KEMBALI KEPADA RANCANGAN TUHAN YANG SEMULA – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya 3 – Minggu, 8 September 2019)

PENDAHULUAN
Milyaran orang muda yang hidup di bumi ini, tidak memahami identitas sejati mereka. Akibatnya mereka hanya hidup berdasarkan naluri mereka saja (hanya memenuhi kebutuhan jasmani dan jiwani selama hidup sampai meninggal). Yang lebih buruk dari itu adalah mereka tidak memiliki maksud dan tujuan hidup yang sejati sehingga menghalalkan segala cara untuk mengambil dan memenuhi kebutuhan hidup mereka. Demikian juga dengan orang-orang muda Kristen. Meskipun mereka sudah percaya kepada Yesus, mereka perlu mengalami kelahiran baru (Titus 3:5) dan pembaharuan budi mereka (Roma 12:2) untuk dapat memahami rancangan Tuhan dalam hidup mereka. Tanpa pemahaman dan pengertian ini, hidup manusia terasa kosong dan tak berarti.

APAKAH RANCANGAN TUHAN YANG SEMULA BAGI KITA?
Untuk mengetahui dan memahaminya, kita harus kembali kepada Firman Tuhan semula ketika Allah menciptakan manusia.

Kejadian 1:26, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa (*Ibr. Radah, have dominion*) atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Dari ayat ini kita melihat maksud dan tujuan Tuhan:

  • Maksud Tuhan adalah supaya manusia menyadari bahwa dirinya bersumber dari Allah; wakil Allah atas bumi ini, untuk berkuasa dan memerintah di bumi ini.
  • Tujuan Tuhan adalah supaya manusia berkuasa (memerintah, mengatur) atas
    seluruh ciptaan-Nya bukan atas sesama manusia.

Sangat disayangkan  bahwa kejatuhan manusia dalam dosa membuat manusia kehilangan pemahaman dan pengertian ini. Hidup manusia diisi dengan ambisi, manipulasi, intimidasi dan berusaha saling menguasai. Tidak ada jalan lain, orang-orang muda harus kembali kepada rancangan Allah yang semula. Jika tidak, masa depan yang Tuhan sudah sediakan terhilang dan yang didapat adalah tangisan serta penyesalan (Ibrani 12:16-17)

Bagaimana kita dapat kembali kepada rancangan Tuhan yang semula? Jawabannya adalah Terhubung Kembali Dengan Allah.

1. Pastikan bahwa kita terhubung kembali dengan Allah melalui Pertobatan.
Dosa memutuskan hubungan manusia dengan Allah. Kejatuhan Adam bukan saja memutuskan hubungan kita dengan Allah, namun juga membuat manusia kehilangan maksud dan tujuan keberadaannya di bumi ini. Jalan satu-satunya adalah penyesalan, pengakuan dan pertobatan kita atas segala dosa dan pemberontakan kita (Yes 59:1; 1 Yoh 1:9). Kemudian kembali ke rumah Bapa (Luk 15:18-22) untuk mendapatkan akses kepada seluruh kekayaan Bapa.

2. Pastikan bahwa kita terhubung terus-menerus dengan Allah melalui Doa dan Seruan kita (Yeremia 33:3; 29:11-14).
Hanya Dia yang tahu maksud dan tujuan dari keberadaan semua ciptaan (seluruh Kejadian 1-2 menceritakannya), termasuk diri kita. Banyaklah bertanya kepada-Nya dalam perenungan dan saat teduh pribadi kita. Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang tidak ada tujuannya (Amsal 16:4). Keberadaan kita merupakan suatu bukti bahwa Allah menghendaki kelahirankita. Ada rancangan-Nya yang harus kita temukan. Jika hidup kita tidak disalahgunakan, maksud dan tujuan Tuhan dalam hidup kita pasti ditemukan, bisa digali dan berhasil, membuat Tuhan berkata: “Sungguh amat baik” (Kejadian 1:31).

3. Pastikan bahwa kita tinggal di dalam Yesus dan selalu terhubung dengan-Nya sebagai pokok anggur kehidupan kita.
Karena kita berasal dari diri-Nya, Allah adalah sumber hidup kita. Penghubung kita dengan-Nya adalah Firman Tuhan, (Yoh 15:4-7) dan Roh-Nya (2 Kor 3:6). Roh Kudus-Nya akan menghidupkan setiap Firman yang kita terima. Memberi titik terang dan pencerahan dalam hidup kita. Terlepas dari-Nya, kita tidak dapat berbuat apa-apa, hidup kita sia-sia dan berakhir pada kematian tanpa menggenapi rancangan Tuhan. Bayangkan ada orang-orang yang meninggal dengan membawa rancangan Allah terkubur didalam dirinya. Belum pernah ditemukan apalagi dimanfaatkan.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s