Dalam perlindungan Allah – oleh Pdt. Hani Paulus (Ibadah Raya – Minggu, 22 Maret 2020)

Mazmur 91

Bulan lalu saya sudah menyampaikan Mazmur 91 ini, mengingat waktu itu virus Corona baru mulai mewabah di Wuhan Cina. Sebelum wabah itu sampai ke Indonesia kita percaya ada perlindungan Tuhan bagi anak-anak-Nya.

Kunci Perlindungan

  1. Tempat rahasia Allah, ayat 1.
  2. Hati yang melekat, ayat 14.

Krisis Akan Terus Berlangsung
Kita harus mulai terbiasa mendengar tentang krisis dan harus terbiasa untuk menghadapinya, demikianlah seperti Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapak Gembala bahwa krisis demi krisis akan terus berlangsung sampai pada kedatangan Tuhan Yesus kembali.

Hari ini kita akan mendengar mengenai Jemaat di Tesalonika yang sedang mengalami penganiayaan sebagai umat Tuhan (sebuah krisis) dan bagaimana mereka dapat tetap menjadi kesaksian bagi banyak orang.

1 Tesalonika 3:1-5
Ay. 1, (TB) “Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena.”

  • Ayat ini menggambarkan kesedihan seorang Hamba Tuhan (Paulus), di mana ia begitu ingin mendengar kabar dari jemaat Tesalonika yang sedang mengalami penganiayaan.
  • Dirinya sendiri sedang diasingkan/ disembunyikan oleh murid-muridnya karena dicari untuk dibunuh.

Ay. 2,3a Itu sebabnya Paulus dan rekan-rekannya mengirim Timotius dengan maksud menguatkan hati mereka dan menasihatkan mereka tentang iman mereka.

Inilah dua hal yang sangat penting yang harus kita perhatikan ketika menghadapi sebuah krisis yaitu hati harus kuat dan iman jangan goyang.

Yosua 1:6, (TB) Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan ….

Ay. 7, Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh,

Ay. 9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati,

1. Hati yang kuat: untuk tetap percaya kepada Yesus di tengah kesusahan-kesusahan (krisis) yang sedang berlangsung.

  • Kisah Para Rasul 14:22 (TB) “Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.”
  • Jadi sebagai warga Kerajaan Allah, ketika kita mengetahui bahwa kita memang harus mengalaminya, jalan satu-satunya adalah menguatkan hati kita untuk siap menghadapinya.

2. Iman yang teguh/ tidak goyang: untuk dapat menghadapi pencobaan dari si Iblis (jatuh dalam pencobaan) dan ujian dari Tuhan (kualitas),

  • Kesusahan-kesusahan yang harus kita lewati ini dimanfaatkan oleh Iblis untuk mencobai diri kita agar iman kita goyang dan tidak bertahan, pada akhirnya mengundurkan diri, kecewa dan murtad.
  • Di sisi lain, Tuhan mengizinkan hal ini terjadi sebagai sebuah ujian bagi iman kita, bahwa ujian tersebut akan menunjukkan kepada dunia kualitas iman kita.

Lukas 22:31-32, namun kita percaya, Tuhan Yesus peduli kepada diri kita. Dia tahu siapa kita dan seberapa kuat kita dapat menanggung pencobaan dan seberapa kuat kita dapat  melewati ujian ini.

  • Dalam Lukas 22:31-32, mengisahkan bahwa Iblis menuntut Yesus untuk menampi Petrus seperti gandum. Bisa dipastikan Petrus tidak akan mampu melewati pencobaan itu, namun Yesus mengasihinya. Yesus berkata bahwa diri-Nya telah berdoa untuk Petrus, supaya imannya jangan gugur. Dan jikalau dirinya sudah insaf, Yesus ingin dia menguatkan saudara-saudaranya.
  • Kitapun harus percaya bahwa ditengah pencobaan dan ujian dalam kesusahan-kesusahan ini, Yesus berdoa untuk kita supaya hati tetap kuat dan iman tidak goyang apalagi gugur.

Penentuan Tuhan

  • Ayat 3b-4, Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
    Penentuan Tuhan ini berarti harus dialami, Tuhan mengizinkan hal ini (kesusahan-kesusahan) harus terjadi.

Mengapa Tuhan Menentukan Untuk Kita Alami?

  • Tuhan ingin ‘memamerkan’ kualitas diri kita (Ujian). Tahukah Saudara bahwa kita adalah Anak-anak Allah; Garam dan Terang dunia – bukan diperintahkan menjadi tapi sudah, (inipun sudah ditentukan Allah bagi kita)
  • Di sisi lain, Iblis ingin menantang pendapat Allah tentang diri Ayub (Cobaan)
  • Dua hal ini selalu ada, selalu beriringan dalam setiap masalah dan persoalan apapun yang kita hadapi.

Bagaimana mengatasinya?
1. Prepared for the Worst (Bersiap untuk yang terburuk)

  • Yusuf selalu siap untuk hal yang terburuk terjadi. Dia tidak pernah menyangka apa yang ia akan alami. Dari anak kesayangan dengan jubah maha indah dibuang ke sumur, dijual ke Mesir, menjadi budak di rumah Potifar, difitnah, dipenjara dan dilupakan oleh orang-orang yang pernah ditolongnya.
  • Darimana kita tahu dia bersiap menghadapi yang terburuk? Jawabnya dari penyertaan Tuhan yang terjadi dalam hidupnya. Semua pekerjaan yang diberikan kepadanya, diselesaikannya dengan baik. Itu sebabnya, Yusuf selalu dipercaya untuk menjadi pemimpin.

2. Hope for the best (berharap yang terbaik)

  • Darimana kita mengetahui bahwa Yusuf selalu punya pengharapan untuk hal yang terbaik pasti terjadi dalam hidupnya?
  • Dia memandang kepada mimpi yang Tuhan berikan kepadanya pada waktu ia masih kecil. Dan terus menjaganya melewati berbagai musim kehidupan yang terjadi dalam kehidupannya.
  • Perkataan imannya dapat kita teladani dalam kehidupan kita saat menghadapi krisis yang terjadi.
  • Kejadian 50:20 (TB) “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”
  • Roma 8:28, Allah turut bekerja dalam segala perkara untuk kebaikan kita, orang yang mengasihi Tuhan.

Jadi saudara yang terkasih dalam Tuhan, milikilah kedua prinsip ini dalam menghadapi berbagai krisis yang masih dan akan terjadi lagi di bumi ini.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s