Berjalan Bersama Tuhan Dengan Hati Yang Bijaksana Di Sepanjang Tahun 2020 – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Tutup Tahun – Selasa, 31 Desember 2019)

Kiranya ini menjadi kerinduan kita bersama jemaat GPdI Mahanaim Tegal yaitu berjalan bersama Tuhan di tahun 2020 namun yang perlu ditambahkan didalamnya adalah hati yang bijaksana.

Musa meminta kepada Tuhan supaya Tuhan menyertai mereka dalam perjalanan sampai ke tanah Kanaan. Musa menginginkan agar Tuhan berjalan bersama dengan mereka. Namun tahukah saudara, sekalipun Tuhan berjalan bersama dengan mereka yang hanya bisa memasuki tanah Kanaan hanyalah Yosua dan Kaleb, selebihnya adalah keturunan bangsa Israel yang lahir di padang gurun. Mengapa demikian? Mereka meminta Tuhan berjalan bersama mereka namun mereka tidak memiliki hati yang bijaksana. Itulah sebabnya Musa di masa tua kehidupannya, dia menuliskan Mazmur 90:12 untuk mengingatkan kita bahwa betapa pentingnya setelah kita mengevaluasi hari-hari kehidupan kita sehingga pada akhirnya kita memiliki hati yang bijaksana.

Mazmur 90:12 – Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Namun adalah lebih bijaksana bila kita memperoleh hati yang bijaksana bukan karena sudah terjadi suatu musibah atau sakit penyakit yang mengharuskan kita tidak memiliki pilihan yang lain selain hati yang bijaksana. Memperoleh hati yang bijaksana namun hanya memiliki sedikit waktu untuk tidak mengulanginya kembali.

EVALUASI AKHIR TAHUN
Akhir tahun adalah waktu untuk kita mengevaluasi diri. Bapak Gembala dalam firman Tuhan yang disampaikan di minggu terakhir tanggal 29 Desember 2019, menyampaikan topik tentang bagaimana kita mengevaluasi waktu yang ada untuk kita mengerti kehendak Tuhan. Jangan sampai kita berada di situasi  ‘point of no return’, di mana kita tidak memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahan dan kekeliruan yang sudah kita lakukan. Evaluasi ini dibutuhkan untuk kita menjalani tahun baru dengan hati yang bijaksana.

Tahun baru adalah sebuah kesempatan karena Tuhan masih mengijinkan kita untuk hidup, berkarya bagi Tuhan dan memuliakan-Nya. Di tahun baru kita memiliki kesempatan untuk lebih mengerti kehendak Tuhan, untuk kembali kepada tujuan Tuhan atas hidup kita, untuk kembali kepada visi Tuhan dalam hidup kita, untuk menemukan ulang prioritas hidup kita, untuk menetapkan ulang apa yang akan kita lakukan (apakah bermanfaat bagi diri sendiri? Berguna bagi orang lain? Tuhan dipermuliakan atau tidak?). Tahun baru juga adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk membuang hal-hal yang buruk, menguburkan semua kekecewaan dan ‘move on’.

BEROLEH HATI YANG BIJAKSANA
Bagaimana mengalaminya?
1Ko 13:13 – Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

1. Berjalan dalam iman, pengharapan dan kasih.
Ibrani 11:6 – Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Berjalanlah dengan iman meskipun ada tantangan dan kesukaran yang akan kita hadapi. Sebuah kata-kata bijak yang berbunyi ‘iman adalah berharap yang terbaik dan bersiap untuk yang terburuk’, adalah hal yang terbaik untuk kita menjalani kehidupan. Tetap percaya kepada Tuhan untuk yang terbaik. Namun jika iman kita tidak terjadi seperti yang kita inginkan, tetaplah memiliki pengharapan.

Ibrani 6:19 – Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.

Pakailah pengharapan ketika apa yang kita imani tidak terjadi. Percayalah pengharapan kita di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan karena pengharapan dalam Yesus seperti sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Jaminannya adalah Yesus yang ada di surga sebagai pengharapan kita.

Roma 8:38-39-  Sebab aku yakin, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Ketika iman dan pengharapan kita tidak menjadi kenyataan pergunakanlah kasih. Caranya adalah renungkanlah apa yang Allah sudah lakukan dalam mengasihi diri kita orang yang berdosa.

Roma 5:8 (TB)  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

2. Berjalan dalam rencana Tuhan (kehendak Tuhan)
Karena kerinduan kita adalah Tuhan berjalan bersama dengan kita maka sangatlah bijaksana jikalau kitalah yang harus menyesuaikan rencana kita terhadap rencana Allah.

Pahamilah apa yang menjadi tujuan Tuhan (purpose) dalam hidup kita. Tidak ada satupun yang diciptakan oleh Tuhan yang tidak memiliki tujuan.

Amsal 16:4 – TUHAN membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.

Kita dibuat oleh Tuhan untuk menyelesaikan tujuan kita. Tujuan besar kita adalah keselamatan dan Kerajaan Allah datang ke dunia ini, melalui panggilan kita masing-masing. Seperti satu tubuh banyak anggota, demikianlah kita memiliki tujuan dan fungsi  yang berbeda-beda. Untuk mengetahui tujuan Tuhan dalam kehidupan kita, mutlak kita harus terhubung kepada-Nya sebagai sumber hidup kita. Dari tujuan Tuhan (purpose) inilah akan menghasilkan keyakinan yang sangat kuat dalam hidup kita untuk mengerjakan apa yang harus kita kerjakan (conviction). Bahkan sampai kematian pun tidak dapat menghalangi kita dalam menyelesaikan tujuan Tuhan dalam hidup kita.

Kisah 20:22-24 – Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ, selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Dari keyakinan inilah muncul visi yaitu gambaran masa depan yang selalu terbayang-bayang dalam imajinasi kita dan selalu membayangi kita seolah-olah menuntut diri kita untuk segera bertindak mewujudkannya. Jadi visi itu tidak akan muncul secara tiba-tiba tanpa ada kekuatan dasar yang mendahuluinya. Visi lahir dari tujuan Tuhan dan menjaga kita tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri mengerjakan sesuatu yang tidak perlu atau membuang waktu dengan sia-sia. Visi membantu kita membuat perencanaan yang sangat jelas dan pasti.

Dari visi yang sangat jelas inilah muncul sebuah gairah (Passion) untuk segera melaksanakannya sampai selesai. Passion membuat kita sangat senang mengerjakan tujuan hidup kita sekalipun tidak dibayar dengan materi, tidak dapat menghalangi kita untuk terus menyelesaikan tujuan hidup kita.

Gairah untuk menyelesaikan tujuan inilah membuat diri kita segera menindaklanjutinya dengan membuat perencanaan (Planning). Jadi dari sini kita dapat melihat bahwa perencanaan yang kita buat bukan lagi berdasarkan keinginan kita tetapi berdasarkan tujuan Tuhan di dalam kehidupan kita.

3.Tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri
Yosua 1:6 – Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

Yosua 1:7 – Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi.

Godaan yang paling besar yang mau menghalangi perjalanan kita dalam menyelesaikan tujuan Tuhan dalam hidup kita adalah godaan untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri. Untuk hal tersebut mutlak kita masih sangat membutuhkan disiplin rohani dalam perjalanan hidup kita.

DISIPLIN ROHANI
Disiplin menjaga arah perjalanan kita, melakukan apa yang harus dilakukan, tidak membuang sumber daya (waktu) untuk hal yang sia-sia, sehingga perjalanan kita begitu efektif untuk menyelesaikan tujuan Tuhan di dalam kehidupan kita.

Ingatlah bahwa hidup itu singkat dan waktu yang diberikan kepada kita ada masa selesainya. Dan ketika waktunya sudah selesai kiranya tidak ada penyesalan atas waktu yang telah kita manfaatkan seumur hidup kita. Setelah itu akan ada pertanggungjawaban atas waktu dan kesempatan yang sudah diberikan oleh Tuhan. Di situlah ‘point of no return’ kita masing-masing.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s