DALAM PERLINDUNGAN ALLAH – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 9 Februari 2020)

MAZMUR 91 

Pendahuluan
Hari-hari yang akan kita jalani dalam dunia ini, seperti nubuatan Alkitab ‘akan bertambah sukar’, bukan hanya di bidang ekonomi, keamanan dan sosial.  Hari-hari ini, dunia sedang menghadapi krisis kesehatan bersamaan dengan berkembangnya Virus Corona yang sampai hari ini sudah mencapai 29 negara yang terdampak penularan virus ini. Kasus yang terdeteksi sudah lebih dari 76.738, mengalami kesembuhan baru 18.562, sedangkan yang meninggal sudah mencapai 2.247 dan akan terus berkembang.

Hal itu memang sudah dinubuatkan oleh Firman Tuhan, tentang pembukaan meterai-meterai yang terdapat dalam Wahyu 6 tentang pembukaan meterai-meterai. Seperti Wahyu 6:7-8 “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: “Mari!” Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang, dan dengan kelaparan dan sampar, dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi.”

Namun kita percaya, janji perlindungan Tuhan kepada anak-anak-Nya juga akan digenapi. Seperti tertulis dalam keseluruhan Mazmur 91.

Maz 91:1  Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

Maz 91:2  akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”

Maz 91:14  “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Tradisi Yahudi

  • Dalam tradisi bangsa Yahudi, Mazmur ini sudah sangat dikenal. Dibaca saat ibadah pagi Pesukei Dezimra pada hari Sabat, Hari Raya Yahudi Yom Tov, dan Hoshana Rabbah.
  • Dibaca setelah ibadah petang Maariv pada Motzei Shabbat.
  • Dibaca dalam doa sebelum tidur Bedtime Shema.
  • Dibaca 7 kali dalam upacara pemakaman.

Tradisi Kristen

  • Dalam tradisi Kristen (Kristen zaman permulaan) dinamakan “Qui habitat” dikenal sebagai Mazmur Perlindungan.
  • Dalam lagu-lagu rohani, mazmur ini sering dinyanyikan pada waktu mengalami kesusahan.
  • Di gereja-gereja barat sering dinyanyikan atau dibaca pada ibadah Compline – doa malam .

Saat ini Mazmur 91 dikenal sebagai Mazmur Prajurit. Tentara angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, dan Marinir, mereka sering membawa salinan kecil di dompet ke mana pun mereka di tempatkan.

Kunci Perlindungan
Ada 4 nama Allah yang disebutkan dalam Mazmur ini, khususnya Ayat 1 dan 2.
1. El-Elyon (Allah yang Mahatinggi)
2. El-Shadday ( Allah yang Mahakuasa)
3. Yehovah (Tuhan)
4. Elohim (Allah)
Dari ke 4 nama Tuhan ini jelas bahwa perlindungan Tuhan bagi anak-anakNya begitu sempurna.

Dan kunci perlindungan tersebut ada di 2 ayat tersebut di atas, yaitu

  • Duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan yang Mahakuasa. Dalam salinan KJV disalin dengan kata ‘Secret Place’ atau Tempat Rahasia Allah.
  • Yang kedua adalah hati yang melekat

1. Tempat Rahasia Allah
Kata ‘duduk’ dan ‘bermalam’ mengindikasikan setiap saat dan setiap waktu, siang dan malam. Dimanakah tempat tersebut?

  • Apakah doa di dalam kamar? Seperti yang ditulis dalam Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
  • Apakah ada suatu tempat spesial untuk kita berjaga dan berdoa? Seperti Luk 21:36 Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
  • Apakah yang dimaksud adalah berdoa setiap waktu? Seperti yang tertulis dalam Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus
  • Tempat rahasia Allah ini pasti bukanlah sebuah tempat yang dapat ditetapkan sebagai hal yang permanen. Dalam ayat 11, Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Ayat 12,  Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.  Tempat rahasia ini adalah dalam Roh manusia kita sendiri, tempat dimana Roh Allah tinggal. Disinilah tempat dimana roh manusia kita dihubungkan dengan kesadaran terus menerus tentang kehadiran Allah.

2. Hati yang melekat
Hati yang melekat (Ibrani “chashaq”) yang berarti: mengarahkan hatinya, jatuh cinta, dan menginginkan/ hasrat. Hati yang melekat ini adalah hasil dari sebuah HUBUNGAN kasih yang selalu membuat kedua pihak yang sedang jatuh cinta akan selalu mengarahkan hatinya, ingin selalu dekat, ingin mendengar suara-Nya, dimana Tuhan menjadi kekasih kita dan kita menjadi orang yang dikasihi Tuhan.

Yohanes adalah salah seorang murid Yesus mengalami hubungan yang sedemikian dengan Yesus, dimana ia merasakan bahwa ia adalah seorang murid yang dikasihi oleh Tuhan.

Yoh 13:23  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Yoh 19:26  Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!”
(Yoh 21:7; Yoh 21:20)

Ketiadaan hubungan dengan Tuhan inilah satu-satunya yang menjadi penyebab semua hubungan kita baik dengan diri kita, maupun dengan sesama dan pasangan menjadi bermasalah. Ketiadaan HUBUNGAN inilah menjadi penyebab kehilangan kepekaan dengan hadirat Tuhan dan hasilnya adalah munculnya semua persoalan dalam kehidupan kita termasuk keraguan kita tentang pemeliharaan dan perlindungan Tuhan yang sempurna.

Orang yang mengetahui tempat rahasia Allah, tinggal didalamnya dan hatinya melekat kepada-Nya akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.” (Mazmur 91:2)

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s