Iman dan Belas Kasihan – oleh Pdt. Heintje Talumewo, GPdI Getsemani – Manado (Ibadah Raya 3 – Minggu, 24 November 2019)

Dalam Matius 23:23, ada 3 hal yang penting yang disampaikan yaitu belas kasihan, iman dan kesetiaan. Iman dalam Yesus, menerobos hal-hal yang sukar dalam hidup. Contoh seorang wanita yang datang kepada Yesus dalam Matius 15:21-28. Wanita Siro Fenisia adalah wanita kafir. Namun imannya membawanya mengalami kuasa Allah. Dengan iman ia datang meminta belas kasihan Yesus. Ia melangkah kepada tangga kekristenan yang berikutnya. Tanpa mengetahui tangga selanjutnya, karena menyerahkan kepada kehendak Allah. Rasul Yohanes mengatakan bahwa yang mengalakan dunia adalah iman kita.

Ada 2 hal tentang iman:
1. Iman kepada Yesus (keselamatan)
2. Iman yang memindahkan gunung (pengharapan kepada Allah – kuasa Allah)

Dalam Galatia 3:14,  saat Yesus disalib yang terjadi:
1. Mengampuni kita dan masuk kerajaan Allah
2. Menyembuhkan
3. Memberkati
Semua diperoleh dengan iman.

Lewat iman dalam Yesus kita juga menerima berkat Abraham, yaitu:

  1. Bangsa yang besar
  2. Nama yang masyur
  3. Mulplikasi
  4. Kesehatan
  5. Berkat raja-raja
  6. Kemenangan atas musuh
  7. Berkat materi
  8. Berkat rohani
    Dan tanggung jawab kita, saat menerima berkat adalah miliki belas kasihan agar tidak menjadi sombong.

BELAS KASIHAN
Selain iman, poin yang kedua adalah belas kasihan Allah. Artinya,  selain kita memiliki iman, biarlah belas kasihan Allah yang terjadi. Artinya kehendak Allah yang terlaksana bukan kehendak kita. Jika Allah berkehendak mendengar doa dan melaksanakan apa yang kita imani, maka semua adalah kasih karunia. Inilah iman yang memindahkan gunung yaitu pengharapan kepada Allah.

Iman memindahkan gunung bukan hanya untuk kesenangan jasmani diaman kita beriman untuk kesenangan pribadi, sehingga mudah kecewa bila apa yang kita imani tidak terjadi.  Biarlah sebagai orang percaya, iman kita bertumbuh semakin dewasa didalam Kristus. Sehingga bila kita diberkati,  kita tidak melupakan bahwa ini adalah belas kasihan Allah atas hidup kita. Dan bila iman kita belum terjawab atau tidak terjadi, maka kita tidak menjadi kecewa bahkan meninggalkan Tuhan.

Milikilah iman seperti wanita Siro Fenisia,  yang mengalami mujizat sebab belas kasihan Allah. Ia tidak memaksa Tuhan dengan imannya melainkan Tuhan yang berkehendak. Dan oleh belas kasihan Allah ini juga, biarlah ada dalam hidup kita.

Berkat belas kasihan Allah
Dalam mempergunakan setiap berkat Allah jangan kita seperti:
1. Orang Isarel, mereka dibuang ke Babel karena egois, sebab mereka mengabaikan perintah Tuhan yaitu belas kasihan.
2. Para imam melupakan yang terutama yaitu belas kasihan.
3. Kisah orang kaya dan Lazarus. Orang kaya ini sudah menerima belas kasihan Allah dan berkat Allah tetapi lupa untuk memberikan belas kasihan kepada orang lain.

Kiranya iman kita terus bertumbuh dalam Kristus, bukan lagi untuk hal jasmani kita beriman.  Dalam hal rohani juga kita meningkat. Masalah selalu ada, namun biarlah kehendak dan belas kasihan Allah yang terjadi. Tuhan Yesus kiranya menolong setiap kita untuk berjalan dalam iman dan belas kasihan Allah.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s