Namun oleh karena cinta Allah kepada manusia maka diutuslah Yesus untuk memperdamaikan manusia dengan Allah (Yohanes 3:16). Allah tidak membiarkan manusia binasa dalam dosa,  karena Allah rindu kembali bersekutu dengan manusia seperti sebelum manusia jatuh dalam dosa. Hanya Yesus yang tidak berdosa dan tidak bercela yang sanggup menghentikan pedang murka Allah.

Bila dihubungkan dengan Ibrani 10:19-20, ketika seseorang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, mereka tidak akan takut menghadap tahta Allah, sebab Yesus sudah membuka jalan yang baru dengan membuka tabir atau penghalang yaitu dosa. Sehingga jalan menuju Taman Eden yang sudah tertutup, terbuka lewat jalan, kebenaran, dan kehidupan dalam Yesus diatas kayu salib (Yohanes 4:6). Kiranya pengetahuan ini jangan kita simpan,  tapi beritahukan kepada mereka yang belum percaya kepada Yesus.

TUJUAN PENDAMAIAN KRISTUS
Setelah kita percaya kepada Yesus dan menerima keselamatan maka ada tujuan Allah dalam hidup pribadi setiap orang percaya. Dalam Kolose 1:21-22 ada 3 tujuan Allah yaitu:

1. KUDUS (HAGIAZO)
Hagazio mengandung arti dipisahkan. Bukan dipisahkan secara fisik melainkan ketika percaya kepada Yesus, status kita dipisahkan dari dunia ini yaitu dari cara hidup yang berdosa menjadi hidup dalam kekudusan.  Awalnya kita terpisah dengan Tuhan, namun salib menguduskan dan hidup dalam cara hidup sesuai kebenaran bukan kejahatan. Tetapi apakah ketika kita sudah ada dalam posisi percaya kepada Yesus, cara hidup kitapun mencerminkan Kristus? Ataukah sebaliknya ?

Perhatikan dalam Efesus 4:25-31 :

  • Ayat 25-26 – buanglah dusta diantara kita dan berkatalah benar. Artinya dalam keadaan marah, jangan sampai kemarahan tidak dibereskan atau disimpan dalam hati hingga menjadi dendam. Boleh marah tetapi marahlah dengan motivasi kasih dengan tujuan untuk membangun sehingga dia sadar dan bertobat.
  • Ayat 27-28 – Jangan beri kesempatan kepada iblis. Orang yang mencuri jangan lagi mencuri, tetapi harus ada pertobatan. Bekerjalah dan belajar memberi.
  • Ayat 29-30 – Jangan ada perkataan kotor sehingga orang diberkati, pakailah perkataan yang baik sehingga mereka dapat melihat kasih Kristus dalam perkataan kita. Jangan dukakan Roh Kudus dengan melakukan dosa-dosa.
  • Ayat 31 – Buang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah. Jangan lagi ada semua itu diantara kita sebagai tubuh kristus.
  • Ayat 32 – Ini nasihat firman Tuhan, bahwa kita harus ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dalam persaudaraan dan saling mengampuni.

Pelajari ayat-ayat tersebut sebab tujuan kita dipanggil adalah membuktikan diri sebagai orang yang sudah dikuduskan oleh Yesus.

2. TIDAK BERCELA
Tidak bercela artinya tidak boleh ada noda dalam roh, jiwa dan perbuatan karena sudah disucikan. Sebab tujuan Yesus menyelamatkan kita adalah untuk menebus dan menguduskan agar kita tidak bercacat dan bercela sama seperti Yesus. Hanya persembahan yang tidak bercela yang diterima oleh Allah. Sebab itu rasul Paulus katakan dalam Roma 12:1, persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup,  yang kudus dan tak bercela.

Sebagai perbandingan,  dalam Keluaran 12:1-28, ketika bangsa Israel masih di Mesir, tiap kepala keluarga harus menjadi imam bagi keluarganya.

Caranya :

  • Tanggal 10 bulan abib (pertama), mereka mengambil domba yang tak bercela
  • Domba disimpan selama 4 hari, sehingga pada tanggal 14 bulan itu, domba tersebut dipisahkan untuk dikorbankan.
  • Darahnya dioleskan pada pintu setiap rumah keluarga dan darah itu menjadi tanda untuk menyelamatkan mereka sekeluarga dari maut. Hal tersebut membuktikan persembahan domba mereka diterima oleh Tuhan sehingga tidak ada anak sulung orang Israel yang binasa.

Kisah ini juga memberikan gambaran hidup yang dipersembahkan kepada Allah.  Sebab apabila kita menjadi anak Tuhan yang Kristianos yaitu hidup melakukan firman Allah,  maka hidup kita menjadi persembahan bagi Allah.

3. TIDAK BERCACAT (ANENGKLETOS)
Dalam bahasa inggris artinya unimpeachable – tidak ditemukan cacat dan cela. Jadi tidak dapat disingkirkan sebab Tuhan menolong.  Kata lainnya adalah Not Accused – tidak ada yang dapat mendakwa karena hidup tidak bercacat. Maka jika ketiga hal ini kita kerjakan yaitu hidup kudus, tidak bercela dan tak bercacat maka kita adalah kristen yang sejati. Berlarilah kesana dan sampai menjadi sama seperti Yesus.

Inilah tujuan Tuhan untuk menebus kita yaitu menjadi jemaat yang kudus, tak bercela dan tak bercacat diangkatan yang tidak mengenal Tuhan sehingga hidup kita terus bertumbuh menjadi sempurna sama seperti Yesus.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s