SUNAT KRISTUS Adalah SUNAT ROHANI – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 2 Februari 2020)

Kolose 2:11,12

PENDAHULUAN
Jemaat Kolose diserang dengan berbagai serangan selain filsafat gnostik dan juga berbagai ajaran sesat dari guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran, bahwa untuk diselamatkan selain percaya kepada Yesus, jemaat juga harus melakukan syariat Taurat, salah satunya adalah disunat. Oleh sebab itu, diadakan konsensus Yerusalem atau lebih dikenal konferensi Yerusalem.

KONSENSUS YERUSALEM
Perhatikan, dalam Kisah 15:1 dituliskan beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan ajaran palsu kepada saudara-saudara di sana dengan ajaran “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak diselamatkan!” Tetapi ajaran dari guru-guru palsu yang datang dari Yudea dan Antiokhia ini dibantah dan dilawan dengan tegas oleh Paulus dan Barnabas. Hasilnya, Kisah 15:2,3 jemaat bersukacita karena ketegasan Paulus dan Barnabas atas ajaran sesat yang diajarkan oleh guru-guru palsu itu. Lalu, Paulus dan Barnabas kembali Yerusalem. Selanjutnya Kisah 15:4, saat mereka tiba di Yerusalem, Paulus dan Barnabas disambut oleh jemaat, penatua dan para rasul. Lalu Paulus dan Barnabas menceritakan sikap tegas mereka terhadap ajaran sesat yang diajarkan guru-guru palsu tentang sunat itu. Tetapi  Kisah 15:5a  ada beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya datang dan menjadi pengikut Yesus, bahkan menjadi pengajar. Tetapi, ajaran yang mereka ajarkan adalah ajaran sesat. Sebab  mereka berkata dalam Kisah 15:5b, orang-orang yang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa. Melihat kenyataan bahwa ajaran sesat sudah menyebar bukan hanya di Antiokhia tapi sudah sampai di Yerusalem, maka para rasul mengadakan sidang (Kisah 15:6).

TANGGAPAN PETRUS
Setelah sekian lama para rasul dan penatua bersidang, Petrus berdiri menyampaikan kesaksian pelayanannya, Kisah 15:7-11. Dalam kesaksiannya ia menjelaskan bahwa Tuhan Yesus menerima dan menyelamatkan orang-orang non Yahudi tanpa harus melakukan/menjalani syariat Taurat yaitu salah satunya disunat. Kesaksian Petrus ini menjadi bukti, bahwa untuk jadi seorang pengikut Yesus dan diselamatkan caranya adalah percaya kepada Tuhan Yesus dan disunat, bukan dengan sunat jasmani tapi sunat rohani yaitu sunat Kristus. Sebagai contoh, Petrus bersaksi tentang keluarga Kornelius orang non Yahudi, tapi karena percaya kepada Yesus, ia diselamatkan dan dipenuhi dengan Roh Kudus (Kisah 10:1-48.)

PERINGATAN RASUL PAULUS
Sebab itu, ketika guru-guru palsu menyerang jemaat Kolose dengan ajaran sunat, rasul Paulus dengan tegas mengingatkan jemaat Kolose bahwa “di dalam Dia (didalam iman kepada Yesus) kamu telah disunat” (Kolose 2:11). Artinya setiap orang yang benar-benar percaya Yesus dan menjadi pengikut Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu sunat hati. Pertanyaannya “kita mengaku Kristen (pengikut Yesus) tetapi apakah kita benar-benar sudah disunat bukan dengan sunat Taurat (sunat jasmani) tapi sunat rohani yaitu sunat Kristus?

APAKAH SUNAT KRISTUS?
Matius 5:17 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya melaikan untuk menggenapinya.” Yang menjadi pertanyaan adalah apa dan seperti apa yang dimaksud “Penggenapan Sunat Kristus?” Pada umumnya kita tahu, bahwa sunat Taurat yang dipotong adalah salah satu bagian organ tubuh. Hasilnya, yang berubah adalah fisik. Sedang sunat Kristus, yang dipotong adalah dosa yang menguasai hati, jiwa dan tubuh. Hasilnya, hati, jiwa dan perbuatan kita berubah menjadi baru. Inilah yang disebut kelahiran baru (2 Korintus 5:17). Untuk mempermudah pengertian kita, perhatikan tabel perbedaan antara sunat Taurat dan sunat Kristus.

 

PENTINGNYA SUNAT ROHANI (KELAHIRAN BARU)
Melihat tabel tersebut, sebagai orang Kristen non Yahudi betapa pentingnya kita harus mengalami sunat Rohani. Yohanes 3:3 “…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Artinya orang yang tidak dilahirkan kembali yaitu tidak mengalami sunat rohani, yakni tidak bertobat dan tidak mengalami pembaharuan hati, jiwa dan perbuatan ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.

1. Orang yang tidak menerima Yesus dan mengalami sunat Kristus/Rohani (Kelahiran Baru)
Selama ia hidup di dunia, ia tidak akan pernah menikmati Kerajaan Allah. Matius 12:28 “Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.” Kalau Yesus menjadi Raja di hati kita, kita akan menikmati suasana Kerajaan Allah di hati kita dalam segala situasi dan kondisi.

Lukas 17:21 “..juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Apakah maksud “ada di antara kamu?” Maksudnya kerajaan Allah ada didalam hati orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus dan telah mengalami sunat rohani (dilahirkan baru), yaitu orang yang hati, jiwa dan perilaku hidupnya telah dibaharui oleh Yesus. Dan pengalaman ini, tidak akan pernah dialami oleh orang yang mengaku sebagai pengikut Yesus, tapi tidak sungguh-sungguh, karena tidak mengalami sunat rohani, yaitu sunat Kristus (lahir baru) di mana hati, jiwa dan perbuatan hidupnya belum dibaharui di dalam Yesus. Karena dasar untuk menikmati Kerajaan Allah, bukan karena uang, harta, kedudukan bahkan apa pun yang bersumber dari dunia ini tetapi karena kita telah mengalami sunat Kristus (lahir baru) Roma 14:17.

2. Orang yang tidak sungguh-sungguh menyambut Yesus dan tidak disunat dengan sunat Kristus, dengan cara: menyunat dosa dan perbuatan dosa yang dilakukan dalam hati, jiwa dan oleh perbuatannya.
Maka, pada saat Yesus datang kedua kali kalau orang itu hidup sampai Yesus datang kedua kali, ia akan dibinasakan oleh Yesus, Wahyu 19:21. Kalau orang tersebut sudah mati dari sekarang, pada saat Yesus datang kedua kali, ia tidak akan turut dibangkitkan bersama-sama orang benar, yaitu pengikut Yesus yang telah lahir baru, yang telah disunat dengan sunat Kristus, Wahyu 20:6. Ia tidak akan turut memerintah bersama Tuhan Yesus dalam Kerajaan 1000 Tahun. Sebaliknya, ia akan dibangkitkan dan menerima tubuh baru untuk dibinasakan dalam api yang kekal setelah berakhir Kerajaan 1000 Tahun, Wahyu 20:9.

KESIMPULAN
Kiranya sebagai orang yang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kita wajib mengalami sunat Kristus yaitu sunat rohani. Dimana kita sebagai orang percaya menanggalkan cara hidup yang lama dan membuangnya, sebab kita sudah alami kelahiran baru. Jika tidak, maka kita juga akan dibinasakan dalam kematian kekal. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s