SIAP MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP BERSAMA YESUS – oleh Pdt. Gideon Santoso (Ibadah Raya – Minggu, 26 Januari 2020)

MATIUS 26:39

Pendahuluan
Banyak orang percaya kurang dapat memahami bahkan tidak dapat menerima kenyataan bahwa, sering kali apa yang diharapkan, apa yang didoakan kepada Tuhan, hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan yang yang diinginkannya. Mengapa banyak orang yang mengalami kekecewaan,  kepahitan,  dendam,  stres, putus asa?  Jawabnya tidak dapat menerima kenyataan. Mengapa banyak orang sulit menerima kenyataan hidup yang dihadapi ? Untuk kita dapat mengetahui jawabannya kita lihat contoh yang paling akurat yang diungkapkan lewat doa dari Tuhan Yesus di taman Getsemani.

Matius 26:39 – maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa kata-Nya : “Ya Bapa-Ku jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

 Tuhan Yesus dalam tubuh kemanusiaan-Nya yang seratus persen manusia, ternyata juga dapat memiliki keinginan yang sama yaitu menawar sesuatu yang kalau bisa sesuai dengan apa yang Ia kehendaki dalam mengemban tugas mulia di bumi ini. Tetapi Tuhan memberi pengajaran penting kepada kita dengan doa-Nya “…tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Dari sini kita mendapatkan jawaban mengapa banyak orang sulit menerima kenyataan hidup yang dihadapi yaitu,  karena apa yang ia terima tidak sesuai dengan apa yang ia kehendaki, apa yang Tuhan berikan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Betapa sering kita sebagai orang percaya tanpa sadar meminta Tuhan melalui permohonan kita agar Tuhan menyesuaikan dengan kehendak kita, keinginan kita, maunya kita, yang seharusnya kitalah yang harus menyesuaikan segala sesuatu yang kita inginkan kepada kehendaknya Tuhan. Kadang kita merasa lebih tahu dari Tuhan tentang apa yang baik buat hidup kita. Tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat kita. Itulah sebabnya Ia membuat sesuatu yang justru bertentangan dengan keinginan kita dan mengijinkan hal itu memproses kehidupan kita.

Mengapa Tuhan ijinkan, ada penderitaan, kegagalan, sakit, kerugian dialami oleh orang percaya? Amsal 16:14 “Tuhan membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing, bahkan orang fasik dibuat-Nya untuk hari malapetaka.”  Penulis Amsal menjelaskan bahwa, apa yang Tuhan buat bagi kita yang bertentangan dengan kehendak kita, itu punya tujuan yang tentunya pasti baik buat kita. Orang fasik saja disiapkan hari bagi mereka untuk terima malapetaka kalau tidak menghargai kesabaran Tuhan untuk bertobat, apalagi kita orang-orang yang dikasihi-Nya. Siapapun dapat salah dalam memahami Tuhan, kalau menilai kebaikan Tuhan hanya pada berkat dan hal-hal yang baik saja. Munculnya teori theologi kemakmuran, karena salah memahami kasih Tuhan, yang hanya dinilai dari  berkat-berkat-Nya saja. Kasih Tuhan tidak selalu dinyatakan lewat berkat saja, tetapi juga lewat didikan, teguran, hajaran dengan mengijinkan kenyataan hidup yang pahit. Perhatikan apa yang dikatakan Ayub.

Ayub 2:10 “Tetapi jawab Ayub kepadanya, Engkau berbicara seperti perempuan gila. Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.”

 Siapa yang tidak kenal Ayub, orang yang diluar Tuhan saja banyak yang tahu kisahnya yang luar biasa. Salah satu dari kunci kekuatan Ayub dalam menghadapi kenyataan hidup yang pahit adalah ia memahami bahwa Tuhan tidak selalu memberikan hal yang baik atau berkat saja, tetapi juga hal yang buruk untuk kebaikannya.  Kita juga dapat melihat penjelasan dari penulis kitab Pengkhotbah yang lebih gamblang lagi.

Pengkhotbah 7:14 “Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.”

Kita lihat disini bahwa, Tuhan membuat dua situasi yaitu mujur  dan malang pada tujuan yang sama, yaitu untuk kebaikan kita.

“…tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur…” Artinya kemalangan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita itu juga merupakan bentuk kasih sayang Tuhan seperti ketika Tuhan memberi kemujuran kepada kita. Banyak orang percaya salah dalam menilai kenyataan hidup yang mereka hadapi, yang menilai Tuhan itu sayang karena memberi kemujuran, tetapi Tuhan dinilai sudah meninggalkan hidupnya dan tidak peduli lagi ketika mengalami kemalangan. Kalimat selanjutnya pada ayat di atas  adalah “supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.” Artinya adalah agar setiap orang yang percaya memiliki penyerahan total pada Tuhan yang tahu mengelola masa depan kita dengan baik.

Contoh:

  • Yusuf
    Kejadian 50:20a “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan….” Yusuf adalah seorang yang begitu mempercayai Allah dalam setiap kenyataan hidup yang ia alami meski tidak sesuai dengan kehendaknya. Ia mempercayai Allah meskipun saudara-saudaranya mereka-rekakan kejahatan atas dirinya sehingga kenyataan hidupnya begitu pahit. Yusuf tetap berpegang kepada Tuhan yang sanggup mengubah rekaan jahat menjadi kebaikan dan menguntungkan dirinya.
  • Rasul Paulus
    2 Korintus. 12:7-9.  “ Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.  Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna…”
    Orang sekelas rasul Paulus yang dipercaya Tuhan dengan karunia yang melebihi rasul-rasul lain saja, Tuhan proses lewat kemalangan penderitaan dalam dirinya. Paulus mengalami penderitaan karunia, sesuatu seperti duri dalam dagingnya, yaitu seorang utusan Iblis yang menggocoh dan menjadi batu sandungan dalam pelayanannya. Sudah tiga kali Paulus berdoa menghendaki supaya itu dicabut dari dalam hidupnya, tetapi kehendak Tuhan berkata lain, cukup kata Tuhan kasih karunia-Nya bagi Paulus, duri itu tetap ada. Mengapa? Karena duri itu juga merupakan bentuk kepedulian Tuhan kepada Paulus agar tidak jatuh pada dosa kesombongan.

BAGAIMANA KITA DAPAT SANGGUP MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP INI ?
Jawabannya adalah apapun yang terjadi tetaplah tinggal dalam penggembalaan Tuhan. Kita dapat melihat contoh pengalaman Daud dalam penggembalaan Tuhan di Mazmur 23.

  • 23:1 “ Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.”

Ayat ini bukan sedang menjelaskan bahwa Daud tidak pernah berkekurangan, tetapi menjelaskan bahwa Daud mampu menang dalam menghadapi krisis kekurangan. 1 Sam. 21:1-6. Daud dan pasukan pernah tidak punya makanan sama sekali sampai minta makanan kepada imam Eliezer di Nob dan hanya diberi roti sajian yang sebenarnya hanya dimakan oleh para imam karena memang tidak ada makanan.

  • Maz 23:2 “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.” Daud pernah mengalami ketidaktenangan hidup karena dikejar-kejar musuh yang hendak membunuhnya.
  • Maz 23:3 “Ia menyegarkan jiwaku, Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Daud juga pernah mengalami kekeringan jiwanya ketika ia tidak lagi berjalan pada jalan yang benar. Itu terjadi ketika ia jatuh dalam dosa zinah dengan Bethsyeba.
  • Maz 23:4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu itulah yang menghibur aku.” Daud pernah mengalami ketakutan karena bahaya maut.
  • Maz 23:5 “Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.” Daud pernah mengalami bagaimana ia direndahkan oleh lawan-lawannya, tetapi Allah membalikkannya menjadi kehormatan dengan menyajikan makanan dihadapan para lawan-lawannya, kepalanya diurapi dengan minyak sebagai tanda kepercayaan Allah kepada Daud.
  • Maz 23:6 “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.” Dalam semua penderitaannya Daud menyadari bahwa didalamnya kebajikan dan kemurahan Tuhan selalu dinyatakan baginya. Semuanya ini Daud dapatkan dan alami dalam penggembalaan Tuhan.

Apapun yang saudara dalam menghadapi kenyataan hidup sekarang ini, jangan pernah keluar apalagi meninggalkan penggembalaan Tuhan.

Contoh lain : Ayub 42:5  – “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ini dikatakan Ayub setelah ia mengalami tragedi buruk yang luar biasa dalam hidupnya.  Dari mulai hartanya habis dalam waktu yang singkat, sepuluh anaknya mati dalam satu hari, berpenyakitan dari ujung kepala sampai telapak kakinya, Ayub tetap peluk kuat Tuhan dantidak keluar dari penggembalaan Tuhan. Ia mempercayai penuh apa yang Tuhan ijinkan dan menghadapi dengan teguh kenyataan hidupnya di dalam Tuhan.  Baik Yusuf, Ayub, Daud maupun Rasul Paulus, mereka adalah pribadi-pribadi yang kuat dan tak tergoyahkan imannya karena mereka berani menghadapi kenyataan hidup bersama Tuhan.  Mereka tetap tinggal dan tidak keluar dari penggembalaan Tuhan.  Mereka tahu apapun konsekuensi dalam mengikut Tuhan, selama ada dalam tangan Tuhan dan selama masih ada waktu. Tuhan sanggup mengubahkan, memulihkan segala sesuatunya bagi kita, seperti ada tertulis dalam Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s