PEMBUNUH RAKSASA seri 14 – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya 3 – Minggu, 20 Oktober 2019)

1Samuel 17

Para pembunuh raksasa mengetahui rahasia untuk mencapai kemenangan. Kemenangan para pembunuh raksasa selalu dimulai dari membunuh raksasa yang ada dalam dirinya sendiri bukan yang dihadapinya. Inilah jejak kemenangan yang ditinggalkan Daud bagi kita. Kemenangan Daud mengalahkan Goliat diawali dari kemenangannya mengalahkan raksasa yanga ada dalam dirinya. Beberapa raksasa yang ditundukkan Daud adalah “ketakutan” (seri 12) dan “kemustahilan” (seri 13).

Setiap orang memiliki rasa takut, namun jangan ijinkan rasa takut membunuh keberanian kita, sehingga menyerah sebelum peperangan terjadi. Seperti para prajurit dan raja Saul, Daud juga memiliki rasa takut, tetapi Daud tidak mengijinkan rasa takut menghentikan langkahnya maju melawan Goliat. Dengan penuh keyakinan Daud menghadapi Goliat dan membunuhnya tanpa pedang di tangan.

Sekarang marilah kita lihat raksasa selanjtnya yang dibunuh Daud yaitu “TAWAR HATI”

  1. Pembunuh raksasa memilih membunuh raksasa dalam dirinya, yaitu : TAWAR HATI

1Samuel 17:10,11
Pula kata orang Filistin itu: “Aku menantang hari ini barisan Israel;
berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang.”

Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan.

Empat puluh hari empat puluh malam teriakan tantangan diperdengarkan Goliat kepada barisan perang Israel. Akibatnya mereka tawar hati dan sangat ketakutan. Tak seorangpun berani maju menghadapi tantangan Goliat, sampai muncul seorang anak muda, penggembala domba ayahnya yaitu Daud.

Jika kita memperhatikan bahasa Ibrani, kata cemas ditulis dengan kata Khatat. Kata ini memiliki beberapa arti, yaitu:
1. Hilang keberanian.
Orang yang tawar hatinya akan kehilangan keberanian untuk menghadapi apapun yang ada di depannya. Peperangan belum dimulai, genderang perang belum juga dibunyikan, tetapi Saul beserta seluruh pasukan perang Israel tak ada yang berani melawan Goliat. Inilah yang disebut tawar hati. Jangan beri tempat tawar hati dalam hidup kita, sebab ia akan membunuh semua keberanian yang kita miliki. Penulis amsal dalam Amsal 24 : 10 dengan cermat mengatakan: Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Contoh lain dapat kita lihat dalam kitab Ulangan, orang-orang yang tawar hati tidak berani memasuki tanah perjanjian.

Ulangan 1:28
Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.

2. Tidak bersemangat / tidak antusias
Orang yang tawar hati tidak memiliki semangat atau gairah apapun yang ditawarkan kepadanya. Kesenangan atau hadiah yang besar tidak ada artinya apa-apa bagi orang yang tawar hati.

3. Putus harapan
Arti yang ketiga dari kata Khatat adalah putus harapan. Orang yang tawar hati tidak lagi memiliki harapan akan kemenangan ataupun masa depan. Bagi orang yang tawar hati semuanya suram dan tidak menjanjikan. Hal ini nampak jelas dalam diri bangsa Yehuda yang sedang membangun tembok Yerusalem dibawah pengawasan Nehemia.

Nehemia 4:10  Berkatalah orang Yehuda: “Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.” Lihatlah keputusasaan yang menyergap bangsa Israel, secara bersama mereka berkata: tak sanggup kami membangun kembali tembok ini.

PENYEBAB TAWAR HATI
1. Intimidasi bertubi-tubi
1Samuel 17:16
Orang Filistin itu maju mendekat pada pagi hari dan pada petang hari. Demikianlah ia tampil ke depan empat puluh hari lamanya.

Hati-hatilah dengan sesuatu yang berulang, karena persitiwa yang terulang dapat memberi dampak makin dalam atau makin berat. Hal ini seperti paku yang dipukul dengan palu. Sekalipun pukulan itu tidak keras namun berulang-ulang, paku menancap makin dalam. Itulah kuasa intimidasi yang bertubi-tubi. Ia membunuh kekuatan dan keberanian lawan secara pelan-pelan.

2. Fokus kepada lawan, kesulitan dan tantangan
1Samuel 17:14
Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan.

Tawar hati terjadi jika hati dan pikiran kita terfokus kepada masalah yang dihadapi. Ketahuilah sesuatu yang kita perhatikan akan nampak semakin besar. Bangsa Israel fokus perhatiannya hanya kepada Goliat sehingga dalam pandangannya Goliat nampak semakin besar dan kuat. Akibatnya mereka semua tawar hati.

MENGALAHKAN TAWAR HATI
A. Berilah makan kepada iman Anda, bukan kepada persoalan Anda.
Menang atau kalah dalam hidup tergantung siapa yang kita beri makan, iman atau masalah? Yang kita besarkan itu yang akan keluar menjadi pemenang. Oleh sebab itu besarkan iman kita bukan masalah kita. Berilah makan kepada iman kita agar kita memiliki keberanian menghadapi tantangan dan kesulitan.

B. Arahkan pandangan Anda kepada hadiah kekal, 1Samuel 17:25-26.
Saul menjanjikan hadiah bagi siapa saja yang berhasil mengalahkan Goliat. Tidak tanggung-tanggung hadiahnya, dijadikan menantu raja dan diberikan kekayaan yang banyak. Bagi Daud bukan itu yang menarik, baginya membela kehormatan raja diatas segala raja lebih utama. Daud tidak rela nama dan kehormatan Tuhan dihina dan direndahkan oleh Goliat. Itulah sebabnya ia tidak takut menghadapi Goliat walau mati sekalipun demi hadiah kekal yang akan diterimanya.

Demikian halnya dengan rasul Paulus, sekalipun mengalami berbagai kesulitan namun ia tidak pernah tawar hati karena pandangannya ditujukan kepada kekekalan bukan kepada yang sementara (2 Kor 4:16-18).

C. Arahkan pandangan Anda kepada TUHAN yang memberi kemenangan
1Samuel 17:47
dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Daud mengarahkan pandangannya kepada Tuhan yang memberi kemenangan. Dengan yakin ia berkata : “Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”

Apakah yang sedang Anda alami saat ini? Seberat dan sebesar apapun beban yang menindih jangan tawar hati. Arahkan pandangan kepada Tuhan Yesus yang memberi kemenangan.

Ibrani 12:3
Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
Perjamuan suci merupakan sarana untuk mengingat Tuhan.

Lihatlah di Golgota, di sana Tuhan Yesus mati untuk menebus dosa kita. Tahukah Anda saat berjalan dari Getsemani menuju Golgota berulang kali Tuhan Yesus jatuh dengan salib dipundakNya. Lihatlah, sekalipun dengan langkah yang tertatih-tatih, penuh kelemahan dan kesakitan, Tuhan Yesus tidak menyerah untuk kita. Dia terus memikul salib hingga ke Golgota agar keselamatan menjadi miliki kita. Sekali lagi, Tuhan tidak menyerah untuk kita, apakah kita ingin menyerah karena beban yang kita alami? Jangan menyerah, jangan tawar hati, teruslah melangkah, lihatlah Tuhan yang penuh cinta rela menderita bagi kita. Tuhan memberkati. KJP!

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s