RELASI DENGAN TUHAN – oleh Pdt. Mual Marolop Sihombing – GPdI Ajibarang (Ibadah Raya – Minggu, 22 September 2019)

YEREMIA 17:7,8

Hubungan antara orang kristen dan Tuhan adalah seperti pohon dan aliran air.  Artinya hubungan kita bergantung dari air. Pohon yang tertanam di aliran air akan mendapatkan dampak yang luar biasa. Mazmur 1:1-3, dari ayat ini juga menggambarkan relasi kita dengan Tuhan dimana kita menyukai firman,  mengandalkan Tuhan dan menaruh hidup kita kepada Tuhan. Banyak orang kristen datang kepada Tuhan dalam ibadah hanya sekedar datang dan mendengar firman, tidak benar-benar rindu aliran air itu yaitu mencintai serta hormati firman Tuhan. Seperti halnya tumbuhan yang hidup mendapatkan aliran air, tumbuhan itu akan bertumbuh subur, hijau, berbuah. Begitu pula dengan kita jiwa mencintai dan menghidupi Firman Tuhan maka kita akan mengalami pertumbuhan rohani yang kuat, berdaya tahan dan berbuah lebat.

Yeremia 2:13, mengatakan bahwa Tuhan adalah sumber air yang hidup namun umatNya senang meninggalkan Tuhan sang sumber air hidup.  Allah menjamin diriNya sendiri bahwa Ia sanggup memberikan kehidupan kepada umatNya. Yesaya 12:2,3 –  Allah kita adalah sumber yang menjamin kita agar memiliki daya tahan, bertumbuh dan berbuah.

Sekarang tinggal bagaimana kita yang seperti pohon, ditanamkan di tepi aliran air:
1. Siap untuk dipanen – Yohanes 15:2
Pohon yang akan berbuah harus dibersihkan dahulu. Dan pohon yang berbuah akan semakin merunduk karena banyaknya buah yang dimiliki. Hakim-hakim 9:8-13, pohon-pohon ini memiliki hasil yang menyenangkan Allah dan manusia. Tidak ada hasil jika buahnya tidak digunakan.  Sering kali kita meminta Tuhan untuk berbuah namun tidak mengijikan ada tangan -tangan yang memanen. Pohon yang tidak mau dipanen akhirnya akan patah dan jauh dari Tuhan. Kadang kala kita sudah diberkati dalam pekerjaan sehingga tidak ada waktu bagi pekerjaan Tuhan.  Padahal kesibukan kita karena berkat Tuhan atas hidup kita. Kapan buah itu dapat dipakai untuk pekerjaan Tuhan?

Buah yang dihasilkan karena tinggal dekat aliran air hidup  akan tetap hasilnya,  sehingga dalam segala musim akan terus berbuah. Wahyu 3:16,17 – apa yang ditulis kitab wahyu menjadi trend. Dimana gairah beribadah dan sukacita ibadah menjadi hilang.  Karena kita berkata kaya,  bukan hanya harta tetapi kaya dalam pengetahuan dan pengetahuan itu dipakai bukan untuk kemuliaan Tuhan,  melainkan untuk merendahkan orang lain. Kekristenan yang demikian akan dimuntahkan Tuhan. Kita harus memiliki hati yang rela dipanen sehingga hidup dalam relasi yang baik dengan Tuhan.

2. Percaya dan tahu kehendak Tuhan
Yohanes 6:68,69 – Ayat ini menunjukan bahwa Petrus dan teman-teman percaya kepada Yesus. Percaya itu timbul karena mengenal dan tahu siapa Tuhan kita. Yohanes 14:1, percaya dan jangan gelisah. Lukas 10:20, bersukacitalah sebab namamu terdaftar di surga. Milikilah visi untuk sampai ke surga. 2 Timorius 4:7, pelihara iman dan mempertahankan relasi dengan Tuhan sampai garis akhir dalam segala kondisi.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s