MENJADI TEMPAT KEDIAMAN  ALLAH – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 3 November 2019)

KOLOSE 1:27-29

PENDAHULUAN
Minggu yang lalu dijelaskan dalam Kolose 1:25, bahwa Rasul Paulus mendapat kepercayaan dari Tuhan untuk meneruskan “rahasia Allah” kepada jemaat. Ada banyak rahasia firman Allah yaitu kebenaran firman Allah yang tidak kita pahami, namun saat dijelaskan kita menjadi mengerti. Dan tugas rasul Paulus merupakan juga tugas para hamba Tuhan, bahwa mereka bertugas untuk menyampaikan pemberitaan firman Tuhan dan menyingkapkan rahasia firman Tuhan yang masih tersembunyi dengan tuntunan dari pada Roh Kudus. Dan salah satu rahasia firman Tuhan yang akan dibahas hari ini, terdapat dalam Kolose 1:27, bahwa Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.

Apakah rahasia yang dimaksud Kristus ada di tengah- tengah kamu? Pada mulanya, ketika manusia diciptakan, manusia ada dalam kekudusan serta kemuliaan. Manusia ditempatkan di taman Eden. Di sana Allah dapat setiap saat dan setiap waktu ada di tengah-tengah manusia Adam dan Hawa,  sehingga manusia setiap saat dapat menikmati persekutuan yang erat/intim dengan Allah. Karena saat itu manusia belum berdosa dan keadaannya digambarkan oleh pemazmur, sedikit lebih rendah dari Allah. Itulah mengapa manusia dapat dengan mudah berinteraksi dengan Allah. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama, sebab manusia jatuh dalam dosa. Karena setelah manusia berdosa, manusia kehilangan persekutuan dengan Allah. Kejadian 3:24, menuliskan bahwa Allah menghalau manusia dari  taman Eden dan menempatkan beberapa Kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan menuju pohon kehidupan sehingga manusia tidak dapat masuk ke taman Eden.

DOSA MEMISAHKAN
Karena kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia kehilangan persekutuan dengan Allah. Padahal Allah begitu rindu ada di tengah-tengah manusia (umat-Nya) sama seperti pada waktu manusia ada di Taman Eden. Tetapi karena Allah adalah kudus, maka manusia harus terpisah dari Allah. Allah mengungkapkan isi hati-Nya kepada manusia lewat nabi Yesaya. Dalam Yesaya 59:2 “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar,  tetapi  yang  merupakan pemisah antara  kamu dan Allahmu  ialah  segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosa-mu.”

Apakah Allah membiarkan kondisi ini terus berlanjut? Jika diperhatikan dari runtutan firman Allah, sesungguhnya Allah ingin memulihkan hubungan Allah dengan manusia. Dan inisiatif Allah dapat terlihat dalam Alkitab, yaitu:
1. Keluaran 20:18,19. Allah ingin berbicara langsung dengan Israel (umat – Nya) di gunung Sinai.
Di gunung Sinai, Allah ingin berbicara langsung kepada umat Israel untuk menyampaikan kehendak dan keinginan-Nya. Maka Israel bersiap mendengar suara Allah dan Allah menyatakan kemuliaan-Nya lewat kilat dan angin, sehingga Israel begitu ketakutan saat melihat kemuliaan Allah. Maka mereka menghadap Musa dan meminta agar tidak lagi mengadakan acara seperti ini. Mereka meminta agar Musa saja yang menghadap Tuhan dan lewat Musa pesan Tuhan disampaikan kepada Isarel. Ketakutan ini disebabkan karena dosa, padahal betapa Allah menginginkan untuk dekat dengan manusia.

2. Keluaran 36:8-38, Allah memerintahkan agar Musa membangun “Kemah Suci; Kemah Sembahyang – Tabernakel.”
Di kemah suci, Allah ingin diam bersama umat-Nya di dalam  sebuah Tabut Perjanjian atau Tabut Asyahadat yang terletak di  Ruang Maha Kudus. Itupun hanya Imam Besar yang bisa menghampiri Allah di ruang Maha Kudus. Berbicara kemah suci, kira-kira dapat digambarkan seperti ini skemanya. Perhatikan gambar .

Dalam gambar, ada halaman luar untuk umat memuji Tuhan. Kemudian para imam masuk dalam halaman kemah suci. Di dalam halaman ini terdapat mezbah korban bakaran yang darahnya diambil dan dagingnya dibakar sampai habis. Kemudian imam ke bejana pembasuhan, setelah itu masuk dalam ruang kudus, di dalam ruang kudus ada kaki dian (pelita), mezbah dupa dan meja roti. Setelah ruang kudus, maka ada ruang maha kudus dan hanya imam besar yang dapat masuk ke dalamnya. Di dalam ruang maha kudus hanya ada tabut perjanjian. Di tempat itulah Allah menyatakan kemuliaan-Nya.

Jadi yang dapat berinteraksi dengan Allah hanya imam besar. Sebab tabut perjanjian adalah benda yang kudus dan tidak sembarang orang dapat menyentuhnya, karena di situ Allah menyatakan diri. Seperti apakah gambar tabut perjanjian secara dekat? Perhatikan gambar berikut.

Beberapa ayat dimana Allah nyatakan kuasa dan kemuliaan-Nya:
a. Yosua 3:12, Umat Israel bisa menyeberangi sungai Yordan karena Imam-imam mengangkat tabut Tuhan dan sungai Yordan berhenti mengalir.

b. Imamat 10:1-7, Nadab dan Abihu mati karena tidak menghormati Allah dengan membawa api asing di hadapan Tabut Tuhan.

c. 2 Samuel 5:1-12,Bangsa Filistin merampas tabut Allah dan dibawa ke Asdod, ditaruh di rumah berhala Dagon, di sisi patung Dagon. Pagi hari, ketika orang Filistin melihat patung Dagon sudah tersungkur di depan tabut Tuhan maka mereka menaruhnya kembali dan esok hari patung Dagon itu tersungkur dengan kepala dan lengan putus.

d. 2 Samuel 6:1-9, Daud berniat membawa tabut Tuhan ke Yerusalem kota Daud dengan cara menaikkan ke atas kereta lembu baru. Ketika lembu tergelincir dan Uza mau menjaga tabut Tuhan supaya tidak jatuh maka Tuhan murka dan Uza mati. 2 Samuel 6:10,11 oleh karena peristiwa kematian Uza, Daud titipkan tabut Tuhan di rumah Obed Edom selama 3 bulan. Obed Edom tidak berbuat seenaknya dengan tabut Tuhan, tetapi menjaga diri terhadap tabut Tuhan. Dan Obed Edom diberkati Tuhan. Maka 2 Samuel 6:12-16, Daud membawa tabut Tuhan ke kota Daud dengan sikap hormat kepada Tuhan. Dan setiap pembawa tabut berjalan 6 langkah, Daud persembahkan kepada Tuhan korban sembelihan. Daud memuji dan memuliakan Tuhan dengan menari-nari di hadapan Tuhan. 2 Samuel 6:17, setelah tabut Tuhan tiba di Yerusalem, kota Daud, Daud membentangkan sebuah Kemah bagi tabut Tuhan, dalam Kisah Rasul disebut Pondok Daud. Dan yang menarik dalam Kisah 15:1-21, saat rasul-rasul rapat di Yerusalem membahas hal-hal yang harus dihindari oleh pengikut Yesus, Kisah 15:16, Yakobus mensitir nubuat nabi: “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan.” Jadi pondok Daud akan dibangun kembali.

SEPERTI APA PONDOK DAUD?
Ritual pondok Daud berbeda dengan ritual yang dilakukan di Kemah Tabernakel. Dalam Kemah Tabernakel para imam harus melewati ritual, yaitu melalui:
1. Halaman luar
2. Halaman dalam
3. Ruang Kudus
4. Ruang Maha Kudus hanya Imam Besar yang dapat masuk untuk berhadapan dengan Allah dan melakukan syafaat untuk pengampunan umat Allah.

Berbeda dengan Pondok Daud (2 Samuel 6:17,18). Dalam Kemah/Pondok Daud, tidak ada peralatan apa-apa, hanya sebuah tenda dan Daud meletakkan tabut Tuhan di tengah-tengah pondok. Dalam pondok Daud, tidak ada upacara (ritual) seperti yang dilakukan oleh imam di kemah Tabernakel. Di Kemah – Pondok Daud hanya ada pujian penyembahan. Sebagai rasa syukur, Daud mempersembahkan kepada Tuhan korban bakaran dan korban keselamatan dan Daud adakan perjamuan kasih dengan membagi-bagi seketul roti, sekerat daging dan sepotong kue kismis kepada umat Allah.

MAKNA PONDOK DAUD MASA KINI
Berbicara tentang pondok Daud, sebenarnya ini menggambarkan tentang manusia yang telah putus (kehilangan) hubungan dengan Allah akibat dosa dan manusia tidak bisa menikmati kembali hubungan  yang intim dengan Allah seperti di Taman Eden selain oleh karya kematian Yesus di kayu salib. Yesus perlihatkan hal ini kepada Yohanes di pulau Patmos dalam Wahyu 4:1-11. Formasinya persis seperti di kota Daud dalam Pondok/Kemah Daud, tidak ada perangkat seperti di Kemah Tabernakel. Karena Yesus sudah genapi semuanya di kayu salib. Bahkan sebagai orang-orang percaya, kita telah diampuni, disucikan dan dibenarkan oleh darah Yesus, kita bisa menikmati hubungan yang erat dengan Yesus sekarang, bukan hanya nanti kalau kita sudah ada di sorga. Seperti yang tertulis dalam Kolose 1:27, bahwa Kristus ada ditengah-tengah umatNya, bukan secara fisik tetapi secara Roh, Dia ada bersama kita.

  • Secara pribadi – 1 Korintus 6:19, tubuh kita adalah tempat Allah berdiam/berkemah. Jadi dimana pun kita berada, kita bisa menikmati persekutuan dalam Roh dengan Tuhan Yesus.
  • Secara komunal – Hubungan yang akrab dan intim dengan Tuhan Yesus bisa kita alami secara komunal, dalam persekutuan atau perhimpunan Ibadah Raya, Wadah, Kemah (Matius 18:20). Dan dijelaskan dalam 1 Korintus 3:16 bahwa Allah ada dalam perhimpunan jemaat.
  • Secara universal – Persekutuan yang erat dan intim dengan Yesus secara massal (universal), kita akan mengalaminya pada waktu kita ada di sorga dalam kemuliaan Bapa, Putra dan Roh Kudus, Wahyu 4:1-11.

Jadi saat kita berdoa, memuji dan menyembah Dia dengan penuh kesungguhan serta kerinduan, baik secara pribadi atau bersama, disana Kristus ada bersama kita dan diam didalam diri kita. Sebab itu dalam beribadah biarlah kita menghormati Dia, bukan hanya saat firman disampaikan, tetapi juga saat pujian dan penyembahan dinaikkan kepada Allah. Tuhan rindu kita bersekutu erat dengan pribadi-Nya.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s