Setia Sampai Akhir – oleh Pdt. Yaveth Montalili, GPdI Magelang (Ibadah Raya 1 – Minggu, 20 Oktober 2019)

2 Timotius 4:6-8

Jika diperhatikan ini adalah nasihat dan dorongan rasul Paulus kepada Timotius sebagai gembala jemaat di Efesus. Bahwa Timotius harus siap sedia setiap waktu untuk menyampaikan kebenaran firman Allah. Firman yang menasihati, menegur dan membangun sebab dalam ayat 3 dikatakan akan ada orang-orang  kristen yang akan menghadapi kerohanian yang tidak sehat. Inilah zaman akhir, sebab tujuan mereka bukan untuk menegur dosa, melainkan untuk kesenangan diri dan memuaskan telinga.

Dalam 1 Raja 22:1-18 diceritakan bahwa Israel dibawah pimpinan Ahab untuk melawan bangsa lain dan 400 nabi Baal, mereka dikumpulkan untuk meminta petunjuk. Dan ucapan Baal menyenangkan hati Ahab dan Yosafat. Maka datanglah Mikha, nabil yang dibenci Ahab dan nubuatannya berbeda denga Nabi Baal.

Inilah fenomena zaman akhir.  2 Tim 4:6 – Paulus berkata bahwa sekalipun penyesat ada,  kita harus mampu menguasai diri, sabar menderita dan tetap melakukan pemberitaan injil. Pemberitaan injil adalah tugas orang percaya.

Ayat 6-8, Paulus menyampaikan tentang doktrinnya dan kehidupannya sebagai orang percaya sekaligus sebagai rasul. Tentang hidup dalam iman:

Penderitaan, ay. 6
Penderitaan yang dialami rasul Pulus sebagai bentuk pencurahan darah yang dik1orbankan kepada Tuhan.

2 Kor 11:23-27, ucapan rasul Paulus ini adalah fakta tentang perjuangannya dalam pelayanan. Karena memberitakan injil ia ditangkap dan dimasukan ke penjara. Dan 195 kali rasul Paulus dicambuk (ayat 24). Dan selanjutnya ayat 25-27 adalah tantangan yang dihadapi Paulus, yang begitu besar. Melihat kisah rasul Paulus ini, belum tentu kita mampu melewatinya.

Bertanding dengan baik adalah bertanding dengan cara yang baik, sesuai firman Allah. Apa sebab Paulus bertahan sampai akhir:
A. Paulus membangun fanatisme yang kuat kepada yang ia percayai. Roma 1:16, injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya.

B. Pokok pikiran mengenai penderitaan bagi kristus adalah anugrah. Filipi 1:29, menderita dalam pelayanan adalah anugrah Allah.

C. Roma 8:18, Paulus melihat bahwa penderitaan yang akan dialaminya akan mendapat kemuliaan yang besar. Penderitaan di dunia bersifat sementara.  2 Kor 4:17, penderitaan yang ia alami di dunia ini tidaklah seberapa.

2 Kor 10:11, pencobaan yang kita alami adalah pencobaan biasa. 1 Kor 9:25, ada mahkota dalam pertandingan.

Rom 8:26, Roh Kudus membantu dalam kita berdoa kepada Tuhan. Penolong yang membantu kita dalam menghadapi tantangan.

Roma 8:31, 35-37, Paulus mengetahui kalau Allah bersama dengannya. Dan kasih Tuhan memampukan dan memberikan kemenangan. Penyertaan Allah dan kasih Allah menyertai Paulus.

Penutup
Setialah sampai akhir meskipun ujian dan tantangan semakin berat. Berpegang pada iman,  penderitaan dalam Kristus adalah anugrah dan tidak melebihi kekuatan, ada Roh Kudus serta kasih Allah yang senantiasa menyertai orang yang sungguh-sungguh percaya Yesus

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s