DIKUBURKAN dan DIBANGKITKAN bersama YESUS – Oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya 1,2  – Minggu, 23 Feb 2020)

Kolose 2:12 

PENDAHULUAN
Beberapa minggu lalu sudah dibahas dalam Kolose 2:11 bahwa sebagai orang percaya, yang hidup didalam Yesus, ia telah disunat dengan sunat Kristus. Sunat yang rasul Paulus maksud di ayat ini bukanlah sunat jasmani, yaitu upacara pemotongan kulit khatan sebagaimana ketentuan Hukum Taurat yang diajarkan oleh Musa. Tetapi “Sunat Kristus atau Sunat Rohani”, yaitu pengalaman rohani yang dialami saat seseorang percaya kepada Yesus, bertobat lalu ia memotong atau membuang dan menanggalkan semua dosa dan kejahatan masa lalu yang telah  diperbuat.  Pada  saat  itulah seseorang akan mengalami apa yang disebut “mati dari hidup yang lama”, Roma 6:2.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan setelah mati dari cara hidup yang lama adalah menguburkan dan bangkit dalam baptisan bersama Yesus. Menguburkan hidup yang lama dalam baptisan air dan hidup dalam keadaan yang baru bersama Yesus. Inilah yang Paulus katakan kepada jemaat Kolose, dalam Kolose 2:12 “Dengan Dia (Yesus) kamu dikuburkan  dalam baptisan…” Orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, bertobat dan mati dari hidup yang lama, ia harus dikuburkan. Caranya: orang tersebut harus menguburkan hidup lamanya  dengan jalan: “dibaptiskan dalam baptisan air.”

Perhatikan Roma 6:4a “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia, oleh baptisan dalam kematian…” Tapi tidak berhenti sampai disitu. Roma 6:4b, mengatakan: “Supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

KESIMPULAN TENTANG BAPTISAN AIR
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “baptisan air” bukan sekedar ritual gereja, tetapi baptisan air ialah saat kita mendeklarasikan diri di hadapan Tuhan bahwa hidup kita yang lama telah mati dan telah kita kuburkan. Dan dengan baptisan air, kita bangkit bersama Yesus dalam hidup yang baru. Sebab itu, setiap orang yang benar-benar menerima (percaya) kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, orang tersebut telah disunat dengan sunat Kristus, yaitu menanggalkan semua dosa dan kejahatan kita dimasa yang lalu. Dan menjadi ciptaan yang baru atau telah lahir baru.

2 Korintus 5:17, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Dengan deklarasi hidup yang baru, membuktikan bahwa kita bukan produk Adam yang mewarisi sifat-sifat Adam yang berdosa tetapi telah mewarisi sifat-sifat Yesus, sebab di dalam Yesus, semua dosa kita diakhiri. Itu sebabnya, salah satu gelar Yesus adalah: “Adam yang akhir.”

1 Korintus 15:45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang  menghidupkan.”

Artinya tubuh kita, kita warisi dari Adam tetapi roh dan jiwa kita yaitu sifat dan karakter kita, yang kita warisi dari Adam, nenek moyang, kakek, dan ayah kita telah dibuang, dipotong atau disunat. Dan sifat-sifat yang baru, yaitu sifat-sifat Kristus sudah datang. Sebab itu kata firman Allah, bahwa setiap orang yang benar-benar percaya kepada Yesus, ia adalah ciptaan baru; barang baru; produk baru yang berkualitas.

Perhatikan Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan (diproduksi) dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang persiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya, (memperaktekkannya).”
Jadi didalam Kristus, kita hidup dalam cara hidup yang baru.

CONTOH HIDUP YANG BARU
Sebuah contoh dalam Alkitab, tentang seorang yang mengalami hidup yang baru, yaitu  Zakheus, Lukas 19:1-10. Pada saat itu, Yesus melintasi kota Yerikho, suatu kota yang dikutuk Yosua, Yosua 6:26. Tetapi di kota ini, Yesus justru melawat dan menyelamatkan seorang yang setiap hari dikutuki masa yaitu, Zakheus. Sebab selama ini orang hanya melihat kejahatan Zakheus, tetapi mereka tidak melihat dalam hati Zakheus ada rasa haus akan kebenaran. Ketika Zakheus mendengar berita Yesus lewat di Yerikho, Zakheus meluapkan keinginannya untuk dapat melihat dan bertemu Yesus.

Meskipun kekayaan yang dimiliki Zakheus bisa memenuhi kebutuhan jasmani Zakheus tetapi kekayaannya itu tidak bisa memenuhi kebutuhan rohani yang ada di dalam diri Zakheus. Zakheus melupakan semua ego dan gengsi, tanpa malu ia panjat pohon ara untuk dapat melihat Yesus. Dari sekian banyak orang yang ada di jalan saat itu, Yesus tidak terkecoh oleh penampilan mereka. Yesus tahu mana yang sungguh-sungguh datang untuk mencari Yesus atau sekedar formalitas. Sebab itu Yesus segera menanggapi kerinduan Zakheus dan Yesus akan menumpang di rumah Zakheus. Ingat, bahwa Yesus diam dan bertakhta di hati orang yang benar-benar rindu, haus dan lapar akan pribadi Yesus, yaitu Firman Allah dan Roh Kudus. Amos 5:4 “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup.”

Tetapi dalam Lukas 19:7, janji Yesus untuk menumpang di rumah Zakheus dinilai negatif oleh orang Israel. Orang hanya melihat masa lalu hidup Zakheus tapi mereka tidak tahu pengalaman rohani yang Zakheus alami karena lewat perjumpaan Zakheus dengan Yesus membuat Zakheus mengalami kelahiran baru.  Zakheus mengalami sunat rohani, dosa dan kejahatan masa lalunya telah disunat. Sekarang ia telah jadi ciptaan yang baru sehingga ketika orang menuding Zakheus adalah orang jahat dan orang berdosa, Zakheus membuktikannya bahwa Zakheus yang lama sudah mati dan dikubur. Zakheus yang baru telah bangkit dan inilah: deklarasi Zakheus di depan orang banyak dalam Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang  kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Dulu hidup Zakheus hanya fokus untuk harta dunia, Zakheus berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya, sekalipun dengan cara keji dengan memeras, berbohong dan menipu. Tapi kini Zakheus fokus kepada harta rohani, Zakheus buktikan dengan menyerahkan separuh dari kekayaan yang Zakheus miliki kepada orang miskin. Bahkan setiap orang yang pernah Zakheus peras atau tipu, uang itu Zakheus kembalikan dengan bunga 400%. Artinya, orang yang dulu merasa dirugikan Zakheus, sekarang justru merasa jadi beruntung sebab mereka dapat bunga 400% dari Zakheus.

PENUTUP
Demikian halnya dengan setiap orang percaya, bahwa kita harus mengalami kelahiran baru. Dimana hidup kita yang lama sudah disunat atau dipotong sehingga mati, lalu dikuburkan, bangkit dengan cara hidup yang baru dengan mendeklarasikan lewat baptisan air dan hidup dengan cara hidup yang diwarisi oleh Adam yang terakhir yaitu Yesus. Dengan demikian kita akan melihat bagaimana rencana Allah akan tergenapi dalam setiap hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s