NATAL ADALAH IMPLIKASI ALLAH DIAM DI ANTARA KITA – oleh Pdt. Yohanes Praptowarso – Ungaran (Ibadah Natal Pagi – Rabu, 25 Desember 2019)

Yohanes 1:14


Dalam Yohanes 1:14 dituliskan bahwa Allah berdiam di antara kita. Apakah maksudnya? Dan dikatakan bahwa firman yang adalah pencipta kehidupan telah menjadi manusia. Firman ini tidak sekedar lewat, melainkan tinggal bersama-sama dengan manusia. Firman itu tinggal menunjukkan waktu yang tidak singkat karena ia bersama-sama dengan kita maka firman itu mengenal apa kebiasaan yang kita lakukan, sifat, karakter, masalah dan sakit penyakit yang dialami oleh manusia.

Sekali lagi, Allah tinggal bersama kita, yaitu Manusia Allah menjamin keselamatan sekarang dan yang akan datang. Dalam Ibrani 4:14-15, dituliskan bahwa Yesus sang firman yang menjadi manusia adalah Imam Besar yang turut merasakan segala hal yang kita alami. Itulah mengapa dalam Ibrani 4:16, bila kita menghampiri Yesus maka kita akan mendapatkan pertolongan tepat pada waktunya. Jadi keselamatan yang kita terima bukan hanya nanti saat Yesus datang kedua kali, melainkan sekarang pun kita dapat menikmati keselamatan. Ia menyembuhkan kita dari sakit dan menolong dalam masa kesukaran, tepat pada waktunya.

Dalam 2 Korintus 12:2-4 dituliskan “Aku tahu tentang seorang Kristen empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga( was caught up to the third heaven/NASB) . Aku juga tahu tentang orang itu, –entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya —  ia tiba-tiba diangkat  ke Firdaus  dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.” Ini adalah pengalaman rasul Paulus, dimana orang Listra merajam dia dengan batu. Dalam kondisi itu menyaksikan diangkat ke langit ke tiga. Terjemahan NASB menuliskan “The third heaven” atau bahasa tepatnya adalah “Langit Yang Ke tiga”. Bahasa jelasnya disebut Firdaus, sebagai tempat asal Imam Besar kita memulai melintasi segala langit.

The Third Heaven

  • Langit Yang Pertama
    Adalah dunia yang kita hidupi dengan panca indera kita. Segala sesuatu yang dapat dilihat dengan mata kepala kita, yang dapat diraba dengan tangan, yang dapat didengar melalui telinga dan dapat dipahami melalui ilmu pengetahuan manusia.
  • Langit Yang Kedua
    Adalah sebuah kehidupan yang tidak dapat dilihat dengan mata jasmani manusia, tidak dapat dijangkau dengan pengetahuan teknologi, namun nyata mempengaruhi kehidupan kita di langit yang pertama saat ini.
  • Langit Ketiga
    Adalah lintasan kehidupan yang dijalani oleh setiap manusia, sekarang dan yang akan datang.  Dan Yesus selalu ada di semua lintasan langit itu sampai saat ini sebagai Imam Besar Agung yang memberikan pertolongan tepat pada waktunya untuk kita.

Manusia-Allah Menjadi Juru Syafaat Kita
Yohanes 1:51 “Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.” Jadi malaikat memiliki tugas untuk melayani manusia. Mereka tidak maha hadir seperti Allah, mereka diutus untuk memberikan pesan Allah. Dan Yesus sebagai Imam Besar kita menjadi juru syafaat bagi kita, sehingga melalui Yesus kita berdoa kepada Allah, maka malaikat akan diperintahkan untuk melayani kita, menjaga dan melindungi karena Yesus. Perhatikan Daniel 10:11; Ibrani 1:14; Kisah 10:1-3 dan Lukas 15-25. Malaikat turun dan naik dengan intensitas yang sangat tinggi kepada Anak Manusia karena: “He always lives to make intercession for them.” (Ibrani 7:25).

Manusia- Allah membaptis dengan Roh Kudus
Selanjutnya Yesus membaptis dengan Roh Kudus. Teologi pantekosta yang kita yakini adalah menerima baptisan Roh kudus. Sekalipun kita sudah menerima berkat dan mujizat, namun itu bukanlah yang terbaik. Sebab pemberian yang terbaik dari sorga adalah Roh Kudus  (Lukas 11:13). Matius 3:11 – Yesus membaptis kita dengan Roh Kudus dan api. Artinya Roh Kudus adalah pribadi Allah yang lain dan menunjukkan kuasa.

Efesus 5:18, Rasul Paulus memberi nasihat agar kita harus penuh Roh Kudus bukan mabuk dengan anggur. Jika seorang ingin mabuk, ia harus meminum minuman dalam jumlah yang banyak. Demikian untuk penuh dengan Roh Kudus harus membiarkan Roh Kudus memenuhi ia sampai melimpah. Dan seorang yang mabuk durasinya paling lama 24 jam. Untuk mabuk kembali, ia harus minum lagi. Roh Kudus harus kita alami setiap hari dan memenuhi kehidupan kita sampai melimpah-limpah.

Ketika Roh Kudus memenuhi seseorang, maka ia akan menjadi orang yang menang setiap hari, sebab Tuhan beserta dengannya.

Janji Bagi Yang Menang – Wahyu 3:5

  • Barangsiapa menang ia akan dikenakan pakaian putih: artinya ada pakaian kebenaran bagi yang sampai langkah terakhir tetap setia kepada Tuhan.
  • Namamu tidak akan dihapus : orang yang menang namanya tidak akan dihapus.
  • Aku akan mengaku namanya dihadapan Bapa-Ku : ini bentuk penghormatan tertinggi yang TUHAN berikan bagi orang yang menang.

Dia Allah Imanuel, yang memberikan kemenangan bagi kita. Sebab ia tinggal bersama-sama dengan kita serta mengetahui segala yang kita butuhkan, rindukan dan alami. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s