Tantangan Dalam Pertandingan Iman – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Sulung – Minggu, 5 Januari 2020)

1 Korintus 9:24-25

PENDAHULUAN
Berbicara tentang kehidupan, firman Allah mengumpamakan bahwa hidup manusia di dunia ini seperti:

  • Yosua 1:8 – sebuah perjalanan panjang
  • Ayub 7:1 – orang yang sedang bergumul
  • 1 Korintus 9:7 – seperti orang berperang
  • 1 Korintus 9:24 – seperti arena pertandingan

SEJARAH PERTANDINGAN
Sebuah pertandingan dalam sejarah olimpiade Yunani, tidak semua orang dapat mengikuti  pertandingan di arena perlombaan. Ada syarat yang harus dipenuhi oleh setiap orang yang ingin bertanding. Syaratnya antara lain:

  1. Harus orang merdeka bukan budak.
  2. Berstatus warga negara
  3. Mengikuti pelatihan
  4. Memiliki dedikasi dan berdisiplin
  5. Diperkenalkan (nama dan asalnya disebut) saat perlombaan

Kelima syarat ini harus dimiliki oleh setiap orang yang akan mengikuti sebuah pertandingan. Jika tidak memenuhi syarat pertandingan, mereka akan gugur. Dalam kekristenan pun, ada syarat dan ketentuan. Karena orang yang mengikuti pertandingan rohani (iman) adalah orang yang telah percaya kepada Yesus; lahir baru dan namanya sudah tercatat di dalam kerajaan Surga. Artinya, tidak semua orang di dunia ada di arena pertandingan iman. Orang yang  ada di luar Kristus, tidak turut berlomba. Arena menuju kemuliaan adalah waktu yang kita miliki sekarang ini. Namun dalam arena pertandingan iman pasti ada tantangan, sebab itu untuk  jadi pemenang, membutuhkan disiplin rohani; asupan gizi rohani; diperlukan latihan rohani tiap-tiap hari; memelihara stamina rohani dan berjuang dengan gigih.

GAMBARAN KEKRISTENAN dan PERJALANAN BANGSA ISRAEL
Berbicara tentang pertandingan iman, kisah bangsa Israel dalam perjalanan keluar dari Mesir ke tanah Kanaan dapat kita pelajari, karena dapat dikatakan relevan dengan perjalanan kita dari dunia ini menuju Kanaan Samawi, Sorga yang kekal.

Jika diperhatikan perjalanan bangsa Israel dari Mesir menuju Kanaan seperti dalam  pertandingan, pergumulan, perjuangan dan peperangan yang harus dimenangkan oleh bangsa Israel. Demikian kita sebagai orang percaya, kita sedang bertanding untuk bisa sampai di Tanah Kanaan Samawi, yaitu Surga dan hal ini sesuai yang dijelaskan Paulus kepada jemaat Korintus dalam 1 Korintus 10:1. Sebagaimana bangsa Israel bisa melintasi Laut Teberau dengan cara ajaib, setiap pengikut Yesus juga melintasi laut kematian oleh korban Yesus di kayu salib, sehingga kita sekarang ada di jalur menuju Surga kekal. Jadi Israel dapat melintasi laut Teberau karena Tuhan menyertai mereka. Sebab untuk menuju Tanah Perjanjian , yaitu Kanaan, kita dapat melintasi Laut Kematian oleh korban Yesus di kayu salib sehingga sekarang kita ada di jalur menuju Tanah Perjanjian, Sorga yang mulia.

1 Korintus 10:2-4, bangsa Israel akan mati di padang gurun apabila mereka tidak mau berhimpun untuk mengumpulkan roti manna dan memakannya. Jemaat (pengikut Yesus yang sejati) juga harus setia ibadah makanan rohani, yaitu firman Allah dan kehadiran Roh Kudus yang menyegarkan  rohani. Itu sebabnya “jangan tinggalkan ibadah”.

JAMINAN TUHAN
Kalau kita cermati 1 Korintus 10:2-4, sebenarnya tidak ada satu pun dari bangsa Israel yang  gagal. Mengapa? Sebab, Tuhan sudah sediakan semua kebutuhan bangsa Israel.  Mereka  hanya  dituntut  patuhi pimpinan Tuhan, mereka pasti akan sampai di Tanah Kanaan. Tetapi, selanjutnya dikatakan dalam 1 Korintus 10:5, bahwa Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun. Bangsa Israel gagal masuk ke tanah perjanjian karena Allah tidak berkenan kepada bangsa Israel. Dan hal ini harus menjadi contoh dan peringatan bagi kita yang hidup di akhir zaman (1 Korintus 10:6a). Artinya, kegagalan bangsa Israel jangan sampai terulang dalam diri kita. Walaupun kita sudah ada di jalan menuju sorga tetapi kita gagal karena kita seperti atlet yang  tidak taat dengan aturan pertandingan.

5 (LIMA) KESALAHAN BANGSA ISRAEL
Kesalahan yang dilakukan bangsa Israel yang menyebabkan mereka gagal masuk Kanaan, yaitu:
1. Menginginkan hal yang jahat
1 Korintus 10:6b “Supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat.” Peristiwa ini dicatat dalam kitab Bilangan 11:4-6, dimana bangsa Israel bosan dengan manna yang mereka makan tiap hari. Mereka menginginkan menu Mesir. Dan arti rohaninya, orang Kristen yang sudah percaya Yesus, tapi hidupnya masih dikuasai keinginan daging yaitu hawa nafsu, 1 Yohanes 2:16. Penyebabnya Bilangan 11:4, ada orang bajingan yaitu orang Mesir yang cuma ikut-ikutan, merupakan gambaran orang Kristen yang hanya ikut-ikutan (Keluaran 12:28).

2. Menjadi penyembah berhala (1 korintus 10:7)
Peristiwa ini dicatat dalam Keluaran 32:1-6, lama bangsa Israel tidak melihat nabi Musa sebagai pemimpin mereka. Sebagai gambaran bahwa dalam menantikan kedatangan Yesus kedua kali, banyak orang kehilangan iman; goyah lalu berpaling dan berkompromi dengan penyembahan-penyembahan lain. Yesus ingin kita setia, apa pun yang terjadi, Matius 24:12,13 “Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi  dingin. Tetapi  orang  yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.”

3. Melakukan percabulan
1 Korintus 10:8 “Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan beberapa orang dari mereka sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.” Dosa zinah sama dengan dosa tidak setia. Kisah ini tercatat dalam:

a. Bilangan 22 – Balak, raja Moab ketakutan, lalu meminta jasa dari Bileam untuk mengutuk bangsa Israel.
b. Bilangan 23,24 – Bileam bukan mengutuki Israel tetapi memberkati karena bangsa Israel, berada pada posisi formasi yang Allah tetapkan. Perhatikan gambar! Bangsa Israel setia dengan posisi mereka saat dalam perjalanan, tetapi ketika bangsa Israel tergoda oleh para wanita Moab, mereka keluar dari formasi yang Allah tetapkan dan berzinah dengan wanita-wanita Moab, yang terjadi adalah kematian bagi yang berzinah. Bilangan 25:9 “Orang yang mati karena tulah itu ada dua puluh empat ribu orang banyaknya.”

4. Mencobai Tuhan
1 Korintus 10:9 “Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka sehingga mereka mati dipagut ular.” Pada kasus ini, bangsa Israel dengan sengaja menantang Tuhan, yaitu berbuat/melakukan dosa yang sudah diketahui dan dimengerti.

5. Jangan bersungut-sungut
1 Korintus 10:10 “Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.”

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s