DIPIMPIN MENUJU KESEMPURNAAN (Menjadi Gereja Yang Sempurna) – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 10 November 2019 )

Kolose 1:27-29

PENDAHULUAN
Ketika Allah menciptakan manusia, kondisi manusia tidak berdosa artinya manusia dalam keadaan sempurna. Namun saat manusia jatuh dalam dosa, keadaannya seperti sekarang yaitu terpisah jauh dari Allah. Namun oleh kematian Yesus disalib, dosa kita diampuni dan kita yang dulunya jauh dari Allah, sekarang Allah menjadi Immanuel bagi kita. Artinya, Allah beserta manusia, bahkan diam di dalam manusia, Matius 1:23; Yohanes 17:21. Dan rencana Allah bukan hanya sebatas menjadikan manusia satu dengan Allah, melainkan Allah punya rencana untuk memulihkan manusia menjadi sempurna seperti Adam dan Hawa ketika tinggal di taman Eden, bahkan menjadi seperti Yesus.

Tetapi mungkin ada yang bertanya “Bagaimana mungkin manusia yang kondisinya seperti ini bisa pulih seperti Adam dan Hawa sewaktu tinggal di taman Eden, bahkan menjadi seperti Yesus, Efesus 4:15? Dalam Kolose 1:28 dijelaskan bahwa yang memimpin kita menjadi Gereja yang sempurna adalah hikmat Allah, yaitu Firman Allah. Itu sebabnya, bila kita mendengar firman Tuhan jangan baper, saat mendengar firman Tuhan kita jangan mudah tersinggung sehingga pada akhirnya mengundurkan diri dan kecewa. Sebab yang membawa kepada kesempurnaan adalah firman Tuhan yaitu hikmat Allah. Tuhan memilih hamba-hamba Tuhan untuk menasihati, mengajari, membimbing dan mendorong agar jemaat melakukan firman Allah. Hanya oleh hikmat yaitu Yesus yang adalah firman Allah, jemaat bisa bertumbuh dewasa dan menjadi sempurna. Jadi, jangan pernah berkata mustahil menjadi sempurna. Jika betul-betul mau dibentuk firman Allah, maka kita menjadi sempurna. Menjadi pengikut Kristus yang sejati bukan karena hebatnya pendeta yang berkhotbah, tetapi karena firman Allah. Persoalannya jemaat mau atau tidak hidup sesuai firman Allah dan melayani Tuhan walaupun hanya dengan modal 1 (satu) talenta?

Dalam Kisah Para Rasul 20:26-27, Rasul Paulus memberikan pesan, bahwa ia akan segera menuju kematian. Dan ia katakan bahwa selama ia memberitakan firman Tuhan dengan jujur dan bersih dihadapan Tuhan. Ia memberitakan firman yang murni, bukan hanya berisi tentang berkat dan mujizat saja tapi juga teguran-teguran. Ia tidak pernah lalai dan lelah memberitakan ajaran firman Allah sebab hanya dengan melakukan firman Allah jemaat menjadi sempurna.

PEMISAHAN
Begitu penting sebagai orang percaya kita hidup didalam kebenaran firman Tuhan karena menjelang kedatangan Yesus kedua kali, Yesus akan melakukan atau mengadakan pemisahan dalam jemaat untuk melihat mana jemaat yang hidupnya taat melakukan firman Allah dan yang hidupnya tidak taat melakukan firman Allah.

1 Korintus 11:19, kata “kamu” dalam ayat ini bukan personal tetapi jemaat. Jadi Rasul Paulus berbicara kepada jemaat Korintus bahwa akan ada perpecahan ditengah jemaat untuk membuktikan kualitas jemaat. Dahulu dalam gereja mula-mula, mereka selalu mengadakan perjamuan suci dalam setiap pertemuan. Setelah itu ada perjamuan makan bersama seperti keluarga, dengan membawa makanan dari rumah masing-masing. Tapi saat makan bersama, yang kaya dengan yang kaya dan yang miskin dengan yang miskin. Jadi ada yang pulang dengan kenyang dan ada yang pulang dengan lapar. Ayat ini rasul Paulus sampaikan untuk menjelaskan bahwa bukan perpecahan yang demikian yang Tuhan mau. Jadi perpecahan ini bukan soal perpecahan yang terjadi diantara jemaat sehingga ada pertikaian melainkan PEMISAHAN antara jemaat.

PERUMPAMAAN PEMISAHAN
Dalam injil Matius 25, ada 3 (tiga) macam perumpamaan, antara lain:
1. Matius 25:1-13, Pemisahan 10 Gadis, 5 Gadis Bijaksana dan 5 Gadis Bodoh. Secara status mereka sama.

2. Matius 25:14-30, Pemisahan hamba yang baik dan hamba yang jahat. Secara status mereka juga sama.

3. Matius 25:31-46, Pemisahan domba dan kambing. Kalau yang ini berbeda antara kambing dan domba.

Dari ketiga perumpamaan ini, perumpamaan ketiga yang akan dibahas terlebih dahulu yaitu pemisahan antara domba dan kambing.

DOMBA DAN KAMBING – Matius 25:31-46
Perumpamaan ini menjelaskan pemisahan manusia di dunia. Sejak kematian Yesus, di mata Allah  bahwa manusia di  dunia  hanya  terdiri  dari  dua  kelompok  manusia, yaitu orang yang percaya Yesus dan orang yang tidak percaya Yesus. Kawanan domba adalah mereka yang ditebus oleh darah Yesus dan DNA ini yang membawa mereka dari hari ke sehari menjadi sama dengan Yesus. Tetapi apakah kita mau menjadi sama seperti Yesus dan masuk dalam kerajaan kekal? Perumpamaan ini bukan soal berbuat baik  melainkan posisi. Berbahagialah mereka yang ada dalam Tuhan, mereka akan masuk dalam kerajaan kekal. Sedangkan kelompok kambing adalah orang yang tidak percaya Yesus akan masuk dalam siksaan kekal. Saat pemisahan, orang yang percaya kepada Yesus menerima jaminan keselamatan yang pasti di dalam Yesus. Tetapi bagi kita yang hidup di akhir zaman, ada kemungkinan besar kita akan mengalami apa yang disebut dengan peristiwa Saat Pemisahan.”

 PEMISAHAN 10 GADIS DAN HAMBA
Dalam dua perumpamaan lainnya kita pelajari “Pemisahan Yang Akan Terjadi Di Dalam Jemaat” yaitu:
1. Pemisahan 10 Gadis – Matius 25:1-1
Pemisahan dalam jemaat dilihat dari ketaatan kita dalam melakukan firman Allah. Bandingkan dengan kisah dalam Matius 7:24,25, bahwa hanya orang yang bijak akan melakukan firman Tuhan dan hasilnya berkualitas. Sedangkan Matius 7:26,27 orang bodoh mendirikan rumah diatas pondasi yang tidak kuat maka hasilnya tidak berkualitas. Mereka tidak tahan uji karena tidak lalukan firman Tuhan.

2. Hamba yang baik dan jahat – Matius 25:14-30
Ada seorang tuan, yang punya sekian banyak hamba. Kolose 3:24 “Kristus adalah tuan dan kamu (kita) hamba-Nya.” Jadi, hamba adalah gambaran orang percaya yang diberi berbagai macam berkat, talenta; ilmu pengetahuan; bakat; tenaga; waktu; kekayaan; keahlian dan lain sebagainya. Semua diberikan bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi Tuhan ingin agar digunakan untuk melayani Tuhan. Hamba yang baik akan mengerjakan talentanya dengan penuh tanggung jawab sedangkan hamba yang jahat akan menyimpan talentanya bahkan tidak mengerjakannya sama sekali.

APA YANG TERJADI?
Apakah yang akan terjadi apabila saat pemisahan itu tiba? Perhatikan gambar:

Kawanan orang percaya yang akan masuk gereja sempurna, akan menikmati pesta kawin Anak Domba.

Mereka disingkirkan jauh dari Antikris, mereka diubahkan dan menikmati kerajaan 1000 tahun damai. Sedangkan pengikut Kristus yang tidak sempurna karena tidak berkualitas akan menghadap Antikris selama masa 3,5 tahun. Bila mereka setia dengan iman mereka, maka mereka akan dibangkitkan saat Yesus datang kedua kali serta masuk kerajaan 1000 tahun. Untuk memperjelas, ada satu gambar penuh yang memudahkan pengertian kita.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s