MENGISI HARI-HARI KEHIDUPAN DENGAN BIJAKSANA – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya 1 – Minggu, 8 September 2019)

Efesus 5:15-16
“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Pendahuluan
Tuhan memberikan kepada kita kesempatan hidup maksimal 70-80 tahun, selebihnya adalah penderitaan, Maz 90:10. Per tahunnya kita menjalani 365 hari, untuk dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Dalam kehidupan kita ini, seperti diberi sebuah buku yang kosong yang diberisi 365 halaman. Buku ini namanya buku kehidupan pribadi manusia. Kita diberi tanggung jawab untuk mengisi buku kehidupan kita ini, bukan memakai tinta, tetapi melalui perkataan dan perbuatan kita. Baik atau buruk, benar atau salah dalam setiap kiprah hidup kita ini, akan tertulis dan Tuhan yang akan menilainya. Catatan dalam buku kehidupan pribadi manusia ini, akan menjadi bahan catatan untuk buku/kitab kehidupan kekal, kelak ketika kita nanti menghadap Tuhan, Fil. 4:3; Wah. 3:5, 13:8; 17:8; 20:12,15; 21:27; 22:19. Ketika buku kehidupan nanti dibuka dan ternyata nama anda tidak tertulis disana, itu berarti catatan buruk lebih banyak dari pada catatan baik tentang ketaatan, kesetiaan anda pada Tuhan. Anda akan diusir keluar dari hadapan Tuhan dan masuk pada penghukuman kekal.

NASEHAT FIRMAN TUHAN
Perhatikanlah “bagaimana kamu hidup” artinya memperhatikan dengan saksama, bagaimana kita mengisi catatan kehidupan kita. Jangan mengisi catatan hidup kita seperti orang bebal, tetapi mengisinya seperti orang arif atau bijaksana.

Pergunakanlah waktu yang ada yang masih kita miliki ini, sebab hari-hari dimana kita hidup sekarang ini adalah jahat. Artinya sewaktu-waktu bisa saja kita harus tutup buku dan tidak dapat lagi mengisinya. Di jaman sekarang maut atau kematian bisa saja merenggut kehidupan manusia kapan saja, kemajuan teknologi mulai dari pesawat terbang, mobil dan fasilitas lain, disatu sisi mempermudah manusia beraktivitas, tetapi disisi lain kecelakaan yang memakan korban jiwa juga lebih cepat dan lebih banyak jumlahnya, belum lagi kejahatan yang semakin meningkat, terorisme, peperangan menambah jumlah kematian yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Inilah waktu yang jahat, yang kapan saja bisa terjadi buku hidup seseorang dapat ditutup karena maut.

JANJI TUHAN
Jika kita mengisi kehidupan kita, hari-hari kita sesuai dengan firman Tuhan, maka kita akan mengalami janji Tuhan, seperti yang tertulis dalam Amsal 4:18.

“Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.”

Hidup kita akan seperti terang fajar sampai rembang tengah hari (puncak terang). Tuhan menjamin kita, bahwa kita tidak akan melihat kegelapan (Maut), sebaliknya mengangkat naik tinggi kepada puncak kemuliaan seperti matahari pada puncak terangnya yaitu di rembang tengah hari, jika kita hidup benar di mata Tuhan.

PETUNJUK TUHAN
Tuhan memberi petunjuk kepada kita, bagaimana cara mengisi hari-hari yang kita jalani dalam kehidupan kita yang singkat ini. Kita dapat pelajari dalam Efesus 4:17-32 ; 5:1-14.

1. Efesus 4:17,18.
“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan, jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”

Ayat ini memberi petunjuk kepada kita, sebagai orang yang sudah ditebus Tuhan, kita jangan lagi hidup seperti orang duniawi yang pikirannya sia-sia, karena tidak mengenal Allah dan firman-Nya yang benar.     

2. Efesus 4:19 “Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran.”

Jangan sampai batin atau perasaan kita menjadi tumpul, sehingga tidak lagi peka. Melakukan kecemaran, kesalahan dan kejahatan tapi tidak merasa berdosa, merasa benar sehingga selalu saja diulang-ulang perbuatannya, perasaannya jadi tumpul.

3. Efesus 4:25 “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada lainnya, karena kita adalah sesama anggota.”

Jangan isi kehidupan kita dengan catatan dusta dan kebohongan, sebaliknya berkatalah yang benar. Sebab semua yang kita katakan orang bisa lupa, bahkan kita sendiri juga bisa lupa, tetapi tidak dengan Tuhan, sebab semua yang kita katakan itu tercatat dalam buku hidup kita. Matius 12:36 – setiap perkataan sia-sia kita pun harus dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

4. Efesus 4:26 “Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu.”

Jangan isi buku kehidupan kita dengan kemarahan yang berlebihan, dengan menyimpan amarah sampai jadi kebencian. Bukan berarti kita tidak boleh marah, marah boleh saja asal memiliki alasan yang benar, tetapi jangan sampai marah itu terus tersimpan dan membekas, sehingga menjadi catatan yang buruk dalam buku hidup kita Sebelum matahari tenggelam kemarahan kita sudah harus terhapus dihati kita.

5. Efesus 4:27 “Dan jangan beri kesempatan kepada Iblis.”
Isi hidup kita dengan kewaspadaan, karena Iblis akan menggunakan situasi hati kita untuk menebar benih kehancuran. Iblis tidak butuh pintu yang lebar untuk masuk, cukup lobang jarum ia dapat masuk, sedikit saja kita mencatatkan sesuatu yang buruk dan jahat dalam hati kita, Iblis akan masuk, menguasai, dan mengendalikan kehidupan kita.

6. Efesus 4:28 “Orang yang mencuri janganlah mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.”

Jangan kotori catatan hidup kita dengan hal buruk yang mungkin pernah dilakukan dimasa yang lalu (mencuri) sebelum mengenal Tuhan. Jangan mencuri lagi, apalagi mencuri milik Tuhan. Bertobat kerja keras, supaya kita juga dapat memberkati orang lain yang membutuhkan.

7. Efesus 4:29.
“Jangan ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.”

Jangan cemari buku catatan kehidupan kita dengan perkataan yang kotor. Kalau terpaksa harus menegur, tegurlah saudara kita dengan kata-kata yang baik dan membangun, jangan semena dalam menegur kesalahan orang lain, apalagi dengan kata-kata yang kotor, sebab ucapan kita dapat membangun atau menghancurkan orang lain.

8. Efesus 4:30 “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.”
Jaga catatan hidup kita jangan sampai ucapan dan perbuatan kita mendukakan Roh Kudus. Contoh :  Kisah Para Rasul 5:1-11- Ananias dan Safira. Mereka mendukakan Roh Kudus dengan perkataan dan perbuatannya melalui persembahannya. Mereka berdusta melawan Roh Kudus, Kisah Para Rasul 12:21-23. Raja Herodes yang ditampar malaikat Tuhan karena ucapannya menghujad Roh Kudus. Ananias, Safira dan Herodes, Tuhan tutup buku kehidupnya seketika itu juga mereka mati, karena ucapan perkataan mereka bukan saja mendukakan Roh Kudus, tetapi juga menentang Roh Kudus. Mereka tidak lagi diberi kesempatan oleh Tuhan. Jangan sampai hal ini terjadi dalam catatan kehidupan kita!

9. Efesus 4:31 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Jangan sampai semua daftar di atas ada dalam catatan hidup kita.

10. Efesus 5:1-14. Dalam ayat-ayat ini, menjelaskan bahwa semua jenis dosa yang terdaftar dalam ayat tersebut, tidak boleh ditolelir karena sedikit saja itu masuk dalam catatan buku kehidupan kita, Iblis akan gunakan untuk masuk menguasai dan membinasakan kita. Didalamnya ada percabulan, perzinahan, rupa-rupa kecemaran, keserakahan dan lain-lain.

KEGAGALAN ISRAEL
Mazmur 78:32-33 “Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.”

Dalam perjalanan kehidupan Israel, bangsa ini gagal dalam menuliskan hal yang baik dalam catatan kehidupan mereka dan selalu mengulang kesalahan mereka. Catatan hidup mereka habis dalam kesia-siaan. Tahun-tahun mereka habis dengan suasana yang mencekam, kesedihan dan tidak sampai pada tujuan.

KESIMPULAN
Bijaksanalah dalam kita mengisi catatan hari-hari kehidupan kita, jangan sampai kita gagal seperti bangsa Israel. Tuhan sudah memberi petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita, mari kita ikuti dan mengerjakannya. Apabila ada catatan buruk yang terlanjur tertulis dalam buku kehidupan kita, selama kita masih hidup, ada kesempatan untuk menghapus catatan buruk kita, yaitu dengan mengakuinya dihadapan Tuhan secara pribadi, mohon pengampunan. Tuhan akan menghapuskan semua catatan buruk kita, selanjutnya jangan ulangi lagi dan mulailah mencatatkan hal yang berkenan kepada Tuhan.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s