KRISTEN POHON ZAITUN – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 13 Oktober 2019)

Mazmur 52:1-11
“Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.”  Mazmur 52:10

PENDAHULUAN
Mazmur ini ditulis saat Daud dikejar Saul dan Daud ada di rumah Tuhan saat imam Ahimelekh melayani dirumah Tuhan, 1Sam. 22:9-10. Daud sedang dalam keadaan yang sangat genting karena tindakan Doeg berpotensi untuk menghancurkan masa depan serta membahayakan keselamatan jiwa Daud, namun Daud tetap berkomitmen dan tidak mengeluh.

  • Ayat 3-6: kita melihat Doeg yang bangga dengan kejahatannya terhadap orang yang dikasihi Allah. Jangan pernah lemah dan kecewa jika kita diperhadapkan kondisi seperti Daud dan menemukan tantangan yang digambarkan seperti Doeg yang menipu, berdusta dan melakukan kejahatan. Perlu kita ketahui dan yakini seperti Daud bahwa mereka akan dirobohkan oleh Allah.
  • Ayat 7-9: Daud punya keyakinan bahwa tindakan Doeg itu akan mendatangkan cemoohan serta kehancuran bagi diri Doeg sendiri.

Apa yang Daud lakukan?

  • Dalam kondisi seperti ini Daud berkomiten dalam dirinya sebagai “Pohon Zaitun” yang menghijau (ayat 10). Ia yakin tidak ada kekuatan apa pun yang akan mengubah rencana Allah bagi dirinya dan menggagalkan rencana Tuhan dalam hidupnya. Daud siap berjuang dan bekerja keras untuk tetap kuat dalam proses rencana Allah bagi dirinya.
  • Dalam kondisi seperti ini Daud berkomitmen dalam dirinya untuk selalu “Bersyukur” kepada Tuhan karena Tuhan yang bekerja di dalam pergumulannya. Keyakinan yang luar biasa inilah yang mendorong Daud untuk bersyukur dan bersaksi akan kesetiaan dan kemuliaan Tuhan senantiasa tanpa tergantung pada situasi maupun keadaan (perhatikan  ayat 11).

POHON ZAITUN
Daud berkomitmen bahwa ia akan tetap seperti  pohon zaitun. Pohon zaitun adalah pohon yang memerlukan waktu yang lama untuk bertumbuh dan membutuhkan proses yang begitu lama untuk dapat dikagumi, dapat kuat, berbuah.

Pohon ini melambangkan keindahan, kekuatan, kedamaian, kelimpahan, bahkan berkat ilahi. Jika kita lihat kerohanian Daud yang dewasa dan kepribadiannya yang matang maka Daud tidak lepas dari namanya ‘proses’ yang  Daud hadapi dalam kehidupannya.

Kehidupan orang percaya seringkali Alkitab ibaratkan seperti pohon atau tanaman yang harus mengalami pertumbuhan fase demi fase:  mulai dari bertunas, berakar, bertumbuh dan kemudian berbuah. Inilah kehidupan Kristen yang normal yaitu kehidupan yang terus bertumbuh secara rohani.

Efesus 4:13 “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Artinya hidup Kristen adalah hidup yang terus berproses, dinamis, bergerak maju, aktif dan tidak statis. Namun banyak orang yang sudah mengikut Tuhan atau menjadi Kristen selama bertahun-tahun kehidupan rohaninya tidak mengalami perubahan yang berarti, tidak ada kemajuan, seperti berjalan di tempat.  Jika demikian berarti kekristenan mereka sudah mati, walau secara kasat mata masih tampak melakukan aktivitas kerohanian yang mungkin tak lebih dari sekedar rutinitas. Kehidupan rohani orang percaya seharusnya seperti pohon zaitun.

TENTANG POHON ZAITUN
1. Akar pohon zaitun pun sangat kuat sehingga tidak mudah dicabut atau dipindahkan ke tempat lain, itulah sebabnya ia dapat hidup dalam waktu yang sangat lama.
Akar pohon zaitun ke dalam dan mencari sumber air, dapat menembus tanah hingga 6 meter dan menjalar ke kanan dan kiri. Nah, inilah rahasia ketangguhan pohon zaitun bisa berumur panjang, kuat, dan tetap menghasilkan buah.

Maksud dari akar yang dalam mencari sumber air artinya kerinduan yang terus ada untuk selalu terhubung dengan Tuhan dan inilah yang menjadi kristen pohon zaitu yaitu kristen yang terus terhubung dengan Tuhan.

Yeremia 17:8 “…Ia akan seperti pohon yang ditanam ditepi air yang merambatkan akar-akarnya ketepi batang air,…”

Menjadi pertanyaan buat kita, bagaimana dengan hubungan kita dengan Tuhan hari-hari ini? Apakah kita justru lemah dan semakin menjauh? Ketika kita terhubung dengan Tuhan akan ada ketenangan ditengah goncangan, akan ada kekuatan disaat alami kelemahan, akan ada kesegaran disaat kita mulai tidak bergairah melakukan segala sesuatu, ada harapan ditengah keputusasaan (Mazmur 62:9).

Apa ciri-ciri orang yang dekat atau terhubung dengan Tuhan?

  • Percaya kepada Tuhan setiap waktu.
    Dalam kondisi dan keadaan apapun yang dialami oleh pengikut Kristus jika ia terhubung dengan Tuhan maka ia akan terus percaya, Mazmur 52:10b.
  • Mencurahkan isi hatinya hanya kepada Tuhan.
    Kebiasaan manusia bila menghadapi masalah adalah menceritakannya kepada orang yang dekat dengan kita. Tapi disini kita bisa melihat yang Tuhan kehendaki ialah kita terbuka pada Tuhan. Bukan hanya dalam hal masalah saja kita harus jujur kepada Tuhan tapi dalam hal berkat, kita juga harus terbuka padaNya. Jika kita dekat dengan Tuhan kita tidak akan menyembunyikan sesuatu dari Tuhan. Apabila kita jujur di hadapan Tuhan maka semua akan Tuhan proteksi.
  • Tidak akan pernah ragu dengan Tuhannya (Yakobus 1:6-8).
    Sekalipun ada banyak penderitaan yang dialami, dia akan tetap menaruh kepercayaannya hanya pada Tuhan saja. Kita harus bangkit, jangan hanyut dengan masalah, jangan tertekan karena kesulitan. Dunia boleh bergoncang, badai boleh datang tapi kita sebagai anak Tuhan jangan mau dibawa oleh gelombang. Selama Tuhan di sisi kita, tidak ada yang bisa menyentuh kita. Amin.

2. Jenis pohon yang dapat bertahan hidup ribuan tahun lamanya.  Ini berbicara tentang kesetiaan kita mengiring Tuhan.
Wahyu 2:10b- “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

Semakin kita setia kepada Tuhan, semakin kita melekat kepada-Nya, semakin kita beroleh kekuatan untuk menghadapi angin, badai dan gelombang kehidupan.

Badai apa yang sedang saudara hadapi, gelombang besar yang datang tidak akan membuat kita lemah dan mundur tetapi kita akan tetap berdiri kokoh dan terus jadi berkat . Tekanan dan ancaman yang dialami oleh Daud mungkin juga sudah atau suatu saat akan kita alami tapi bukankah kita adalah orang-orang yang dikasihi Allah? Karena Ia sudah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk kita.

Tak ada satu kekuatan pun yang dapat menghancurkan kita atau rencana Allah bagi hidup kita, maka bersiaplah senantiasa dan tetap kuat dan setia karena Tuhan akan menggenapi rencana-Nya dalam kehidupan kita. Maka dari itu kita harus seperti pohon zaitun yang tertanam di rumah Tuhan, yang sekali tertanam akan tetap tertanam sampai selama-lamanya artinya belajarlah untuk tetap setia.

3. Pohon zaitun adalah pohon yang menghasilkan minyak.
Minyak zaitun pada masa itu sering dipakai untuk mengurapi raja, disamping untuk keperluan hidup sehari-hari, dimana semua orang membutuhkannya.

Hidup Kristen adalah hidup yang harus menghasilkan buah baik yang dapat dinikmati banyak orang, menjadi berkat bagi orang lain. Orang dapat mengenal kita dari buah yang kita hasilkan  Matius 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?

Matius 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Setiap pohon yang tidak berbuah akan dipotong dan pohon yang  berbuah baik pasti memberi diri untuk terus dibersihkan supaya banyak berbuah.

Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

 Ilustrasi tentang hidup yang menjadi berkat “EMAS DAN TANAH”
Emas berkata kepada Tanah.
“Coba lihat pada dirimu.. suram.. dan lemah.. Apakah engkau memiliki cahaya mengkilat seperti aku..?? Apakah engkau berharga seperti aku.. ??”

Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon. Bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yang lain, apakah kamu bisa.. ??”

Emas pun terdiam seribu bahasa..!!

Dalam hidup ini banyak orang yang seperti emas yang berharga, menyilaukan tetapi  tidak bermanfaat bagi sesama. Sukses dalam karir, rupawan dalam paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.

Tapi ada juga yang seperti tanah. Posisinya biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun. Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain. Jika keberadaan kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang, barulah kita benar-benar bernilai.

Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi kita, keluarga dan orang lain.
Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yang membutuhkan.
Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.
Karena hidup ini adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.
Apakah kita seperti ‘Tanah’ atau ‘Emas’ ?

Galatia 6.10  “Karena itu selama masih ada kesempatan bagi kita,marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”

Galatia 6: 2 “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu, demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.”

Kesimpulan
Jadilah Kristen pohon zaitun yang terus terhubung dengan Tuhan, bertahan dalam kesetiaan, selalu menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s