MENDERITA KARENA KRISTUS – oleh Pdt. J.S. Minandar ( Ibadah Raya – Minggu, 6 Oktober 2019)

Kolose 1:24-29

Minggu lalu kita fokus pada ayat 24, bahwa ayat tersebut bukan berbicara tentang penderitaan Kristus yang tidak lengkap sehingga rasul Paulus harus menderita lagi agar genap. Sebab ada sebuah pernyataan bahwa penderitaan Yesus belum lengkap di atas kayu salib. Kolose 1:24 memberi ajaran bahwa penderitaan membawa kepada pertumbuhan menuju kedewasaan. Jadi setiap kita setelah diselamatkan, jangan hidup hanya untuk kesenangan diri kita, melainkan hidup juga juga bagi orang lain, sama seperti Kristus yang menderita bagi kita.

Rasul Paulus rindu jemaat bertumbuh sebab ada 3 tingkat penderitaan Kristen:
1. Menderita karena dosa (kejahatan)
Menderita bukan karena hidup bagi Yesus melainkan karena berbuat dosa. Sebab siapa menabur angin akan menuai badai. Dan orang Kristen yang memiliki cara hidup demikian adalah kristen KTP. Hidup yang belum sungguh-sungguh dalam pengiringannya kepada Tuhan. Ada banyak orang Kristen yang seperti ini, bahwa melanggar UUD pemerintah juga melawan tuan dalam pekerjaan sehingga dipenjara dan ada yang dihukum mati. Bahkan orang Kristen KTP yang tidak bertobat, akan menerima ganjarannya dalam api neraka. Dalam 1 Petrus 3:17; 4:5 – jika ada jemaat yang masih Kristen KTP, maka gembala wajib menegurnya. Dan bila tidak bertobat, maka ia dianggap sama dengan orang yang tidak mengenal Yesus.

2. Menderita supaya taat
Sedang orang kristen yang sudah lahir baru, dibaptis dan percaya sungguh-sungguh kepada Yesus, namun tidak alami pertumbuhan akan terus dididik oleh Tuhan. Ia mengalami penderitaan atau ajaran Tuhan karena hidup kekristenan yang demikian harus disiplin sehingga menjadi anak yang taat. Yesus tidak membenci orang kristen yang demikian,  melainkan karena Tuhan mengasihi dia.

Contoh: Jemaat Laodikia (Wahyu 3:17) – kondisi rohani jemaat Laodikia dalam pandangan Tuhan adalah melarat, malang, miskin, buta dan telanjang. Telanjang yang dimaksudkan adalah seperti kondisi Adam dan Hawa saat ada dalam dosa, maka penderitaan diberikan untuk mendidik mereka. Wahyu 3:9, Tuhan meminta kerelaan hati jemaat Laodikia untuk dihajar dengan mengijinkan Yesus menegur mereka sampai sadar.

1 Korintus 11:32 – tujuan Tuhan mendidik umat-Nya, agar kita tidak dihukum bersama-sama dengan orang yang tidak mengenal Tuhan, melainkan mengalami pertobatan.

3. Menderita bagi orang lain
Poin ke tiga, merupakan poin bagi orang Kristen yang bertumbuh. Karena mereka mengalami penderitaan bukan karena kejahatan mereka dan bukan juga karena tidak taat sehingga mengalami didikan, melainkan karena suatu kesediaan untuk menderita bagi orang lain. Penderitaan disini bukan karena berbuat kesalahan demi orang lain atau berbuat kejahatan demi orang lain, seperti orang yang belum kenal Yesus. Melainkan rela menderita agar orang lain agar dapat menerima keselamatan, percaya kepada Yesus bahkan mengalami pertobatan. Tahap ke tiga ini dilaksanalan oleh mereka yang sungguh-sungguh mencari Tuhan dan hidup bagi Tuhan, yaitu menjadi pengikut Yesus yang sejati.

Meskipun terkadang penderitaan membuat menjadi kita lemah, padahal kita sudah melakukan dengan sungguh-sungguh, biarlah kita terus bertahan dalam ujian. Sebab Matius 16:24, menuliskan bahwa kita harus menyangkal diri dan memikul salib. Kata memikul salib dalam ayat ini mengandung arti suatu kesiapan menderita memikul salib demi keselamatan, pertumbuhan dan kemajuan rohani bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi pertumbuhan orang lain.

Contoh-Contoh Penderitaan Bagi Keselamatan Orang Lain
1. Tuhan Yesus untuk keselamatan umat manusia
Ibrani 5:8, sesungguhnya Yesus sebagai anak Allah tidak perlu menderita karena salib. Namun karena melihat manusia membutuhkan keselamatan, maka Yesus diutus dan dengan taat Yesus turun menjadi manusia.

2. Rasul Paulus menderita untuk jemaat Galatia
Galatia 4:19, rasul Paulus rela menderita berkali-kali bagi jemaat Galatia agar ada jemaat yang bertobat. Penderitaan yang berat Paulus hadapi untuk keselamatan mereka sehingga jemaat Galatia bertumbuh. Namun pada akhirnya jemaat Galatia justru turut mengikuti ajaran sesat. Tidak ada penderitaan yang lebih berat atau menyakitkan selain ketika gembala melihat ada jemaat yang dijerat dalam ajaran sesat.

3. Rasul Paulus menderita untuk jemaat di Korintus
2 Korintus 11:2-3, jemaat Korintus adalah jemaat yang dibentuk dan dibimbing rasul Paulus. Digambarkan seperti seorang anak gadis yang dipelihara dan diajar sampai menjadi wanita dewasa. Lewat berbagai penderitaan rasul Paulus lalui untuk mempersiapkan anak gadisnya untuk dipertunangkan dengan satu laki-laki yaitu Kristus, tetapi anak gadis yang telah bertumbuh malah melirik yang lain yaitu ajaran sesat. Sungguh ini menyakiti hati rasul Paulus. Jadi rasul Paulus rela menderita demi pertumbuhan dan kedewasaan jemaat di Korintus. Dengan berbagai tantangan, ia tetap berjuang.

4. Kisah empat orang yang mengusung temannya
Markus 2:1-12, menuliskan kisah tentang empat orang membawa teman mereka karena sakit lumpuh sebab empat orang temannya ingin satu sahabatnya ini sembuh. Maka mereka mulai bersepakat untuk mengusung ia agar berjumpa dengan Yesus dan disembuhkan. Namun ada beberapa hal yang mereka hadapi.

Identifikasi:
Penyebab keempat orang ini tidak tembus masuk untuk berjumpa dengan Yesus :

1). Orang-orang yang ada dalam rumah adalah orang yang ingin berjumpa Yesus
2). Ada yang datang karena membutuhkan kesembuhan dari Yesus.
3). Para penonton yang datang hanya untuk melihat perbuatan Yesus.
4). Orang yang menjadi penghalang (batu sandungan)
5). Orang farisi dan ahli taurat yang datang secara khusus untuk mengkritik dan mempersalahkan Yesus.
6). Empat orang yang datang untuk melayani dan bersedia menderita untuk kebaikan, kemajuan dan pertumbuhan orang lain.

Bentuk Penderitaan
1. Dikecewakan orang-orang yang egois, namun 4 orang pengusung itu tidak menyerah.

2. Rela kerja keras dan berkorban, menyatukan hati melewati jalan lain dengan berkorban menaikkan temannya yang lumpuh ke atas rumah sehingga mereka dapat berjumpa dengan Yesus.

Bila kita memiliki sikap demikian, seperti keempat orang itu yang rela mengusung temannya yang sakit sampai berhasil bertemu dengan Yesus, maka kita semakin kokoh dalam Tuhan, menjadi orang kristen yang dewasa dalam Tuhan.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s