Kehidupan yang dipulihkan – oleh Pdm. Simon Sitinjak (Ibadah Raya 3 – Minggu, 23 Februari 2020)

Lukas 19:9-10
Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham, sebab anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Zakheus adalah anak keturunan Abraham, ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan  kehidupannya dipulihkan. Inilah yang dirindukan oleh Tuhan dalam kehidupan kita orang percaya dimana Tuhan Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, mencari orang berdosa dan terluka, bagi orang yang sakit, orang yang jauh supaya mendekat untuk diselamatkan dan dipulihkan. Berbeda respon dari orang-orang yang melihat Yesus saat ingin memulihkan Zakheus. Mereka lebih bersungut-sungut dan mencela, tapi Yesus justru melihat dengan penuh belas kasihan supaya setiap orang mengalami pemulihan dalam kehidupannya karena Yesus mencari dan menyelamatkan.

Kata dipulihkan
“Dipulihkan” artinya seorang berada dalam kondisi gagal, sakit parah, hidup dalam keluarga yang hancur, serta hidup dalam dosa yang memalukan dikembalikan seperti keadaan semula, diperbaiki dari kerusakan menjadi keadaan yang lebih baik.

Contoh di Alkitab, orang yang dekat dan jauh dengan Yesus yang kehidupan mereka dipulihkan.

  • Petrus (Yohanes 21:15-18). Pernah menyangkal Tuhan Yesus, dipulihkan kembali komitmenya untuk mengasihi Yesus lebih dari pada yang lain. Pertus mengalami pemulihan dan kembali melayani dan mengasihi Tuhan.
  • Paulus (Kisah Para Rasul 9:19). Saulus yang semula adalah pembenci dan penganiaya serta pembunuh pengikut Yesus. Saat dalam perjalanan ke Damsyik, ia terjatuh dan menjadi buta selama 3 hari dan Tuhan memulihkan keadaan Saulus sehingga namanya diganti Paulus dan menjadi murid Yesus yang melayani dan banyak jiwa yang diselamatkan.
  • Naaman (2Raja 5:1-14). Naaman adalah pribadi yang dahulunya tidak mengenal Allah Israel, tetapi ketika ia disembuhkan Tuhan, ia pun mengenal Tuhan yang benar dan sujud menyembah kepadaNya.

Kita mau belajar dari Naaman bagaimana menjadi pribadi yang dipulihkan oleh Tuhan. Sebelum Tuhan memulihkan segala sesuatu yang ada diluar kita, maka diri kita haruslah yang pertama dipulihkan.

Siapakah Naaman?
Naaman adalah seorang panglima perang, seorang yang memiliki pengaruh besar, seorang yang terhormat, seorang kaya raya, seorang yang perkasa dan memiliki keberanian, seorang yang kuat dan memiliki banyak kecakapan, seorang yang selalu membawa kemenangan bagi negaranya. Namun ia seorang penderita kusta. Seperti apakah penyakit kusta itu? Penyakit itu ada pada kulitnya yang penuh dengan sisik-sisik putih licin, mengkilap dan ditekan, daging di sekitarnya tidak terasa sakit lagi. Penyakit ini tidak terobatkan. Dikalangan orang Ibrani, penyakit ini dianggap najis dan berbahaya, karena simbol dari dosa sehingga penderita harus diasingkan dari masyarakat. Semua telah dimiliki Naaman, semua itu tidak dapat melindungi Naaman dari penyakit kusta. Apapun yang kita miliki tidak dapat melindungi kita dari sakit dan penyakit. Penyakit kusta yang diderita oleh Namaan telah menyebabkan dia kehilangan sukacita dan kegembiraan.

Ada seorang anak perempuan berasal dari Israel, ia menjadi tawanan perang dan dipekerjakan menjadi seorang pelayan di rumah Naaman. Ketika mengetahui bahwa tuannya sakit kusta, ia menginginkan kesembuhan atas tuannya. Kemudian ia memberitahukan bahwa di Israel ada seorang nabi yang bernama Elisa yang dapat menyembuhkan penyakit tuannya. Sekalipun ia belum pernah melihat Elisa menyembuhkan orang kusta, tetapi ia telah mengetahui bagaimana Allah Israel telah melakukan mujizat demi mujizat melalui nabi Elisa dan ia percaya bahwa lewat nabi Elisa Allah Israel sanggup menyembuhkan penyakit tuannya. Naaman yang adalah pemimpin besar dan sangat dihormati terimpartasi oleh iman seorang anak kecil dan pada akhirnya Naaman memilih untuk beriman seperti iman seorang anak kecil ini.

Bagaimana menerima pemulihan?
1. Pemulihan dapat terjadi jika ada iman di dalam hati.
Sekalipun Naaman belum melihat, namun ia beriman juga dan sangat percaya bahwa apa yang dikatakan oleh anak kecil itu pasti terjadi. Iman timbul oleh pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Iman dapat tumbuh saat firman Tuhan didengar, diresapi dan disimpan di dalam hati. Banyak orang tidak mau memasang telinganya baik-baik untuk mendengar firman Tuhan, atau dia mendengar tetapi firman Tuhan itu masuk telinga yang satu dan keluar dari telinga yang lain. Banyak orang percaya hanya mau mendengar khotbah yang penuh dengan humor yang menghibur bukan mencari tahu apa yang Tuhan mau melalui firman-Nya. Hanya firman Tuhan yang dapat membangkitkan iman di hati kita.

Mengapa begitu pentingnya iman? Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang yang tidak kita lihat.” Iman adalah dasar, ini menyatakan bahwa tanpa iman kita tidak dapat membangun pengharapan kita. Kalau tidak ada dasar maka tidak ada bagunan. Bisakah sebuah bangunan yang sempurna dibangun tanpa dasar? Bisakah kita memperoleh apa yang kita harapkan tanpa iman? Saat kita beriman kepada Yesus dan Yesuslah sebagai dasar iman kita maka seluruh permintaan kita pasti terjadi. Markus 11:24, “Apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” Dengan iman kita dapat melihat pemulihan itu terjadi!

Naaman tidak hanya beriman saja tetapi imannya membuat ia bertindak! Yang ia lakukan:

  1. Menghadap raja dan meyakinkan raja atas atas apa yang ia percayai, ayat 4 dan 5
  2. Ia membawa surat resmi dari raja Aram kepada raja Israel
  3. Ia tidak akan pergi dalam penyamaran, tetapi pergi dalam status dan dengan satu rombongan besar, untuk semakin menghormati nabi.
  4. Ia tidak akan pergi dengan tangan kosong, tetapi membawa dengan emas, perak, dan pakaian.

2. Pemulihan dapat terjadi jika ada ketaatan terhadap apa yang Tuhan mau
Naaman memang memiliki iman dan oleh imannya ia bertindak namun di dalam pikirannya ia telah memikirkan bagaimana nantinya ia dipulihkan. Datanglah seorang suruhan dari Elisa kepada Naaman, bahwa Naaman akan sembuh jika ia mandi tujuh kali dalam sungai Yordan. Sesuatu yang mustahil dilakukan yang disodorkan oleh Elisa kepada Naaman. Hal ini membuat Naaman menjadi gusar (ayat 11-12) dan panas hati. Ia berpikir kalau Elisa akan menyembuhkan seperti apa yang dipikirkannya dan dilihat di daerahnya. Lagi pula semua orang baik orang Aram maupun orang Israel tahu bahwa sungai Yordan tidak dapat menyembuhkan penyakit kusta. Bahkan sesuatu yang tidak biasa yaitu orang sakit disuruh mandi, bukankah akan tambah sakit!

Apa yang tersirat dari kebenaran ini. Namaan perlu tahu bahwa bukan sungai Yordan yang menyembuhkannya, tetapi kesembuhan yang akan ia terima adalah kasih karunia dan kuasa Allah ketika Naaman menaati apa yang dikatakan Tuhan melalui nabi Elisa. Allah hanya mencari ketaatan dari kehidupan Naaman. Iman tidak cukup bagi Naaman untuk menerima kesembuhan dan pemulihan tetapi Allah menghendaki agar Naaman belajar taat kepada perintah Tuhan. Sulit bagi Naaman untuk taat karena ia seorang panglima dan hanya kepada perintah raja saja ia akan taat. Namun ketika ia dinasehati, ia taat melakukannya. Sebuah contoh dalam Perjanjian Baru dalam Lukas 17:11-19 (10 orang kusta yang disembuhkan oleh Tuhan karena ketaatan mereka terhadap perintah Tuhan).

Kadang-kadang bukan kesembuhan yang menjadi tujuan akhir Tuhan bagi kita, tetapi yang menjadi tujuan akhir Tuhan ialah bagaimana kita dapat berubah dari sikap yang tidak taat kepada sikap yang taat.

Ada dua binatang yang memiliki pembawaan yang berbeda, yaitu anjing dan kucing. Anjing terkenal sebagai binatang yang taat dan loyal terhadap tuannya. Kalau ada makanan di meja anjing tidak akan makan kalau tuannya tidak memberikan. Beda dengan kucing. Kucing terkenal dengan binatang yang curang. Dihadapan tuannya dia begitu lembut, tetapi kalau ada makanan di meja yang tidak tertutup dan tidak ada majikannya, maka kucing yang lembut tadi berubah menjadi kucing yang liar, dia akan makan sampai habis.

Pemulihan akan terjadi jika Tuhan mendapati ketaatan dalam hidup kita. Tuhan tidak mencari orang kristen yang duniawi, yaitu orang orang-orang percaya kepada Yesus namun kehidupan masih duniawi. Atau orang kristen sorgawi, yaitu Kristen yang hanya memikirkan perkara-perkara sorgawi tanpa memperhatikan keseimbangan-keseimbangan dalam hidup ini. Contoh: ia berpikir kalau hidupnya sudah di sorga jadi tidak perlu bekerja, tidak perlu berolah raga, tidak perlu melayani dan ia berpikir bahwa dengan doa segala sesuatunya beres, pasti Tuhan sediakan! Tetapi yang Tuhan cari adalah orang kristen yang mengerti isi hati Tuhan dan mau taat melakukannya. Orang seperti ini tahu betul isi hati Tuhan karena ia bergaul akrab dengan Tuhan. Orang seperti inilah yang akan mengalami pemulihan.

Apa yang membuat engkau tidak taat hari-hari ini? Di area mana engkau tidak taat? Faktor apa yang membuat engkau tidak taat? Ambil komitmen saat ini! Mulailah belajar untuk taat terhadap apa yang Tuhan mau, jangan biarkan iblis menang atas hidupmu, jangan biarkan ia memperbudak dan menawan hidupmu. Keluarlah dari situasimu yang sulit, sebab Tuhan menjanjikan pemulihan bagi orang yang taat.

3. Pemulihan dapat terjadi jika ada kerendahan hati di hadapan Tuhan.
Perintah nabi untuk mandi sebanyak tujuh kali dalam Yordan adalah suatu perintah yang menuntut bukan saja ketaatan tetapi kerendahan hati. Mengapa?
1).  Yang menemui Naaman hanyalah sorang pengerja Nabi Elisa.
2)  Yang diperintah adalah Naaman yang memiliki reputasi baik dan kedudukan yang tinggi, apa mungkin ia harus mengorbankan reputasi dan kedudukannya dengan merendahkan diri mandi dihadapan bawahannya. Baik kalau penyakitnya sembuh kalau tidak?
3) Lagi sungai Yordan tidak sebersih sungai-sungai di Damsyik, bukankah sungai-sungai di itu lebih higenis airnya dibandingkan sungai Yordan!

Dalam kerendahan hati, Naaman masuk ke dalam sungai Yordan dan membenamkan diri sebanyak tujuh kali, maka pulihlah ia dari sakitnya dan ia menjadi tahir. Kerendahan hati membawa Naaman menerima pemulihan yang sempurna atas penyakitnya dan kehidupannya. Belajar untuk rendah hati di hadapan Tuhan itu sulit sebab banyak yang harus kita korbankan. Reputasi dan kedudukan kita menjadi taruhannya untuk hidup rendah hati. Ketika kita tinggi hati kita akan hancur, tetapi waktu kita merendahkan diri dan hati kita maka Tuhan akan mengangkat kita dan memulihkan kita.

Jika masih ada keegoisan dan kesombongan yang belum dilepaskan, kita masih berkata bahwa kita mampu, kita sanggup dengan kekuatan kita maka pemulihan itu tidak akan terjadi. Kita harus melepaskan apa yang kita pegang saat ini dan membiarkan tangan Tuhan yang memegang kita. Biarkan Tuhan yang memegang kehidupan kita sehingga Ia dapat membawa kita ke tempat yang aman. Naaman bukan saja dipulihkan dari sakitnya, tetapi ia dipulihkan menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan. Iman semakin jelas dan ia menjadi penyembah kepada Allah yang benar.

Kesimpulan
Tuhan mau memberkati kehidupan orang percaya yang mau dipulihkan. Bagaimana dengan kita? Jika Saudara mau dan rindu Tuhan bekerja lebih dalam maka lebih dulu kita mengalami pemulihan dari Tuhan.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s