BEKERJALAH SELAGI HARI MASIH SIANG – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 15 Maret 2020)

Yohanes 9:4


PENDAHULUAN
Firman Allah sudah menubuatkan soal kedatangan Yesus kedua kali dan jangan sampai kondisi dunia yang semakin buruk membuat kita berhenti beribadah dan bekerja bagi Tuhan. Oleh sebab itu, melalui ayat ini Yesus mengingatkan murid-murid, bahwa mereka harus mengerjakan pekerjaan Bapa. Ada dua alasan, mengapa kita  harus mengerjakan pekerjaan Bapa di sorga.

1. Utusan Bapa
Status orang percaya selama di dunia bukan hanya sekedar bekerja secara jasmani, itu adalah pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab tujuan Allah menyelamatkan kita untuk menjadi “Utusan Bapa” dan mengerjakan pekerjaan Bapa di Surga sebagai Saksi Kristus, Matius 28:19,20.

 2. Kesempatan kita terbatas
Selain itu, perlu untuk kita ketahui, bahwa kita harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya karena waktu kita terbatas. Yesus berkata “Akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun dapat bekerja!” Artinya tidak selamanya ada siang hari, sebab akan datang malam dan di malam hari tidak dapat bekerja lagi.

Mengenai waktu, ada dua katagori waktu yang Tuhan karuniakan bagi manusia di muka bumi ini,  yaitu:

  • Waktu secara pribadi
    Setiap orang memiliki dua tahapan waktu dalam hidupnya dan Yesus umpamakan ada waktu SIANG juga ada waktu MALAM. Siang adalah gambaran waktu di mana masa hidup di dunia ini dan kita harus pergunakan waktu yang dimiliki untuk mengerjakan pekerjaan Bapa. Sedangkan malam adalah gambaran waktu setelah kematian, di mana kita tidak bisa melakukan kegiatan, Pengkhotbah 9:10. Jadi Yesus mengingatkan, selama masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, maka kita harus bekerja, yaitu mengerjakan pekerjaan Bapa. Sebab bila malam datang, artinya saat (kematian datang), kita tidak bisa bekerja yaitu mengerjakan pekerjaan Bapa (Tuhan) yaitu, hidup melakukan kehendak Allah, karena yang kita lakukan hanya menunggu waktu penghakiman.
  • Waktu secara umum
    Kesempatan hidup yang Tuhan berikan kepada umat manusia di seluruh dunia, juga ada batasnya. Perhatikan gambar 1, sejak Yesus dikaruniakan bagi manusia, Yesus menjadi korban untuk menebus hidup manusia. Karya salib Yesus berlaku efektif sampai hari ini. Dan itulah yang dimaksud siang hari. Sedangkan malam hari dimulai sejak pemerintahan Antikris (3,5 tahun) – inilah istilah kegelapan yang paling gelap.

KESIMPULAN
Waktu/kesempatan yang kita miliki baik secara pribadi, kesempatan hidup kita sudah singkat. Sedangkan secara umum, dengan melihat tanda-tanda zaman yang terjadi yakni pandemik bahkan aniaya (Meterai 5), kedatangan Yesus sudah dekat. Apa yang harus kita kerjakan dengan melihat situasi dan kondisi yang terjadi di dunia sekarang ini? Tentu dengan waktu yang singkat biarlah kita tetap menempuh pendidikan, meraih gelar, buka usaha baru, dan harus bekerja membangun kualitas rohani sebab waktu sudah semakin singkat.

KEGELAPAN YANG PALING GELAP
Beberapa kali Yesus bicara tentang: “Kegelapan Yang Paling Gelap”, yaitu saat Antikristus menjadi penguasa di dunia selama 3,5 tahun. Saat kegelapan yang paling gelap, Wahyu 12:13-18, dijelaskan tentang dua perempuan yaitu gambaran dari Gereja (orang-orang percaya yang menanti Yesus datang ke dua kali). Wahyu 12:14 menuliskan bahwa ada perempuan yang diberi dua sayap burung nasar yang besar (gereja sempurna) yang akan disingkirkan ke Padang Gurun dan tidak akan masuk ke dalam tempat disebut kegelapan yang paling gelap, di mana Antikristus akan memerintah dan menjadi penguasa dunia selama 3,5 tahun. Dan selanjutnya bagaimana perlakuan Antikristus kepada gereja yang tidak sempurna? Wahyu 12:17, naga itu yaitu Iblis, pergi memerangi keturunannya yang lain, yang  menuruti  hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Iblis yang dianalogikan dengan profil naga, marah kepada Gereja Sempurna tetapi Iblis tidak berdaya memangsa gereja sempurna, maka kemarahan Iblis diarahkan kepada keturunannya yang lain (remnant of her seed – benih perempuan yang tersisa) yaitu gereja yang tidak sempurna.

Masalahnya mengapa mereka tidak disempurnakan? Alasan PERTAMA orang Kristen yang masuk ke dalam “kegelapan yang paling gelap.”

Matius 8:11,12 “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat untuk duduk  makan  bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam kerajaan Sorga, sedangkan anak – anak Kerajaan itu akan dicampak-kan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Perkataan Yesus ini diucapkan setelah Yesus mengagumi iman seorang perwira di kota Kapernaum. Dari sini, kita simpulkan bahwa gereja sempurna yang akan disingkirkan ke padang gurun tidak akan masuk kegelapan yang paling gelap (tidak masuk kekuasaan Antikristus) adalah pengikut Yesus yang bekerja keras membangun imannya sampai ia masuk menjadi bagian dari Gereja Sempurna. Membangun iman seperti pada gambar 2, yaitu dari iman kepada kebajikan, naik kepada pengetahuan, penguasaan dan sampai iman kita kepada kasih agape.

Alasan KEDUA orang Kristen yang masuk ke dalam “kegelapan yang paling gelap.” Matius 22:11, 12 – Orang yang dicampakkan ke tempat kegelapan yang paling gelap, sebab orang tersebut “tidak mengenakan pakaian pesta.” Apakah makna rohani dari pakaian pesta dalam perumpamaan ini? Perhatikan gambar 3. Akibat dosa, manusia telanjang di hadapan Tuhan. Tetapi oleh pengorbanan Yesus di Golgota, Yesus memberi kita pakaian kebenaran. Supaya pada saat Yesus datang kedua kali, jangan sampai kita tidak didapati dalam keadaan tidak mengenakan pakaian pesta, Wahyu 3:17,18. Pakaian kebenaran/pesta adalah gambaran sifat/karakter Kristus. Sifat dan karakter Kristus adalah buah roh (Galatia 5:19-21). Sebab itu, apa yang harus kita lakukan agar masuk  dalam  bagian  gereja yang sempurna sehingga kita tidak masuk ke dalam kegelapan yang paling gelap, seperti gereja yang tidak sempurna?

TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab kita bukan hanya menjaga dan memelihara pakaian kebenaran yang telah kita terima. Tetapi kita harus kenakan sampai sifat atau karakter Kristus itu melekat erat pada diri kita dengan sempurna sampai kita menjadi seperti Yesus. Jadi setelah kita dibenarkan di dalam Yesus, dan kita ijinkan Firman Allah dan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, sampai buah Roh yaitu karakter Kristus menjadi karakter kita sehingga kita mencapai Kristus dalam kasih-Nya. Teruslah bertumbuh dalam iman dan karakter Kristus, meskipun keadaan dunia semakin goncang. Tuhan Yesus memberkati.

PENGGENAPAN TANDA-TANDA ZAMAN – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 8 Maret 2020)

LUKAS 21:10-11

 PENDAHULUAN
Dalam pasal ini, murid-murid bertanya kepada Yesus tentang tanda-tanda yang akan terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Lalu Yesus berkata bahwa kedatangan-Nya kedua kali akan didahului dengan berbagai peristiwa dahsyat, Lukas 21:8-19. Salah satu tanda yang akan dinyatakan menjelang Yesus datang kedua kali ialah sampar yaitu wabah penyakit atau epidemik.

KRONOLOGIS TANDA-TANDA ZAMAN
Jika kita perhatikan dalam Wahyu 6:1-17, dicatat secara kronologis dan rinci tanda-tanda yang harus terjadi sebelum Yesus datang kedua kali. Apabila tanda-tanda itu digenapi, tanda-tanda itu menjadi batu petunjuk bagi kita, kira-kira sejauh mana jarak kita dengan saat kedatangan Yesus kedua kali. Untuk lebih jelas, perhatikan gambar berikut.

Pada gambar, jarak dari salib Kristus, ada waktu yang panjang. Dan ada garis putus-putus yang merupakan awal penguasa dunia yang bengis dan jahat yaitu Antikris dan diakhiri pada saat Yesus datang kedua kali. Dan sebelum kedatangan Yesus ada tanda-tanda yang menyertai. Tanda-tanda kedatangan Kristus yaitu:

✔ Pembukaan 7 materai dan saat akan masuk materai ke-7, yaitu di materai ke-6 masuk ke-7 ada pemisahan gereja. Allah akan memisahkan jemaat yang rohaninya sesuai kualifikasi Tuhan dan jemaat yang tidak bersungguh-sungguh kepada Tuhan.

✔ Setelah pembukaan materai, akan dilanjutkan dengan peniupan 7 sangkakala dan saat peniupan sangkakala ke-4, gereja akan mengalami penyingkiran. Setelah itu 3 sangkakala berikutnya akan ditiup. Setelah sangkakala, maka Yesus datang tetapi tidak berjejak di bumi. Dan mereka yang hidup sampai saat ini akan diubahkan, sedangkan yang mati dalam Tuhan akan dibangkitkan.

✔Setelah itu barulah cawan murka ditumpahkan dari cawan murka 1 – 6. Setelah itu terjadi perang Harmagedon dan dilanjutkan dengan pencurahan cawan yang ke-7, suatu hukuman bagi orang yang berdosa. Ingat saat Yesus disalib, Yesus katakan sudah selesai, yaitu dosa dan pelanggaran manusia. Dari tanda-tanda ini, gereja sudah ada di mail stone ke berapa?

Jika diperhatikan, sejak akhir Desember 2019 sampai sekarang, dunia geger dengan munculnya apa yang disebut sampar, epidemik atau wabah penyakit yang melanda hampir seluruh negara di dunia, disebabkan oleh Virus Corona (Covid-19). Sesuai firman Allah, wabah corona kira-kira penggenapan tanda zaman yang mana? Wahyu 6:7,8 – Jika materai keempat dibuka, muncul kuda hijau kuning dan menciptakan warna abu-abu dan kerajaan maut mengikutinya kemanapun ia pergi. Materai ke-4 ini disebabkan oleh pembukaan materai kedua dan ketiga yaitu tentang kelaparan dan peperangan yang telah melanda dunia.

DI MANA POSISI KITA
Apabila Tuhan izinkan kita melihat peristiwa sampar, epidemik atau wabah penyakit yang terjadi sekarang, Tuhan punya maksud supaya kita mengerti di mana posisi kita sekarang, bila dihubungkan dengan saat Yesus  datang kedua kali. Seperti gambar, maka posisi kita ada dimaterai keempat. Tetapi, kalau kita pelajari firman Allah, penggenapan Meterai keempat yaitu kematian akibat epidemik, yaitu sampar atau wabah penyakit yang terjadi secara mengglobal (mendunia).

Sebenarnya penyakit yang telah terjadi/ mendunia lebih dari 30 tahun lalu, yaitu virus HIV AIDS, yang mendunia pada tahun 1987. Kasus AIDS awalnya terjadi tahun 1920 dan terbawa hingga atlantik dan menjangkiti remaja yang tinggal di Amerika. Dokter percaya bahwa ia seorang penjajah pria. Namun akhirnya ditemukan bahwa virus ini juga dapat menyebar lewat darah dan jarum suntik. Tahun 1977, virus ini sampai di Eropa oleh seorang pelaut sehingga menyebar luas. Banyak yang telah meninggal oleh virus ini dan virus ini menyebar serta mendunia di tahun 1987.  Virus ini bersifat permanen. Sampai sekarang belum ditemukan obat – vaksin untuk virus HIV, (Human Immunodeficiency Virus), virus yang merusak  sistem  kekebalan  tubuh,  yang menginfeksi/ menghancurkan sel CD4). Apabila sesorang sudah dinyatakan sakit, penyakitnya disebut AIDS – Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh.

Jadi materai keempat sudah dibuka karena setiap meterai dibuka yaitu penggenapan tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali, mulai  dari materi pertama dan seterusnya akan timbul dampak yang berlanjut sampai batas yang telah ditentukan Allah sendiri. Sebab itu perhatikan, kalau materai kekempat sudah dibuka atau sudah digenapi, maka yang benar, posisi kita sekarang penggenapan ada di materai kelima, Wahyu 6:9-11 yaitu penganiayaan terhadap orang  percaya (pengikut Yesus).

CAKAP DALAM MENILAI ZAMAN
Melihat kenyataan yang terjadi di dunia, dimana tanda-tanda zaman yaitu tanda-tanda kedatangan Yesus kedua kali dari ketujuh materai yang harus digenapi, beberapa di antaranya sudah nyata/digenapi. Sekarang, bagaimana sikap kita dan apa yang harus kita lakukan? Firman Allah memberikan nasihat dalam Lukas 12:54-59:

  • Ayat 54,55 – Bangsa Israel sangat mahir dalam menilai cuaca. Dan mereka gunakan itu sebagai peluang untuk mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya secara materi. Dengan melihat kondisi alam yang terjadi, mereka dapat memprediksikan tindakan akan yang harus mereka lakukan, khususnya dalam memperoleh laba. Seperti yang terjadi sekarang, apa yang dilakukan orang-orang saat virus corona mewabah? Mereka mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Kita jangan hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan jasmani saja. Sudah waktunya serius dalam pengiringan kepada Tuhan.
  • Ayat 56 – karena kita lebih mudah menilai zaman dan perkembangannya, namun tidak mampu menilai kapan kedatangan Tuhan kedua kali. Itu sebabnya Tuhan Yesus menegur orang Israel. Tuhan kiranya memberi kepada kita ketajaman/kepekaan dalam menilai zaman ini. Terutama kedatangan Yesus kedua kali.
  • Ayat 57“Dan mengapakah engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar?..” Tetapi keputusan ada di tangan kita. Apakah kita mau memperhatikan dengan seksama kedatangan Tuhan atau mengabaikannya. Oleh karena itu katakan kepada Tuhan “Tuhan, mulai sekarang aku akan buang – sunat atau potong semua dosa dan hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.”
  • Ayat 58 – Kemudian yang kita lakukan yaitu jangan pernah berusaha mencari pembenaran dihadapan Yesus.

PENUTUP
Bila kita mau berperkara dengan Tuhan yaitu mengakui semua kesalahan, kekurangan dan kelemahan serta ketidakpekaan kita untuk mengambil keputuasan yang dikehendaki Tuhan untuk dilakukan. Yesaya 1:18, datang berdoa kepada Tuhan, sebab meskipun dosa kita semerah kirmisi (dosa yang berat) akan menjadi bersih. Dosa masa lalu, kita jujur kepada Tuhan, maka Tuhan akan bersihkan (1 Yohanes 1:9). Tuhan kiranya menolong setiap kita untuk mengerti tanda-tanda kedatangan Tuhan yang semakin mendekat. Tuhan Yesus memberkati.

DIUBAHKAN MENJADI SERUPA DENGAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Maret 2020)

Kolose 2:13-15

PENDAHULUAN
Kolose 2: 13 – 15 merupakan kesimpulan dari perikop  ayat 6 – 15 tentang kepenuhan hidup dalam Kristus. Untuk itu kita perhatikan kalimat demi kalimat dari ayat 13-15, yaitu:
1. Ayat 13 – Kamu juga meskipun  dahulu  mati  oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah.
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota jemaat di Kolose terdiri dari orang-orang non Yahudi. Dengan 2 (dua) alasan Paulus berkata kepada jemaat Kolose, bahwa mereka akan mati atau masuk neraka, kalau mereka tidak percaya kepada Yesus, yaitu:
A. Jemaat Kolose sudah melakukan pelanggaran atau berdosa di mata Tuhan.
B. Orang Kolose bukan keturunan Abraham artinya bukan orang Yahudi dan tidak disunat secara lahiriah, sesuai ketentuan Taurat Musa.

Bukan hanya orang Kolose yang harus binasa, tetapi juga semua orang diluar bangsa Israel akan binasa karena memang berdosa, termasuk kita orang percaya karena dahulu kita juga adalah pendosa dan bukan keturunan Abraham. Tetapi syukur kepada Allah, dalam poin ke 2 dituliskan..

2. Ayat 13b – Telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.
Artinya oleh kematian Yesus di kayu salib, dosa dan pelanggaran kita semua telah diampuni dan kita dihidupkan Allah bersama-sama Dia (Yesus). Mengapa disebut dihidupkan bersama Yesus?  Sebab sebagaimana Yesus mati di kayu salib, kita juga mati bersama Yesus ketika kita dibaptis. Dan sebagaimana Yesus dibangkitkan dari kematian, demikian juga kita keluar dari baptisan dan hidup dalam kehidupan yang baru bersama Yesus. Karena itu, syahadat pengikut Yesus adalah Roma 10:9,10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Yesus telah menggantikan posisi kita. Seharusnya kita semua yang dihukum di neraka dengan siksa yang sangat mengerikan. Tetapi Yesus menggantikan posisi kita di atas salib. Kepada jemaat Kolose Paulus menggunakan istilah menghapuskan surat hutang.

3. Ayat 14Dengan menghapuskan surat utang, yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita.
Dengan lain kata Paulus analogikan orang yang melakukan pelanggaran atau berbuat dosa sesuai tradisi semitik adalah sama dengan berhutang. Surat hutang dalam bahasa Yunani: “KHEIROGRAPHON” dalam naskah Ha-Berit (Ibrani) dipakai kata: HASHETAR, artinya sama: surat hutang; bon tagihan atau bill. Sebab dalam tradisi Israel, apabila ada orang berhutang dan tidak bisa membayar, maka yang dijadikan budak bukan hanya orang yang berhutang, tetapi seluruh keluarganya menjadi budak. Tetapi dengan orang yang berhutang dosa dan jika tidak bisa membayar hutangnya, konsekuensinya adalah maut (neraka) yaitu kematian kekal, seperti ditulis dalam Roma 6:23a“Sebab upah dosa ialah maut…”

Tetapi syukur kepada Allah, kita yang tidak mungkin bisa membayar atau melunasi surat hutang; bon tagihan  atau bill dosa kita, oleh kasih karunia Tuhan, Yesus telah melunasinya dan menghapus surat hutang; bon tagihan dengan memakukannya di kayu salib, Roma 6:23b. Kata “menghapus”, bahasa Yunani: EXALEIPSAS, artinya “membatalkan.” Dalam prakteknya, surat tagihan atau bon tagihan dosa itu dirobek dan dibuang karena dianggap sudah tidak mempunyai kuasa/kekuatan dan tidak berlaku. Inilah yang Yesus lakukan bagi kita, pada saat Yesus mati di kayu salib. Surat tagihan yang dituduhkan dan mendakwa kita, dirobek dan dinyatakan tidak berlaku lagi bagi orang yang percaya kepada Yesus. Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan jemaat di Roma, termasuk kita, bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak bisa dituntut dan didakwa lagi.

Roma 8:1“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman (tidak ada yang dapat mendakwa; menagih; menuntut dan mengancam) bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

TANGGUNG JAWAB KITA
Setelah kita dibebaskan dari tuntutan surat hutang yang mendakwa kita, maka tugas dan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan adalah jangan sengaja berhutang lagi, artinya jangan sengaja berbuat dosa lagi ( Ibrani 10:28-29). Sebab itu kita harus membangun iman, sampai karakter Kristus yaitu “buah Roh” terlihat nyata dalam hidup kita. Dulu yang kita lakukan adalah perbuatan-perbuatan dosa seperti yang terdaftar dalam Galatia 5:19-21. Inilah yang menyebabkan kita berhutang  kepada Yesus dengan konsekuensi  maut. Tetapi setelah kita diampuni dan surat hutang kita dilunasi Yesus diatas kayu salib. Maka yang kita bangun dan lakukan dalam diri kita adalah membangun kerohanian kita, Galatia 5:22,23.

Tetapi, bagaimana kalau tidak membangun kekristenan, apalagi sampai memakai filosofi  ajaran  keristen “Sekali Selamat Tetap Selamat!” Sangat mengerikan, sebab hidup kekritenan kita menjadi tidak berkualitas apalagi tidak dapat menghasilkan buah Roh. Kita akan mudah roboh kerohaniannya.

Perhatikan Gambar:

Sebelum manusia jatuh dalam dosa, kita hidup dalam kemuliaan. Namun saat jatuh dalam dosa, tidak ada cara lain selain kita percaya kepada Tuhan Yesus lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib. Dan inilah awal mula kita beriman. Tetapi beriman saja tidak cukup, kita harus memiliki karakter Kristus yang terdapat dalam Galatia 5:22-23. Yang dimulai dari penguasaan diri, meningkat kepada kelemahlembutan, kesetiaan, kebaikan, kemurahan hati sampai sama seperti Yesus yaitu kasih yang kekal. Dengan menunjukkan karakter Kristus maka kita akan mencerminkan pribadi Yesus kepada semua orang yang belum mengenal Kristus. Salah satu contoh karakter Kristus adalah mengampuni.

MENGAMPUNI 70 X 7 KALI Matius 18:21-35
Berawal dari pertanyaan Petrus kepada Yesus. Dalam ayat 21,22 Petrus bertanya, “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

  • Ayat 23, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan perihal Kerajaan Sorga seumpama raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Hal ini menggambarkan tentang kebaikan dan kemurahan Yesus, Raja atas segala raja dan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Yesus.
  • Ayat 24, Setelah raja mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Dengan begitu ketakutan, orang yang berhutang meminta belas kasihan raja. Siapa hamba yang berhutang 10.0000 talenta? Orang tersebut adalah kita (semua manusia). Sekecil apa pun dosa yang kita buat nilai hutang kita adalah sama, upahnya maut. Berapa nilai 10.000 talenta itu…?
    – 1 talenta =  6.000 dinar
    – 10.000 talenta =  10.000  X  6.000 dinar  =  60.000.000 dinar
    Kalau ada ajaran bahwa kita bisa selamat asal berbuat baik, amal, ibadah hal itu sama dengan kita bisa melunasi hutang 60.000.000 dinar. Dalam Matius 22:2, upah 1 hari  kerja = 1 dinar. Untuk melunasi hutang 60.000.000 dinar, berarti kita harus kerja selama 60.000.000 hari. Kalau usia kita 100 tahun, artinya 100 X 365 = 36.500 hari = 36.500 dinar. Sedangkan hutang kita 60.000.000 dinar. Berarti masih ada sekian banyak hutang yang harus dibayar dan artinya sepanjang hidup kita tidak dapat membayar hutang dosa kita. Maka yang dilakuakan oleh raja tersebut…
  • Ayat 27, Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Orang yang berhutang ini adalah kita yaitu orang yang berdosa. Saat kita akui semua kesalahan dan dosa (hutang dosa) kita di hadapan Tuhan dan oleh belas kasihan Yesus, oleh pengorbanan dan kematian-Nya, Tuhan Yesus menanggung semua hutang dosa kita, 1 Yohanes 1:7-9, sehingga dihapuskan-Nya surat hutang kita.
  • Ayat 28, Tetapi ketika hamba itu keluar, yaitu ia yang sudah diampuni surat hutangnya, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: “Bayar hutangmu!” Orang yang dibebaskan dari hutang 10.000 talenta (60.000.000 dinar itu) tidak punya belas kasihan (roh pengampunan), seperti tuannya, yaitu Yesus.

Dari kisah tersebut kita belajar bahwa sebagai orang Kristen yang sudah diampuni, karakter Kristus seharusnya juga ada dalam diri kita. Jangan sampai kita menyimpan dendam dan tidak mengampuni. Sebab orang yang tidak memiliki hati seperti Yesus yang penuh kasih dan pengampunan, tempatnya bukan di sorga tetapi di neraka.