LEPAS DARI ANCAMAN DAN BAHAYA – oleh Pdt. J.S. Minandar (Ibadah Raya – Minggu, 05 April 2020)

Roma 8:35
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan atau bahaya, atau pedang?”

PENDAHULUAN
Beberapa waktu yang lalu, telah dijelaskan dalam Lukas 20:10,11 bahwa Yesus berkata sebelum Yesus datang kedua kali, akan ada peristiwa dahsyat yang terjadi untuk menguji iman orang percaya. Oleh sebab itu dalam Roma 8:35, rasul Paulus menasehati bila hal dahsyat berupa: penindasan, kesesakan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan dan bahaya serta pedang itu tiba, jangan sampai iman kita goyah, apalagi sampai memisahkan dari Kristus melainkan kita semakin kokoh didalam Yesus.

Dari peristiwa dahsyat yang Paulus katakan dalam Roma 8:35, tercatat kata kesesakan dan  kata bahaya. Kedua kata ini sedang terjadi pada masa sekarang dan dalam pertemuan beberapa minggu lalu, sudah  dijelaskan bahwa masa sekarang ada wabah penyakit akibat virus corona yang sudah pandemic (menglobal) dan ini adalah penggenapan dibukanya Meterai IV, Wahyu 6:7,8. Wabah penyakit ini telah membuat penduduk dunia mengalami kesesakan sebab bahayanya sampai mengancam jiwa. Serta kondisi dan keadaan yang menimpa ini, sampai membatasi aktivitas sehari-hari termasuk untuk beribadah.

YERUSALEM DIKEPUNG ASYUR
Sebuah contoh dalam alkitab tentang bangsa Israel yang juga mengalami kesesakan dan bahaya. Kisah tersebut terdapat dalam Yesaya pasal 36. Dikisahkan bahwa Sanherib, raja Asyur mengutus juru minuman untuk memprofokasi dan menakut-nakuti Hizkia dan umat Allah. Mengapa? Karena Hizkia terus menasihati umat Allah untuk tetap beriman dan berharap kepada Allah. Dan utusan raja Asyur menjelaskan bahwa mereka datang bukan untuk menggertak tapi menawan bahkan menghabisi penduduk Yerusalem. Tetapi dalam Yesaya 36:15-20 Raja Hizkia terus menasihati agar umat Tuhan tetap beriman dan berharap kepada Tuhan. Namun utusan raja Asyur terus menghasut agar umat Tuhan jangan percaya omongan Hizkia. Bahkan dengan angkuh utusan raja Asyur berkata bahwa tidak ada satu pun, kerajaan di dunia yang bisa bertahan di hadapan Asyur dan tentaranya. Yesaya 36:21,22, Tetapi orang Israel berdiam diri dan tidak menjawab sepatah katapun, sebab  ada perintah raja, bunyinya: “Jangan kamu menjawab dia!”Yesaya 37:1, raja Hizkia akhirnya mendengar perkataan utusan tersebut, dikoyakkannyalah pakaiannya dan diselubunginyalah badannya dengan kain kabung, lalu masuk ke rumah Tuhan. Jadi Hizkia memutuskan untuk datang kepada Tuhan dalam kondisi bahaya dan terdesak.

Kiranya sebagai orang percaya, kita juga tidak takut, sedih dan berduka. Tetapi inilah waktunya  untuk banyak merendahkan diri di hadapan Tuhan dan terus mencari wajah Tuhan.

Matius 6:6 “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat  tersembunyi.  Maka  Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

 Selanjutnya raja Hizkia menyuruh hamba-hambanya yang memakai baju kabung itu, untuk pergi menemui Yesaya dan menyampaikan pesan Hizkia. Yesaya 37:2,3; 6,7 – apakah yang Hizkia terima setelah Yesaya menyampaikan nubuat Tuhan kepada Hizkia? Yang Hizkia terima adalah surat ancaman dari raja Asyur yang dibawa oleh hamba-hamba Hizkia. Perhatikan Yesaya 37:14, saat Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah Hizkia ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan.

Percayalah…! Firman Tuhan lebih kuat, hebat, dahsyat dibanding dengan masalah apa pun yang sedang kita hadapi. Di rumah Tuhan, surat ancaman itu Hizkia bentangkan di hadapan Tuhan, Hizkia tidak bisa mengungkapkannya di hadapan Tuhan, sebab Hizkia yakin Tuhan sanggup baca isi surat itu, bahkan Tuhan mampu baca isi hati Hizkia. Perhatikan, Yesaya 37:35,36 Tuhan berkata kepada Hizkia bahwa IA Tuhan, akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya. Alhasil, keluarlah Malaikat Tuhan, lalu  dibunuh-Nyalah seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur.

KESIMPULAN
Segala doa, air mata dan kerinduan hati kita tidak akan sia-sia dihadapan Tuhan, sebab virus corona yang selama ini mengepung dan mengurung kita, akan binasa oleh kuasa Tuhan sehingga kita dilepaskan dan dibebaskan dari teror corona yang menyusahkan, menyesakkan dan menakutkan kita semua. Lakukan bagian kita, yaitu percaya, berdoa dan tetap kokoh dalam Tuhan. Percaya Tuhan akan menyelamatkan dan firman-Nya menopang kita. Amin.

About GPdI Mahanaim Tegal

Profil Singkat GPdI Mahanaim Tegal. Berdiri: Tahun 1989 dengan Gembala Sidang: Pdt.J.S.Minandar (Sejak 1997). Visi: Membangun Keluarga Kristen yang mengasihi serta melayani Tuhan dan sesama. Misi: Menjangkau jiwa dengan Injil, membina hingga dewasa di dalam Kristus dan melayani.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s