JEMAAT YANG MELAYANI TUHAN – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 27 Oktober 2019)

Kolose 1 : 24 – 29

PENDAHULUAN
Dalam pembahasan 3 minggu lalu, dalam tema menderita bagi Kristus, dijelaskan bahwa Allah dapat melihat kualitas kekristenan orang percaya melalui kesetiaan, korban, pelayanan dan dari banyak hal. Dan salah satunya juga dapat terlihat melalui penderitaan yang dialami.  Sudah dijelaskan bahwa ada 3 tingkat penderitaan kekristenan, yaitu:

1. Menderita karena kejahatan sebab dosa dan pelanggaran
Mereka yang menderita dalam tahap ini adalah kristen KTP. Artinya, fisik mereka pergi ke gereja, namun kehidupan kekristenannya tidak sungguh-sungguh pada Tuhan, melainkan hidup dalam dosa dan jika mereka terus berbuat dosa sampai hari matinya, mereka akan masuk dalam neraka.

2. Menderita supaya taat
Inilah tipikal kristen yang sudah hidup dalam Yesus, namun masih mengalami banyak teguran dan hajaran dari Tuhan. Mereka diumpamakan seperti domba yang mengikuti gembala, namun masih melenceng. Artinya, ia sangat mudah terpengaruh, seperti domba yang  ikut-ikutan dengan domba yang lain dalam melakukan pelanggaran. Sehingga gada gembala harus digunakan pada domba tersebut, supaya tidak melenceng. Bahkan kadang tongkat gembala menarik dia agar kembali kepada kelompok dombanya. Inilah kekristenan yang terus ditegur Tuhan, agar menjadi Kristen yang taat dan tunduk kepada Tuhan.

3. Penderitaan karena rindu melihat ada jiwa-jiwa yang diselamatkan
Seperti sebuah kisah dalam Markus 2:1-12, tentang empat orang yang membawa seorang lumpuh kepada Yesus agar disembuhkan. Mereka tidak putus asa dalam melayani orang yang lumpuh itu. Bahkan mereka melewati atap rumah untuk membawa orang lumpuh itu kepada Yesus dan tentunya mereka bersepakat untuk memperbaiki kembali atap rumah yang telah mereka bongkar.

MELEPAS MILIK KITA
Untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati, kita tidak hanya dituntut mengikuti jejak Yesus dengan tepat dan benar, tetapi kita juga dituntut bersedia menderita dengan memberi, menolong dan melayani orang-orang/jemaat yang membutuhkan pertolongan kita. Markus 10:45, sebagaimana Yesus menderita untuk kita dan melayani, demikian juga kita dipanggil untuk melayani dan bukan untuk dilayani. Hanya orang yang dewasa rohaninya yang dapat melalui penderitaan ini. Sebab melayani bukan karena pujian,  tetapi ada kritik juga.

PELAYANAN PAULUS
Rasul Paulus memberi contoh kepada jemaat di Kolose, bagaimana ia rela menderita bagi jemaat. Kolose 1:25 “Aku telah menjadi PELAYAN jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu”. Spesifikasi  pelayanan  Paulus adalah meneruskan firman Tuhan kepada jemaat. Firman Tuhan seperti apa yang Paulus teruskan ke jemaat Kolose?

Kolose 1:26 “…yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.” Suatu rahasia yang tersembunyi dan rahasia tersembunyi itu adalah Firman Allah, yang selama ini tersembunyi lalu dibukakan di dalam Yesus. Mulai dari konsep:

  1. Keselamatan
  2. Hidup yang berkenan kepada Tuhan
  3. Akhir zaman
  4. Kedatangan Yesus ke dua kali
  5. Hidup kekal di Surga

Kelima hal ini sudah ada di hati  Allah dan telah direncanakan Allah dalam kekekalan, tetapi tersimpan (tersembunyi) berabad-abad di dalam Perjanjian Lama. Kemudian dinyatakan Allah di zaman akhir, yaitu zaman Perjanjian Baru. Dan rahasia Allah ini diberikan Tuhan kepada Rasul, Nabi, Pemberita Injil, Gembala, Pengajar-pengajar dan Guru. Mereka semua meneruskan kepada jemaat agar jemaat hidup sesuai dengan firman Tuhan, berkenan kepada Tuhan, menjadi pengikut Yesus yang sejati dan masuk dalam kemuliaan.

KONSEP KESELAMATAN
Konsep keselamatan oleh Yesus, sebenarnya sudah dinyatakan Allah berabad – abad lalu, bahkan sudah dinyatakan  Allah :

  • Di Taman Eden, sejak manusia (Adam – Hawa) jatuh dalam dosa
    Perhatikan, setelah manusia jatuh dalam dosa, pertama-tama, Allah berkata kepada Hawa dalam Kejadian 3:13,14 “Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah engkau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan. Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu:“Karena engkau berbuat demikian terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar  dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu.”

 Dan Allah menyatakan konsep keselamatan di dalam Yesus kepada Adam dan Hawa dalam Kejadian 3:15a “Aku (Allah) akan mengadakan permusuhan antara engkau (Iblis) dengan perempuan ini (Hawa), antara keturunanmu (keturunan Iblis) dan keturunannya (Keturunan Hawa).”

Siapakah yang dimaksud Allah dengan keturunan Iblis dalam Kejadian 3 tersebut? Jika kita perhatikan dalam Matius 26:24, dituliskan bahwa Anak Manusia, yaitu Yesus akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang oleh orang tersebut Yesus itu diserahkan. Jadi keturunan iblis yang dimaksud adalah ia yang menyerahkan Yesus sehingga disalib, yaitu Yudas Iskariot. Mengapa Yudas sampai tega melakukan dosa yang begitu jahat dan keji kepada Yesus? Karena Yudas membuka hati bagi Iblis untuk dipakai menjadi alat Iblis sehingga Iblis bisa melaksanakan rencananya kepada Yesus. Apa hanya berdosa seperti Yudas, orang bisa disebut keturunan Iblis? Dalam Yohanes 8:44 lebih jelas dituliskan, bahwa keturunan iblis adalah mereka yang melakukan keinginan-keinginan iblis, tidak  hidup  dalam kebenaran dan berkata dusta sesuai kehendak iblis. Itulah yang dimaksud keturunan Iblis.

Sedangkan keturunan Hawa adalah Yesus.  Karena Yesus akan meremukkan kepala ular atau iblis di atas kayu salib dan iblis akan meremukkan tumit-Nya, yaitu meremukkan tumit Yesus lewat kematian Yesus di atas kayu salib. Jadi konsep keselamatan sudah diberitahukan jauh sebelum Yesus datang ke dunia.

  • ABRAHAM PERSEMBAHKAN ISHAK
    Berikutnya, konsep kematian Yesus juga diberitakan melalui peristiwa pengorbanan Ishak oleh Abraham di gunung Moria,  Kejadian 22:1-19. Ishak harus mati karena tuntutan Tuhan. Tapi, karena adanya domba pengganti, Ishak luput dari kematian dan menjadi pewaris Abraham. Dalam kisah tersebut menggambarkan bahwa seharusnya kitalah yang binasa, karena tuntutan Tuhan kepada manusia. Roma 6:23, upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah adalah Yesus sebagai domba pengganti diberikan secara cuma-cuma kepada kita dan oleh domba penganti, yaitu Yesus, kita yang percaya menerima hidup yang kekal.
  • ISRAEL DIJAJAH DI MESIR
    Israel dijajah di Mesir selama 400 tahun. Dengan usaha apapun tidak mungkin mereka dapat bebas dari kekuasaan Firaun. Satu-satunya jalan adalah Allah mengadakan Paskah (simbolik), dimana anak domba disembelih dan darahnya diolesi pada tiang dan ambang pintu. Maka setiap rumah yang memiliki tanda darah domba akan selamat sedangkan yang tidak memiliki tanda akan binasa termasuk orang Mesir.

Inilah konsep keselamatan yang sekarang telah dinyatakan dalam Roma 10:9,10 yaitu percaya dalam hati dan mengaku dengan mulut akan diselamatkan. Oleh karena keselamatan yang sudah kita terima, wajiblah kita melayani sesuai dengan kapasitas yang Tuhan berikan. Meskipun pelayanan setiap anggota jemaat kepada Tuhan tidak sama, Efesus 5:23,30. Kristus adalah Kepala dan Jemaat adalah Tubuh Yesus. Peran dan fungsi setiap anggota tubuh  berbeda  satu  dengan  lainnya (Roma 12:4,5). Kita bisa melayani seperti yang dilakukan oleh empat orang yang mengusung orang lumpuh untuk dibawa kepada Yesus, dan kita bisa melayani seperti pengikut Yesus, yang digambarkan seperti kawanan domba yang dibanggakan dan ditempatkan di sebelah kanan Yesus, Matius 25:34-40. Tetapi jangan sampai kita seperti pengikut Yesus yang digambarkan seperti kawanan kambing, yang ditempatkan di sebelah kiri Yesus di mana mereka dimasukkan ke dalam tempat yang disebut siksaan kekal, Matius 25:35-46.

CONTOH
1. Contoh yang baik: orang yang memberi pakaian kepada Yesus. Namanya Tabita, bahasa Yunaninya Dorkas, Kis. 9:36-39.
Ia tidak memberikan pakaian fisik kepada Yesus, melainkan sebagai pengikut Yesus, Dorkas peduli akan kebutuhan para janda dan Dorkas memberi pakaian hasil jahitannya kepada para janda.

2. Contoh yang tidak baik: orang yang tidak memberi makan Yesus. Orang kaya (Mr. X – Matius 16:23a)
Lazarus dan orang kaya itu akhirnya mati, lalu dikubur. Orang kaya itu menderita sengsara di alam maut dan dari jauh dilihatnya Abraham dan Lazarus duduk di pangkuannya. Orang kaya ini mengalami siksaan. Orang kaya ini adalah orang percaya Yesus namun ia tidak meningkatkan imannya sampai pada kesempurnaan, sebaliknya imannya semakin merosot.

Pertanyaannya mengapa Tabita (Dorkas) namanya dicatat dan orang kaya tidak? Sebab hanya orang yang namanya dicatat dalam buku kehidupan yang akan masuk sorga, tidak bagi yang namanya dihapus. Mengapa dihapus? Bukan karena belum percaya kepada Yesus, tetapi karena imannya mati (Yakobus 2:20,26).

Iman yang mati adalah iman yang tidak mengalami pertumbuhan atau peningkatan, dari iman kepada kebajikan dan terus sampai kasih Agape melainkan menurun bahkan hidup sama seperti orang yang tidak mengenal Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *