BERKAT DARI SUMBER HIKMAT seri 4 : PEMULIHAN ROHANI dan JASMANI  (Ibadah Raya 2 – Minggu, 13 Oktober 2019 oleh Pdt. Gideon Santoso)

AMSAL 3:7-8

Pendahuluan
Keseluruhan Amsal pasal 3-9 Merupakan nasihat firman, dimana Allah mengambil peran seperti seorang Bapa yang menasihati anak-anak-Nya. Tiga nasihat sudah kita pelajari dari pasal 3 dan kita masuk pada nasihat yang ke empat.

Amsal 3:7-8  “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan. Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.”

Dari nasihat ayat tersebut, ada tiga hal yang dapat kita pelajari:
1. “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak….”
Menganggap itu artinya menilai diri sendiri bijak atau merasa dirinya bijak. Mengapa Tuhan melarang kita untuk merasa diri bijak ? Orang yang merasa atau menilai dirinya bijak biasanya mudah merendahkan orang lain dan merasa dirinya lebih tahu, lebih pintar dari yang lain. Orang model seperti ini akan bertentangan dengan nasihat Tuhan.
Amsal 3:7b “…Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.”

Contoh : 2 Samuel 6:1-8 tentang Daud. 

  • Ayat 1-2 : Daud mempunyai maksud baik dan mulia, memindahkan Tabut Allah (media hadirat Allah) dari Kiryat Yearim ke Yerusalem. Kali ini Daud tidak bertanya kepada Allah soal bagaimana cara yang benar memindahkan Tabut Allah itu.
  • Ayat 3-5: Dengan memakai pemikirannya sendiri, ia memindahkan Tabut Allah dengan tidak sesuai aturan Tuhan. Tabut Allah harusnya dipikul oleh para imam sesuai aturan Tuhan karena tidak boleh sembarangan orang yang boleh menyentuh dan memindahkannya.
  • Ayat 6-7 : Murka Allah bangkit dengan membunuh Uza ketika menyentuh Tabut Allah, meskipun maksudnya baik mau menyelamatkan Tabut Allah yang oleng hampir jatuh. Ada korban kematian karena Daud yang merasa dirinya bijak dengan menggunakan caranya sendiri, tetapi mengabaikan aturan Tuhan.
  • Ayat 8 : Daud marah atas kebodohannya, yang membuat Uza menjadi korban dan Daud menjadi takut akan Tuhan (Ay. 9.) Daud melakukan pemindahan Tabut Allah kedua kalinya sesuai dengan aturan Tuhan yaitu dengan dipikul oleh para imam.
  • Ayat 12-15: Hasilnya Tuhan berkenan atas apa yang Daud lakukan, karena Daud tidak lagi memakai caranya sendiri tetapi memakai aturan Tuhan.

Pelajaran buat kita adalah jangan memakai cara kita dalam kita mengangkat hadirat Tuhan, tapi pakailah ketetapan firman Tuhan. Ada banyak maksud baik dengan tujuan yang juga baik, tetapi Tuhan justru sebaliknya tidak berkenan karena kita sering memakai cara dan kebijakan kita sendiri dan mengabaikan apa yang Tuhan kehendaki sesuai dengan aturan firman-Nya.

Ada banyak gereja Tuhan yang terjebak dalam hal seperti ini. Untuk mengangkat hadirat Tuhan dalam ibadah memakai berbagai cara tampilan dan suasana yang hingar bingar, lagu-lagu baru yang semangat dan dimodifikasi seruan-seruan semangat. Sebenarnya tidaklah salah, pertanyaannya adalah “Apakah Tuhan benar-benar berhadirat diatas puji-pujian yang demikian dan berkenan?” Bagaimana kondisi hati dan rohani pembawa pujiannya, pemain musiknya hampir tidak pernah menjadi perhatian, yang penting tampilan luar. Kalau sudah seperti ini, hadirat Tuhan bukannya membawa berkat, tetapi malah hukuman.

Contoh lain 1 Samuel 15:1-23 tentang Raja Saul.

  • Ayat 1-3
    Raja Saul mendapat perintah dari Tuhan untuk menumpas bangsa yang jahat yaitu Amalek. Tuhan perintahkan tumpas habis tanpa sisa termasuk binatang ternak yang ada di sana.
  • Ayat 4-9
    Saul melaksanakan perintah Tuhan memerangi bangsa Amalek, tetapi tidak menumpas semuanya. Rajanya Agag dan kambing domba lembu yang gemuk tidak ditumpas, hanya yang kurus yang ditumpas.  Apa alasan Saul ketika ditanya oleh nabi Samuel ?
    1 Samuel 5:15 “Jawab Saul: Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan Allahmu, tetapi selebihnya telah kami tumpas.” Alasan Saul terlihat baik dan rohani, untuk dipersembahkan kepada Tuhan, hal itu diucapkan Saul sampai dua kali.
  • Ayat 15,21
    Tuhan marah dan kecewa kepada Saul, Tuhan ungkapkan kekecewaan-Nya kepada nabi Samuel.
    1 Samuel 5:10-11 “Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian. Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku, maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.”
    1 Samuel 5:22 “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

Dua kesalahan Saul dalam hal ini :
1).  Saul ingin dianggap bijak oleh rakyatnya sehingga ia membiarkan mereka untuk tidak membunuh Raja Agag dan menyisakan lembu kambing domba yang gemuk-gemuk, padahal perintah Tuhan sangat jelas tumpas semuanya tanpa sisa.
2).  Saul ingin dihargai dan dihormati rakyatnya dari pada menghormati dan mentaati perintah Tuhan.

Pelajaran buat kita :
Jangan mencari hormat dan pujian manusia dengan mengesampingkan rasa hormat dan ketaatan kepada perintah Tuhan. Tuhan sangat kecewa dengan Saul meski Tuhan sendiri yang memilihnya menjadi Raja pertama di Israel. Sehebat apapun prestasi kita, sebaik apapun yang yang kita kerjakan kepada Tuhan, semua tidak ada artinya bahkan mengecewakan Tuhan, kalau semuanya dilakukan dengan kebenaran diri sendiri, caranya sendiri dan mengesampingkan rasa hormat dan tunduk untuk dengar-dengaran kepada Tuhan.

2. “Takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan.”
Takut disini adalah menaruh hormat dan mentaati perintah Tuhan dengan tunduk dan patuh. Menjauhi kejahatan adalah tindakan untuk tidak mengecewakan Tuhan. Dan hanya orang yang benar-benar takut akan Tuhanlah yang pasti menjauhi kejahatan.

3. “..Itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.”
Takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan, hal ini sama manfaatnya seperti makanan bagi tubuh jasmani kita, membuat sehat jiwa dan kerohanian kita. Orang yang merasa bijak dan tidak takut akan Tuhan itu, seperti dosa yang membawa penyakit pada tubuh dan tulang kita.

Mazmur 38:4 “Tidak ada yang sehat pada dagingku oleh karena amarah-Mu, tidak ada yang selamat pada tulang-tulangku oleh karena dosaku.”

Tuhan akan pulihkan kondisi rohani dan jasmani kita dengan menjaga diri senantiasa tunduk dan taat kepada firman-Nya dan menjauhkan diri dari kejahatan apapun.

Dosa pertama terjadi di sorga oleh malaikat Lusiel karena hilangnya rasa hormat dan tunduk kepada Allah. Ia merasa dirinya hebat, merasa dirinya layak untuk sejajar dengan Allah. Allah lempar ia ke bumi dan namanya diganti dengan Lucifer.

Efesus 5:21 “ …Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.”

Kondisi kerohanian kita akan berpengaruh pada jiwa dan tubuh kita, sedangkan kondisi kerohanian kita dipengaruhi pada seberapa taat dan tunduknya kita kepada firman Tuhan. Tuhan ingin kondisi roh, jiwa dan tubuh kita dipulihkan sehingga terpelihara sempurna dengan tidak bercacat, sampai kepada kedatangan Tuhan (1 Tes. 5:23).

Dosa level tubuh : perzinahan, percabulan dan semua dosa yang dilakukan dengan alat anggota tubuh kita. Dosa level jiwa : semua firman Tuhan yang kita ketahui tetapi tidak dilakukan, tahu dan mengerti tetapi tidak dilakukan, ini sama dengan sakit jiwa, karena semua kehendak dan keinginannya tidak tunduk kepada firman tetapi kepada hawa napsunya sendiri. Sedang dosa level roh :  hal-hal yang tersembunyi, seperti iri hati, kebencian, penyembahan berhala. Semuanya ini harus kita jauhkan, mohon Roh Kudus memulihkan semuanya dan hidup dalam kerendahan hati, ketaatan kepada Kristus.

Bagaimana caranya untuk kita dapat senantiasa belajar untuk merendahkan diri ?  Perhatikan nasihat Rasul Paulus.

Filipi 2:5 “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

 Ketika kita menaklukan pikiran dan perasaan kita kepada pikiran dan perasaan Yesus, maka Roh Kudus akan memampukan kita hidup dalam kerendahan hati.

Filipi 2:6-7 “…. Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” 

Kata mengosongkan diri itu artinya Tuhan rela kehilangan hak-Nya dan menjadi hamba.

Filipi 2:8 “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Kerendahan hati karena taat dan tunduk kepada perintah Tuhan adalah kerelaan untuk menderita bagi keselamatan oran lain.  Mari kita adakan pemulihan kondisi rohani kita yang akan berpengaruh pada jasmani kita, sehingga senantiasa berkenan kepada Tuhan.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s