Kehidupan yang dipulihkan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 Februari 2020)

Lukas 19:9-10
Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham, sebab anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Zakheus adalah anak keturunan Abraham, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan  kehidupannya dipulihkan. Inilah yang dirindukan oleh Tuhan dalam kehidupan kita orang percaya dimana Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, mencari orang berdosa dan terluka, bagi orang yang sakit, orang yang jauh supaya mendekat untuk diselamatkan dan dipulihkan. Berbeda respon dari orang-orang yang melihat Yesus saat ingin memulihkan Zakheus. Mereka lebih bersungut-sungut dan mencela, tapi Yesus justru melihat dengan penuh belas kasihan supaya setiap orang mengalami pemulihan dalam kehidupannya karena Yesus mencari dan menyelamatkan.

Kata dipulihkan
“Dipulihkan” artinya seorang berada dalam kondisi gagal, sakit parah, hidup dalam keluarga yang hancur, serta hidup dalam dosa yang memalukan dikembalikan seperti keadaan semula, diperbaiki dari kerusakan menjadi keadaan yang lebih baik.

Contoh di Alkitab, orang yang dekat dan jauh dengan Yesus yang kehidupan mereka dipulihkan.

  • Petrus (Yohanes 21:15-18). Pernah menyangkal Tuhan Yesus, dipulihkan kembali komitmenya untuk mengasihi Yesus lebih dari pada yang lain. Pertus mengalami pemulihan dan kembali melayani dan mengasihi Tuhan.
  • Paulus (Kisah Para Rasul 9:19). Saulus yang semula adalah pembenci dan penganiaya serta pembunuh pengikut Yesus. Saat dalam perjalanan ke Damsyik, ia terjatuh dan menjadi buta selama 3 hari dan Tuhan memulihkan keadaan Saulus sehingga namanya diganti Paulus dan menjadi murid Yesus yang melayani dan banyak jiwa yang diselamatkan.
  • Naaman (2Raja 5:1-14). Naaman adalah pribadi yang dahulunya tidak mengenal Allah Israel, tetapi ketika ia disembuhkan Tuhan, ia pun mengenal Tuhan yang benar dan sujud menyembah kepadaNya.

Kita mau belajar dari Naaman bagaimana menjadi pribadi yang dipulihkan oleh Tuhan. Sebelum Tuhan memulihkan segala sesuatu yang ada diluar kita, maka diri kita haruslah yang pertama dipulihkan.

Siapakah Naaman?
Naaman adalah seorang panglima perang, seorang yang memiliki pengaruh besar, seorang yang terhormat, seorang kaya raya, seorang yang perkasa dan memiliki keberanian, seorang yang kuat dan memiliki banyak kecakapan, seorang yang selalu membawa kemenangan bagi negaranya. Namun ia seorang penderita kusta. Seperti apakah penyakit kusta itu? Penyakit itu ada pada kulitnya yang penuh dengan sisik-sisik putih licin, mengkilap dan ditekan, daging di sekitarnya tidak terasa sakit lagi. Penyakit ini tidak terobatkan. Dikalangan orang Ibrani, penyakit ini dianggap najis dan berbahaya, karena simbol dari dosa sehingga penderita harus diasingkan dari masyarakat. Semua telah dimiliki Naaman, semua itu tidak dapat melindungi Naaman dari penyakit kusta. Apapun yang kita miliki tidak dapat melindungi kita dari sakit dan penyakit. Penyakit kusta yang diderita oleh Namaan telah menyebabkan dia kehilangan sukacita dan kegembiraan.

Ada seorang anak perempuan berasal dari Israel, ia menjadi tawanan perang dan dipekerjakan menjadi seorang pelayan di rumah Naaman. Ketika mengetahui bahwa tuannya sakit kusta, ia menginginkan kesembuhan atas tuannya. Kemudian ia memberitahukan bahwa di Israel ada seorang nabi yang bernama Elisa yang dapat menyembuhkan penyakit tuannya. Sekalipun ia belum pernah melihat Elisa menyembuhkan orang kusta, tetapi ia telah mengetahui bagaimana Allah Israel telah melakukan mujizat demi mujizat melalui nabi Elisa dan ia percaya bahwa lewat nabi Elisa Allah Israel sanggup menyembuhkan penyakit tuannya. Naaman yang adalah pemimpin besar dan sangat dihormati terimpartasi oleh iman seorang anak kecil dan pada akhirnya Naaman memilih untuk beriman seperti iman seorang anak kecil ini.

Bagaimana menerima pemulihan?
1. Pemulihan dapat terjadi jika ada iman di dalam hati.
Sekalipun Naaman belum melihat, namun ia beriman juga dan sangat percaya bahwa apa yang dikatakan oleh anak kecil itu pasti terjadi. Iman timbul oleh pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Iman dapat tumbuh saat firman Tuhan didengar, diresapi dan disimpan di dalam hati. Banyak orang tidak mau memasang telinganya baik-baik untuk mendengar firman Tuhan, atau dia mendengar tetapi firman Tuhan itu masuk telinga yang satu dan keluar dari telinga yang lain. Banyak orang percaya hanya mau mendengar khotbah yang penuh dengan humor yang menghibur bukan mencari tahu apa yang Tuhan mau melalui firman-Nya. Hanya firman Tuhan yang dapat membangkitkan iman di hati kita.

Mengapa begitu pentingnya iman? Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang yang tidak kita lihat.” Iman adalah dasar, ini menyatakan bahwa tanpa iman kita tidak dapat membangun pengharapan kita. Kalau tidak ada dasar maka tidak ada bagunan. Bisakah sebuah bangunan yang sempurna dibangun tanpa dasar? Bisakah kita memperoleh apa yang kita harapkan tanpa iman? Saat kita beriman kepada Yesus dan Yesuslah sebagai dasar iman kita maka seluruh permintaan kita pasti terjadi. Markus 11:24, “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Dengan iman kita dapat melihat pemulihan itu terjadi!

Naaman tidak hanya beriman saja tetapi imannya membuat ia bertindak! Yang ia lakukan:

  1. Menghadap raja dan meyakinkan raja atas atas apa yang ia percayai, ayat 4 dan 5
  2. Ia membawa surat resmi dari raja Aram kepada raja Israel
  3. Ia tidak akan pergi dalam penyamaran, tetapi pergi dalam status dan dengan satu rombongan besar, untuk semakin menghormati nabi.
  4. Ia tidak akan pergi dengan tangan kosong, tetapi membawa dengan emas, perak, dan pakaian.

2. Pemulihan dapat terjadi jika ada ketaatan terhadap apa yang Tuhan mau
Naaman memang memiliki iman dan oleh imannya ia bertindak namun di dalam pikirannya ia telah memikirkan bagaimana nantinya ia dipulihkan. Datanglah seorang suruhan dari Elisa kepada Naaman, bahwa Naaman akan sembuh jika ia mandi tujuh kali dalam sungai Yordan. Sesuatu yang mustahil dilakukan yang disodorkan oleh Elisa kepada Naaman. Hal ini membuat Naaman menjadi gusar (ayat 11-12) dan panas hati. Ia berpikir kalau Elisa akan menyembuhkan seperti apa yang dipikirkannya dan dilihat di daerahnya. Lagi pula semua orang baik orang Aram maupun orang Israel tahu bahwa sungai Yordan tidak dapat menyembuhkan penyakit kusta. Bahkan sesuatu yang tidak biasa yaitu orang sakit disuruh mandi, bukankah akan tambah sakit!

Apa yang tersirat dari kebenaran ini. Namaan perlu tahu bahwa bukan sungai Yordan yang menyembuhkannya, tetapi kesembuhan yang akan ia terima adalah kasih karunia dan kuasa Allah ketika Naaman menaati apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi Elisa. Allah hanya mencari ketaatan dari kehidupan Naaman. Iman tidak cukup bagi Naaman untuk menerima kesembuhan dan pemulihan tetapi Allah menghendaki agar Naaman belajar taat kepada perintah Tuhan. Sulit bagi Naaman untuk taat karena ia seorang panglima dan hanya kepada perintah raja saja ia akan taat. Namun ketika ia dinasehati, ia taat melakukannya. Sebuah contoh dalam Perjanjian Baru dalam Lukas 17:11-19 (10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan karena ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan).

Kadang-kadang bukan kesembuhan yang menjadi tujuan akhir Tuhan bagi kita, tetapi yang menjadi tujuan akhir Tuhan ialah bagaimana kita dapat berubah dari sikap yang tidak taat kepada sikap yang taat.

Ada dua binatang yang memiliki pembawaan yang berbeda, yaitu anjing dan kucing. Anjing terkenal sebagai binatang yang taat dan loyal terhadap tuannya. Kalau ada makanan di meja anjing tidak akan makan kalau tuannya tidak memberikan. Beda dengan kucing. Kucing terkenal dengan binatang yang curang. Dihadapan tuannya dia begitu lembut, tetapi kalau ada makanan di meja yang tidak tertutup dan tidak ada majikannya, maka kucing yang lembut tadi berubah menjadi kucing yang liar, dia akan makan sampai habis.

Pemulihan akan terjadi jika Tuhan mendapati ketaatan dalam hidup kita. Tuhan tidak mencari orang kristen yang duniawi, yaitu orang orang-orang percaya kepada Yesus namun kehidupan masih duniawi. Atau orang kristen sorgawi, yaitu Kristen yang hanya memikirkan perkara-perkara sorgawi tanpa memperhatikan keseimbangan-keseimbangan dalam hidup ini. Contoh: ia berpikir kalau hidupnya sudah di sorga jadi tidak perlu bekerja, tidak perlu berolah raga, tidak perlu melayani dan ia berpikir bahwa dengan doa segala sesuatunya beres, pasti Tuhan sediakan! Tetapi yang Tuhan cari adalah orang kristen yang mengerti isi hati Tuhan dan mau taat melakukannya. Orang seperti ini tahu betul isi hati Tuhan karena ia bergaul akrab dengan Tuhan. Orang seperti inilah yang akan mengalami pemulihan.

Apa yang membuat engkau tidak taat hari-hari ini? Di area mana engkau tidak taat? Faktor apa yang membuat engkau tidak taat? Ambil komitmen saat ini! Mulailah belajar untuk taat terhadap apa yang Tuhan mau, jangan biarkan iblis menang atas hidupmu, jangan biarkan ia memperbudak dan menawan hidupmu. Keluarlah dari situasimu yang sulit, sebab Tuhan menjanjikan pemulihan bagi orang yang taat.

3. Pemulihan dapat terjadi jika ada kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Perintah nabi untuk mandi sebanyak tujuh kali dalam Yordan adalah suatu perintah yang menuntut bukan saja ketaatan tetapi kerendahan hati. Mengapa?
1).  Yang menemui Naaman hanyalah sorang pengerja Nabi Elisa.
2)  Yang diperintah adalah Naaman yang memiliki reputasi baik dan kedudukan yang tinggi, apa mungkin ia harus mengorbankan reputasi dan kedudukannya dengan merendahkan diri mandi dihadapan bawahannya. Baik kalau penyakitnya sembuh kalau tidak?
3) Lagi sungai Yordan tidak sebersih sungai-sungai di Damsyik, bukankah sungai-sungai di itu lebih higenis airnya dibandingkan sungai Yordan!

Dalam kerendahan hati, Naaman masuk ke dalam sungai Yordan dan membenamkan diri sebanyak tujuh kali, maka pulihlah ia dari sakitnya dan ia menjadi tahir. Kerendahan hati membawa Naaman menerima pemulihan yang sempurna atas penyakitnya dan kehidupannya. Belajar untuk rendah hati di hadapan Tuhan itu sulit sebab banyak yang harus kita korbankan. Reputasi dan kedudukan kita menjadi taruhannya untuk hidup rendah hati. Ketika kita tinggi hati kita akan hancur, tetapi waktu kita merendahkan diri dan hati kita maka Tuhan akan mengangkat kita dan memulihkan kita.

Jika masih ada keegoisan dan kesombongan yang belum dilepaskan, kita masih berkata bahwa kita mampu, kita sanggup dengan kekuatan kita maka pemulihan itu tidak akan terjadi. Kita harus melepaskan apa yang kita pegang saat ini dan membiarkan tangan Tuhan yang memegang kita. Biarkan Tuhan yang memegang kehidupan kita sehingga Ia dapat membawa kita ke tempat yang aman. Naaman bukan saja dipulihkan dari sakitnya, tetapi ia dipulihkan menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Iman semakin jelas dan ia menjadi penyembah kepada Allah yang benar.

Kesimpulan
Tuhan mau memberkati kehidupan orang percaya yang mau dipulihkan. Bagaimana dengan kita? Jika Saudara mau dan rindu Tuhan bekerja lebih dalam maka lebih dulu kita mengalami pemulihan dari Tuhan.

DIKUBURKAN dan DIBANGKITKAN bersama YESUS – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2  – Minggu, 23 Feb 2020)

Kolose 2:12 

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu sudah dibahas dalam Kolose 2:11 bahwa sebagai orang percaya, yang hidup didalam Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus. Sunat yang rasul Paulus maksud di ayat ini bukanlah sunat jasmani, yaitu upacara pemotongan kulit khatan sebagaimana ketentuan Hukum Taurat yang diajarkan oleh Musa. Tetapi “Sunat Kristus atau Sunat Rohani”, yaitu pengalaman rohani yang dialami saat seseorang percaya kepada Yesus, bertobat lalu ia memotong atau membuang dan menanggalkan semua dosa dan kejahatan masa lalu yang telah  diperbuat.  Pada  saat  itulah seseorang akan mengalami apa yang disebut “mati dari hidup yang lama”, Roma 6:2.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan setelah mati dari cara hidup yang lama adalah menguburkan dan bangkit dalam baptisan bersama Yesus. Menguburkan hidup yang lama dalam baptisan air dan hidup dalam keadaan yang baru bersama Yesus. Inilah yang Paulus katakan kepada jemaat Kolose, dalam Kolose 2:12 “Dengan Dia (Yesus) kamu dikuburkan  dalam baptisan…” Orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, bertobat dan mati dari hidup yang lama, ia harus dikuburkan. Caranya: orang tersebut harus menguburkan hidup lamanya  dengan jalan: “dibaptiskan dalam baptisan air.”

Perhatikan Roma 6:4a “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia, oleh baptisan dalam kematian…” Tapi tidak berhenti sampai disitu. Roma 6:4b, mengatakan: “Supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

KESIMPULAN TENTANG BAPTISAN AIR
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “baptisan air” bukan sekedar ritual gereja, tetapi baptisan air ialah saat kita mendeklarasikan diri di hadapan Tuhan bahwa hidup kita yang lama telah mati dan telah kita kuburkan. Dan dengan baptisan air, kita bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Sebab itu, setiap orang yang benar-benar menerima (percaya) kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, orang tersebut telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu menanggalkan semua dosa dan kejahatan kita dimasa yang lalu. Dan menjadi ciptaan yang baru atau telah lahir baru.

2 Korintus 5:17, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Dengan deklarasi hidup yang baru, membuktikan bahwa kita bukan produk Adam yang mewarisi sifat-sifat Adam yang berdosa tetapi telah mewarisi sifat-sifat Yesus, sebab di dalam Yesus, semua dosa kita diakhiri. Itu sebabnya, salah satu gelar Yesus adalah: “Adam yang akhir.”

1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang  menghidupkan.”

Artinya tubuh kita, kita warisi dari Adam tetapi roh dan jiwa kita yaitu sifat dan karakter kita, yang kita warisi dari Adam, nenek moyang, kakek, dan ayah kita telah dibuang, dipotong atau disunat. Dan sifat-sifat yang baru, yaitu sifat-sifat Kristus sudah datang. Sebab itu kata firman Allah, bahwa setiap orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, ia adalah ciptaan baru; barang baru; produk baru yang berkualitas.

Perhatikan Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan (diproduksi) dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang persiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya, (memperaktekkannya).”
Jadi didalam Kristus, kita hidup dalam cara hidup yang baru.

CONTOH HIDUP YANG BARU
Sebuah contoh dalam Alkitab, tentang seorang yang mengalami hidup yang baru, yaitu  Zakheus, Lukas 19:1-10. Pada saat itu, Yesus melintasi kota Yerikho, suatu kota yang dikutuk Yosua, Yosua 6:26. Tetapi di kota ini, Yesus justru melawat dan menyelamatkan seorang yang setiap hari dikutuki masa yaitu, Zakheus. Sebab selama ini orang hanya melihat kejahatan Zakheus, tetapi mereka tidak melihat dalam hati Zakheus ada rasa haus akan kebenaran. Ketika Zakheus mendengar berita Yesus lewat di Yerikho, Zakheus meluapkan keinginannya untuk dapat melihat dan bertemu Yesus.

Meskipun kekayaan yang dimiliki Zakheus bisa memenuhi kebutuhan jasmani Zakheus tetapi kekayaannya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani yang ada di dalam diri Zakheus. Zakheus melupakan semua ego dan gengsi, tanpa malu ia panjat pohon ara untuk dapat melihat Yesus. Dari sekian banyak orang yang ada di jalan saat itu, Yesus tidak terkecoh oleh penampilan mereka. Yesus tahu mana yang sungguh-sungguh datang untuk mencari Yesus atau sekedar formalitas. Sebab itu Yesus segera menanggapi kerinduan Zakheus dan Yesus akan menumpang di rumah Zakheus. Ingat, bahwa Yesus diam dan bertakhta di hati orang yang benar-benar rindu, haus dan lapar akan pribadi Yesus, yaitu Firman Allah dan Roh Kudus. Amos 5:4 “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup.”

Tetapi dalam Lukas 19:7, janji Yesus untuk menumpang di rumah Zakheus dinilai negatif oleh orang Israel. Orang hanya melihat masa lalu hidup Zakheus tapi mereka tidak tahu pengalaman rohani yang Zakheus alami karena lewat perjumpaan Zakheus dengan Yesus membuat Zakheus mengalami kelahiran baru.  Zakheus mengalami sunat rohani, dosa dan kejahatan masa lalunya telah disunat. Sekarang ia telah jadi ciptaan yang baru sehingga ketika orang menuding Zakheus adalah orang jahat dan orang berdosa, Zakheus membuktikannya bahwa Zakheus yang lama sudah mati dan dikubur. Zakheus yang baru telah bangkit dan inilah: deklarasi Zakheus di depan orang banyak dalam Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang  kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Dulu hidup Zakheus hanya fokus untuk harta dunia, Zakheus berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya, sekalipun dengan cara keji dengan memeras, berbohong dan menipu. Tapi kini Zakheus fokus kepada harta rohani, Zakheus buktikan dengan menyerahkan separuh dari kekayaan yang Zakheus miliki kepada orang miskin. Bahkan setiap orang yang pernah Zakheus peras atau tipu, uang itu Zakheus kembalikan dengan bunga 400%. Artinya, orang yang dulu merasa dirugikan Zakheus, sekarang justru merasa jadi beruntung sebab mereka dapat bunga 400% dari Zakheus.

PENUTUP
Demikian halnya dengan setiap orang percaya, bahwa kita harus mengalami kelahiran baru. Dimana hidup kita yang lama sudah disunat atau dipotong sehingga mati, lalu dikuburkan, bangkit dengan cara hidup yang baru dengan mendeklarasikan lewat baptisan air dan hidup dengan cara hidup yang diwarisi oleh Adam yang terakhir yaitu Yesus. Dengan demikian kita akan melihat bagaimana rencana Allah akan tergenapi dalam setiap hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

SUDAH SELESAI – oleh Ps. Jeff Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 16 Februari 2020)

For every beginning has an end.”
Untuk segala sesuatu yang dimulai selalu ada akhirnya. Jadi ada awal dan akhir. Ada Alfa, ada Omega (ini untuk huruf Yunani), ada “A”, ada “Z” (ini untuk huruf alphabetical yang biasa kita kenal).

Misalnya saja dalam rangkaian minggu penciptaan yang tertulis di Kejadian 1. Ada awal dan ada akhir dari rangkaian itu, yang akhir kita sebut sebagai hari Sabat. Pada masa Perjanjian Lama ini adalah hari Sabtu dan sekarang di masa Perjanjian Baru itu adalah hari Minggu.

Ketika bicara tentang awal penciptaan banyak “orang-orang pintar semacam ilmuwan” yang tidak percaya dan berusaha membuktikan sebaliknya. Ada yang disebut “partikel tuhan” atau secara ilmiah mereka menyebutnya “Higgs boson” dan secara singkat itu adalah partikel yang menyusun segala sesuatu benda di dunia. Tetapi pastilah mereka akan gagal karena mereka sudah menutup mata mereka bahwa Allah adalah yang pertama dan pencipta segalanya. Segala sesuatu juga akan berakhir olehNYA.

Kita mengatakan “It is done” ketika kita sudah menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini sama dengan “it is finished”. Done atau finished itu sinonim dengan kata-kata dalam bahasa Inggris: complete, perfect, good. Semua definisi yang saya sebutkan di kalimat terakhir itu menariknya tergambar dalam 3 ayat-ayat yang berurutan di Kejadian 1:31 dan Kejadian 2:1-2.

Good.
– Kejadian 1:31.

Finished.
– Kejadian 2:1.

Complete.
– Kejadian 2:2.

Apa makna dari yang tertulis di lembar pertama Alkitab kita ini?
Allah menciptakan segala sesuatu dalam bentuk yang final, sehingga kita bisa berkata bahwa teori evolusi itu tidak Alkitabiah. Kita, manusia, ciptaan Allah, adalah ciptaan yang sempurna (Kejadian 1:27) dan kita diciptakan untuk suatu tujuan (ayat 28). Karena itulah bahkan ketika manusia jatuh, Allah langsung merencanakan penebusan, Kejadian 3:15.

Manusia berharga di mata Tuhan, bahkan bagi mereka yang dipilih dan dipanggil dalam rencana Allah (seperti bangsa Israel dan juga bagi kita Israel Rohani) Allah mengatakan bahwa kita: “berharga di mataNYA, mulia, dikasihi, dan mendapat jaminan perlindungan.

Yesaya 43:4
You are perfect in His sight. Stop comparing yourself with others. You will become imperfect and feel invaluable by doing that.

Kembali pada ibadah kita, mungkin ada pertanyaan mendasar, mengapa Yesus harus berkorban? Gembala Jemaat GPdI Mahanaim di Tegal pernah menyampaikan hal ini, dengan analogi cerita perumpamaan Yesus di Lukas 10:25-37.

Sejak kejatuhan manusia, manusia ditentukan untuk mati. Kita lahir untuk mati! Iblis mendapat kesempatan untuk merampok kita habis-habisan. Keunggulan, keistimewaan dan kemuliaan manusia mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Jika tidak ada juruselamat, maka kita pasti mati. Mati disini baik secara:

  • Maksudnya dengan makin singkatnya waktu hidup, dari Kejadian 6:3 (sampai dengan 120 tahun) hingga Mazmur 90:10 (hanya 70 sampai 80 tahun saja).
  • Rohani (masuk di dalamnya aspek Jiwa juga). Maksudnya ketika manusia menjadi fasik (jahat) maka ujung jalannya adalah kebinasaan. Mazmur 1:6.

Untuk menjadi juruselamat dunia, Yesus harus mati! Mengapa? Untuk menggantikan kita yang harusnya mati. DIA mati supaya kita hidup. Gambarannya adalah seperti korban di Perjanjian Lama (Imamat 16:34) perlu dikorbankan setiap tahun untuk pendamaian. Namun itu semua digenapi dengan korbanNYA yang menjadi penanda suatu Perjanjian Baru. Korban yang sempurna, sekali untuk selamanya, Ibrani 9:28.

Jadi ketika Yesus berkata “sudah selesai” (Yohanes 19:30) berarti misinya sudah selesai, dosa tidak lagi “menjajah” hati manusia. Penghukuman yaitu maut yang diakibatkan dosa tidak lagi jadi bagian kita, Roma 8:1-2.

Sekarang, bagaimana dengan dirimu?

  • Apakah dirimu masih dipenuhi rasa bersalah?
  • Apakah kamu masih belum bisa lepas dari perbuatan dosa?
  • Apakah kamu masih berhubungan dengan roh-roh lain yang mengikatmu?
  • Apakah kamu masih sementara mencari kebenaran?
  • Apa yang bisa Yesus tawarkan kepadamu hari ini adalah, apakah kamu mau percaya?

Ketika Yesus berkata “sudah selesai” berarti iblis sudah tidak bisa menuntut kita lagi. Hukuman itu dilalukan (Passover/Pesakh/Paskah) dari ketika kita di dalam Yesus. Bagaimana bisa kita hidup di dalam Yesus? Apakah itu berarti tinggal di dalam gereja? Bukan, ketika kita hidup di dalam Yesus artinya:

  • Yohanes 3:18. DIA sudah memberikan fasilitas untuk kita bisa menjadi utuh (complete) dan baik (good), setelah kejatuhan manusia dalam dosa.
  • Hidup benar. Yohanes 3:21. Berarti hidup menghindari dosa. Ingat Yesus menjadi dosa bukan karena DIA berdosa. Demikian kita dibenarkan bukan karena kita sudah benar, tetapi karena kebenaran Allah yang “diberikan” pada kita. Masakan kita mau mempermainkan pemberian itu dengan hidup tidak bertanggungjawab. Masakan kita mau disebut “orang yang tidak tahu untung, sudah ditolong, tetapi malah menyalibkan Yesus lagi”.
  • Datang pada terang yaitu DIA. Yohanes 8:12. Orang yang hidup dalam kebenaran tidak menyembunyikan apapun. Semuanya terbuka, dan dia senang dalam terang. Tetapi sebaliknya mereka yang hidup di gelap, suka menyembunyikan hidupnya dan menjauh dari terang.

DALAM PERLINDUNGAN ALLAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 9 Februari 2020)

MAZMUR 91 

Pendahuluan
Hari-hari yang akan kita jalani dalam dunia ini, seperti nubuatan Alkitab ‘akan bertambah sukar’, bukan hanya di bidang ekonomi, keamanan dan sosial.  Hari-hari ini, dunia sedang menghadapi krisis kesehatan bersamaan dengan berkembangnya Virus Corona yang sampai hari ini sudah mencapai 29 negara yang terdampak penularan virus ini. Kasus yang terdeteksi sudah lebih dari 76.738, mengalami kesembuhan baru 18.562, sedangkan yang meninggal sudah mencapai 2.247 dan akan terus berkembang.

Hal itu memang sudah dinubuatkan oleh Firman Tuhan, tentang pembukaan meterai-meterai yang terdapat dalam Wahyu 6 tentang pembukaan meterai-meterai. Seperti Wahyu 6:7-8 “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.”

Namun kita percaya, janji perlindungan Tuhan kepada anak-anak-Nya juga akan digenapi. Seperti tertulis dalam keseluruhan Mazmur 91.

Maz 91:1  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Maz 91:2  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Maz 91:14  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Tradisi Yahudi

  • Dalam tradisi bangsa Yahudi, Mazmur ini sudah sangat dikenal. Dibaca saat ibadah pagi Pesukei Dezimra pada hari Sabat, Hari Raya Yahudi Yom Tov, dan Hoshana Rabbah.
  • Dibaca setelah ibadah petang Maariv pada Motzei Shabbat.
  • Dibaca dalam doa sebelum tidur Bedtime Shema.
  • Dibaca 7 kali dalam upacara pemakaman.

Tradisi Kristen

  • Dalam tradisi Kristen (Kristen zaman permulaan) dinamakan “Qui habitat” dikenal sebagai Mazmur Perlindungan.
  • Dalam lagu-lagu rohani, mazmur ini sering dinyanyikan pada waktu mengalami kesusahan.
  • Di gereja-gereja barat sering dinyanyikan atau dibaca pada ibadah Compline – doa malam .

Saat ini Mazmur 91 dikenal sebagai Mazmur Prajurit. Tentara angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Marinir, mereka sering membawa salinan kecil di dompet ke mana pun mereka di tempatkan.

Kunci Perlindungan
Ada 4 nama Allah yang disebutkan dalam Mazmur ini, khususnya Ayat 1 dan 2.
1. El-Elyon (Allah yang Mahatinggi)
2. El-Shadday ( Allah yang Mahakuasa)
3. Yehovah (Tuhan)
4. Elohim (Allah)
Dari ke 4 nama Tuhan ini jelas bahwa perlindungan Tuhan bagi anak-anakNya begitu sempurna.

Dan kunci perlindungan tersebut ada di 2 ayat tersebut di atas, yaitu

  • Duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa. Dalam salinan KJV disalin dengan kata ‘Secret Place’ atau Tempat Rahasia Allah.
  • Yang kedua adalah hati yang melekat

1. Tempat Rahasia Allah
Kata ‘duduk’ dan ‘bermalam’ mengindikasikan setiap saat dan setiap waktu, siang dan malam. Dimanakah tempat tersebut?

  • Apakah doa di dalam kamar? Seperti yang ditulis dalam Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
  • Apakah ada suatu tempat spesial untuk kita berjaga dan berdoa? Seperti Luk 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
  • Apakah yang dimaksud adalah berdoa setiap waktu? Seperti yang tertulis dalam Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus
  • Tempat rahasia Allah ini pasti bukanlah sebuah tempat yang dapat ditetapkan sebagai hal yang permanen. Dalam ayat 11, Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Ayat 12,  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  Tempat rahasia ini adalah dalam Roh manusia kita sendiri, tempat dimana Roh Allah tinggal. Disinilah tempat dimana roh manusia kita dihubungkan dengan kesadaran terus menerus tentang kehadiran Allah.

2. Hati yang melekat
Hati yang melekat (Ibrani “chashaq”) yang berarti: mengarahkan hatinya, jatuh cinta, dan menginginkan/ hasrat. Hati yang melekat ini adalah hasil dari sebuah HUBUNGAN kasih yang selalu membuat kedua pihak yang sedang jatuh cinta akan selalu mengarahkan hatinya, ingin selalu dekat, ingin mendengar suara-Nya, dimana Tuhan menjadi kekasih kita dan kita menjadi orang yang dikasihi Tuhan.

Yohanes adalah salah seorang murid Yesus mengalami hubungan yang sedemikian dengan Yesus, dimana ia merasakan bahwa ia adalah seorang murid yang dikasihi oleh Tuhan.

Yoh 13:23  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Yoh 19:26  Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
(Yoh 21:7; Yoh 21:20)

Ketiadaan hubungan dengan Tuhan inilah satu-satunya yang menjadi penyebab semua hubungan kita baik dengan diri kita, maupun dengan sesama dan pasangan menjadi bermasalah. Ketiadaan HUBUNGAN inilah menjadi penyebab kehilangan kepekaan dengan hadirat Tuhan dan hasilnya adalah munculnya semua persoalan dalam kehidupan kita termasuk keraguan kita tentang pemeliharaan dan perlindungan Tuhan yang sempurna.

Orang yang mengetahui tempat rahasia Allah, tinggal didalamnya dan hatinya melekat kepada-Nya akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:2)

SUNAT KRISTUS Adalah SUNAT ROHANI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Februari 2020)

Kolose 2:11,12

PENDAHULUAN
Jemaat Kolose diserang dengan berbagai serangan selain filsafat gnostik dan juga berbagai ajaran sesat dari guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran, bahwa untuk diselamatkan selain percaya kepada Yesus, jemaat juga harus melakukan syariat Taurat, salah satunya adalah disunat. Oleh sebab itu, diadakan konsensus Yerusalem atau lebih dikenal konferensi Yerusalem.

KONSENSUS YERUSALEM
Perhatikan, dalam Kisah 15:1 dituliskan beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan ajaran palsu kepada saudara-saudara di sana dengan ajaran “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak diselamatkan!” Tetapi ajaran dari guru-guru palsu yang datang dari Yudea dan Antiokhia ini dibantah dan dilawan dengan tegas oleh Paulus dan Barnabas. Hasilnya, Kisah 15:2,3 jemaat bersukacita karena ketegasan Paulus dan Barnabas atas ajaran sesat yang diajarkan oleh guru-guru palsu itu. Lalu, Paulus dan Barnabas kembali Yerusalem. Selanjutnya Kisah 15:4, saat mereka tiba di Yerusalem, Paulus dan Barnabas disambut oleh jemaat, penatua dan para rasul. Lalu Paulus dan Barnabas menceritakan sikap tegas mereka terhadap ajaran sesat yang diajarkan guru-guru palsu tentang sunat itu. Tetapi  Kisah 15:5a  ada beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya datang dan menjadi pengikut Yesus, bahkan menjadi pengajar. Tetapi, ajaran yang mereka ajarkan adalah ajaran sesat. Sebab  mereka berkata dalam Kisah 15:5b, orang-orang yang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa. Melihat kenyataan bahwa ajaran sesat sudah menyebar bukan hanya di Antiokhia tapi sudah sampai di Yerusalem, maka para rasul mengadakan sidang (Kisah 15:6).

TANGGAPAN PETRUS
Setelah sekian lama para rasul dan penatua bersidang, Petrus berdiri menyampaikan kesaksian pelayanannya, Kisah 15:7-11. Dalam kesaksiannya ia menjelaskan bahwa Tuhan Yesus menerima dan menyelamatkan orang-orang non Yahudi tanpa harus melakukan/menjalani syariat Taurat yaitu salah satunya disunat. Kesaksian Petrus ini menjadi bukti, bahwa untuk jadi seorang pengikut Yesus dan diselamatkan caranya adalah percaya kepada Tuhan Yesus dan disunat, bukan dengan sunat jasmani tapi sunat rohani yaitu sunat Kristus. Sebagai contoh, Petrus bersaksi tentang keluarga Kornelius orang non Yahudi, tapi karena percaya kepada Yesus, ia diselamatkan dan dipenuhi dengan Roh Kudus (Kisah 10:1-48.)

PERINGATAN RASUL PAULUS
Sebab itu, ketika guru-guru palsu menyerang jemaat Kolose dengan ajaran sunat, rasul Paulus dengan tegas mengingatkan jemaat Kolose bahwa “di dalam Dia (didalam iman kepada Yesus) kamu telah disunat” (Kolose 2:11). Artinya setiap orang yang benar-benar percaya Yesus dan menjadi pengikut Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu sunat hati. Pertanyaannya “kita mengaku Kristen (pengikut Yesus) tetapi apakah kita benar-benar sudah disunat bukan dengan sunat Taurat (sunat jasmani) tapi sunat rohani yaitu sunat Kristus?

APAKAH SUNAT KRISTUS?
Matius 5:17 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melaikan untuk menggenapinya.” Yang menjadi pertanyaan adalah apa dan seperti apa yang dimaksud “Penggenapan Sunat Kristus?” Pada umumnya kita tahu, bahwa sunat Taurat yang dipotong adalah salah satu bagian organ tubuh. Hasilnya, yang berubah adalah fisik. Sedang sunat Kristus, yang dipotong adalah dosa yang menguasai hati, jiwa dan tubuh. Hasilnya, hati, jiwa dan perbuatan kita berubah menjadi baru. Inilah yang disebut kelahiran baru (2 Korintus 5:17). Untuk mempermudah pengertian kita, perhatikan tabel perbedaan antara sunat Taurat dan sunat Kristus.

 

PENTINGNYA SUNAT ROHANI (KELAHIRAN BARU)
Melihat tabel tersebut, sebagai orang Kristen non Yahudi betapa pentingnya kita harus mengalami sunat Rohani. Yohanes 3:3 “…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya orang yang tidak dilahirkan kembali yaitu tidak mengalami sunat rohani, yakni tidak bertobat dan tidak mengalami pembaharuan hati, jiwa dan perbuatan ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.

1. Orang yang tidak menerima Yesus dan mengalami sunat Kristus/Rohani (Kelahiran Baru)
Selama ia hidup di dunia, ia tidak akan pernah menikmati Kerajaan Allah. Matius 12:28 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Kalau Yesus menjadi Raja di hati kita, kita akan menikmati suasana Kerajaan Allah di hati kita dalam segala situasi dan kondisi.

Lukas 17:21 “..juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Apakah maksud “ada di antara kamu?” Maksudnya kerajaan Allah ada didalam hati orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dan telah mengalami sunat rohani (dilahirkan baru), yaitu orang yang hati, jiwa dan perilaku hidupnya telah dibaharui oleh Yesus. Dan pengalaman ini, tidak akan pernah dialami oleh orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi tidak sungguh-sungguh, karena tidak mengalami sunat rohani, yaitu sunat Kristus (lahir baru) di mana hati, jiwa dan perbuatan hidupnya belum dibaharui di dalam Yesus. Karena dasar untuk menikmati Kerajaan Allah, bukan karena uang, harta, kedudukan bahkan apa pun yang bersumber dari dunia ini tetapi karena kita telah mengalami sunat Kristus (lahir baru) Roma 14:17.

2. Orang yang tidak sungguh-sungguh menyambut Yesus dan tidak disunat dengan sunat Kristus, dengan cara: menyunat dosa dan perbuatan dosa yang dilakukan dalam hati, jiwa dan oleh perbuatannya.
Maka, pada saat Yesus datang kedua kali kalau orang itu hidup sampai Yesus datang kedua kali, ia akan dibinasakan oleh Yesus, Wahyu 19:21. Kalau orang tersebut sudah mati dari sekarang, pada saat Yesus datang kedua kali, ia tidak akan turut dibangkitkan bersama-sama orang benar, yaitu pengikut Yesus yang telah lahir baru, yang telah disunat dengan sunat Kristus, Wahyu 20:6. Ia tidak akan turut memerintah bersama Tuhan Yesus dalam Kerajaan 1000 Tahun. Sebaliknya, ia akan dibangkitkan dan menerima tubuh baru untuk dibinasakan dalam api yang kekal setelah berakhir Kerajaan 1000 Tahun, Wahyu 20:9.

KESIMPULAN
Kiranya sebagai orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita wajib mengalami sunat Kristus yaitu sunat rohani. Dimana kita sebagai orang percaya menanggalkan cara hidup yang lama dan membuangnya, sebab kita sudah alami kelahiran baru. Jika tidak, maka kita juga akan dibinasakan dalam kematian kekal. Tuhan Yesus memberkati.