BEKERJALAH SELAGI HARI MASIH SIANG – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 15 Maret 2020)

Yohanes 9:4


PENDAHULUAN
Firman Allah sudah menubuatkan soal kedatangan Yesus kedua kali dan jangan sampai kondisi dunia yang semakin buruk membuat kita berhenti beribadah dan bekerja bagi Tuhan. Oleh sebab itu, melalui ayat ini Yesus mengingatkan murid-murid, bahwa mereka harus mengerjakan pekerjaan Bapa. Ada dua alasan, mengapa kita  harus mengerjakan pekerjaan Bapa di sorga.

1. Utusan Bapa
Status orang percaya selama di dunia bukan hanya sekedar bekerja secara jasmani, itu adalah pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebab tujuan Allah menyelamatkan kita untuk menjadi “Utusan Bapa” dan mengerjakan pekerjaan Bapa di Surga sebagai Saksi Kristus, Matius 28:19,20.

 2. Kesempatan kita terbatas
Selain itu, perlu untuk kita ketahui, bahwa kita harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya karena waktu kita terbatas. Yesus berkata “Akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun dapat bekerja!” Artinya tidak selamanya ada siang hari, sebab akan datang malam dan di malam hari tidak dapat bekerja lagi.

Mengenai waktu, ada dua katagori waktu yang Tuhan karuniakan bagi manusia di muka bumi ini,  yaitu:

  • Waktu secara pribadi
    Setiap orang memiliki dua tahapan waktu dalam hidupnya dan Yesus umpamakan ada waktu SIANG juga ada waktu MALAM. Siang adalah gambaran waktu di mana masa hidup di dunia ini dan kita harus pergunakan waktu yang dimiliki untuk mengerjakan pekerjaan Bapa. Sedangkan malam adalah gambaran waktu setelah kematian, di mana kita tidak bisa melakukan kegiatan, Pengkhotbah 9:10. Jadi Yesus mengingatkan, selama masih diberi kesempatan hidup di dunia ini, maka kita harus bekerja, yaitu mengerjakan pekerjaan Bapa. Sebab bila malam datang, artinya saat (kematian datang), kita tidak bisa bekerja yaitu mengerjakan pekerjaan Bapa (Tuhan) yaitu, hidup melakukan kehendak Allah, karena yang kita lakukan hanya menunggu waktu penghakiman.
  • Waktu secara umum
    Kesempatan hidup yang Tuhan berikan kepada umat manusia di seluruh dunia, juga ada batasnya. Perhatikan gambar 1, sejak Yesus dikaruniakan bagi manusia, Yesus menjadi korban untuk menebus hidup manusia. Karya salib Yesus berlaku efektif sampai hari ini. Dan itulah yang dimaksud siang hari. Sedangkan malam hari dimulai sejak pemerintahan Antikris (3,5 tahun) – inilah istilah kegelapan yang paling gelap.

KESIMPULAN
Waktu/kesempatan yang kita miliki baik secara pribadi, kesempatan hidup kita sudah singkat. Sedangkan secara umum, dengan melihat tanda-tanda zaman yang terjadi yakni pandemik bahkan aniaya (Meterai 5), kedatangan Yesus sudah dekat. Apa yang harus kita kerjakan dengan melihat situasi dan kondisi yang terjadi di dunia sekarang ini? Tentu dengan waktu yang singkat biarlah kita tetap menempuh pendidikan, meraih gelar, buka usaha baru, dan harus bekerja membangun kualitas rohani sebab waktu sudah semakin singkat.

KEGELAPAN YANG PALING GELAP
Beberapa kali Yesus bicara tentang: “Kegelapan Yang Paling Gelap”, yaitu saat Antikristus menjadi penguasa di dunia selama 3,5 tahun. Saat kegelapan yang paling gelap, Wahyu 12:13-18, dijelaskan tentang dua perempuan yaitu gambaran dari Gereja (orang-orang percaya yang menanti Yesus datang ke dua kali). Wahyu 12:14 menuliskan bahwa ada perempuan yang diberi dua sayap burung nasar yang besar (gereja sempurna) yang akan disingkirkan ke Padang Gurun dan tidak akan masuk ke dalam tempat disebut kegelapan yang paling gelap, di mana Antikristus akan memerintah dan menjadi penguasa dunia selama 3,5 tahun. Dan selanjutnya bagaimana perlakuan Antikristus kepada gereja yang tidak sempurna? Wahyu 12:17, naga itu yaitu Iblis, pergi memerangi keturunannya yang lain, yang  menuruti  hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus. Iblis yang dianalogikan dengan profil naga, marah kepada Gereja Sempurna tetapi Iblis tidak berdaya memangsa gereja sempurna, maka kemarahan Iblis diarahkan kepada keturunannya yang lain (remnant of her seed – benih perempuan yang tersisa) yaitu gereja yang tidak sempurna.

Masalahnya mengapa mereka tidak disempurnakan? Alasan PERTAMA orang Kristen yang masuk ke dalam “kegelapan yang paling gelap.”

Matius 8:11,12 “Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat untuk duduk  makan  bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam kerajaan Sorga, sedangkan anak – anak Kerajaan itu akan dicampak-kan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

Perkataan Yesus ini diucapkan setelah Yesus mengagumi iman seorang perwira di kota Kapernaum. Dari sini, kita simpulkan bahwa gereja sempurna yang akan disingkirkan ke padang gurun tidak akan masuk kegelapan yang paling gelap (tidak masuk kekuasaan Antikristus) adalah pengikut Yesus yang bekerja keras membangun imannya sampai ia masuk menjadi bagian dari Gereja Sempurna. Membangun iman seperti pada gambar 2, yaitu dari iman kepada kebajikan, naik kepada pengetahuan, penguasaan dan sampai iman kita kepada kasih agape.

Alasan KEDUA orang Kristen yang masuk ke dalam “kegelapan yang paling gelap.” Matius 22:11, 12 – Orang yang dicampakkan ke tempat kegelapan yang paling gelap, sebab orang tersebut “tidak mengenakan pakaian pesta.” Apakah makna rohani dari pakaian pesta dalam perumpamaan ini? Perhatikan gambar 3. Akibat dosa, manusia telanjang di hadapan Tuhan. Tetapi oleh pengorbanan Yesus di Golgota, Yesus memberi kita pakaian kebenaran. Supaya pada saat Yesus datang kedua kali, jangan sampai kita tidak didapati dalam keadaan tidak mengenakan pakaian pesta, Wahyu 3:17,18. Pakaian kebenaran/pesta adalah gambaran sifat/karakter Kristus. Sifat dan karakter Kristus adalah buah roh (Galatia 5:19-21). Sebab itu, apa yang harus kita lakukan agar masuk  dalam  bagian  gereja yang sempurna sehingga kita tidak masuk ke dalam kegelapan yang paling gelap, seperti gereja yang tidak sempurna?

TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab kita bukan hanya menjaga dan memelihara pakaian kebenaran yang telah kita terima. Tetapi kita harus kenakan sampai sifat atau karakter Kristus itu melekat erat pada diri kita dengan sempurna sampai kita menjadi seperti Yesus. Jadi setelah kita dibenarkan di dalam Yesus, dan kita ijinkan Firman Allah dan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita, sampai buah Roh yaitu karakter Kristus menjadi karakter kita sehingga kita mencapai Kristus dalam kasih-Nya. Teruslah bertumbuh dalam iman dan karakter Kristus, meskipun keadaan dunia semakin goncang. Tuhan Yesus memberkati.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s