MENDERITA KARENA KRISTUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 29 September 2019)

Kolose 1:24-29

Pendahuluan
Berbicara tentang penderitaan, tidak ada seorangpun yang suka dengan penderitaan termasuk khotbah tentang penderitaan, melainkan menyukai khotbah tentang berkat, mujizat, sorga dan kemuliaan.   Namun dalam surat Kolose kita diarahkan untuk memahami soal penderitaan. Meskipun secara jasmani tidaklah populer khotbah soal penderitaan, melainkan khotbah yang enak adalah khotbah berkat dan surga. Penderitaan merupakan doktrin yang utama dalam firman Allah. Buktinya Yesus menderita untuk menyelamatkan manusia. Dan seorang hamba Tuhan yang menolak memberitakan tentang penderitaan dan terus melewati topik penderitaan akan bersalah dihadapan Tuhan.

Dalam Matius 16:24 memberi penjelasan, bahwa setiap orang yaitu pengikut Yesus harus mengalami penderitaan dengan menyangkal diri dan memikul salib. Matius 16:25, setiap orang yang mau menyelamatkan nyawanya,  yaitu mempertahankan kenikmatan dunia untuk menikmati dosa, akan kehilangan hidup kekal. Dan sebaliknya bila mematikan kenikmatan dunia akan terima hidup kekal. Jadi jika hidup kita hanya berfokus pada pemuasan diri, kita perlu berhati-hati karena ada ajaran soal hidup dalam Yesus tidaklah menderita, hanya hidup makmur – maka pasti orang yang seperti itu akan binasa.

AJARAN KEMAKMURAN
Menjelang kedatangan Yesus kedua kali yang semakin dekat, ajaran yang marak adalah tentang doktrin kemakmuran. Banyak gereja hanya mengkhotbahkan yang enak-enak untuk kepuasan telinga tetapi firman Allah sudah jelaskan bahwa penderitaan adalah bagian dari kekristenan. Perhatikan Kolose 2:24, rasul Paulus bersukacita untuk jemaat Tuhan. Dan ia menuliskan dalam suratnya bahwa ia harus “menggenapkan penderitaan Kristus”. Kata “menggenapkan” jangan salah diartikan. Dengan berpikir bahwa keselamatan yang Yesus telah kerjakan bagi kita di atas kayu salib tidak sempurna. Tetapi ingat penebusan yang telah dikerjakan oleh Yesus sudah diselesaikan dengan sempurna tanpa harus menambahkan apapun.

Efesus 2:8,9 – Tidak ada penderitaan manusia yang mengambil bagian dalam penderitaan Kristus di salib.  Sepenuhnya keselamatan secara sempurna karena karya Kristus. Sebab dituliskan bahwa karena kasih karunia kita diselamatkan bukan hasil usaha kita. Karena jika keselamatan adalah usaha manusia maka akan ada orang yang sombong di surga. Jadi apakah yang dimaksud menggenapi penderitaan dalam Kristus? Perhatikan catatan berikut.

BERBUAT DOSA VS BERBUAT BAIK – 1 PETRUS 2:20
Jika menabur yang baik dan mengalami penderitaan, maka itu adalah kasih karunia Allah.  Firman Allah menjelaskan bahwa ada 2 penyebab atau 2 alasan orang mengalami penderitaan,  yaitu:

  • Menderita karena berbuat dosa (kejahatan)
  • Menderita karena berbuat baik (kebenaran)

TINGKAT PENDERITAAN
Tiga tingkat penderitaan:
1. Penderitaan karena dosa
Orang yang mengalami penderitaan karena berbuat dosa atau melakukan yang jahat pasti orang tersebut masih diluar Kristus. Dan kalau mengaku percaya Yesus namun masih berbuat dosa,  maka ia belum bertobat atau lahir baru (diselamatkan) sebab meskipun ia pergi beribadah, namun ia tetap dalam kejahatan. Oleh sebab itu, perhatikan nasihat rasul Petrus bagi setiap orang percaya dalam 1 Petrus 3:17. Dituliskan lebih baik menderita karena berbuat baik jika kehendak Allah, daripada menderita karena berbuat jahat. Lebih jelas lagi dalam 1 Petrus 4:15, akhir hidup orang yang terus dalam dosa begitu tragis.

Firman Allah menjelaskan bahwa mereka yang tidak bertobat akan mendapat bagian dalam lautan api yang menyala-nyala dan kematian kekal menurut Wahyu 21:8. Dan sebaliknya, akhir hidup orang yang tidak berbuat dosa, Wahyu 21:7, orang tersebut adalah orang yang menang dan akan menerima hidup yang kekal.

2. Penderitan supaya taat
Bila mengalami penderitaan ijinkan Tuhan menegur. Wahyu 3:19 mengatakan orang yang dikasihi Tuhan pasti ditegur dan dihajar oleh Tuhan. Semestinya respon kita adalah menerima teguran dengan rela hati agar tidak binasa. Seperti jemaat Laodikia yang ditegur oleh Tuhan. Perhatikan Wahyu 3:17, sebab inilah kondisi rohani jemaat laodikia yaitu: miskin, buta, malang, telanjang dan melarat dihadapan Tuhan, meskipun mereka kaya jasmani karena surga tidak dapat dibeli dengan uang yang banyak.

MISKIN DAN TELANJANG
Dalam 2 Petrus 1:5-8, dahulu sebelum percaya Yesus, kita ada dalam jurang dosa dan oleh anugrah Kristus kita dipindahkan dari maut kepada iman dan terus bertumbuh sampai kasih agape. Sedangkan jemaat Laodikia miskin dalam kebajikan,  padahal tangga berikutnya kita harus menunjukan kebajikan sebagai bukti pertumbuhan kristen. Mereka juga miskin pengetahuan, karena saat firman Tuhan tidak konsentrasi dalam mendengarkan. Jangan sampai kita juga miskin pengetahuan, sebab tidak serius mendengar firman Tuhan, karena itulah kunci agar tidak mudah digoyahkan. Dan karena ada pengetahuan firman kita mampu menguasai diri, bertekun dan saleh dengan mengikuti firman Allah serta terus kaya dalam kasih persaudaraan sampai sama seperti kasih Yesus.

YESUS MENGASIHI JEMAAT LAODIKIA

  • Karena Yesus tidak mau jemaat Laodikia binasa di dalam neraka maka Yesus tegor dan hajar mereka. Tegor dalam bahasa Yunani: ELENGKHO, artinya orang tua yang mendidik anaknya yang melakukan kesalahan. Dan seperti seorang guru yang mendidik murid. Ketika sang murid salah menulis maka si guru tidak segan-segan menghapus dan memperbaiki kalimat yang salah untuk diperbaiki menjadi
  • Hajar, bahasa Yunaninya: PAIDEO,seperti orang tua mendisiplin anak dengan memberi hukuman agar anak tersebut jera dan tidak mengulanginya. Kalau anak tidak disiplin maka ia akan menderita selamanya.

3. Penderitaan bagi orang lain
Yesus ingin agar pengiringan kita kepada Yesus terus bertumbuh dewasa sehingga bukan seperti anak nakal yang harus ditegor dan dihajar. Tetapi kita menjadi seperti Yesus rela menderita bagi keselamatan orang lain.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s