JEMAAT YANG TEKUN DALAM IMAN DAN YANG TIDAK TERGONCANGKAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Minggu, 15 September 2019)

Kolose 1:23

PENDAHULUAN
Ada jemaat yang tidak mengalami berkat-berkat Tuhan secara jasmani dan rohani, bukan karena tidak memiliki kapasitas, tetapi karena tidak tekun; tidak teguh dan mudah digeser (berubah). Dalam Kolose 1:21, menuliskan bahwa sebelum mengenal Yesus, kita jauh dari Allah juga memusuhi Allah dalam hati, jiwa dan perbuatan sehingga kita tidak mengalami berkat-berkat Allah khususnya berkat rohani. Tetapi Kolose 1:22, kita telah diperdamaikan dengan Allah dan puncaknya Yesus menjadikan kita pengikut Yesus yang sejati yang tak bercacat dan tak bernoda. Dalam bahasa Yunani dituliskan ANENGKLETOS, yang mengandung dua arti:

  1. Unimpeachable artinya tidak ditemukan cacat atau cela
  2. Not accuse artinya tidak ada yang bisa mendakwa kita di depan Yesus.

Kita yang dahulu jatuh dalam dosa dapat keluar dari lubang dosa dan naik kepada iman, serta terus meningkat sampai kepada kasih Agape. Harga yang harus kita bayar adalah: “BERTEKUN”.

Sebuah contoh tentang seorang wanita yang bertekun secara jasmani, sampai ia menjadi orang yang berhasil yang bernama AZIE TAYLOR MORTON. Dalam suatu pertemuan bersama anak-anak kampus yang mengundangnya, wanita tersebut berkata: “Saya adalah seorang anak haram, ibuku bisu tuli dan sangat miskin. Suatu hari, ibu diperkosa hingga hamil. Saya lahir tanpa pernah kenal siapa ayah saya. Kami hidup sangat miskin, hingga dalam umur yang masih sangat muda, saya terpaksa bekerja dengan ibu untuk hidup. Saya bekerja sebagai buruh kasar di sebuah perkebunan kapas. Saya benci keadaan saat itu. Saya pernah kecewa pada Tuhan karena Dia  tidak adil atas hidup saya. Disaat kebanyakan anak-anak menikmati hidup layak, saya harus bergumul dalam penderitaan. Sungguh, saya tidak paham kenapa dilahirkan dan tidak melihat kehidup an yang baik di masa depan. Suatu hari saya berbicara dengan hati nurani saya. Azie, tahukah kamu bahwa hidup ini adalah pilihan? Mau tetap seperti ini atau keluar dari ketidakbergunaan ini, pilihan itu ada di tanganmu. Perlu kamu tahu, rencana Tuhan atasmu bukan rencana kecelakaan, melainkan hari depan yang penuh harapan. Akhirnya saya pilih keluar dari rasa kecewa dan tak berguna ini.”

Singkat cerita, wanita ini mulai bekerja dengan giat untuk membiayai sekolah dan kehidupan ibunya. Dia bekerja keras dan tekun, sehingga akhirnya meraih kesuksesan. Wanita itu adalah AZIE TAYLOR MORTON, ia menjabat sebagai Mentri Keuangan Amerika Serikat dalam pemerintahan Jimmy Carter Jr. Dari 12 September 1977 – 20 Januari 1981. Dialah satu-satunya orang Afro-Amerika. Oleh sebab itu selama kamu bisa memilih, pilihlah yang terbaik. Azie Morton Taylor menandatangani uang kertas Amerika di zamannya.

Kalau bisa bertekun untuk hal jasmani, mengapa kita tidak bisa tekun untuk hal yang kekal atau secara rohani? sebuah contoh dalam alkitab dimana ia bukan hanya bertekung secara jasmani sehingga menjadi orang yang kaya raya dan juga kaya dalam hal rohani ia adalah Ayub.

TEKUN SECARA ROHANI
Yakobus 5:11 “Selanjutnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang bertekun,  kamu  telah  mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya.”

Ketekunan Ayub

  • Reputasi Jasmani
    Dalam Ayub 1:2-3 menuliskan reputasi Ayub secara jasmani. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak (karyawan) dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. Firman Allah menjelaskan kepada kita daftar kekayaan Ayub dan posisi Ayub di mata masyarakat propinsi atau Wilayah Timur sangat baik, tetapi bagaimana dengan reputasi Rohani Ayub? Apakah neraca hidup Ayub serong? Sebab neraca serong adalah kekejian dihadapan Tuhan (Amsal 11:1).
  • Reputasi Rohani
    Dalam Ayub 1:1, disebutkan bahwa Ayub adalah seorang yang saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ayub buktikan hal ini dengan bertindak  sebagai IMAM yang baik dalam keluarga Ayub. Dan Ayub 1:5, setiap kali, apabila hari-hari pesta berlalu, Ayub memanggil anak-anaknya dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub lalu mempersembahkan korban bakaran untuk anak-anaknya, barangkali ada diantara mereka yang tidak sengaja berbuat dosa dalam hati mereka. Kalau kita perhatikan reputasi rohani dan jasmani Ayub, mungkin tidak ada di antara kita yang reputasi rohaninya sama dengan Ayub. Tetapi apakah Allah sudah puas dengan kualitas rohani Ayub?

Jika diperhatikan dari tangga dalam 2 Petrus  dengan kehidupan Ayub maka menurut Ayub 1:1,5 reputasi rohani Ayub sudah mencapai level: “SALEH atau KESALEHAN.” Jadi hanya tinggal dua anak tangga yang belum Ayub capai, yaitu kasih philia dan agape. Ayub akan mencapai posisi itu dengan proses Allah sebab Allah ingin Ayub dan setiap orang percaya dapat menjadi “PENGIKUT  YESUS  YANG  SEJATI” di mana kita jadi sama seperti Yesus di posisi kasih Agape. Dan tidak ada jalan pintas, untuk dapat mencapai yang Yesus inginkan yaitu hanya dengan bertekun.

BERTEKUN
Kata bertekun dalam bahasa Yunani ditulis HUPOMENO, artinya Tinggal di bawah. Digambarkan seperti “tanah liat” di tangan seorang penjunan. Yeremia 18:4 menuliskan, “Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat itu rusak, maka tukang periuk mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.” Jelas bahwa kehidupan hidup orang percaya yang belum mencapai standar Allah akan terus diproses sampai serupa dengan Yesus. Demikian dengan Ayub, Tuhan mengujinya sampai menjadi baik menurut pemandangan Allah.

ALLAH UJI KETEKUNAN AYUB

  • SECARA JASMANI
    Dari orang yang kaya raya di negeri Timur, Tuhan ijinkan Ayub menjadi orang yang paling miskin sehingga Ayub tidur beralaskan debu.
  • SECARA JIWANI
    Tujuh anak laki-laki, tiga anak perempuan, direnggut kematian sekaligus  dalam suatu bencana. Tiga sahabat Ayub datang bukan menghibur dan menguatkan Ayub tapi menuduh Ayub berdosa.
  • SECARA ROHANI
    Isteri yang Allah tempatkan di sisi Ayub untuk menjadi penolong, dipakai iblis untuk menggoncang Ayub, untuk merobohkan iman, kesetiaan dan ketekunan Ayub kepada Tuhan (Ayub 2:9,10) sehingga Ayub menegur istrinya. Sesungguhnya ucapan Ayub di Ayub 2:9, sebagai bukti, bahwa ketekunan Ayub telah membuat Ayub naik tingkat dari saleh naik ke PHILIA bahkan AGAPE.

Sebagai bukti..
Secara jasmani:
Ayub 42:10 – Harta Ayub dilipatgandakan dari sebelumnya (ay. 12). Ayub 42:11, Ayub menjadi dampak positif bagi saudara-saudara dan sahabat-sahabatnya.

 

Secara Rohani :
Secara rohani, Ayub benar-benar mencapai tingkat rohani yang  Allah inginkan.

Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang  mataku sendiri memandang Engkau.”

Kata “Memandang” dalam bahasa Ibrani RAAH, artinya Melihat dengan sukacita, seperti seorang mempelai laki-laki yang dengan sukacita membuka cadar isterinya. Ada sukacita; kesenangan; kebahagiaan dalam keintiman.

Jadi setelah proses yang Ayub alami, ia mengalami suatu sukacita besar seperti seorang mempelai pria memandang mempelai wanita pada saat pembukaan cadar. Sukacita yang  melimpah. Ayub meningkat dari kesalehan sampai kasih philia dan agape.

Biarlah setiap proses yang kita alami bukan melemahkan kita melainkan membawa kita kepada anak tangga berikutnya sehingga kita mencapai apa yang Tuhan rindukan yaitu menjadi pengikut Yesus yang sejati. Tuhan kiranya menolong setiap kita.

Tuhan Yesusu memberkati.

Advertisements

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s