DIUBAHKAN MENJADI SERUPA DENGAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 1 Maret 2020)

Kolose 2:13-15

PENDAHULUAN
Kolose 2: 13 – 15 merupakan kesimpulan dari perikop  ayat 6 – 15 tentang kepenuhan hidup dalam Kristus. Untuk itu kita perhatikan kalimat demi kalimat dari ayat 13-15, yaitu:
1. Ayat 13 – Kamu juga meskipun  dahulu  mati  oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah.
Dalam ayat ini menjelaskan bahwa hampir seluruh anggota jemaat di Kolose terdiri dari orang-orang non Yahudi. Dengan 2 (dua) alasan Paulus berkata kepada jemaat Kolose, bahwa mereka akan mati atau masuk neraka, kalau mereka tidak percaya kepada Yesus, yaitu:
A. Jemaat Kolose sudah melakukan pelanggaran atau berdosa di mata Tuhan.
B. Orang Kolose bukan keturunan Abraham artinya bukan orang Yahudi dan tidak disunat secara lahiriah, sesuai ketentuan Taurat Musa.

Bukan hanya orang Kolose yang harus binasa, tetapi juga semua orang diluar bangsa Israel akan binasa karena memang berdosa, termasuk kita orang percaya karena dahulu kita juga adalah pendosa dan bukan keturunan Abraham. Tetapi syukur kepada Allah, dalam poin ke 2 dituliskan..

2. Ayat 13b – Telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita.
Artinya oleh kematian Yesus di kayu salib, dosa dan pelanggaran kita semua telah diampuni dan kita dihidupkan Allah bersama-sama Dia (Yesus). Mengapa disebut dihidupkan bersama Yesus?  Sebab sebagaimana Yesus mati di kayu salib, kita juga mati bersama Yesus ketika kita dibaptis. Dan sebagaimana Yesus dibangkitkan dari kematian, demikian juga kita keluar dari baptisan dan hidup dalam kehidupan yang baru bersama Yesus. Karena itu, syahadat pengikut Yesus adalah Roma 10:9,10 “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Yesus telah menggantikan posisi kita. Seharusnya kita semua yang dihukum di neraka dengan siksa yang sangat mengerikan. Tetapi Yesus menggantikan posisi kita di atas salib. Kepada jemaat Kolose Paulus menggunakan istilah menghapuskan surat hutang.

3. Ayat 14Dengan menghapuskan surat utang, yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita.
Dengan lain kata Paulus analogikan orang yang melakukan pelanggaran atau berbuat dosa sesuai tradisi semitik adalah sama dengan berhutang. Surat hutang dalam bahasa Yunani: “KHEIROGRAPHON” dalam naskah Ha-Berit (Ibrani) dipakai kata: HASHETAR, artinya sama: surat hutang; bon tagihan atau bill. Sebab dalam tradisi Israel, apabila ada orang berhutang dan tidak bisa membayar, maka yang dijadikan budak bukan hanya orang yang berhutang, tetapi seluruh keluarganya menjadi budak. Tetapi dengan orang yang berhutang dosa dan jika tidak bisa membayar hutangnya, konsekuensinya adalah maut (neraka) yaitu kematian kekal, seperti ditulis dalam Roma 6:23a“Sebab upah dosa ialah maut…”

Tetapi syukur kepada Allah, kita yang tidak mungkin bisa membayar atau melunasi surat hutang; bon tagihan  atau bill dosa kita, oleh kasih karunia Tuhan, Yesus telah melunasinya dan menghapus surat hutang; bon tagihan dengan memakukannya di kayu salib, Roma 6:23b. Kata “menghapus”, bahasa Yunani: EXALEIPSAS, artinya “membatalkan.” Dalam prakteknya, surat tagihan atau bon tagihan dosa itu dirobek dan dibuang karena dianggap sudah tidak mempunyai kuasa/kekuatan dan tidak berlaku. Inilah yang Yesus lakukan bagi kita, pada saat Yesus mati di kayu salib. Surat tagihan yang dituduhkan dan mendakwa kita, dirobek dan dinyatakan tidak berlaku lagi bagi orang yang percaya kepada Yesus. Oleh sebab itu, Paulus mengingatkan jemaat di Roma, termasuk kita, bahwa orang yang percaya kepada Yesus tidak bisa dituntut dan didakwa lagi.

Roma 8:1“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman (tidak ada yang dapat mendakwa; menagih; menuntut dan mengancam) bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.”

TANGGUNG JAWAB KITA
Setelah kita dibebaskan dari tuntutan surat hutang yang mendakwa kita, maka tugas dan tanggung jawab kita di hadapan Tuhan adalah jangan sengaja berhutang lagi, artinya jangan sengaja berbuat dosa lagi ( Ibrani 10:28-29). Sebab itu kita harus membangun iman, sampai karakter Kristus yaitu “buah Roh” terlihat nyata dalam hidup kita. Dulu yang kita lakukan adalah perbuatan-perbuatan dosa seperti yang terdaftar dalam Galatia 5:19-21. Inilah yang menyebabkan kita berhutang  kepada Yesus dengan konsekuensi  maut. Tetapi setelah kita diampuni dan surat hutang kita dilunasi Yesus diatas kayu salib. Maka yang kita bangun dan lakukan dalam diri kita adalah membangun kerohanian kita, Galatia 5:22,23.

Tetapi, bagaimana kalau tidak membangun kekristenan, apalagi sampai memakai filosofi  ajaran  keristen “Sekali Selamat Tetap Selamat!” Sangat mengerikan, sebab hidup kekritenan kita menjadi tidak berkualitas apalagi tidak dapat menghasilkan buah Roh. Kita akan mudah roboh kerohaniannya.

Perhatikan Gambar:

Sebelum manusia jatuh dalam dosa, kita hidup dalam kemuliaan. Namun saat jatuh dalam dosa, tidak ada cara lain selain kita percaya kepada Tuhan Yesus lewat pengorbanan-Nya diatas kayu salib. Dan inilah awal mula kita beriman. Tetapi beriman saja tidak cukup, kita harus memiliki karakter Kristus yang terdapat dalam Galatia 5:22-23. Yang dimulai dari penguasaan diri, meningkat kepada kelemahlembutan, kesetiaan, kebaikan, kemurahan hati sampai sama seperti Yesus yaitu kasih yang kekal. Dengan menunjukkan karakter Kristus maka kita akan mencerminkan pribadi Yesus kepada semua orang yang belum mengenal Kristus. Salah satu contoh karakter Kristus adalah mengampuni.

MENGAMPUNI 70 X 7 KALI Matius 18:21-35
Berawal dari pertanyaan Petrus kepada Yesus. Dalam ayat 21,22 Petrus bertanya, “Tuhan sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

  • Ayat 23, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan perihal Kerajaan Sorga seumpama raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Hal ini menggambarkan tentang kebaikan dan kemurahan Yesus, Raja atas segala raja dan harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Yesus.
  • Ayat 24, Setelah raja mulai mengadakan perhitungan, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Dengan begitu ketakutan, orang yang berhutang meminta belas kasihan raja. Siapa hamba yang berhutang 10.0000 talenta? Orang tersebut adalah kita (semua manusia). Sekecil apa pun dosa yang kita buat nilai hutang kita adalah sama, upahnya maut. Berapa nilai 10.000 talenta itu…?
    – 1 talenta =  6.000 dinar
    – 10.000 talenta =  10.000  X  6.000 dinar  =  60.000.000 dinar
    Kalau ada ajaran bahwa kita bisa selamat asal berbuat baik, amal, ibadah hal itu sama dengan kita bisa melunasi hutang 60.000.000 dinar. Dalam Matius 22:2, upah 1 hari  kerja = 1 dinar. Untuk melunasi hutang 60.000.000 dinar, berarti kita harus kerja selama 60.000.000 hari. Kalau usia kita 100 tahun, artinya 100 X 365 = 36.500 hari = 36.500 dinar. Sedangkan hutang kita 60.000.000 dinar. Berarti masih ada sekian banyak hutang yang harus dibayar dan artinya sepanjang hidup kita tidak dapat membayar hutang dosa kita. Maka yang dilakuakan oleh raja tersebut…
  • Ayat 27, Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Orang yang berhutang ini adalah kita yaitu orang yang berdosa. Saat kita akui semua kesalahan dan dosa (hutang dosa) kita di hadapan Tuhan dan oleh belas kasihan Yesus, oleh pengorbanan dan kematian-Nya, Tuhan Yesus menanggung semua hutang dosa kita, 1 Yohanes 1:7-9, sehingga dihapuskan-Nya surat hutang kita.
  • Ayat 28, Tetapi ketika hamba itu keluar, yaitu ia yang sudah diampuni surat hutangnya, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: “Bayar hutangmu!” Orang yang dibebaskan dari hutang 10.000 talenta (60.000.000 dinar itu) tidak punya belas kasihan (roh pengampunan), seperti tuannya, yaitu Yesus.

Dari kisah tersebut kita belajar bahwa sebagai orang Kristen yang sudah diampuni, karakter Kristus seharusnya juga ada dalam diri kita. Jangan sampai kita menyimpan dendam dan tidak mengampuni. Sebab orang yang tidak memiliki hati seperti Yesus yang penuh kasih dan pengampunan, tempatnya bukan di sorga tetapi di neraka.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s