JEMAAT TEGUH, KUAT DAN BERAKAR – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Desember 2019)

Kolose 2:6-8

PENDAHULUAN
Dalam Kitab Kolose disampaikan bahwa rasul Paulus sangat bersyukur kepada Tuhan atas pertumbuhan jemaat di Kolose. Bahwa ia melihat, jemaat Kolose semakin bertumbuh didalam Tuhan. Meski demikian, rasul Paulus tetap berusaha menasihati jemaat di Kolose, agar tetap di dalam Yesus, kuat seperti pohon yang akarnya tertanam dalam sehingga iman pengharapan dan kasih jemaat kepada Yesus tidak bisa digoyahkan oleh apa pun juga. Khususnya pengaruh yang paling hebat dan berkembang di akhir zaman adalah pengaruh ajaran sesat.

Jadi rasul Paulus tidak mau jemaat menjadi lengah dalam pengiringan mereka kepada Yesus. Karena Iblis  tidak  pernah  berhenti  dan  tidak pernah  menjadi  lelah  menyeret  kita  dari Kristus untuk membinasakan kita, salah satunya melalui ajaran sesat. Perhatikan dalam Matius 24:24. Dikatakan bahwa mereka akan muncul dan sudah muncul sekarang, sehingga perbuatan mereka mampu menyesatkan orang pilihan yaitu setiap orang percaya termasuk para hamba-hamba Tuhan yang melayani. Dan kepada jemaat Efesus, rasul Paulus memperingatkan dalam Kisah Para Rasul 20:29, akan muncul serigala-serigala yang buas sehingga mereka binasa. Istilah mesias palsu, nabi palsu dan serigala-serigala adalah para ajaran sesat. Melihat kondisi yang demikian maka Tuhan memakai rasul Paulus untuk menasehati jemaat Kolose dan gereja Tuhan di akhir zaman agar tidak mudah terseret dan binasa. Apa sajakah nasihat firman Allah tersebut?

MENGINGATKAN JEMAAT
1. Tetap di dalam Dia (Yesus), Kolose 2:6
Nasihat yang pertama adalah bahwa setiap pengikut Kristus harus tetap didalam Yesus.  Kata “tetap” mengandung arti harus mengikuti jejak tapak kaki Yesus secara presisi atau secara tepat. Meskipun sudah ada 20, 50 atau 100 orang yang mengikuti Yesus, jejak-Nya tidak boleh berubah. Harus sama seperti jejak Yesus dan jejak yang ditinggalkan Yesus adalah firman Allah.

Tetap didalam Yesus juga mengandung arti hidup menurut tuntunan Roh Kudus, bukan keinginan daging (Roma 8:4).  Ingat penglihatan dari nabi Yehezkiel dalam Yehezkiel 1:7,9, bahwa mahluk itu berjalan lurus ke depan. Profil makhluk yang dilihat Yehezkiel dalam  Yehezkiel 1 tidak lain adalah profil Yesus, yang berjalan lurus di hadapan Bapa di sorga. Seperti yang dijelaskan dalam keempat injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Meskipun keempat injil ditulis dalam sisi yang berbeda tentang Yesus, namun semua injil menuliskan bahwa Yesus berkenan dihadapan Bapa (Matius 3:17). Jadi selama Yesus hidup di dunia ini, Yesus berjalan lurus dihadapan Bapa. Demikianpun dengan kita jika ingin tetap yaitu hidup kita berkenan di hadapan Bapa di sorga. Berakar artinya tidak mudah disesatkan, maka cara hidup kita harus berjalan seperti ketika Yesus hidup di muka bumi ini, yaitu berjalan lurus sesuai firman Tuhan. 1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, (Yesus), ia wajib  hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

2. Berakar di dalam Dia, Kolose 2:7
Dalam Alkitab, Tuhan Yesus banyak sekali menyinggung tentang akar. Sepeti yang tercatat dalam Matius 13:1-23, Yesus bicara tentang 4 jenis tanah, yang ditaburi benih (firman Allah). Tapi sangat menyedihkan, dari 4 (keempat) jenis tanah yang ditaburi benih:
a). Ada tanah yang sama sekali tidak terima benih
b). Akarnya tidak tumbuh sebab terhalang batu
c). Akarnya tumbuh, tapi mati terhimpit duri
d). Hanya satu tanah yang ketika ditaburi benih, tanah itu berakar, tumbuh dan berbuah 30 kali ganda; 60 kali ganda dan 100 kali ganda

Mengapa ada yang tidak berakar? Dalam Yohanes 15 dicatat tentang pokok anggur dan cabang yang tidak berbuah serta dikerat. Cabang yang tidak berbuah adalah cabang yang tidak melekat erat dengan batang, seperti pohon yang tidak berakar. Jemaat yaitu pengikut Yesus yang sejati, yang teguh dan berakar (berdaya tahan) adalah jemaat yang berjalan sesuai firman Tuhan. Dengan lain kata, pengikut Yesus yang sejati adalah jemaat yang setia dalam segala aspek hidup selama ia hidup di muka bumi.

Sebuah contoh dalam alkitab, seorang yang memiliki tanah hati yang tidak teguh serta berakar karena masih ada batu-batu penghalang dalam dirinya. Ia adalah seorang pelayan Tuhan bernama Ahitofel.

AHITOFEL
Ahitofel adalah pelayan semasa Pemerintahan Daud. Ia adalah penasihat Daud yang sangat handal dan dipakai Tuhan. 1 Tawarikh 27:33 “Ahitofel adalah penasihat raja (Daud); Husai orang Arkhi, adalah sahabat raja (raja Daud).” Tetapi, amat disayangkan, ketika Absalom (anak Daud) mengadakan kudeta dan melakukan pemberontakan kepada Daud, ayahnya, Ahitofel berpihak kepada Absalom dan memilih melakukan perlawanan terhadap Daud. Sehingga Daud melarikan diri dari Yerusalem (2 Samuel 15:13-37). Dalam pelarian itu Daud berdoa kepada Tuhan. Daud berdoa kepada Tuhan dalam 2 Samuel 15:31, agar Tuhan sekiranya menggagalkan nasihat Ahitofel.

Apakah nasihat Ahitofel pada Absalom? Nasihat pertama dalam 2 Samuel 16:22, Ahitofel menasihati Absalom untuk meniduri gundi-gundik Daud di atas sotoh dan dipertontonkan kepada umat Israel. Absalom mengikuti nasihat Ahitofel, sebab menurut 2 Samuel 16:23, nasihat Ahitofel sama dengan nasihat yang datang dari Tuhan. Nasihat kedua, dalam 2 Samuel 17:1-4, Ahitofel meminta12.000 tentara untuk menyerang Daud dan permintaannya disetujui, tetapi atas kehendak Tuhan, nasihat Ahitofel digagalkan oleh Husai sahabat Daud yang berpura-pura menjadi pengikut Absalom. Maka dalam suatu pertempuran (2 Samuel 18:1-18) Absalom mati, kepalanya tersangkut di pohon terbantin. Yoab, panglima perang Daud membunuh Absalom dengan 3 lembing  dan 10 pembawa senjata Yoab menikam dan memukuli Absalom sampai mati.

PENUTUP
Mengapa Ahitofel, orang yang dipakai Tuhan secara luar biasa, bisa membelot seperti pohon yang tidak teguh dan tidak berakar? Jika diperhatikan nama Ahitofel, dalam bahasa Ibrani dituliuskan אחיתפל, mengandung arti: “Saudara laki-laki yang tawar hati (foolish).”

Kebodohan dan ketidaksetiaan Ahitofel tentu ada penyebabnya. Selidiki 2 Samuel 23:34. Dijelaskan Ahitofel memiliki anak bernama Eliam, yang adalah salah seorang pahlawan Daud, dan Eliam memiliki anak perempuan bernama Batsyeba, cucu Ahitofel (istri Uria). Tetapi, keluarga Batsyeba dan Uria dihancurkan oleh Daud, karena Daud telah meniduri Batsyeba. Dengan cara yang licik dan curang Daud membunuh Uria suami Batsyeba. Dengan demikian motif utama pengkhianatan Ahitofel terhadap Daud sehingga ia membelot kepada Absalom dan melawan Daud adalah karena roh kebencian, dendam, dan merasa sakit hati, sebab anaknya Eliam dan cucunya bernama Batsyeba, yang sudah mengabdi secara total kepada Daud telah dihancurkan oleh Daud sendiri. Daud pasti tahu bahwa Batsyeba adalah cucu Ahitofel.

Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa Ahitofel berusaha membalas Daud dengan perbuatan yang lebih kejam, yaitu dengan memberi nasihat kepada Absalom untuk meniduri gundik-gundik Daud di atas sotoh rumah, sehingga seluruh orang Israel bisa melihatnya (2 Samuel 16:20-22). Sebab itu, tidak heran kalau Daud mengalami ketakutan yang luar biasa ketika tahu Ahitofel bersekongkol dengan Absalom, anaknya, 2 Samuel15:31.

Perasaan sakit hati dan dendam yang telah menimbulkan pembalasan keji, sehingga Ahitofel begitu rapuh (tidak kokoh) seperti pohon yang tercabut dari akarnya lalu bergeser ke posisi  yang salah dan jahat di mata Tuhan. Ahitofel berkali-kali berusaha melakukan pembalasan tetapi gagal. Pada akhirnya Ahitofel merasa malu dan memilih bunuh diri dengan cara  gantung diri di rumahnya, 2 Samuel 17:23.

Ahitofel adalah model dari orang Kristen yang tidak kokoh kuat dalam Yesus, seperti pohon yang tidak berakar, hatinya seperti tanah berbatu. “Kita adalah pendusta besar dihadapan Tuhan, bila kita makan minum perjamuan suci, dimana kita mendapat pengampunan dari Tuhan Yesus, tapi kita sendiri tidak pernah bisa mengampuni orang lain.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *