KUASA KEBANGKITAN YESUS – oleh Pdt. J.S. Minandar (IBADAH KEBANGKITAN – Minggu, 12 April 2020)

Filipi 3:10
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kemuliaan-Nya.”

PENDAHULUAN
Dalam Filipi pasal 3, rasul Paulus menjelaskan bahwa untuk menjadi pengikut Yesus yang sejati, kita akan mengalami berbagai tantangan yang tidak ringan. Salah satunya di ayat 10, Paulus katakan bahwa kita harus masuk persekutuan dalam penderitaan Kristus. Dengan demikian untuk jadi pengikut Yesus yang sejati, tidak cukup hanya mengenal Yesus sebagai: sumber berkat, penyembuh, mujizat. Memang Yesus sanggup melakuan itu semua, tetapi Paulus tidak ingin mengenal Yesus hanya berkat-berkat-Nya saja, melainkan juga kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan Yesus. Karena persekutuan dengan penderitaan Kristus, akan membawa Paulus menjadi serupa dengan Yesus.

KUASA KEBANGKITAN YESUS
Kuasa kebangkitan Yesus bekerja dengan hebat dan dahsyatnya Yesus bagi orang yang percaya kepada-Nya.Perhatikan, ketika murid-murid menyaksikan Yesus disalib dan dikuburkan, murid-murid yang pada awalnya seperti bangunan yang tegak berdiri dan kokoh kuat, menjadi roboh dan porak- poranda seperti puing-puing berserakan dan tidak memiliki bentuk lagi. Hal ini jelas dicatat dalam:

  • Markus 16:10 – Para murid dan pengikut Yesus berkabung dan menangis.
  • Lukas 24:13-35 – Kleopas dan isterinya kecewa, pulang ke Emaus.
  • Lukas 24:36-49 – Murid-murid Yesus ketakutan, kunci pintu dan bersembunyi.
  • Yohanes 20:25 – Tomas kehilangan iman.
  • Yohanes 20:3 – Petrus dan teman-teman kembali menjala ikan

Jadi, bila kita melihat keadaan murid-murid dan pengikut Yesus, dengan kondisi seperti yang dijelaskan di atas, Yesus merasa sedih. Demikian juga Yesus akan sedih bila melihat kualitas iman dan pengiringan orang percaya di akhir zaman seperti para murid ketika mengalami masalah. Tetapi ada sesuatu yang terjadi, setelah Yesus bangkit dari kematian, khususnya setelah 50 hari Raya Pentakosta dan murid-murid dipenuhi Roh Kudus.Masalah, kesulitan, tantangan bahkan apa pun, tidak membuat murid-murid surut dan berhenti  jadi pengikut Yesus. Bahkan walaupun aniaya setiap waktu mengancam murid-murid Yesus, mereka bukannya takut, berhenti apalagi mundur, sebaliknya mereka makin menggebu dalam memberitakan Injil, Kisah 2:38-41, dan terjadilah ledakkan pertambahan jiwa, dalam sekali pelayanan 3000 jiwa diselamatkan.

CARA HIDUP JEMAAT
Jadi, betapa hebatnya kuasa kebangkitan Yesus dan kuasa Roh Kudus dalam jemaat atau gereja lokal. Oleh kuasa kebangkitan Yesus dan kuasa Roh yang berkarya dalam hidup para murid dan para pengikut Yesus, sekarang kita pelajari. Dalam Kisah 2:42-47, kita akan melihat bahwa kuasa kebangkitan Yesus bukan hanya membuat jemaat dan para pengikut Kristus menjadi berkobar-kobar dalam pengiringan Tuhan, melainkan cara hidup mereka mengalami terobosan.

  • Kisah 2:42“Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Jemaat tidak puas hanya jadi anggota gereja, tetapi mereka memiliki kerinduan yang besar untuk belajar firman Allah, sehingga mereka tidak diombang-ambingkan, Efesus 4:16.
  • Kisah 2:43“Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” Masyarakat menaruh hormat begitu tinggi kepada orang-orang percaya karena mereka melihat dan merasakan bahwa Tuhan menyertai dan membela jemaat.
  • Kisah 2:44 “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.” Kasih persaudaraan dalam jemaat lokal dan jemaat lainnya terjalin erat. Mereka tidak hidup untuk diri sendiri, tetapi mereka saling membantu, 1 Korintus 16:1-4.
  • Kisah 2:45 “…dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.” Kebangkitan Yesus dan Kuasa Roh Kudus merubah cara pandangan mereka, sehingga mereka tidak hanya berinvestasi di dunia mereka juga berinvestasi di sorga, Matius 6:19-21.
  • Kisah 2:46 “Dengan  bertekun  dan  dengan  sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka  memecahkan  roti di rumah masing – masing  bergilir  dan  makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.” Tidak sedikit orang Yahudi di Yerusalem yang belum bahkan tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi lewat cara hidup jemaat, ada pertambahan jiwa. Rahasianya Jemaat beribadah dengan hati yang tulus. Kata TULUS dalam bahasa Yunani adalah APHELOTES (a stone as stubbing the foot). Hati jemaat yang tulus jadi daya tarik yang demikian kuat, sehingga masyarakat di sekitar datang dan percaya kepada Yesus. Ketulusan ini tidak dibuat-buat (sandiwara), Kisah 2:47a, hati yang tulus dilakukan jemaat sambil “Memuji Tuhan.”
  • Kisah 2:47 “Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Karena jemaat disukai oleh masyarakat kota Yerusalem, setiap hari Tuhan tambahkan jumlah orang yang diselamatkan. Kata: DISUKAI, bahasa Yunaninya KHARIS – Kerahiman, Belas Kasihan, Rahmat, Kasih Karunia, Anugerah, yang mengalir dari orang-orang percaya di Yerusalem. Bukankah semua istilah dari kata disukai, yaitu KHARIS adalah sifat-sifat yang ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.

KESIMPULAN

Karya kematian Yesus, kuasa kebangkitan Yesus dan kuasa Roh Kudus yang memenuhi hidup murid-murid, membawa murid-murid dan jemaat Gereja mula-mula menjadi serupa dengan Tuhan Yesus Kristus. Demikinan juga dengan kita, kita hanya bisa menjadi serupa dengan Yesus apabila kuasa Kematian, Kebangkitan dan Roh Kudus berkarya di dalam diri kita, sehingga kita memiliki karakter seperti karakter yang ada dalam Yesus. Rasul Paulus menjelaskan dengan lebih rinci tentang karakter Kristus dalam Galatia 5:22-23.

PENUTUP
Kita berdoa agar Karya Salib Yesus dan kuasa Kebangkitan Yesus serta Kuasa Roh Kudus-Nya dicurahkan dan berkarya dalam hidup kita, sehingga jemaat GPdI Mahanaim Tegal menjadi daya tarik yang luar biasa  bagi kota Tegal, dan Indonesia! Amin!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *