PEMBUNUH RAKSASA seri 15 : PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MAJU BERTEMPUR DARI PADA KABUR (Fight not Flight) – oleh Pdt. Joseph Priyono (Ibadah Raya – Minggu, 12 Januari 2020)

1Samuel 17

1Samuel 17:48
Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu.

Puji Tuhan, oleh kasih karuniaNya, Tuhan telah menghantar kita memasuki tahun baru 2020. Dua belas hari telah kita tapaki tahun 2020, masih ada 352 hari lagi yang akan kita jalani di tahun 2020. Datangnya tahun baru selalu memberikan harapan baru, kehidupan yang lebih baik dan berkat yang melimpah. Namun demikian kita harus menyadari bahwa hari depan tidak hanya menjanjikan kecerahan, tahun yang baru juga memberikan tantangan, kesulitan dan seribu satu persoalan hidup.

Firman Tuhan berkata: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Kapan yang dimaksud dengan hari-hari terakhir? Sekaranglah waktunya hari-hari terakhir. Inilah waktu kesukaran itu tiba. Jadi siapkan diri untuk menghadapi masa kesulitan dan kesukaran yang akan terjadi di hari-hari yang akan datang. Jangan kecut dan tawar hati karena kita percaya dalam masa yang sukar sekalipun Tuhan tetap menyertai dan memberkati hidup kita. Ingatlah firman Tuhan yang telah disampaikan oleh Bapak Gembala dalam ibadah sulung pada tanggal 5 Januari yang lalu. Jemaat telah diberi peringatan bahwa kekristenan itu seperti orang yang bertanding dalam arena pertandingan. Dalam pertandingan, kita akan menghadapi penghalang-penghalang agar kita jatuh bahkan gagal menyelesaikan pertandingan.

Sejalan dengan yang telah disampaikan Bapak Gembala di ibadah sulung, pada saat ini kita akan kembali belajar tentang pembunuh raksasa seri 15. Tema kita pada pokok bahasan kali ini adalah: “PEMBUNUH RAKSASA MEMILIH MAJU BERTEMPUR DARI PADA KABUR.”

Seorang pembunuh raksasa bukanlah orang yang tidak memiliki kelemahan dan ketakutan, ia memiliki kelemahan, kekurangan bahkan ketakutan, tetapi ia memilih untuk maju bertempur dari pada mundur. Keberanian untuk menghadapi musuh itulah awal dari sebuah kemenangan. Banyak orang tidak pernah mencapai sukses dalam hidupnya karena takut menghadapi musuh, takut mengalami kesukaran dan takut menderita rasa sakit. Itulah sebanya hidupnya begitu-begitu saja tidak pernah maju dari tahun ke tahun.

Ingatlah bahwa di hari depan, tantangan pasti ada, kesukaran pasti terjadi, kesulitan pasti dialami, namun jadilah sebagai pembunuh raksasa yang memilih bertemput bukan kabur. Percayalah tidak ada pilihan yang terbaik bagi kita selain memutuskan untuk terus maju bertempur meski tubuh babak belur bahkan hancur. Jadilah seperti Daud yang memilih berlari ke barisan musuh, bertempur, menghadapi musuh face to face, daripada mundur teratur.

Mengapa Daud memilih maju bertempur, sementara barisan Israel memilih kabur?
1. Tidak ada kemenangan tanpa peperangan.
Kita semua tahu bahwa kita adalah pemenang bahkan alkitab berkata: kita ini adalah lebih dari pemenang. Tahukah Anda bahwa kemenangan hanya terjadi jika kita berani masuk dalam pertempuran. Tanpa peperangan atau pertempuran mustahil lahir kemenangan. Jadi jangan menghindari peperangan jika ingin mengalami kemenangan.

Ingatlah, yang juara hanya mereka yang berlaga, yang meraih piala hanya mereka yang berlomba, dan yang menang mereka yang perang.

Beranikanlah keluar dari zona nyaman, abaikan kelemahan, kalahkan ketakutan, hadapi tantangan, lawan semua kesulitan dan songsong kemenangan. Hanya ada dua kemungkinan dalam peperangan kita kalah atau menang. Jika kita menang kita mendapatkan piala kemenangan, namun jika kalah tak perlu kecil hati, sebab kalah di medan pertempuran lebih terhormat dari pada menang tanpa peperangan. Lihatlah para pahlawan, mereka tewas di pertempuran, tetapi nama mereka dikenang sebagai pahlawan. Ketahuilah kapal yang aman bersandar di pelabuhan, tetapi tidak pernah sampai tujuan. Jangan jadi orang kristen yang hanya mencari senang, ke gereja hanya cari berkat, berdoa hanya untuk mendapat miujizat, melayani hanya cari hormat. Akibatnya orang kristen yang seperti ini tidak pernah bertumbuh dewasa. Ia mudah kecewa, gampang terluka dan rentan dengan kepahitan. Tahun 2020 adalah tahun kemenangan bagi kita, karena itu beranikan diri menghadapi peperangan.

2. Keberhasilan terjadi dalam tindakan bukan angan-angan atau rancangan
Ada pepatah yang berkata: gagal merencanakan adalah merencanakan kegagalan. Tapi saya mau katakan, sehebat apapun rencana yang kita buat, sebagus apapun planning yang dilakukan, sedetail apapun rancangan dikerjakan, jika tidak ada aksi nyata, tidak ada tindakan, semuanya sia-sia. Banyak orang tidak maju hidupnya bukan karena tidak adanya rencana, mereka memiliki rencana, cita-cita tetapi tidak berani bertindak. Orang-orang besar dan sukses adalah mereka yang berani bertindak ditengah ketidakmungkinan sekalipun.

Iman disempurnakan oleh tindakan.
Yakobus 2:22
Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Sadarilah bahwa iman disempurnakan oleh tindakan. Percaya Tuhan hebat, itu baik, Tuhan dahsyat itu baik, namun jika kita tidak berani bertindak maka kita tidak akan pernah mengalami dan melihat kehebatan dan kedahsyatan Tuhan. Daud percaya bahwa Tuhan adalah hebat, kuat dan dahsyat, sebab Tuhan pernah menolongnya saat mengembalakan domba ayahnya. Saat singa dan beruang akan memangsa domba-dombanya ia memukulnya hingga mati. Oleh karena percaya kepada Tuhan yang besar dan dahsyat itulah yang membuat Daud memilih untuk maju bertempur menghadapi Goliat. Tindakan adalah buah dari iman. Tindakan-tindakan yang didasarkan kepada iman yang benar menghasilkan kemenangan.

3. Saat kita bergerak, maka Tuhan akan bertindak
Inilah cara kerja Tuhan, Tuhan akan bertindak saat kita bergerak. Iman melihat yang tak kelihatan, bukan melihat kenyataan. Daud tidak menunggu Tuhan bertindak, menunjukkan kuasaNya baru ia maju. Daud memilih maju lebih dahulu, setelah itu dia lihat tangan Tuhan menolongnya, mengarahkan batu umban yang dilepaskan tepat di dahi Goliat. Percaya itu tidak melihat tanda, percaya itu bergerak tanpa bertanya. Beranikanlah untuk bergerak maju menghadapi musuh, sebab saat kita maju, kuasa Allah akan menyokong hidup kita.

Mari kita lihat sebuah contoh yang dicatat dalam 1 Sam. 14: 1-23. Perhatikan ayat 6, 12 dan 15.
1Sam. 14:6 Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: “Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang.”

 1Sam. 14:12 Orang-orang dari pasukan pengawal itu berseru kepada Yonatan dan pembawa senjatanya, katanya: “Naiklah ke mari, maka kami akan menghajar kamu.” Lalu kata Yonatan kepada pembawa senjatanya: “Naiklah mengikuti aku, sebab TUHAN telah menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel.”

 1Sam. 14:15 Lalu timbullah kegentaran di perkemahan, di padang dan di antara seluruh rakyat. Juga pasukan pengawal dan penjarah-penjarah itu gentar, dan bumi gemetar, sehingga menjadi kegentaran yang dari Allah.

Yonatan tidak pernah tahu sebelumnya apa yang akan Tuhan kerjakan bagi dia dan bangsa Israel. Yonatan hanya memiliki keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan kemenangan dan menyerahkan musuh ke tangan orang Israel. Buah dari imannya, ketika ia bersama bujangnya berjalan maju ke perkemahan lawan, Tuhan membuat langkah mereka menggentarkan bahkan bumi gemetar sehingga musuh lari sebelum mereka tiba.  Haleluya!!

Kisah lain, kita dapat lihat dalam cerita sepuluh orang kusta yang dicatat dalam Lukas 17.
Lukas 17:14
Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

Saat sepuluh orang kusta datang kepada Yesus agar disembuhkan, Tuhan Yesus tidak mendoakan atau menumpangkan tangan kepada mereka, Tuhan Yesus memerintahkan agar menunjukkan diri kepada imam. Orang-orang yang kusta ini tahu aturan torat, bahwa hanya orang yang sudah tahir dari kusta yang boleh menghadap imam. Menurut aturan mereka tidak boleh datang kepada imam sebelum sembuh, tetapi karena mereka percaya kepada perkataan Tuhan Yesus, maka sepuluh orang kusta ini pergi memperlihatkan diri kepada imam. Dan terjadilah, sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Lihatlah saat mereka bergerak, maka Tuhan bertindak.

Perjalanan 2020 masih panjang, jangan takut dengan tantangan yang menghadang, bergeraklah maju sebab saat kita bergerak, Tuhan akan bertindak. Lakukan saja apa yang bisa kita lakukan, selebihnya biarkan Tuhan yang berkerja. Percayalah Dia tidak pernah membiarkan kita, Tuhan pasti menyokong kita. Ingatlah perkataan Pemazmur dalam Mazmur 20:3 Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus dan disokong-Nya engkau dari Sion.

Selamat berjalan bersama Tuhan, jadilah pembunuh raksasa yang memilih bertempur, bukan kabur. Tuhan memberkati – KJP!!

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s