PENGARUH AJARAN SESAT – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Desember2019)

Kolose 2:6-8

PENDAHULUAN
Dalam Kolose 2:6-8, setiap orang percaya dinasihati agar  “tetap didalam Yesus.” Artinya, kita harus menjadi pengikut Yesus yang sejati, yang menaati firman Tuhan. Caranya kita harus berakar didalam Yesus dan tak tergoyahkan oleh pengaruh apapun. Sebab itu rasul Paulus mengingatkan agar kita berhati- hati terhadap pengaruh ajaran sesat yang semakin berkembang di akhir zaman. Khususnya berhati-hati dengan filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus (Kolose 2:8).

FILSAFAT YANG KOSONG
Di zaman rasul Paulus melayan saat itu, dunia dikuasai oleh bangsa Yunani karena bangsa Yunani menguasai dunia dengan bahasa, ilmu pengetahuan (filsafat Yunani) dan budaya dan berbagai peraturan khususnya tentang cara hidup. Pada saat itu, ilmu pengetahuan (filsafat Yunani) telah  menjadi  seperti  illah (berhala) bagi masyarakat dunia.

Ada 4 filsuf yang terkenal, antara lain Homer, Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates disusul Plato kemudian Aristoteles, semuanya tewas dengan cara dihukum mati. Kemudian murid Aristoteles yang terkenal ialah Iskandar Agung membawa ajaran yang sudah ia terima dari sang guru sehingga kemana saja ia pergi, ia membawa gaya hidup, budaya dan ajaran/filsafat Yunani. Ia membangun kota di negara-negara yang dikuasainya dan diberi nama Iskandariah.

Berbicara tentang filsafat, firman Allah menjelaskan dalam Kolose 2:8, bahwa ajaran-ajaran mereka begitu menawan. Kata “menawan” mengandung arti memperlakukan pengikutnya sebagai budak filsafat, dengan cara memaksa untuk mengikuti ajaran-ajaran mereka. Sedang kata filsafat mengandung arti mencintai hikmat. Jadi dari segi moral, filsafat yang diajarkan (filsafat dunia) bukan dosa, tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, malah terkesan ajarannya luhur, baik, bijaksana, adil karena filsafat mengajar berbuat baik, amal, ibadah! Tapi ajaran yang baik dan bukan dosa itu menjadi dosa bahkan jahat di mata Tuhan, karena tanpa kita sadari, ajaran – ajaran  yang  diajarkan  membuat  kita terlepas, keluar bahkan terpisah dari Yesus. Sebab segala ajaran diluar Yesus, tidak berkenan dihadapan Allah. Yohanes 15:5c “…Sebab di luar Aku (Yesus) kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”

Inilah yang rasul Paulus sebut dengan istilah filsafat yang kosong. Oleh karena itu Firman Allah menghendaki agar kita menjadi pengikut Yesus yang sejati, yaitu pengikut Yesus yang taat dan tidak mencampuradukkan dengan cara mengikuti ajaran-ajaran yang lain. Layaknya seorang yang berjalan mengikuti tapak kaki secara presisi. Bukan seolah – olah kita ikuti jejak – jejak tapak kaki yang lain selain jejak tapak kaki yang Yesus tinggalkan, yaitu firman Tuhan. Sehingga kita berjalan bukan menurut jejak kaki Yesus, melainkan jejak kaki ajaran-ajaran diluar Kristus. Pesan firman Tuhan ini menjadi peringatan keras bagi setiap kita termasuk kepada setiap orang tua untuk memperhatikan perkembangan setiap anak kita yang hidup generasi modern. Sebab ajaran sesat sudah semakin berkembang khusunya dalam dunia internet.

Sebuah contoh dalam Alkitab mengajarkan kepada jemaat di Galatia (Galatia 3:1-5). Mereka sudah percaya Kristus dan masuk ajaran yang lain. Meskipun ajaran sesat secara literal nampaknya ajaran mereka tidak bertentangan dengan ajaran Alkitab, sebab ajaran mereka tidak mengajarkan untuk mencuri, membunuh, berdusta, berzinah, mengingini milik orang, dan tidak menyembah berhala. Jadi ajarannya baik dalam perilaku dan perbuatannya sama dengan Alkitab yaitu tidak melakukan perbuatan jahat atau dosa. Tetap di mata Allah, segala ajaran yang bukan beriman kepada Yesus berarti ada di luar Kristus. Sebab setiap orang yang berada di luar Kristus akan berakhir dengan kebinasaan. Menurut Roma 8:1, hanya mereka yang ada dalam Kristus yang bebas dari hukuman.

MENURUT AJARAN TURUN TEMURUN
Ajaran sesat berusaha merampas Yesus yang sangat berharga dari diri kita. Karena ajaran sesat tidak menutup kemungkinan diwariskan secara turun-temurun oleh kaum keluarga. Namun pengikut Yesus yang sejati, tidak akan mewariskan kepada anak cucu ajaran yang bertentangan dengan firman Allah. Karena itu jugalah rasul Paulus mengingatkan kepada Timotius sebagai gembala muda dalam 1 Timotius 4:1-6 untuk:

  • Ayat 6 – Mengajar jemaat agar berhati-hati dengan ajaran sesat.
  • Ayat 8 – berjalan sesuai tapak kaki Yesus dalam menjalani hidup kekristean, bukan hanya datang beribadah.

Karena kalau kita ingin hidup berkenan kepada Tuhan dan menjadi sempurna, tidak ada pilihan lain, kita harus tetap di dalam Yesus dan menolak ajaran turun-temurun yang bisa membuat kita keluar dari Yesus karena standar kita hanyalah firman Allah, 1 Tesalonika 4:1-8.

MENURUT ROH-ROH DUNIA
Bagian yang berikutnya adalah ajaran menurut roh-roh dunia. Ajaran menurut roh-roh dunia adalah ajaran spiritisme yaitu orang-orang yang bersekutu dengan hal-hal gaib atau mistis. Pengikut Yesus yang sejati adalah orang-orang yang telah mengerti dan menyadari bahwa ia harus menjauhkan diri dari roh-roh dunia yaitu hal-hal magic, gaib/spiritisme.

Perhatikan!
Ulangan 18:10,11 “Di antaramu janganlah didapati seorangpun  yang  mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya  perempuan  sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.”

Ulangan 18:12 “Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah Tuhan, Allahmu menghalau mereka dari hadapanmu.”

Jadi jelas bahwa ajaran menurut roh-roh dunia bertentangan dengan kehendak Allah dan merupakan suatu kejijikan di mata Allah. Sebuah contoh dalam 1 Samuel 28:1-25, Saul binasa dengan mati bunuh diri, karena Saul memutuskan hubungan dengan Tuhan dan membangun atau mengikat hubungan dengan iblis (spiritisme).

KESIMPULAN
Jadi sangat jelas firman Tuhan disampaikan kepada setiap kita saat ini, untuk lebih waspada dengan ajaran sesat, yaitu filsafat yang kosong, ajaran turun-temurun yang diwariskan kepada anak dan cucu, termasuk ajaran dari roh-roh dunia karena ajaran itu ada diluar Kristus. Sebab jika kita tidak menjauhi ajaran-ajaran sesat ini, kita akan binasa dalam kematian kekal.

Oleh karena itu, baiklah kita menjadi pengikut Yesus yang sejati dengan mengikuti ajaran firman Allah secara tetap dengan mengikuti jejak kaki Yesus yaitu hidup didalam firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s